Sabtu, 31 Mei 2008

Hidram pompa air tanpa listrik & tanpa bahan bakar

Soko Tuban
mungkin bermanfaat buat yang tinggal didesa seperti saya. Yang jauh dari sumber air..!!!







mau lihat detailnya di halaman tetangga Versi kulon KLIK DISINI Versi Indonesia KLIK DISINI

Read more...

Kamis, 29 Mei 2008

BLT Tuban Belum Jelas

Soko Tuban
Gresiknews
Ironis memang.
Eks Korban Banjir Merana Tak Kebagian JatahTuban, Gresiknews - Keluarga miskin (Gakin) dikabupaten Tuban hingga saat ini masih belum ada titik terang, kapan masyarakat miskin ini akan menerima bantuan langsung tunai (BLT) Plus yang merupakan konpensasi dinaikanya BBM oleh pemerintah pusat dan yang akhir-akhir ini banyak muncul pro kontra dari berbagai kalangan...Hingga saat ini, sejumlah leading sector baik mulai dari Dinsos, BPS dan Kantor Pos Wilayah setempat belum bisa memberi keterangan dengan pasti, berapa jumlah gakin yang berhak menerima dan kapan akan digulirkan. Selian itu apakah penerima BLT Plus ini mengacu pada data tahun 2005 atau ada pembaharuan data.Saat dikonfirmasi Gresiknews, beberapa leading sector terkait hingga saat ini belum bisa memberi penjelasan, berapa jumlah masyarakt tuban yang akan menerima kompensasi dari BBM tersebut. Bahkan yang sangat naïf seklai adalah “juru bayar” (kantor Pos.) tidak memiliki data penerima BLT pada tahun 2005. “Kita tidak tahu mas, Kepala kantor kami baru namanya paka Khoirul Muhajir, data penerima BLT tahun 2005 dibawa kepala kantor yang lama” Kata Bagio salah satu pegawai kantor Pos Tuban saat dikonfirmasi Gresiknews. Sementara data yang dapat dihimpun oleh Gresiknews dari Bappeda Pemerintah Kabupaten Tuban yang selama ini selalu mengacu pada data BPS tahun 2005 dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan lain, baik PAM DKB ataupun JPES, bahwa jumlah masyarakat miskin dikabupaten Tuban sebanyak 102.206 jiwa dari 1.086.331 Jiwa.Ditempat terpisah, Sukristiono, SH Kasi Humas Kantor Infokom Pemkab saat dikonfirmasi juga belum bisa memberi jawaban yang pasti, kapan dan berapa jumlah masyarakat Tuban penerima BLT Plus tersebut. “Sampai saat ini belum ada kepastian, karena masih tarik ulur, ada beberapa Kades yang menolak dan ada yang menerima, kalau nanti dipaksakan akan menjadi masalah lagi” Kata Jubir Pemkab Tuban ini saat dikonfirmasi via phonselnya.Berapa jumlah kepala desa yang menolak dikabupaten Tuban dan yang menerima, Sukristiono juga belum bisa menjelaskan, karena dipertkirakan menimbulkan kecemburuan anatar desa. “Pak Teguh (Kakansos.red)saat saya Tanya juga belum berani mengungkapan, yang pasti hingga saat ini masih kita kaji bagaimana langkah solisi terbaik agar tidak menimbukan permasalah lagi ditingkat Desa” Lajut Sukristiono.Sementara itu, beberapa saat yang lalu Asosiasi kepala desa (AKD) kabupaten Tuban dengan tegas menolak adanya BLT. Para Kades yang tergabung AKD Tuban ini juga meminta pihak terkait (BPS,Dinsos.red) melakukan pendataan ulang pada masyarakat penerima BLT, jika BLT Plus tersebut tetap dijalankan.“Kami tidak mempermasalahkan pemerintah menaikan harga BBM, karena itu kewenangan pemerintah, akan tetapi kami menolak rencana pemerintah yang memberlakukan kembali BLT yang rentan dengan konflik” Kata Kata Tulus S, Salah satu Kades di Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban yang juga anggoata AKD Jawa Timur.Sedangkan Kepala Kantor Sosial Kabupaten Tuban, Drs. Teguh Setyobudi saat dikonfirmasi via phonselnya mengungkapkan, selain belum ada kepastian kapan BLT Plus tersebut dijalakan, juga mengungkapkan tidak memperlakukan khusus pada masyarakat tuban eks.Korban banjir yang pernah menimpa pada masyarakat pada empat Kecamatan dikabupaten Tuban akhir tahun 2007 sekitar 3 bulan lebih ini. “Tidak, tidak ada perlakuan khusus pada meraka (Korban Banjir.re), karena itu sudah ada pos-posnya tersendiri” Kata Mantan Camat Kota denmgan singkat saat dikonfirmasi Gresiknews. (KH)
MERANA-Masyarakat Korban Banjir yang terpaksa harus kembali merana, karena tidak mendapatkan perlakukan khusus oleh Pemkab Setempat, terkair dengan penyaluran BLT. (Gus Huda)

Read more...

Rabu, 28 Mei 2008

Penambangan pasir dengan cara mekanik di perairan Bengawan Solo

Soko Tuban

BOJONEGORO--MI: Penambangan pasir dengan cara mekanik di perairan Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, pada musim kemarau ini kembali marak.

"Penambangan pasir itu semakin membahayakan, karena tidak hanya merusak dasar sungai dan tebing, tetapi juga mengancam keamanan jembatan yang ada," kata Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Moelyono Jumat (23/5).

Berdasarkan pendataan tim Balai PPSDAW Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta I dan Bagian Pertambangan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, pada Mei lalu jumlah penambangan mekanik di perairan Bengawan Solo itu mencapai 77 mekanik dengan melibatkan 255 truk pengangkut pasir.

Lokasi penambangan itu berada di sejumlah desa di Kecamatan Ngraho sebanyak 50 mekanik, di Desa Pagerwesi dan Banjarsari Kecamatan Trucuk delapan mekanik, di Desa Kalirejo dan Semanding Kecamatan Kota Bojonegoro sembilan mekanik, di Desa Simo, Kendalrejo dan Mojoagung Kecamatan Soko Tuban, 10 mekanik.

Menurut Moelyono, di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro penambangan pasir mekanik tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter, dari jembatan Kalikethek dan Glendheng, juga dekat dengan jaringan distribusi pipa minyak milik Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Jawa yang ditanam di Bengawan Solo.

Di Kecamatan Ngraho, lanjutnya, akibat penambangan pasir dengan mekanik tersebut bisa dilihat dari rusaknya dasar sungai, juga mesin pompa bantuan Jepang rumahnya terancam longsor, karena mulai menggantung.

Moelyono mengakui menertibkan kegiatan penambangan pasir mekanik di Bengawan Solo sulit dilakukan, karena berbagai ketentuan yang mengatur kurang menunjang adanya penertiban itu. Operasi gabungan yang pernah dilakukan di tahun sebelumnya, penambang mekanik yang tertangkap tidak ada yang pernah diproses di pengadilan, katanya.

Dan lagi, penertiban hanya bisa dilakukan oleh Kantor Dinas Pengairan PU Provinsi Jawa Timur yang memiliki wilayah Bengawan Solo berdasarkan Perda yang ada. "Karena itu dalam waktu dekat ini kami akan berkirim surat kepada Kantor Dinas Pengairan PU Jawa Timur, agar ada penertiban," katanya.

Dari hasil pemantuan tim, katanya, penambangan mekanik tersebut pasirnya tidak hanya dimanfaatkan lokal, tetapi juga dikirim ke luar daerah, mulai Ngawi, Madiun, hingga Magetan.

Secara terpisah, seorang warga Desa Banjarjo Kecamatan Kota Bojonegoro, Sutomo, menyatakan di perairan Bengawan Solo di Banjarejo semula ada sejumlah penambangan mekanik. Tetapi, karena menimbulkan longsornya tebing Bengawan Solo juga suara bising, akhirnya masyarakat setempat beramai-ramai memprotes. "Mereka sekarang pindah ke bagian utara, yakni di Desa Banjarsari," katanya.

Read more...

Tak Boleh dengan Jeriken, Sepeda Motor Bertangki Besar Digunakan

Soko Tuban

Para pedagang eceran bahan bakar minyak di Bojonegoro dan Tuban mengakali stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang melarang membeli bensin menggunakan jeriken dengan sepeda motor bertangki besar.

Dari pantauan wartawan sebuah harian terkemuka, mereka menggunakan sepeda motor dengan tangki yang bisa menampung minyak 12 hingga 13 liter. Dengan cara itu, mereka bahkan bisa melakukan pembelian berkali-kali dan berganti-ganti SPBU. Cara itu ditempuh semenjak SPBU melarang pembelian menggunakan jeriken.

Hasil pembelian dengan tangki besar kemudian disedot untuk dipindahkan ke botol berisi 1 liter. "Ya, kami menggunakan cara seperti ini agar bisa mendapatkan bensin," kata Ny Warni, pedagang bensin eceran di Kecamatan Soko, Tuban, dua pekan lalu. SUJATMIKO

Read more...

Sabtu, 24 Mei 2008

Pemerintah Dinilai Bohongi Publik

Soko Tuban
Tuban,Gresiknews - Para korban banjir di Kabupaten Tuban, menilai pemerintah pusat dan Pemprop Jatim dinilai telah melakukan kebohongan publik, terkait recovery korban bencana banjir Bengawan Solo. Terbukti hingga saat ini janji pemberian dana perbaikan rumah rusak khusunya dikabupaten Tuban hingga saat ini tidak kunjung cair..
Sementara pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban hingga kini juga menunggu kepastian dari pusat maupun pemprov. Pemkab juga telah mengajukan skema perbaikan rumah ke pusat, namun hingga kini juga belum ada jawaban. Dari data yang dapat dihimpun Gresiknews, akibat banjir yang berlangsung sejak awal Januari 2008 hingga Maret lalu, sebanyak 480 unit rumah di wilayah Kecamatan Parengan, Soko, Rengel, Plumpang dan Kecamatan Widang rusak. Dari jumlah tersebut sebanyak 70 unit rusak
berat dan ambruk, kerusakan sedang sebanyak 156 unit dan rusak ringan 254 unit rumah.

Sejumlah korban banjir di wilayah Widang menyatakan, sampai saat ini belum ada bantuan untuk perbaikan rumah yang rusak. Warga pun hingga kini membiayai sendiri perbaikan rumahnya. Termasuk gotong royong diantaranya para korban banjir yang merendam 15 dari 16 desa di kecamatan itu.

“Katanya akan ada bantuan dari pemerintah, namun sampai saat ini belum turun,” Kata Zainudin Asrori warga di Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban saat ditemui kemarin. Sementara, Camat Widang Bambang Dwijono juga mengakui, jika wilayahnya termasuk paling parah dalam banjir di penghujung 2007 ini. Banjir akibat jebolnya tanggul Bengawan Solo di Dusun Brahu, Desa Tegalrejo ini telah meluluh lantakkan lahan pertanian dan tambak air tawar di wilayahnya.

“Kerusakan akibat banjir paling parah memang di wilayah Widang,” kata Camat Widang Bambang Dwijono, kepada Gresiknews.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Tuban Heny Relawati RW, melalui Kasi Humas Pemkab Tuban Sukristiono mengatakan, sekalipun dana bantuan recovery rumah rusak akibat banjir dari pusat belum turun, namun Pemkab Tuban telah mengagendakan bantuan perbaikan rumah. Termasuk sejumlah fasilitas umum, seperti jalan, jembatan, gedung sekolah dan tempat ibadah yang rusak akibat banjir.

“Terkait bantuan dari pusat dan provinsi, kami masih menunggu hasil pengajuan skema perbaikan yang telah disampaikan ke pusat. Kami juga selalu mendesak agar masalah recoveri korban banjir dari pusat segera terealisasi,” katanya. (KH)

Keterangan Foto : Rumah Rusak_Beberap rumah penduduk yang rusak akibat banyir yang
hingga saat ini belum ada penanganan dari pemerintah. (Khoirul Huda)

Read more...

Penjahat Spesialis Pencuri Rumahan Ditembak

Soko Tuban
Penjahat Spesialis Pencuri Rumah Ditembak
TUBAN-Petualangan Riyani, 35, penjahat spesialis penjarah rumah Rabu (14/5) petang lalu menyerah setelah ditembak betis kanannya oleh Unit Reskrim Polsek Soko. Versi polisi, dia ditembak saat berusaha kabur dalam penggrebekan di rumahnya Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel. Tembakan inilah yang membuat Riyani terjungkal.

Sebelum membekuknya, polisi lebih dulu mengamankan Santo, 24, penadah barang hasil jarahannya. Dia ditangkap di jalan kampung rumahnya Desa Gununganyar, Kecamatan Soko.

Sebagai barang bukti, untuk sementara polisi mengamankan dua ponsel. Sebagian besar hasil pencurian tersebut telah dijual pelaku.

Kapolres Tuban AKBP Jebul Jatmoko melalui Kapolsek Soko AKP Kusrin menyatakan, dari hasil penyelidikan diperkirakan Riyani telah mencuri pada 25 tempat kejadian perkara (TKP). Dari jumlah tersebut 16 di antaranya telah diakuinya. Pencurian tersebut antara lain terjadi di Desa Prambon, Jegulo, Bangunrejo, dan Sokosari, seluruhnnya di Kecamatan Soko. Berikutnya, Desa Karangtinoto dan Bulu, keduanya di Kecamatan Rengel. Diterangkan Kusrin, modus operandi pelaku adalah masuk rumah dengan cara mencongkel pintu atau jendela belakang rumah. Biasanya, dia beroperasi pada malam hari. "Setelah masuk rumah, pelaku menguras harta korbannya," tandas dia.(ds)
sumber
RADAR BOJONEGORO

Read more...

Soko dan sekitarnya

Soko Tuban
wawasandigital

Pengembangan Blok Cepu Ada indikasi Blora akan ditinggal

BLORA - Pengembangan Blok Cepu dan multi player effeckuntuk Blora, hingga Kamis (29/3), masih belum jelas, bahkan ada kecenderungan ditinggalkan, seperti kantor Mobil Cepu Ltd (MCL), anak perusahaan ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI), yang akan berpindah ke Bojonegoro (Jatim).

Tidak hanya sarana fisiknya, perekrutan tenaga gemanya juga tidak ada, sebab ada indikasi kuat dilakukan di Jawa Timur sehingga kemungkinan besar akan didominasi calon tenaga kerja (canaker) setempat.

Demikian juga dengan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pipanisasi serta helipad yang dana awal jutaan dolar lebih, menurut sumber Wawasan di Bojoengoro, semuanya juga fokus di Jatim.

"Untuk kantor MCL berlokasi di Jl Untung Suropati, Bojonegoro, jadwalnya selesai dibangun oleh PT Bangkit Bangun Sarana (BBS) April 20007," ungkap sumber tadi.

Selain kantor MCL, di Bojonegoro juga dibangun base camp karyawan MCL, lokasinya di wilayah Kecamatan Kalitidu (utara Lapangan Migas Banyuurip), dengan perkiraan awal berada di atas tanah seluas dua hektar.

Sedangkan projek pipanisasi untuk lalu lintas minyak mentah (crude oil) melewati Pelabuhan Tuban, sudah dilakukan pemaparan antara BP Migas, MCL (EMOI) yang dihadiri Bupati Tuban Haeny Relawati dan pejabat Bojonegoro minus pejabat Blora.

Pipanisasi sepanjang 74 kilometer itu, sudah direncanakan bakal melewati sekitar enam kecamatan di Tuban (Soko, Plumpang, Rengel, Palang, Semanding dan Widang).

Pejabat BP Migas, Suhadi Sukarna (advisor) dan Brian Boles (GM MCL) ketika acara koordinasi dengan Pemkab Tuban, menyebutkan bahwa pipapipa migas itu tidak bakal menggangu lingkungan karena masuk di kedalaman tanah 2-3 meter.

Temui Menteri ESDM
Untuk Bojonegoro, pipanisasi itu akan menerjang lima wilayah Kecamatan Kalitidu, Dander, Kapas, Ngasem nyambung sampai Tuban, Jawa Timur. Sementara kontribusi untuk Blora dari Blok Cepu sejauh ini masih blank, stagnan dan belum ada kepastian bentuknya apa, kecuali bagi hasil yang diatur pusat.

Demikian juga dengan lapangan udara (Lanud) Ngloram, Cepu, yang jaraknya sekitar 10-15 menit perjalanan dari Lapangan Migas Banyurup, sejauh ini belum ada kabar yang jelas, sebab ExxonMobil Oil Indonesia juga lebih memilih di sekitar sumur.

Indikasi Blora (Jateng) ditinggal dalam pengembangan fisik (infrasturktur) mulai terlihat. Gubernur Jawa Tengah, H Mardiyanto, menyatakan fokus pengembangan Blok Cepu di Bojonegoro (Jatim), sedang dipantau.

"Kami sudah menemui Menteri ESDM, sudah kami sampaikan agar pengembangan wilayah Blok Cepu harus ada pemerataan, " ungkapnya ketika ditemui Wawasan di Tegal baru-baru ini. K-9/ar

sumber wawasandigital


Read more...

Jumat, 16 Mei 2008

Warga Desa Jegulo Tertimbun longsor di Leran kulon PALANG

Soko Tuban
Kapanlagi.com - Proses evakuasi dua pekerja penggali batu kapur, Riyanto (20) dan Riyadi(18) keduanya warga Desa Jegulo Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur, yang diperkirakan tewas tertimbun batu kapur, hingga Kamis (1/5) petang, masih belum bisa dilakukan.
Keduanya, diperkirakan tertimbun longsoran, karena semalaman tertidur di lokasi penggalian batu kapur di Dusun Layut, Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Effendi Loebis menyatakan, proses evakuasi dua warga yang tertimbun batu kapur tersebut masih belum bisa dilakukan, karena lokasinya kritis, cenderung longsor.
Proses evakuasi masih dibahas petugas Polsek Palang dengan masyarakat. "Informasinya keduanya tidur di dalam gua batu kapur itu, dan kemudian longsor," katanya.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, dua kakak beradik Riyanto dan Riyadi, sejak Rabu (30/4) malam bekerja lembur di lokasi itu. Diperkirakan, Kamis (1/5) dini hari pukul 04.30 WIB bukit kapur di lokasi itu longsor, akibat sejak sore hari diguyur hujan yang berlangsung beberapa jam.
Di dekat lokasi longsoran, pagi harinya warga menemukan celana pendek dan handuk milik kedua korban. Menurut Kapolsek Palang, AKP Nursento, sebelum runtuhnya bukit kapur itu, pada malam hari, keduanya di dalam gua kapur bersama-sama dengan pekerja lainnya minum kopi.
Karena hujan, pekerja lainnya pulang ke rumahnya, sedangkan yang tertinggal hanya Riyanto dan Riyadi. Pagi hari itu (1/5) warga mendengar suara bergemuruh, setelah para pekerja dicek yang tidak ada Riyanto dan Riyadi.
Menurut dia, lokasi bukit kapur yang longsor panjangnya 75 m dengan ketinggian 50 m. Lokasi tersebut sekarang dipasang garis tidak boleh ada orang masuk dengan memasang papan larangan.
"Sejak siang hingga sore hari ini masih hujan," katanya menambahkan.
Akibatnya, proses evakuasi masih belum bisa dilakukan, menunggu situasi aman. "Rencananya untuk evakuasi mendatangkan alat berat," katanya. (*/boo)

Read more...

Senin, 12 Mei 2008

SMS TEROR

Soko Tuban
Sebenernya sih ini cerita pribadi tapi kurasa perlu buat dibagi...!?
kejadianya hari jumat yang lalu /9 mei 2008. Lepas isak ku pulang kerja seperti biasa langsung disambut senyum manis bidadariku yang dengan setia menunggu di rumah selama aku bergelut cari nafkah - HALAL sembari menjawab Salam yang kulontarkan sebagai lagu wajib tiap kali ku pulang kandang. Cess langsung dingin rasanya (dihati bo..) kubalas senyum itu dengan kecup mesra di kening...indah hidup ini, sementara dua satriaku sudah terlelap setelah melaksanakan sholat isak.
Setelah usai makan dan ngobrol sebentar .... ga usah diceritain nanti kepanjangan...!singkat cerita kamipun menuju peraduan yang sudah menunggu tuk disapa...! Setelah aku berbaring, dengan hati - hati bidadariku memulai pembicaraan .....
- : yah...?
+ : Hemm...
- : sampeyan oleh sms....berhenti sebentar....kuwi jek tak simpen, maeng wonge miskol ping pindho. terus tak bel sing ngangkat cewek mari ngomong halo tak takoni iki sopo .... langsung ditutup....*nelan ludah...!
+ : endi sih aku ndeloki...!?*penasaran....!? Kemudian diraihnya hp murahan yang terselip di bawah bantal diserahkan padaku sambil mengerling yang aku ngak ngerti maksudnya.................
di dalam box sms terlihat nomor baru yang belum ku kenal sebelumnya 085730190105
**cayank aku kangen bgt ama kamu
sekarg pean g'pernah mampir kerumahku
pean g' kangen sama q t?**
oow...!
*pantes bidadariku kelihatan beda saat menyerahkan hp tadi jadi karna ini to..?"Aneh gumamku dalam hati" karna menganggap sms nya aneh akupun tersenyum tertahan.*kok bisa ya ada sms kayak begini...!
- : aku gak percoyo kok yah mungkin ae uwong sengojo nggudho.(berhenti sejenak)*aku tahu ada yang berubah...?! suaranya yang biasanya renyah sekaang menjadi berat dan kelihatan ada resah yang ditutupi* dilannjutkan kata katanya dengan mulut yang tedengar kering tercekat sehingga kata yang keluarpun agak serak. tapi....sopo yo yah...?(menelan ludah)
+ : Sopo yo ma...? *aku balik bertanya . kemudian kamipun berandai andai tentang kemung kinan siapa yang kirim sms itu. Yah... Untung saja ada keponakan istriku yang sering usil dan ada saudari istriku yang suka gonta ganti nomor dan kalu kirim sms sering nyasar karna salah pencet seperti yang pernah dialami istriku beberapa waktu lalu dan sempat sewot ee...ternyata ....bermodal argumen diatas akhirnya bidadariku kini senyumnya kelihatan lebih manis, selanjutnya sensor deh, soriya of the record he.. he..!
Ternyata ceritanya belum berakhir hari sabtu / singnya saat aku lagi nonton tv (lagi libur, kayak orang dalam negeri yah hari sabtu libur...?) hp istriku yang di carge didekatnya berdering tanda dapat kiriman sms. istriku yang di dapur buru buru lari sambil bertanya " teko' sopo yah...?" kuangkat hp, tertulis satu pesan diterima. kemudian ku buka.......
**cayank pean gimana cih
katax aku disuruh hub ke no ini
karna no simpati pean di pake ma istri
kok tadi malam ku ditelp ma istri pean?**
bidadariku yang berada di samping ku wajahnya pun berubah jadi kecut...Alamaak.....mesti ngomong apa aku ...?buat menjelaskan ini semua. kudengar irama nafas bidadariku jadi lebih cepat dan tidak teratur bahkan kadanng tertahan dan tersendat *aku jadi bingung * harus berkata apa dan bersikap bagaimana.kemudian istriku pun berlalu, suasana kurasa jadi hening dan kaku, aku jadi merasa serba salah walau sebenarnya tak bersalah.
Usai sholat dhuhur aku rebahan di kamar saat istriku menghampiri kemudian duduk ditepi dipan kayu tua yang senantiasa setia mengantarku berkelana mengarugi mimpi. diraihnya bantal kemudian ditaruh di pangkuanya, wajahnya menunduk dengan mata ber kaca-kaca begitu berat suara yang keluar dari bibirnya.
"Aku gak popo kok yah .... aku ikhlas...... "
Dheg..... trenyuh hati ini *bingung harus bagaimana menjelaskan ketidak benaran sms itu.*
tapi reflllek akhirnya keluar juga suara dari mulut ini...
"Nggak sayang percoyo mbek aku yoh...
mosok aku mentolo to yang karo kowe.....
wuiiish.......pokoke puziiink aku siang itu berfikir bagaimana menjalaskan pada wong ayu yang lagi merajuk ini ... !hingga semua jurus ku keluarkan.sensoor ya...!
akhirnya kuputuskan untuk menghubungi si pemilik nomor sebentar kemudian aku sudah memelototi deretan kata di kotak layar yang kecil itu.......................085730190105 yang bikin susah ini selepas sholat ashar ku bilang pada manisku **ma.....tak sms e yo nomor iki **di bacanya sederet tullisn ("Asslm. Al fitntu assddu minl qotl") diapun menggangguk sambil menelan ludah. sebentar kemudian terdengar bunyi tanda pesan terkirim. kami samsama terdiam beberapa mennit, hingga akhirnya akupun bilang, ma... tak bele yo sing kirim sms iku rugokno yo......(kulihat manisku mengangguk sambil tersenyum masam) kulihat pulsa masih limaribu empat ratus. yah.. lumayan lah mungkin masih cukup.*tempat beli pulsa jauh sih.* "halo..." terdengar suarawanita renyyah......sepertinya memang aku kenal suara ini manisku juga tentunya mengenallinya sebagai suara novy adik iparku yang di sby.
**iki novy yo...**. tanyaku
"novy sopo yo mas ...."terdengar suara balik bertanya(berarti dia bukan novy / cuman suaranya yang mirip)
**sampean iki sopo...**.kembali ku bertanya. Terdengar jawaban yang gak begitu jelas dari seberang
manisku dengan serius menyimak (speaker phone memang ku keras kan) sambil matanya berkedip kedip dan sesekali menelan ludah.
**sampean jenennge sopo?**kupertegas pertanyaanku.
"iin"terdengar jawaban pelan
**sampean sms nang hp ne bojoku oleh nomer teko endi...?**
"gak ngerti iku koncoku kok areke ngomong ikilho aku oleh nomer anyar tak gudhoneyo terus nyilih hp ku digawe sms"jawabnya menjelaskan terdengar dia ngomong sambil berfikir karna bicaranya terdengar terbata bata.(terdengar bunyi peringatan pulsa habis)
**koncomu jnenge sopo...?**ku tanya lagi
"ana"jawabnya dan setelah itu koneksi ter putus.....(pulsaku habis) kaciaaan dech looo...!
setengah menit kemudian ada sms masuk dapat bonus pulsa sepuluh ribu untuk pemakaian senilai lima ribu .Alhamdulillah akhirnya ku hubungi lagi si iin.
"halo...!"terdengar lagi suara dari seberang.
singkat cerita kujelaskan siapa aku dan kujjelaskan juga bahwa istriku mendengar pembicaraan ini serta bagaimana hasil akibat sms iseng ini. ternyata si iin ini mengaku dari balong pangang gresik. Alhamdu lillah akhirnya manisku bisa tersenyum lagi dan kali ini bener bener manis. trimakasih ya allah ....!terima kasih juga buat mentari (indosat) yang sudah ngasih bonus pulsa.!!!
terakhir sms yang masuk adalah permintaan maaf dari si iin.
manisku pun kini dah bisa ketawa ketiwi lagi tapi sikapnya masih misteriouse .......!?
benarkah bidadariku begitu tabah...?
benarkah kini manisku sudah tenang, setenang tidurku yang tak pernah mendengkur...?
WALLAHU A'LAM !!!
Palingtidak aku tak gelisah lagi....!.
gimana serukan ...? ini kisah nyata lho...!





Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP