Selasa, 28 April 2009

Sulut Rokok untuk Obati Orang Gila

Soko Tuban
TUBAN - Kenylenehan paranormal Sardan tak hanya saat lelaku ritual menggandakan uang. Ketika mengobati penderita sakit ingatan, dia lebih gila lagi.

Sumarlan, pengikut sekaligus korban penipuannya yang kemarin diperiksa petugas, mengatakan, anaknya Idi Irawan yang mengalami gangguan jiwa pernah disiksa tersangka. Alasannya, untuk mengusir roh jahat yang merasuki jiwa anaknya. Bentuk penyiksaan tersebut dengan disuruh menghirup asap kemenyan di depannya.

Meski akibat menghirup kemenyan tersebut anaknya batuk-batuk, sesak napas, dan matanya memerah, tersangka tetap memaksa. Selain terapi tersebut, kata warga Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel ini, anaknya juga dimandikan kembang.

Menurut Sumarlan, pengobatan dengan cara penyiksaan tersebut berlangsung sekitar enam bulan lalu. Namun, pengobatan itu tidak membuat anaknya sembuh. Dia mengaku harus mengeluarkan uang Rp 4,5 juta untuk jasa terapi tersebut.

Sementara itu, jumlah pengikut dan korban paranormal Sardan kemarin (27/4) kembali bertambah. Korban ke-10 yang melapor ke Mapolsek Rengel mengaku bernama Marwi, warga Desa Tunah, Kecamatan Semanding. Korban ini mengaku anaknya Karni, 35, yang sakit jiwa ditangani Sardan dengan jasa terapi.

Teknis pengobatan kepada Karni lebih kejam lagi. Sekujur tubuhnya disulut rokok. ''Meski anak saya mengerang kesakitan, Sardan tak menghentikan menyulut,'' kata dia.

Bentuk penyiksaan lain yang diterima Karni adalah dipijat keras-keras sekujur tubuhnya. Ketika anaknya mengerang kesakitan dengan pijatan Sardan, tutur dia, paranormal tersebut malah lebih keras menekannya. Alasannya sama, untuk mengeluarkan roh jahat yang mulai tak kerasan merasuki tubuh anaknya.

Seperti halnya kepada pengikut dan korban lainnya, setiap kali usai mengobati pasiennya, Sardan meminta imbalan jasa. Dari beberapa tahap dana yang diserahkan, kata Marwi, total uang yang dikeluarkan mencapai Rp 11 juta. ''Kalau sembuh sih tidak masalah. Anak saya masih tetap gila,'' kata dia.

Terapi pasien sakit jiwa ini kian memerpanjang daftar ''dosa'' Sardan dalam menipu korban-korbannya. Seperti diberitakan, Sardan mengaku bisa mendatangkan Nyi Roro Kidul. Dia juga mengklaim bisa menggandakan uang. Namun, para pengikutnya yang sudah menyerahkan banyak uang tak kunjung menuai penggandaan uang. Setiap kali ditagih, tersangka mengaku pengambilan uang belum tiba waktunya. (ds) Sumber : Radar Bojonegoro

Read more...

Sehari, Dua Motor Amblas

Soko Tuban
TUBAN-Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) seolah ingin mengejek polisi. Minggu (26/4) lalu, dua motor digondong pelaku curanmor di dua tempat berbeda. Sekitar pukul 14.30 motor Supra nopol S 3788 MJ yang diparkir di pinggir jalan Desa Sidomukti, Kecamatan Parengan digondol maling. Motor tersebut hilang sesaat setelah ditinggal Sutoyo, pemiliknya mengirim makan untuk pekerja di sawah. Jarak sawah dengan tempat dia memparkir motor sebenarnya hanya sekitar 25 meter. Namun, karena jalan menuju sawah tersebut belok, korban tidak mengetahui motornya digondol pelaku.

Sebelumnya sekitar pukul 07.45, pelaku curanmor menggondol motor Supra Fit nopol S 5629 HM yang diparkir di luar pagar SDN 1 Karangtinoto, Kecamatan Soko. Korban pencurian tersebut adalah Kastono, pembina Pramuka sekolah setempat. Motor senilai sekitar Rp 8 juta tersebut ditinggal korban untuk mengajar Pramuka.

Kasat Reskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungannya. Menurut dia, tugas menjaga keamanan tidak hanya tanggungjawab Polri. Namun, juga seluruh lapisan masyarakat.(ds) Sumber : Radar Bojonegoro

Read more...

Senin, 27 April 2009

Pemkab Surati Camat-Kades untuk tidak ada potongan BLT

Soko Tuban
TUBAN - Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk rumah tanggan sasaran di Tuban akansegera cair. Untuk menghindari pemotongan BLT, Pemkab Tuban telah melakukan antisipasi dengan mengirim surat kekecamatan agar tidak ada pemotongan BLT.

Kepala Dinas Sosial Nakerduk Capil Pemkab Tuban Mudijono kepada Radar Bojonegoro mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah mengantisipasi jika terjadi pemontongan BLT ditingkat bawah. ''Kami kirim surat ke Camat untuk disampaikan ke Kades. BLT jangan sampai ada pemotongan sedikitpun,'' tegasnya. Surat resmi tersebut telah dikirim kesemua kecamatan yang dilanjukan ke kades beberapa hari yang lalu.

Selain mengirim surat, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi petunjuk teknis pencairan BLT. Hal itu untuk menghindari adanya pemontongan BLT juga. ''Sampai saat ini di Tuban belum ada pemotongan BLT,'' tegasnya. Lantas jika hal itu terja di?. Menurut Mudijono, jika memang itu terjadi, maka Pemkab Tuban akan langsung melakukan evaluasi terhadap pencairan BLT. ''Ya kami evaluasi nanti,'' paparnya. Dia menambahkan, sampai saat ini persiapan penyaluran BLT sudah hampir sempurna. ''PT Pos masih membuat carik (kwitansi),'' ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, diperkirakan awal Mei BLT sudah bisa dicairkan. Sebab sampai saat ini kantor Pos Tuban selaku pelaksanan penyaluran BLT masih melakukan setting pembuatan carik (kwitansi), sebagai salah satu syarat untuk pengambilan BLT. Sementara itu, berdasarkan hasil verifikasi pada tahun 2009 ini penerima BLT mengalami penurunan dari tahun 2008. Tahun 2008 sebanyak 102.020 orang, tahun 2009 sebanyak 100.334. Penurunan ini diperkirakan karena yang bersangkutan sudah menigggal atau pindah. (zak)
Sumber :
Radar Bojonegoro

Read more...

Paranormal Sesat Dibongkar

Soko Tuban
TUBAN - Praktik paranormal sesat yang mengaku bisa mendatangkan roh Nyi Roro Kidul, penguasa Pantai Selatan, dibongkar Polsek Rengel kemarin (25/4). Polisi menetapkan Sardam, 38, sang paranormal, sebagai tersangka. Saat ini dia masih diperiksa polisi.

Dalam praktik perdukunan yang bertujuan melipatgandakan uang tersebut, sang paranormal mengajak pengikutnya memuja berhala berupa kotak berisi batu yang terbungkus kain mori. Ritual lain, dia memerintahkan salah seorang pengikutnya berjalan kaki dengan telanjang bulat di jalan tengah malam.

Polisi membongkar praktik perdukunan Sardam di Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel. Sebelumnya, dia menjalankan aktivitas sama di Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, selama dua minggu dan Dusun Bentengrowo, Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, selama tiga bulan.

Berdasar hasil penelusuran sementara polisi, sudah sembilan orang jadi pengikut sekaligus korbannya. Di antaranya, M. Iswan (Sekdes Magersari, Kecamatan Plumpang) dan Madiono asal Desa Mrutuk, Kecamatan Widang. Selain mereka, ada Nur, warga Desa/Kecamatan Rengel, serta Suwito dan Marwi, keduanya warga Desa Kepet, Kecamatan Semanding. Korban lainnya adalah Muksin asal Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang; Mariah dari Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel; Samsuri, warga Desa/Kecamatan Tambakboyo; dan Yatimah dari Desa Singget, Kecamatan Palang.

Mereka mengaku telah menyerahkan uang jutaan rupiah. Harapan mereka, jumlah uang tersebut bisa berlipat-lipat setelah mengikuti sejumlah prosesi yang dibimbing sang dukun. Kepada polisi, Yatimah mengaku empat bulan lalu menyerahkan dana Rp 30 juta. (ds/jpnn/ib) Sumber Radar bojonegoro

Read more...

Kamis, 16 April 2009

BLT Segara Cair

Soko Tuban
TUBAN-Warga Tuban khsusunya warga yang tergolong miskin akan bernafas lega. Sebab dalam waktu dekat, Pemkab Tuban akan mencairkan dan bantuan langsung tunai (BLT).

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Tuban Mudijono kepada Radar Bojonegoro mengatakan, BLT tidak lama lagi akan segera dicairkan. ''Dimungkinkan bulan ini,'' katanya kemarin. Menurut dia, sampai saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Pos Tuban untuk pencaiaran dana kaget tersebut. ''Kami sudah koodinsikan, dan sekarang masih proses,'' ujarnya.

Diberitakan, pada tahun 2009 ini, penerima BLT mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Tahun 2008 berjumlah 102.020 RTS, maka tahun ini hanya 100.334. Selain itu juga, sistem pencairan BLT juga berbeda dengan tahun 2008. Pada tahun 2008 hanya menggunakan kartu BLT dan identitas, namun tahun 2009 kartu BLT, Identitas diri dan juga carik yang sampai saat ini masih diproses Kantor Pos Tuban. (zak) Sumber : Radar Bojonegoro

Read more...

Tahun 2009 Penderita HIV/AIDS Bertambah

Soko Tuban
TUBAN- Seiring dengan kemajuan teknologui, penderita HIV/ AIDS di kabupaten Tuban terus bertambah. Ketua Forum Komunikasi Sosial Agama (FOKSA) Tuban, Kartono mengatakan pada tahun 2009 tercatat ada 7 orang dikabupaten Tuban yang mengidap HIV/AIDS.

Hal ini cenderung meningkat dibanding tahun 2008. Sebab, kata dia, pada tahun 2008 hanya ada 1 orang penderita HIV/AIDS. Menurut dia, berkembangnya HIV/AIDS yang ada di kota tuak ini, mengingat bumi Ronggolawe sebagai kota transit. ''Tuban sangat potensial berkembang HIV/AIDS,'' kata pria yang juga menjadi pengurus Viva Education Of Drugs and HIV/AIDS Surabaya ini. Selian itu, Tuban juga sebagai kota industri yang memudahkan berkebangnya HIV/AIDS. Usia penderita HIV/AIDS, kata pria berumur 27 ini berfariatif. ''Ada yang baru berumur empat bulan sampai 40 tahun,'' ujarnya.

Dia menambahkan, dengan banyaknya orang yang terserang HIV/AIDS ini, Tuban termasuk tertinggal dalam penanggulangan. Misalnya, lanjut alumni Universitas Sunan Bonang ini, selama ini belum ada sosialisasi dari pemerintah serta tidak adanya informasi tentang bahaya HIV/AIDS. ''Ya kami berharap pemerintah menanggulanginya,'' harap dia. Yang pasti, lanjut dia, penularan HIV/AIDS ini tidak melalui jabat tangan, berpelukan ataupun mandi bareng. ''Namun, masuknya cairan tubuh ke tubuh yang lain,'' tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Tuban Tri Hadi Sanyoto mengatakan, sejak tahun 2000 sampai dengan 2009 ada 35 orang penderita HIV/AIDS. ''18 orang HIV, dan 17 orang AIDS,'' katanya. Menurut dia, sampai saat ini pihaknya sudah melakukan penyuluhan dan penanggulangan lainya. Selain itu juga, para penderita HIV?AIDS ini sudah mendapatkan pengobatan. Banyaknya penderita HIV/AIDS di Tuban ini, lanjut dia karena terjadi seks bebas atau tidak aman. Selain itu juga yang paling berbahaya adalah intra drug jus (saling tukar suntik narkotik). ''Ini sangat membahayakan. Namun (Intra drug jus) di Tuban belum ada,'' imbuhnya. (zak) Sumber : Radar Bojonegoro


Read more...

Selasa, 14 April 2009

Memotret Setahun Kepemimpinan Kapolres Tuban AKBP Jebul Jatmoko

Tuban
Memimpin Tegas dengan Sentuhan Spirual

Selasa (14/4) hari ini, AKBP Jebul Jatmoko persis setahun memegang tongkat komando di Polres Tuban. Langkah apa saja yang sudah dijalankannya?

DWI SETIYAWAN, Tuban

---

SEBUAH gunting bergagang merah hati terselip di saku kanan celana pakaian dinas Kapolres Tuban AKBP Jebul Jatmoko, Selasa (7/4) pagi. Tidak seperti biasa dia menyelipkan gunting di sakunya. Terlebih, pada apel pergeseran pasukan (Serpas) di halaman belakang Mapolres Tuban. Gunting tersebut baru dikeluarkan saat pemeriksaan pasukan. Setelah tongkat komandonya dialihkan ke tangan kiri, dia mengeluarkan gunting tersebut. Gunting inilah yang dipakainya mengepras rambut puluhan anggotanya yang gondrong. Seluruh anggotanya tanpa terkeculi, termasuk dari satreskrim tidak luput dari guntingannya. Tak puas mencukur massal saat pemeriksaan pasukan, Jebul yang menjadi inspektur dalam apel tersebut melanjutkan ke sesi tambahan. Usai apel, dia kembali masuk barisan. Menginspeksi rambut anggotanya dan mencukurnya. Inilah salah satu bentuk sikap tegas Jebul yang hari ini genap setahun menjabat Kapolres Tuban. Kepemimpinan perwira asal Purwokerto, Jateng ini memang dikenal tanpa kompromi dalam menegakkan hukum dan aturan bagi siapa saja. Selama setahun memegang kendali Polres Tuban, sembilan kasus korupsi yang ditanganinya. Dua di antara kasus korupsi tersebut membidik petinggi pemkab dan Rektor Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban.

Sikap tegas juga ditunjukkan dalam menyidik kasus dugaan pemalsuan surat keterangan caleg yang dikeluarkan Pengadilan Negeri (PN) Tuban. Ditanya ketegasannya tersebut, dia menjawab singkat. ''Saya hanya menjalankan hukum,'' tegas Jebul. Sikap tegas dan ''berani'' juga ditunjukkan saat putusan kasus penimbunan 8.000 liter solar di SPBU Manunggal Tuban diputus bebas Pengadilan Negeri (PN) Tuban yang kemudian dikabulkannya sebagian permohonan praperadilan pemilik SPBU tersebut. Dengan gentle, dia berkirim surat ke lembaga hukum tertinggi di Indonesia. Secara terang-terangan dalam suratnya, Jebul mengatakan ada ''perselingkuhan'' hukum di Tuban.

Meski dikenal sangat tegas, perwira berpangkat melati dua di pundak ini paling tidak senang dengan keresahan pada internal anggotanya. Sikap tersebut ditunjukkan dengan meminimalkan mutasi. Dikatakan Jebul, selama setahun menjabat, setidaknya dia hanya dua kali memutasi anggotanya. Itu pun dengan pertimbangan untuk kebutuhan dinamika organisasi. ''Kalau kinerja baik, mengapa harus dimutasi. Lain halnya kalau anggota bermasalah,'' tandas dia. Dikatakan Jebul, terlalu sering mutasi bisa mengakibatkan keresahan anggota.

Selama setahun memimpin Polres Tuban, Jebul juga banyak melakukan pendekatan masyarakat melalui kegiatan spiritual. Yakni, safari sholat subuh. Setelah sholat subuh di seluruh masjid di Kecamatan Tuban, mantan Kapolresta Pasuruan ini melanjutkan safari sholat subuh ke masjid di kecamatan-kecamatan. Kegiatan spiritul tersebut ternyata mampu mendekatkan Jebul dengan masyarakat sekaligus menyerap informasi dari mereka. Sebab, usia jamaah sholat subuh, dia membuka sesi dialog. Dalam dialog tersebut, bapak tiga putra ini melayani pertanyaan, saran, dan masukan dari masyarakat. Kegiatan spiritual juga dipupuk ke internal anggotanya. Setiap Jumat Pahing, di Masjid Baitul Mukmin Polres Tuban, dia menghelat pengajian selapanan. Dalam pengajian tersebut, anggotanya membawa tahlil dan yasin. Sementara setiap usai sholat Jumat, selalu digelar tumpangan di masjid setempat. Dikatakan Jebul, sebagai Kapolres, dia juga berkewajiban mengajak anggotanya untuk meningkatkan keimanan. ''Ini yang akan saya pertanggungjawabkan di akherat nanti,'' tegas pria berkumis tipis ini.(*) Sumber : Radar Bojonegoro

Read more...

Sabtu, 04 April 2009

Polres Santuni Keluarga Korban

Soko Tuban
TUBAN - Solihan, 34, pengemudi motor yang tewas akibat bertabrakan dengan truk Dalmas Polres Tuban kemarin (3/4) sekitar pukul 10.00 dikebumikan di pemakaman umum kampungnya, Desa Laju Kidul, Kecamatan Singgahan. Untuk membantu biaya pemakaman tersebut, Polres Tuban melalui Kasat Sabhara AKP Supar menyerahkan santunan sebesar Rp 1,5 juta. Sementara itu, dari empat anggota Sabhara yang jadi korban kecelakaan maut tersebut hanya Bripda Dedik Dwi Prasanda yang masih dirawat di Pavilyun RSUD dr R. Koesma Tuban. Dia diduga menderita penjepitan syaraf pada tulang belakang. Sementara tiga korban lainnya, Bripda Riyanto, Bripda Andi Mardiyanto, dan Bripda Putrantyo Setiawan sudah dibolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan.

Meski kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan dinas dan anggota Polri, namun proses hukum tetap jalan. Jaminan tersebut kemarin disampaikan

Kanit Laka Polres Tuban Iptu Faqih. Menurut dia, untuk penyidikan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Termasuk pengemudi truk Dalmas Bripda Yuli Mahendra. Hasil penyidikan menyebutkan, Solihan pengendara motor nopol S 5939 HJ sebelum tabrakan dengan truk Dalmas hanya menyetir dengan tangan kanan. Sementara tangan kirinya di perut. Diperkirakan, dia tengah memainkan ponselnya karena wajahnya juga menunduk. Faqih menerangkan, korban baru menyadari motornya menyongsong truk Dalmas dari arah berlawanan dari jarak kurang dari 4 meter (m). Hal tersebut terbukti dengan goresan rem pada aspal sepanjang kurang lebih 3,2m mendekati titik tumbur. Menurut dia, titik tumbur truk Dalmas dengan motor korban sekitar 20cm melewati as jalan atau pada jalur truk Dalmas. Dikatakan Faqih, truk Dalmas sudah berusaha mengindari benturan. Terbukti, roda kiri truk dinas tersebut berada di bahu jalan. Namun, kecelakaan tak terhindarkan. Dari bekas kerusakan truk terlihat motor menabrak sudut kanan kabin truk Dalmas. Setelah benturan keras tersebut, pengemudi truk banting stir ke kiri dan mengakibatkan kendaraan tersebut oleng dan terguling ke bahu jalan. Sementara itu, setelah membentur sudut kanan kabin, pengendara motor terpelanting membentur bak depan truk dan kemudian terbanting ke aspal. Truk Dalmas yang mengalami kerusakan bodi pada kedua sisinya dan tenda penutup baknya tersebut kini dikandangkan di garasi Mapolres Tuban. Kasat Sabhara Polres Tuban AKP Supar mengatakan, untuk sementara truk ini tidak dioperasikan sebelum diperbaiki.

Truk Dalmas yang mengangkut sekitar 20 personel Sabhara tersebut baru saja mengamankan kampanye di lapangan Desa Laju, Singgahan. Truk nahas tersebut berjalan paling depan. Di belakangnya mengiringi tiga mobil dinas lainnya (bukan dua mobil seperti diberitakan sebelumnya). Urutannya, mobil operasional Satreskrim, mobil Dalmas nopol 7988, dan mobil patroli 082.(ds) Sumber : Radar Bojonegoro

Read more...

Ratusan Pengawas Diambil Sumpah

Soko Tuban
TUBAN - Untuk mensukseskan jalanya ujian nasioanl pada April tahun ini. Disdikpora telah menyiapkan seribu lebih pengawas Unas untuk SMA/MA, SMP/MTs, maupun SMK. Tak hanya itu, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan, Disdikpora Tuban kemarin (3/4) mengambil sumpah pengawas tersebut.

Pengambilan sumpah itu kemarin dipimpin langsung oleh Plt Disdikpora Tuban Sutrisno di gedung pertemuan Disdikpora Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo yang dihadiri perwakilan pengawas sekitar 200 lebih.

Plt Disdikpora Tuban Sutrisno kepada Radar Bojonegoro mengatakan, pengambilan sumpah ini difungsikan agar pengawas melakukan tugas sesuai dengan ketentuan yang beralaku. Daalm isi sumpahnya itu, pengawas harus memegang kerahasiaan penyelenggaraan Unas. Selain itu juga agar pengawas tidak memberitahukan atau menyampaikan atau membocorkan kepada siapapun segala sesuatu yang telah diketahui dan dikerjakan.

Sementara itu, kasi Kurikulum SLTP/SLTA Disdikpora Tuban Sri Yuliasih menyatakan, dalam Unas ini Disdikpora telah menyiapkan 1127 ruang kelas untuk Unas. ''Terdiri dari SMA sebanyak 142 ruang, SMK 120, MA 104, SMP 487, dan MTs 274,'' kata dia. Sedangkan untuk pengawas Unas setiap ruang ada dua pengawas. ''Yakni pengawasnya sejumlah 2254 pengawas,'' imbuhnya.

Dibagian lain, untuk hasil Unas ujian kompetensi produktif yang digelar pada 24 Maret lalu belum bisa diketahui hasilnya. ''Sebab masih proses,'' ungkapnya. (zak) Sumber : Radar Bojonegoro


Read more...

Jatirogo-Rengel Bakal Dibangun Perpus Rata Penuh

Soko Tuban
TUBAN - warga diwilayah selatan kabupaten Tuban tidak jauh-jauh lagi untuk mengunjungi perpustakaan. Sebab tahun ini Pemkab Tuban merencanakan mendirikan perpus di kecamatan Jatirogo dan Rengel.

Kepala Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Pemkab Tuban Ahmad Amin Sutoyo menyatakan, dengan dibangunya perpus di dua kecamatan itu nanti bisa melayani masyarakat disana. ''Sebab kedua kecamatan itu masyarakatnya sudah seperti masyarakat perkotaan,'' kata dia dikantorya kemarin. Sehingga akan diciptakan budaya baca yang bagus.

Menurut dia, perpus adalah sebagai wujud pembelajaran seumur hidup yang bisa jadi pijakan masyarakat. ''Sebab dengan baca bisa mengambil ilmu dari bacaan tersebut,'' imbuhnya. Selain itu pihaknya juga akan mengoperasionalkan perpus keliling untuk memberikan pelayanan kepada masayarat.

Dikatakan mantan kepala lantor Satribtranmas Tuban ini, saat ini pengunjung perpustakaan Tuban mengalami peningkatan. Terbukti sejak tahun 2007 hingga 2008 terus mengalami peningkatan. ''Tahun 2007 per hari 60 orang, kalau 2008 sebanyak 100 orang lebih,'' tegasnya. Dia berharap agar perpus ini bisa menjadi setra pelayanan yang baik bagi masyarakat. (zak) Sumber : Radar Bojonegoro

Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP