Senin, 20 Agustus 2007

KABARE WONG SOKO


Motor vs Motor,Dua Orang Tewas Seketika
Selasa, 28/08/2007
Tabrakan maut antara dua sepeda motor terjadi di Desa Simo, Kec Soko, Tuban (jurusan Bojonegoro- Tuban), Minggu (26/8) malam. Dua korban di antaranya langsung tewas di tempat kejadian.
Sedang tiga orang lainnya luka berat dalam kecelakaan tersebut. Kejadian itu berawal saat motor Honda Grand nopol S 5576 AS dari arah selatan yang dikendarai Ali Mahfud, 27, berboncengan dengan dua temannya, yakni Arif, 22, dan Anam, 16, keduanya warga Desa Simo,Kec Soko. Sementara dari arah berlawanan muncul motor nopol S 6766 HS yang dikendarai Yasrip, 16, bersama Imam Sugianto, 18, bernopol S 6766 HS warga Desa Menturo, Kec Soko. Beberapa saksi mata mengaku tidak mengetahui persis kejadian tersebut. Mereka hanya mendengar suara benturan motor.
Menurut penuturan Munif, 45, salah satu saksi, bunyi tabrakan terdengar sampai ke rumahnya yang berjarak 50 meter lebih.“Mendengar suara tabrakan saya langsung keluar rumah,” terangnya. Akibat tabrakan itu,Yasrip dan Ali Mahfud meninggal dunia lantaran mengalami luka serius serta pendarahan hebat. Sedang tiga korban lainnya mengalami luka berat dan langsung dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro. Kanit Lalu Lintas Polsek Rengel Aiptu Ali Masud yang menangani kasus itu mengatakan ada dugaan salah satu pengendara motor dalam keadaan mabuk setelah mengonsumsi minuman beralkohol. “Saat ini, kasus itu sudah ditangani Lantas Polres Bojonegoro dan masih dilakukan penyelidikan,” terangnya. (nanang fahrudin)
TUBAN (SINDO)
*******************************************************************
SekolahImpian

Wednesday, 01 August 2007
Tuban Gambaran sekolah impian menurut persepsi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Tuban sangat sederhana. Yakni sebuah sekolah yang terdiri dari satu atau dua buah bangunan, dengan barisan kelas di setiap bangunan, tiang bendera di halaman sekolah, sebuah perpustakaan, kamar kecil bagi siswa dan siswi, serta satu mushala atau masjid kecil dalam lingkungan sekolah. Itulah yang muncul saat LAPIS (Learning Assistance Program for Islamic Schools) mengadakan lomba menggambar dan mengarang dengan tema Sekolah Idaman untuk siswa tingkat MI di Tuban beberapa waktu lalu. Lomba yang melibatkan 10 MI di Tuban itu dipusatkan di MI Hidayatul Khasanah, Desa Cekalang, Kecamatan Soko.Dari puluhan peserta lomba, tersaring dua finalis yang disebut Duta Anak Madrasah. Mereka kemudian diundang ke Jakarta untuk mempresentasikan karya di depan para peserta Simposium Regional LAPIS pada 24-25 Juli lalu.LAPIS adalah sebuah proyek yang didanai Pemerintah Australia dan diadakan bekerja sama dengan Departemen Agama Indonesia. Tujuan program LAPIS adalah untuk membantu meningkatkan kapasitas guru dan mutu standar sistem pendidikan Islam di Indonesia serta memperkecil kesenjangannya dengan pendidikan umum.*/sko
Berita dikutip dari : surya.co.id
************************************************************************************
PNS Pemkab Tuban, menjadi korban penjahat jalanan dengan menggunakan sepeda motor.
Puji Asmorohadi (50), Korban bersama Sriyati (43), tetangga desanya, awalnya mengambil uang tabungan di Bnak BRI sebesar Rp 15,4 juta. Kemudian korban yang naik mobil Mitsubishi Station B-249-HW mengisi bahan bakr di SPBU di Jl Sawunggaling. Usai mengisi bahan bakar, salah satu ban mobilnya bocor. Ia menuju tukang tambal ban di Jl. Jaksa Agug Suprapto, Kamis (9/8) petang. Beberapa menit kemudian, ia mendengar pintu mobil ditutup orang tak dikenal. Bersamaan dengan bunyi pintu mobil yang ditutup itu, terdengar sepeda motor melaju kencang. ”Saya kembali ke mobil, tas berisi uang Rp 15,4 juta yang baru saya ambil dari bank dan HP lenyap,” kata korban yang warga Des Mojo, Kec. Soko, Kab Tuban.
Puji sebelumnya mengaku tidak tahu kalau setelah mengambil uang di Bank BRI, dibuntuti orang yang mau berbuat jahat kepada dirinya. Kabagbinamitra Polres Bojonegoro, Kompol Hadi Surya mengatakan, jajarannya sedang mengejar pelaku perampasan tas milik wanita asal Tuban tersebut.
berita dicopet dari : surabaya post.info
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Berita suntingan dari media lain
Dikerjai Bandit Jalanan, Puji Rugi Uang Rp15 Juta


BOJONEGORO - Puji Asmorohadi (50), PNS Pemkab Tuban yang menjadi nasabah bank BRI mengalami nasib apes. Uang dalam tas Rp15 juta yang baru diambil dari ATM BRI Jalan Panjaitan, Bojonegoro raib dibawa kabur dua orang perampas yang mengendarai motor.
Selain uang, pelaku juga membawa kabur dompet berisi uang Rp400 ribu dan telepon selular (HP).
Kejadian itu berawal saat korban berniat belanja di Bojonegoro. Ia berangkat dengan mobil Mitsubishi Station B 249 HW ditemani Dari Sriyati (43) tetangganya Desa Mojomalang Kec Soko Tuban. Namun, sebelumnya ia bermaksud mengambil uang di ATM bank BRI di Bojonegoro.
Usai mengambil uang Rp15 juta, korban bermaksud jalan-jalan. Setelah itu, keduanya berencana pulang. Sialnya, usai mengisi bensin di SPBU Jalan Sawunggaling ban kiri belakangnya kempes.
Ketika berhenti di Bengkel, korban turun dari mobil menuju belakang mobil untuk memberitahukan ban mobil yang perlu ditambal. Sedang tas berisi uang Rp15 juta dibiarkan tergeletak di atas jok depan.
Saat itulah dua pria berboncangan sepeda motor Honda Megapro tak diketahui plat nomornya menambar tas berisi uang, dompet dan HP. Pelaku langsung kabur ke arah timur. Diperkirakan kerugian yang dialami korbana mencapai Rp16 juta.
“Kita sudah mendapat laporan dan melakukan pengejaran,” kata Kabagbinamitra Polres Bojonegoro Kompol Hadi surya.

Read more...

Minggu, 19 Agustus 2007

BERITA NASIONAL


Subsidi Raskin Turun, Harga Dinaikkan
Jakarta-Pemerintah mengurangi subsidi raskin atau beras untuk rakyat miskin dari Rp 6,4 triliun pada 2007 menjadi Rp 5,5 triliun pada RAPBN 2008. Pengurangan subsidi raskin tersebut terkait dengan rencana pemerintah menaikkan harga raskin di tahun 2008.”Ada rencana, kalau disetujui DPR,harga raskin akan dinaikkan,sehingga jangkauan raskin bisa lebih banyak dengan anggaranRp 5,5 triliun,”kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Jumat (17/8).Dalam RAPBN 2008 ditetapkan sebanyak 12,1 juta keluarga sasaran raskin yang akan memperoleh masing-masing 10 kilogram selama 11 bulan. Dia mengatakanbesaran kenaikan raskin belum ditentukan.Namun, harga beras untuk rakyat miskin tersebut bisa mencapai Rp 1.500, Rp 1.800, atau mungkin Rp 2.000 per kilogram.Menurut Mentan yang dikutip Antara, harga raskin Rp 1.000 sudah begitu lama diterapkan, dan ditetapkan saat harga beras masih mencapai Rp 2.000. Jika harga tersebut tetap digunakan maka jangkauan raskin akan menjadi lebih terbatas, dengan anggaran Rp 5,5 triliun. Pada APBN 2007 lalu, anggaran raskin ditetapkan sebesar Rp 6,4 triliun, dengan asumsi dapat digunakan hingga 11 bulan, setara dengan 1,76 juta ton beras.Dia mengatakan menaikan harga raskin tidak akan memberatkan masyarakat karena harga beras yang tadinya hanya Rp 2.000 kini telah mencapai Rp 4.000 lebih.Selain itu, menurut Mentan, soal stok raskin sendiri untuk saat ini tidak ada masalah. Dia mengatakan sebagian besar kebutuhan beras raskin akan dipenuhi dari dalam negeri, dan impor hanya dilakukan jika dari dalam negeri tidak mencukupi.”Kita selalu mengupayakan kebutuhan sebagian besar atau sepenuhnya dari dalam negeri,” katanya.”Tahun ini, Bulog ada impor karena ada masalah kekeringan di tahun 2006 sampai awal tahun 2007,” katanya. Tetapi melihat ramalan produksi tahun ini, Mentan mengatakan, stoknya relatif cukup, apalagi jika ditambah dengan beras impor tahun ini. (mis)
Copyright © Sinar Harapan 2003

DIKUTIP DARI : http://www.plasa.com/

Read more...

Rabu, 08 Agustus 2007

Kembali Pertemukan Pihak Terkait

Dalam Polemik Pilkades KedungharjoTUBAN - Pihak Kecamatan Widang ingin segera mengakhiri polemik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kedungharjo. Rencananya hari ini Camat Widang Bambang Dwiyono bakal mempertemukan pihak-pihak yang terkait polemik Pilkades Kedungharjo di kantor kecamatan. "Besok (hari ini, Red) semua akan kami pertemukan," ungkap Bambang melalui ponselnya, kemarin. Pihak-pihak terkait itu adalah BPD, panitia pilkades, Pj Kades Kedungharjo Sun Septemi, kedua calon (Achmad Fauzi dan Kasmiyono), dan Muspika Widang. Menurut Bambang, agenda pertemuan tersebut untuk mencari solusi terkait polemik yang terjadi di Desa Kedungharjo. "Kami akan menjelaskan biar panitia mengerti dan tidak memaksakan kehendaknya. Yang jelas semua harus tetap mematuhi ketentuan peraturan perundangan yang ada," jelas mantan Kasubag TU Kantor Infokom itu. Bambang tetap minta panitia menganulir keputusannya yang menetapkan Kasmiyono sebagai salah satu calon. Sebab, keputusan tersebut cacat hukum. "Ibaratnya anak sekolah itu lho, masak kalau nggak memenuhi persyaratan kok dipaksakan masuk. Kan nggak bisa. Jadi calon yang nggak penuhi persyaratan ya harus dianulir dulu," ujarnya. Hingga kemarin pihak panitia Pilkades Kedungharjo sendiri tetap bersikukuh tak bakal menganulir keputusannya yang menetapkan Kasmiyono sebagai salah satu calon kepala desa (Kades) setempat. "Perkembangannya tetap. Dua orang masih tetap sebagai calon Kades yang berhak dipilih," tegas Ketua Panitia Pilkades Simanjaya, kemarin.Ada dua calon yang berebut kursi Kades Kedungharjo, yakni Kasmiyono dan Achmad Fauzi. Proses pilkades di desa itu masih memicu kontroversi. Ini terkait keputusan panitia yang nekat menetapkan keduanya sebagai calon Kades. Keputusan itu direaksi pemkab. Melalui Camat Widang Bambang Dwiyono, pemkab meminta panitia meninjau ulang keputusannya. Sebab Kasmiyono dianggap tak memenuhi persyaratan. Ini terkait status kependudukannya. Namun panitia, berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki, menyatakan Kasmiyono masih penduduk setempat. Sementara itu, enam desa di Tuban kemarin serempak menggelar pilkades putaran terakhir. Yakni, Desa Prunggahan Wetan, Prunggahan Kulon (Semanding), Siding (Bancar), Glagahsari (Soko), Sumberarum, dan Kedungrejo (Kerek). Di antara enam desa tersebut, hak pilih di Desa Prunggahan Kulon paling banyak, yakni 10.791 pemilih. Kabag Pemerintahan Pemkab Tuban A. Mufid Budiono bersama beberapa stafnya kemarin memantau langsung pelaksanaan pilkades di enam desa tersebut. "Secara umum pelaksanaan pilkades putaran terakhir ini lancar," ujar Mufid. (wid)

Read more...

Minggu, 05 Agustus 2007

Kenangan masa lalu

Pada tahun 2001 : Kebocoran sektor migas di kecamatan Soko, Tuban, milik Devon Canada dan Petrochina. Dimana kadar hidro sulfidanya waktu itu cukup tinggi, sehingga menyebabkan 26 petani dirawat di rumah sakit. Kejadian tersebut memicu masyarakat satu kampung untuk datang melihat ke tambang, tetapi yang didapat masyarakat adalah ditembaki polisi Bojonegoro, 14 orang tertembak.
Berita di copet dari situs WALHI
***

Gas Berbahaya Itu Tetap Mengancam Penduduk
(WISNU NUGROHO)
.

USAI shalat isya di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban,Jawa Timur (Jatim). Rumah warga yang umumnya berdinding anyaman bambutertutup rapat. Tidak terlihat aktivitas penduduk di luar rumah yang redup kekuning-kuningan karena nyala bola lampu berdaya rendah. Meskipun malam itu langit cerah, warga memilih mengurung diri di dalam rumah.
Tidak ada keceriaan anak-anak menyambut terangnya bulan dan bertaburannya bintang di langit seperti digambarkan dalam lagu-lagu dolanan. "Warga memilih berada di dalam rumah karena tidak tahan dengan bisingnya suara dari dua sumur minyak itu dan bau gas H2S (hidrogen sulfat-Red), gas berbahaya yang menyengat hidung," papar warga sambil bergegas pergi dengan sepeda kumbangnya, Jumat (3/5) malam.
Alasan senada mengenai sepinya desa berpenduduk sekitar 2.000 jiwa itu diungkapkan juga oleh belasan pemuda yang malam itu berkumpul di balai bambu di sekitar lokasi dua sumur minyak. Kondisi ini menurut mereka sudah berlangsung sejak tahun 1998, saat eksploitasi minyak mentah oleh Joint Operating Body (JOB) Per-tamina-Devon dimulai di desa tersebut.
Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak JOB yang dalam beberapa kesempatan sering ingkar janji. Puncak keluhan disuarakan dalam lima tuntutan dan disampaikan dua hari berturut-turut tanggal 1-2 Mei 2002 yang berujung pada pembubaran dengan kekerasan oleh aparat Kepolisian Wilayah (Polwil) Bojonegoro dan Kepolisian Resor (Polres) Tuban, persis seusai negosiasi yang tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.
Selain mengakibatkan puluhan warga luka-luka, pembubaran dengan berondongan peluru karet aparat, Kamis malam itu membuat lima warga luka tembak serius. Mereka adalah Karnoto Paetam (40), Suparji (23), Bayan Sauri (35), Rahmat (30), dan Kanan (39). Sampai sekarang, tidak jelas bagaimana penyelesaian kasus penembakan ini.
Lima warga yang menjadi korban ini menandai lima tuntutan mereka yang tidak dikabulkan JOB dalam negosiasi, yaitu pemberian kompensasi Rp 20.000 per warga per hari, pembangunan poliklinik, kontribusi untuk desa Rp 100 juta per bulan, sewa tanah sampai radius 500 meter, dan pemberian kesempatan bekerja sebagai tenaga kasar di perusahaan yang memproduksi sekitar 12.000 barrel minyak mentah per hari.
***
JEDA tiga hari setelah negosiasi tanpa hasil dan pembubaran aksi warga Rahayu dengan kekerasan oleh polisi, dilakukan negosiasi lanjutan antara wakil warga dengan JOB, Senin lalu. Karena sudah diwanti-wanti baik oleh aparat Pemerintah Kabupaten Tuban dan aparat kepolisian sejak sehari sebelumnya agar tidak menggelar aksi di sekitar lokasi negosiasi di Mudi PAD B, warga hanya berkumpul di pertigaan pasar desa dan di balai desa. Kumpulnya warga yang menunggu hasil negosiasi ini pun mendapat penjagaan polisi.
Penjagaan jauh lebih ketat di lokasi negosiasi. Puluhan aparat Polsek Soko, Polsek Rengel, Polres Tuban, dan Koramil Soko, bersiaga dengan menegur dan mendekati setiap orang yang mencurigakan di sekitar lokasi. Sementara di dalam ruangan, 13 wakil warga selama lebih dari enam jam bernegosiasi dengan pihak JOB yang diwakili Field Manajer Harun Siregar. Bertindak sebagai moderator yang memosisikan diri di pihak JOB adalah Kepala Satuan Reserse Polres Tuban Ajun Komisaris Kartono.
Meskipun berjalan alot, akhirnya Field Manajer JOB Harun Siregar sebagai pihak pertama dan Kepala Desa Rahayu M Solikhin sebagai pihak kedua bersedia menandatangani nota kesepakatan yang berisi kesediaan pihak pertama memberikan bantuan pengembangan masyarakat (community development), diadakan penelitian oleh pihak independen dengan memperhatikan saran-saran dari Dinas Lingkungan Hidup Tuban, dan apa pun hasil penelitian tersebut akan menjadi tanggung jawab pihak pertama. Rekrutmen tenaga kerja akan memperhatikan sumber daya manusia yang ada di sekitar lokasi operasi JOB, dan penyampaian aspirasi masyarakat di waktu mendatang tidak dalam bentuk demonstrasi.
Khusus untuk poin pertama nota kesepakatan tersebut, JOB pada tahun 2002 bersedia memberi kontribusi ke Desa Rahayu berupa 300 ekor kambing, program pompanisasi/irigasi seluas sekitar 40 hektar sawah petani di sekitar Flare CPA, dan klinik keliling untuk kesehatan warga yang dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Tuban. Alokasi dana untuk kontribusi ini mencapai Rp 583 juta, dan JOB yang akan ditinggal hengkang Devon-digantikan oleh Petro China sebagai operator-berjanji akan melanjutkan kontribusi serupa tahun 2003.
***
HASIL kesepakatan yang sebenarnya masih jauh dari harapan dan tuntutan warga ini setidaknya untuk sementara waktu mampu meredam kemarahan mereka. Meskipun belum tahu kapan realisasi kontribusi JOB tersebut, warga Rahayu kini lebih tenang. "Kami menunggu pelaksanaan program tersebut dan semua tergantung Devon," ujar Solikhin.
Lebih lanjut Kepala Desa Rahayu ini mengatakan, meskipun telah ada kesepakatan dalam negosiasi lanjutan tersebut, tuntutan warga berkaitan dengan buangan gas H2S dan kebisingan mesin yang menjadi pokok utama tuntutan tidak terbatalkan dan meminta pihak independen segera bekerja dan menyerahkan hasilnya kepada JOB yang bersedia bertanggung jawab apa pun hasilnya.
Seperti pengakuan sejumlah warga yang umumnya petani, buangan gas H2S telah menimbulkan banyak korban mulai dari pusing, mual, muntah, dan bahkan pingsan. Warga mengalami hal itu tidak hanya ketika sedang menggarap sawah, tetapi juga ketika sedang berada di dalam rumah.
"Dalam hari-hari terahir seusai demonstrasi, kami merasakan adanya pengurangan buangan gas H2S dari dua sumur tersebut. Kami enggak tahu, mungkin Devon sudah mulai sadar. Tetapi, bagaimanapun penelitian oleh pihak independen harus tetap dilakukan dan segera ditindaklanjuti hasilnya, karena gas tersebut masih tetap mengancam kami yang tinggal dekat lokasi," tegas Solikhin. (M06)
.
Berita di copet dari situs kompas
****
Kamis, 21 Des 2006
Istri Prajurit Ajari Warga Desa Ring I Pengeboran Minyak Buat Kerajinan Tangan

Berharap Ibu-Ibu Bisa Ciptakan Sumber Penghasilan AlternatifBertempat di Makoramil Soko, istri para anggota Kodim 0811 Tuban memberikan pelatihan membuat pernak-pernik kepada ibu-ibu dan remaja putri dari dua desa yang masuk ring I pengeboran minyak di Kecamatan Soko.B. FEBRIANTO, TubanSuasana di Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) Soko kemarin berbeda dengan hari biasanya. Markas yang biasanya diwarnai lalu lalang para prajurit berpakaian doreng itu, kemarin dipenuhi kaum ibu. Ada 50 wanita dari Desa Rahayu, Kecamatan Soko, dan Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, bersama istri para prajurit TNI yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0811 Tuban membaur jadi satu.Keberadaan ibu-ibu itu terkait dengan digelarnya pelatihan membuat kerajinan tangan berupa pernak-pernik kebutuhan rumah tangga. Pelatihan itu digelar istri para prajurit TNI-AD di Tuban yang dipimpin langsung Ny I’in Nuruddin, istri Komandan Kodim (Dandim) 0811 Tuban Letkol (Art) Nuruddin T. Sedangkan sekitar 50 ibu lainnya, peserta pelatihan yang berasal dari dua desa yang masuk ring I pengeboran minyak yang dikelola oleh JOB P-PEJ (Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java).Para ibu dan remaja putri yang mengikuti pelatihan itu tampak antusias memperhatikan dan praktik membuat pernak-pernik rumah tangga yang disampaikan instruktur dari istri para prajurit itu sendiri. Kerajinan itu dalam berbagai bentuk, antara lain tutup gelas, sarung bantal, dan tudung saji."Saya jelas sangat senang diajari membuat kerajinan pernak-pernik ini, karena kerajinan seperti ini hanya bisa dijumpai di kota-kota," kata seorang peserta.Warga laki-laki di dua desa tersebut kebanyakan bermatapencaharian sebagai petani dan buruh tani. Sedangkan kaum ibu umumnya tidak mempunyai kegiatan alternatif yang produktif untuk menunjang ekonomi keluarga."Kami ingin ikut membantu memberdayakan masyarakat Tuban dengan memberikan keterampilan yang kami miliki kepada para ibu-ibu di dua desa tersebut," kata I’in Nuruddin kemarin.Menurut istri Dandim Tuban yang pintar membuat pernak-pernik itu, setelah ibu-ibu dan remaja putri di dua desa tersebut mendapatkan keterampilan, diharapkan bisa memanfaatkan keterampilannya untuk menciptakan sumber-sumber penghasilan bagi keluarganya, yang akhirnya bisa berkembang menjadi home industri."Karena berada di ring I pengeboran minyak, kami menggandeng JOB P-PEJ sebagai penyandang dana pelatihan tersebut. Dengan begitu, masyarakat juga bisa merasakan nilai positif dari keberadaan pengeboran minyak tersebut, khususnya yang berada di ring I," tambah I’in.Sementara itu, menurut Dandim Tuban Letkol (Art) Nuruddin T., kegiatan istri para prajurit tersebut sebagai bukti perannya dalam pemberdayaan masyarakat. "Saya bangga, karena kegiatan ibu-ibu Persit tersebut selain berdampak positif bagi masyarakat juga mendapat penilaian positif dari kodam (Kodam V/Brawijaya). Bahkan, setelah berkembang, ibu-ibu tersebut bisa bergabung dalam suatu KUB (kelompok usaha bersama) yang mendapat permodalan dari dana CD (community development) JOB P-PEJ," tutur dia yang kemarin hadir dalam pelatihan yang akan digelar hingga 27 Desember mendatang tersebut.Tampak hadir juga dalam kegiatan kemarin tim dari Kodanm V/Brawijaya, dan Field Admin Superitendent JOB P-PEJ Ahmad Rinjani, serta para tokoh masyarakat setempat.

Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP