Selasa, 23 Juni 2009

Pokmas BRS Buat SPJ Fiktif

Soko Tuban
TUBAN - Kelompok Masyarakat (Pokmas) Bina Rakyat Sejahtera (BRS) Plumpang diduga menggelapkan dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SM) 2008. Dugaan penggelapan dana mencapai sekitar Rp 100 juta.

Modusnya, pokmas ini diduga membuat surat pertanggungjawaban (SPJ) fiktif kegiatan pelatihan budidaya jeruk. Kasus tersebut sekarang ini masih dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban.

Kajari Tuban Zainuddin Achmad didampingi Kasi Intel M. Chozin menjelaskan, dalam SPJ fiktif tersebut, seakan-akan pokmas ini menggelar pelatihan selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Maret lalu. Tempatnya, di Guest House Tuban, Jalan Sunan Giri.

Namun, dari hasil penyelidikan tim intel, pada tiga hari itu tidak ada aktivitas di gedung pertemuan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan tidak tertulisnya kegiatan tersebut di buku tamu yang ada di guest house.

Menurut Zainuddin, dari SPJ yang dilaporkan Pokmas BRS, seakan-akan lembaga ini benar-benar menggelar kegiatan tersebut. Misalnya, untuk sewa gedung dan konsumsi peserta, menelan anggaran Rp 22 juta. Sementara peserta pelatihan yang berjumlah 100 orang, masing-masing dilaporkan mendapat uang saku Rp 50 ribu.

Untuk meyakinkan pelaporan penggunaan dana tersebut, lanjut dia, Pokmas BRS juga melampirkan foto gedung dan sebagian foto kegiatan itu.

Zainuddin menuturkan, dalam pengumpulan data kasus tersebut, tim intel kejaksaan sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Mereka di antaranya Rasilan (office boy guest house), Kades Plumpang Sukardi, Lasmuji (anggota BPD), dan Bambang (ketua BPD).

Juga, tiga pengurus inti Pokmas BRS. Ketiganya, Suwiknyo (ketua), Wiwik Siti Suryani (sekretaris), dan Humam (bendahara). Empat empat saksi yang disebut pertama, kata mantan Kasi Intel Kejari Jakarta Selatan (Jaksel), ini menerangkan kegiatan pelatihan budidaya jeruk tidak pernah ada. Begitu juga sekretaris dan bendara Pokmas BRS.

Mereka mengaku tidak tahu-menahu kegiatan pelatihan yang didanai dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Provinsi Jatim tersebut. ''Ini yang semakin menguatkan kalau pelatihan tersebut benar-benar fiktif,'' kata dia.

Zainuddin menambahkan, Pokmas BRS adalah salah satu dari 26 lembaga di Tuban yang menerima kucuran dana P2SM tersebut. Dari jumlah itu, kata dia, lima lembaga di antaranya sudah diselidikinya. ''Dari hasil penyelidikan, untuk sementara kami baru menemukan penyimpangan di lembaga ini,'' kata Zainuddin.

Menurut dia, Pokmas BRS awalnya merencanakan penggunaan dana tersebut untuk kegiatan diklat kebangsaan. Namun dalam perjalanannya, dana itu justru digunakan pelatihan budidaya jeruk. Hasil penyelidikan tersebut, kata Zaenuddin, sudah dilaporkan ke Kejati Jatim. Dari laporan itu, pihaknya tinggal menunggu petunjuk terkait peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Sementara itu, wartawan koran ini belum berhasil memintai keterangan Suwiknyo. (ds) (Radar Bojonegoro)

0 coment:

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP