Selasa, 07 Desember 2010

pembangunan pedesaan yang berkelanjutan

Alooow semua dah lama nih gak ngeblog dah ketinggalan banyak berita nih kayak nya. sebenarnya sih masih mengikuti perkembangan. yah lagi males ajalah mo copas - copas lagi tapi ...? pikir punya pikir bisa macet nih peng arsipan sejarah...... hehe ... 
semoga aja nantinya bermanfaat....!
buat anak cucu yang pingin lihat perkembangan berita di media tentang kampung mereka. karena alasan itulah ku putuskan kembali untuk melek....! lha emang selama beberapa waktu ini lagi tidur...? kayaknya gitu deh...!gimana gak tidur coba...? dah banyak berita yang terbit terlewatkan hayoo...? mulai dari kasus ter tembaknya rambi warga desa Nguruhan yang penuh konttroversi. hingga tewasnya seorang TKW bernama Parti 33 warga Dk. Bentaor, Ds. Klumpit yang tewas di Singa Pura, yang gak kalah seru sebenarnya adalah  hiruk pikuk rekrutmen perangkat desa yang diwarnai berbagai isyu hingga pelaksanaan tes calon perangkat desa yang gak fair....?  heh hati hati kalo ngomong ...!!! gak fair gimana maksudnya...? lha mosok wong namanya ujian kok ada orang diluar peserta di biarkan masuk ruang uji dan bebas ber cakap - cakap dengan peserta uji ....??
di antara yang ingin membuat saya aktif adalah ketika saya melakukan search di google dengan keyword kampung tempat tinggalku nyantol di sini klik. Kang Yitno bukanlah Warga Dan tidak pula tinggal di Dringu Tapi sudah begitu peduli.
Mohon maaf buat kang Yitno saya gak bisa bantu meramaikan rintisan forum yang sampean buat. sebenarnya sebagai wong Dringu saya malu kalau gak ikut urun rembug tapi...? saya gak punya akun fb dan kalau bisa jangan sampai punya. mungkin salah satu alasanya mungkin karena ini klik ......Ok mohon di maklum ya. walaupun dengan resiko sedikit ketinggalan akses ke dunia berita saya mencoba untuk tetap hidup tanpa fb doakan bisa kuat dan itiqomah peduli.
kalo males klik seperti ini nih isi postingan kang yitno :
Yitno 
saya sangat salut dengan pembangunan sarana dan pra sarana jalan di kab tuban,namun yang lebih penting adalah kwalitas.sebagai masukan di Dk. Dringu Ds. Jegulo Kec.Soko -Tuban, kok belum tersentuh pengaspalan sama sekali, padahal disitu ada satu situs makam MBAH NAGGUL yang setiap hari selalu ada peziarah dari luar kota.Mohon difikirkan bagi yang berkepentingan dibidangya.
sekitar sebulan lalu
Ngomong Tentang Dringu ...? aku adalah salah satu warganya. yang berkeinginan agar kampung tempat aku tinggal tidak ketinggalan dengan kampung lainya. Tapi...? apalah daya kang aku hidup dari merantau. sehingga kampungku pun tidak mengenaliku. Bahkan rintisan jalan lingkungan yang sudah aku perjuangkan bersama warga dilingkungan aku tinggal pun tidak mendapat perhatian dari yang berwenang. padahal tinggal melanjutkan pembangunanya. makanya ketika kemarin ada pendaftaran perangkat desa aku ikut magsudnya sih.....supaya bisa dekat dengan keluarga plus bisa memberikan sumbangsih buat buat kampung tercinta. Kenapa harus aku peduli...? Insya Allah semata karena Petuah ini kang : Sebaik baik manusia adalah yang paling ber manfaat bagi manusia lainya.  tapi.... belum di ijinkan sama yang kuasa. sehingga sampai saat ini jabatan Kepala Dusun Dringu masih kosong. Apa nunggu aku berjuang lebih keras lagi kali ya...? Mohon Doa Restu semoga harapan ini terkabul. karena saya merasa sangat sulit untuk berpartisi pasi aktif secara maksimal bila kita berada di luar sistem. sebagai contoh mhon maaf saya mau cerita mengenai jalan lingkungan yang pernah kami usahakan pada awal 2007. membantu usaha tetangga yang melebarkan jalan setapak di lingkungan tinggalku. karena aku kerja jauh dari rumah sehingga aku tidak bisa ikut secara langsung. maka akupun membayar orang untuk bekerja menggantikan ku. dengan waktu yang agak sulit ku bagi akhirnya ada juga kesempatan untuk berkumpul dengan para tetangga kamipun mengundag Pak Kadus, dan perangkat lain dilingkungan kami.termasuk pak Rt dan ketua karang taruna serta ketua remas di dukuh kami.akhirnya kamipun berkumpul dan mengadakan kesepakatan membuat kepanitiaan pembangunan jalan kampung kebetulan saya ditunjuk sebagai Ketua. Dengan jerih payah warga yang bergotong royong dan dengan segenap ke ikhlasan dari warga yang meng hibahkan sebagian tanahnya (tertuang dalam surat perjanjian hibah bermaterai yang sampai saat ini masih saya simpan) tanah yang semula hak milik dihibahkan dengan suka rela sebagai akses jalan lingkungan. ditambah dana hibah dari sebuah BUMN PT. PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) melalui program bina lingkungan. yang waktu itu diserah kan langsung ke kampung kami jauh - jauh dari Surabaya oleh ketuanya yaitu Bapak Sudiro bersama Direktur Keuangan Bapak Wahyu Suparyono dan di dampingi oleh staf bina lingkungan Bapak Ishaq Surya Darma serta satu lagi saya lupa namanya.Penyerahan bantuan dilaksanakan di masjid yang ada dalam gambar peta di kolom sebelah. Terima kasih untuk mereka semua yang telah peduli.Semoga tuhan memberikan balasan setimpal atas kepedulianya. sehingga jadilah jalan kampung yang di harapkan warga walaupun hanya makadam koral dan diratakan dengan pedel. kami sempat ber angan akan memiliki jalan lingkungan yang baik. Akan tetapi pupus sudah harapan kami. jalan itu kini sudah sangat memprihatinkan. semenjak pergan tian pimpinan desa hingga saat ini tidak ada perhatian dari desa pada lingkungan kami. sudah berulang kali kami mencoba untuk mengetuk hati mereka, baik melalui BPD maupun forum lain bahkan dalam pertemuan walimurid disekolahan_pun kami singgung. tetap juga belum ada respon jangan kan hanya sekelas jalan lingkungan, jalan jalan desa yang melewati kampung kami pun kondisinya sudah sangat memprihatinkan. tidak lagi kelihatan aspalnya. sepanjang jalan yang ada adalah batu-batu sebesar kepalan tangan atau bola kasti yang lepas kesana kemari jika di lewati kendaraan ber motor.bahkan kadang ada yang mental entah kemana. sungguh sangat membahayakan.Termasuk juga jalan akses menuju komplek pemakaman dan dan mushala MBAH NAGGUL seperti yang di sebutkan kang Yitno. semoga postingan ini dibaca juga olah yang berwenang di bidangnya seperti harapan kang yitno. dan tentunya juga Harapan semua Warga Dringu.  

Read more...

Jumat, 24 September 2010

warga ngamuk pelantikan kades gagal

Soko Tuban
 Pelantikan Pujiono, 42, sebagai Pjs Kepala Desa (Kades) Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, gagal dilaksanakan. Pasalnya, ratusan warga mendatangi kantor Kecamatan tempat digelarnya pelantikan sambil mengamuk untuk membubarkan pelantikan tersebut, Kamis (23/9).
Rencananya, Pujiono dilantik sebagai Pjs Kades Bangunrejo menggantikan Sunjani yang telah dipecat karena terlibat kasus penggelapan dan Raskin dan Alokasi Dana Desa (ADD). Pemecatan tersebut sebagaimana SK Bupati Tuban, Haeny Relawati nomor : 188.45/04/KPTS/414.106/2010.
Sejak pagi ratusan warga sudah berkumpul di halaman Kantor Kecamatan Soko. Dengan dijaga puluhan aparat kepolisian dari Polres Tuban, massa yang tertahan di depan pintu gerbang terlihat semakin beringas. Sambil terus meneriakkan aspirasinya, massa berusaha menerobos barikade aparat.
Sempat terjadi beberapa kali aksi saling dorong antarmassa dengan petugas keamanan. Bahkan, ratusan warga berusaha merobohkan gerbang dengan mendorong berulang-ulang. Akibatnya, proses pelantikan Pjs Kades Bangunrejo ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Protes ini terjadi lantaran warga tidak setuju Pujiono dilantik sebagai kades. “Penolakan ini sudah kita lakukan sejak beberapa waktu lalu. Pujiono sendiri telah membuat surat pernyataan bahwa dia tidak bersedia diangkat menjadi pjs kades. Tapi, kenapa sekarang malah mau dilantik,” ujar Agus, 37, salah satu pedemo.
Selain itu, warga juga mendesak agar SK pemecatan yang dikeluarkan oleh Bupati Tuban Haeny Relawati terhadap Kades Sunjani, dibatalkan. Alasannya, warga masih berharap Sunjani tetap memimpin di Desa Bangunrejo. “Kita ingin Pak Sunjani tetap menjabat sebagai kades. Karena itu, SK pemecatanya harus dicabut,” teriak warga lain dalam aksinya.
Beberapa jam kemudian, massa berhasil ditenangkan setelah aparat keamanan dan Camat Soko, Kusmindar menyatakan bahwa proses pelantikan dibatalkan. “Demi keamanan, pelantikan kami tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” terang Kusmindar.nst31 Sumber : Surya

Read more...

Senin, 06 September 2010

Maling Motor yang Ditangkap Massa di Widang - Curanmor Lintas Tuban-Bojonegoro

Soko Tuban - Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditangkap massa di sawah Dusun Temas, Desa Compreng, Kecamatan Widang pada Jumat (3/9) lalu langsung menjalani sejumlah rangkaian interogasi.

Hasilnya, untuk sementara kedua pelaku, M. Thokol, 42, dan Sulaeman, 35, keduanya warga Bojonegoro juga terungkap mencuri di lima tempat kejadian perkara (TKP) lainnya. Lima TKP tersebut, Vega warna silver di jalan dekat pabrik Petrochina, Desa Rahayu, Kecamatan Soko (2006); Honda Supra 125 warna merah di SPBU Rengel (2008); dan Yamaha Jupiter biru di wilayah Kecamatan Kapas, Bojonegoro (2007). Berikutnya, Supra 125 di Sumberejo, Bojonegoro serta Supra di jembatan Glendeng, Bojonegoro.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, selain menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan untuk mengungkap tempat kejadian perkara (TKP) lainnya, dua tersangka juga diinterogasi untuk mengungkap penadah motor hasil kejahatannya.

Dikatakan Budi, sangat mungkin TKP yang diakui dua pelaku curanmor ini lebih sedikit dibanding dengan tindak pidana yang dilakukan. ''Ini yang terus kami dalami. Sangat mungkin, banyak TKP yang disembunyikan. Petunjuk inilah yang masih kami gali,'' tegas dia.
Dua maling motor ini ditangkap setelah tepergok saat beraksi di jalan sawah Dusun Temas, Desa Compreng, Kecamatan Widang. Kejadian tersebut berawal saat motor Supra 125 milik Pardam, 38, warga desa setempat diparkir di pematang sawah. Saat itu, kedua pelaku yang tengah melintas dengan motor Smash yang belum diketahui identitasnya langsung menyatroni. Sulaeman menjadi eksekutor pencurian tersebut. Dia turun dan merusak paksa kunci motor korban. Sementara Thokol menunggu diatas motornya. Saat hendak kabur, korban memergokinya dan meneriaki maling. Dalam pengejaran tersebut kedua pelaku berhasil ditangkap. Massa yang emosi menghajarnya dan membakar motor yang dipakai operasi. (ds/wid)   Radar Bojonegoro


Read more...

Rabu, 25 Agustus 2010

Manula Tewas Ditabrak Motor

Soko Tuban - Kecelakaan lalu lintas di Tuban Minggu (22/8) petang kembali memakan korban jiwa. Kali ini terjadi di jalan Desa Sumur Cinde, Kecamatan Soko. Samidah, 70, korban kecelakaan tersebut tewas dalam perawatan medis di Puskesmas setempat. 

Sumber di Mapolres Tuban menyebutkan, kecelakaan tersebut bermula saat motor nopol S 4992 EF yang dikemudikan Wahyudi, 31, dan Muslih, 19, keduanya warga desa setempat melaju dari utara. Tanpa sebab yang jelas pengemudi motor ini tak memperhatikan jalan di depannya. Sehingga Samidah yang berjalan kaki menyeberang dari barat badan jalan dilanggarnya. Akibat ditabrak motor tersangka, manula ini terkapar dan mengalami pendarahan serius di kepala. Korban yang mengalami luka serius tewas dalam perawatan medis di Puskemas Soko.

Kanit Laka Satlantas Polres Tuban Iptu Fakih mengatakan, pemicu kecelakaan tersebut untuk sementara diindikasi akibat pengemudi motor tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya. ''Sementara itu hasil sementara keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara,'' kata dia.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Sabtu, 31 Juli 2010

Sawi, Dukun Aborsi yang Praktiknya Dibongkar Polisi

Soko Tuban
Andalkan Dua Batu Bertuah dan Minyak Goreng

Nama Sawi sebagai dukun aborsi di Desa Tengger, Kecamatan Kerek, sudah lama dikenal. Teknis menggugurkan kandungan pasiennya pun tergolong unik. Yakni, memadukan teknis pijat dan meminum air dari rendaman dua batu bertuah yang dicampuri minyak kelapa.

DWI SETIYAWAN, Tuban
 
KEMAMPUAN Sawi untuk mengingat sesuatu tampaknya sudah payah. Jangankan awal mulai praktik perdukunan, umurnya sendiri pun tak diingat. Selama diwawancarai koran ini di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban Selasa (27/7) siang, dia berkali-kali mengerutkan dahinya untuk mencoba memanggil kembali memori di otaknya.

Ekspresi lain yang khas adalah memainkan ujung bagian kanan bawah kebayanya. Dua ekspresi itulah yang berulang-ulang dilakukan wanita yang seluruh kulitnya berkeriput ini. Saat ditanya umurnya, Sawi dua kali menyebut berbeda. Pertama, dia mengaku 55 tahun. Tak berselang lama, Sawi menyebut 65 tahun. Salah satu hal yang masih diingat dia adalah teknis menggugurkan kandungan ala perdukunannya.

Sawi mengungkapkan, dalam menangani pasiennya yang ingin kandungannya diaborsi, dirinya sangat berharap dari dua batu kecil yang diyakininya sangat bertuah. Batu yang ditemukan pada dua makam punden yang dikeramatkan di desa setempat sekitar tahun lalu itulah yang jadi andalannya. "Saya mendapat petunjuk mimpi menggunakan batu itu untuk menolong orang," tegas nenek satu anak dan satu cucu ini.

Petunjuk mimpi itulah yang rutin dipratikkan setiap kali menangani wanita hamil yang minta janinnya digugurkan. Urutannya, dia mengambil minyak kelapa untuk diteteskan pada dua batu bertuahnya. Setelah itu, barulah kedua batu tersebut dicemplungkan ke dalam gelas berisi air. Air inilah yang diminumkan kepada pasien setelah lebih dulu batunya diambil.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, minyak kelapa banyak digunakan dukun beranak untuk memudahkan proses persalinan ibu melahirkan akan ditangani. Cara menggunakan minyak ini sama dilakukan Sawi, yakni mencampurkan dalam minuman. Tapi benarkah minyak kelapa teruji secara medis menggugurkan kandungan? Ini yang tidak pernah ada dalam referensi dunia kedokteran.

Sedangkan untuk membunuh janin yang menempel di rahim, Sawi menggunakan teknis pijat seperti dilakukan dukun aborsi lain yang pernah diungkap polisi. Sejumlah tetangga Sawi mengungkapkan, selain diminumi air bertuah, pasien aborsi juga dipijat perutnya. Kepada polisi, mereka mengatakan, wanita hamil yang ditangani tidak langsung janinnya keluar. Namun, butuh waktu relatif lama rata-rata satu bulan.

Keterangan warga itu klop dengan hasil pemeriksaan Uswatun, pasien yang diamankan petugas di tempat praktik Sawi. Dia mengatakan, selama sepekan menginap, setiap hari perutnya diurut. Setelah itu, dia pulang satu minggu. Pekan berikutnya, dia balik lagi dan menginap. Karena masih proses, janinnya belum keluar.

Namun, pengakuan itu tak diakui Sawi. Dia mengatakan, dirinya memang bermaksud mengupayakan gugurnya kandungan pasien-pasiennya. Itu pun baru proses dan belum membuahkan hasil. Sawi juga menampik dirinya menggunakan teknis pijat. "Pijat bukan untuk pasien yang hamil," kata wanita yang tak pernah mengenyam bangku sekolah ini.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di Desa Tengger, Kecamatan Kerek yang diduga dijadikan tempat praktik dukun pijat aborsi, Senin (26/7) petang digerebek Unit Opsnal I Satreskrim Polres Tuban. Selain menciduk Sawi, pemilik rumah sekaligus dukun aborsi, polisi juga mengamankan tiga wanita hamil yang jadi pasiennya. Mereka, Hidayah, 20; warga Kecamatan Parengan yang hamil 6 bulan; Uswatun, 22, asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan (5 bulan); dan Kustantiah, 21, Desa Sokosari, Kecamatan Soko (5 bulan). Sebagai barang bukti, polisi mengamankan dua batu yang dipakai untuk prosesi menggugurkan kandungan dan sebuah botol minyak goreng.

Praktik aborsi Sawi diperkirakan berlangsung lama. Pasiennya tidak hanya dari Tuban, namun dari sejumlah daerah di luar kota. Tarifnya Rp 4 juta per pasien. Wanita yang jadi pasiennya tidak hanya yang hamil muda. Mereka yang hamil tua, 7-8 bulan, pun dapat ditangani. Pasien yang meminta janinnya digugurkan adalah yang kehamilannya tidak dikehendaki. Sebagian besar hasil hubungan gelap. (*/fiq)  Radar Bojonegoro

Read more...

Senin, 12 Juli 2010

Isyu Penculikan Anak

Soko Tuban 
TUBAN - Merebaknya isu penculikan anak di Tuban meresahkan sebagian masyarakat. Gejala itu setidaknya bisa dirasakan dari kekhawatiran orang tua untuk melepas anaknya bermain di luar rumah.
Merebaknya isu penculikan anak santer diembuskan melalui pesan singkat (SMS) dan obrolan. Selama sepekan terakhir, wartawan koran ini mendapatkan lima SMS bernada ancaman penculikan dari nomor yang berbeda.
Isinya, mohon diimbau kepada masyarakat Tuban dan sekitarnya bagi yang punya anak kecil agar berhati-hati dengan orang yang naik mobil APV silver L 185X GU. Tolong diwaspadai dan disebarluaskan ke TK dan SD. Sudah hampir terjadi korban penculikan di (menyebut salah satu kecamatan) tadi sore. Mobil ini menaikkan 2 anak kecil dan 3 di antaranya ditemukan mati dengan organ tubuh hilang mengenaskan. Info ini dari Kanit Serse (menyebut salah satu Polres) nomor ponsel 081216626xxx. Sebarkan segera berita ini sebelum ada korban lagi.
Sementara obrolan penculikan sering terdengar di perkampungan. Tak jelas dari mana sumber isu penculikan yang merebak melalui SMS maupun obrolan tersebut. Merebaknya isu ini mengakibatkan para orang tua dihinggapi rasa cemas setiap kali anaknya bermain di luar rumah. Sebagian di antaranya yang ketakutan berlebihan melarang anak-anaknya bermain di luar.
''Biasanya anak saya perbolehkan bermain di luar gang kampung. Sekarang di rumah saja,'' kata Nurul, warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban.
Isu ini juga berakibat sejumlah pos keamanan lingkungan (poskamling) di sejumlah kawasan Kota Tuban meningkatkan pengamanan.
Kapolsek Tuban AKP Yani Susilo mengakui, merebaknya isu penculikan anak di wilayah hukumnya. Terkait isu tersebut, dirinya sering mendapat pertanyaan dari masyarakat tentang kebenaran kabar itu. Menurut Yani, kabar penculikan tersebut hanyalah isu. Karena itu, masyarakat tidak perlu menanggapinya terlalu serius sehingga merasakan keresahan yang berlebihan.
Mantan Kapolsek Ngraho, Bojonegoro ini menambahkan, tidak ada salahnya masyarakat meningkatkan pengamanan di lingkungannya dan meningkatkan kewaspadaan. Terkait isu tersebut, Polsek Tubah sudah melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (ds)Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 01 Juli 2010

Isu Penculikan Anak di Bawah 10 Tahun Gegerkan Warga

Soko Tuban
Dua hari lalu ada sms masuk, (maklum Aku lagi mengungsi di Surabaya)sayang sudah ku hapus karena kuanggap hanya isyu dan gak begitu penting. dari mantan pacarku (sekarang dah jadi istri) seandainya sekedar kenal dan kirim salam itu di bilang pacaran. hehe. yang jelas saat ini dia_lah (menurutku), satu-satunya orang yang dengan setia menunggu kehadiranku(semoga)  Disamping kedua Buah hatiku yang tercinta InsyAllah. isinya kurang lebih begini. ( SMS sebenarnya dalam bahasa jawa) Dari Polsek Bojone goro Plat Nomor mobil Penculik Anak L.......(sudah lupa) Sekedar memancing mungkin ada yang salah ku balas SMS tersebut. Kok polres Bojonegoro Tahu nomormu?( Semenjak Peristiwa SMS TEROR yang ku ceritakan dulu itu Nomor hp mantan pacarku di ganti dan tidak sembarangan orang di kasih, termasuk tidak mengisi pulsa Elektrik di sembarang counter penjual pulsa) Jawabnya. INi tadi info dari  Janda sebelah rumah.. tadi anak Gambor (Nama sebuah dusun dikampungku) mau di culik di sebelah timur sekolahan SD (" lokasinya memang sepi jarak antar pedukuhan Hampir satu kilo meter terbentang di tengah persawahan dengan jalan ber kelok") sudah dinaikan sepedah motor. anaknya teriak-teriak, ketahuan suaminya kom (tetanggaku) kemudian anak itu dilepaskan. Lalu kubalas " Yang menculik orang berapa?". Dijawab.Gak ngerti Aku cuman dengar dari tetangga, Gak lihat sendiri. Tapi Aku di SMS .......(ponakan istriku) anak Njalin (sebuah kampung di desa sebelah) dan anak Jati (Nama sebuah Desa) yang kabarnya hilang belum ketemu. ku abaikan SMS itu. Dan karena memory hp dah penuh delet aja semua SMS yang keluar maupun masuk, Sampai tadi pagi aku di SMS lagi, Anak Jati yang hilang ketemu dibuang di sungai. Jantung, Hati & Ampelanya hilang.Ditinggali uang satu juta."Astaghfirrullah" Setengah tidak percaya aku membaca SMS ter sebut "Benarkah...?!?!?!!!" Karena penasaran. maka kubalas dengan pertanyaan. Dibuang dikali mana Ma? Jawabnya Singkat. Gak ngerti. Nah Kan...?(Gak ngerti lagi) semoga saja tidak bener bener kejadian seperti itu. kuteruskan pertanyaanku. Sampean Dikasih Tahu siapa...? Dijawab. .............(Menyebut nama tetanggaku) Jadi penasaran Benar atau tidak ya...? Atau barang kali memang aku yang ketinggalan berita, kulihat situs web radar bojonegoro...? Hasilnya nihil. Gak ada berita tentang penculikan. Ahirnya seperti biasa . Merapal aji pamungkas sun matak aji goggling dengan kata kunci penculikan soko tuban Hasilnya......? silahkan klik kata kunci diatas. pada baris teratas search engine tersebut terpampang ringkasan Berita yang aku cari ("Aku memang sudah ketinggalan Berita") dan setelah masuk Webnya Terdapat berita seperti ini.

TUBAN – Isu penculikan anak di bawah usia 10 tahun dengan motiv ritual sepekan belakangan beredar luas di wilayah Kabupaten Tuban.
Dugaan penculikan guna kepentingan ritual pesugihan, kesaktian termasuk pula untuk tumbal proyek itu, lantaran percobaan penculikan ini tidak diikuti dengan pesan, baik melalui SMS (short massage service) lewat ponsel maupun pesan lainnya, dengan meminta tebusan uang kepada keluarga korban.
Tengara penculikan dengan sasaran bocah yang masih duduk di bangku SD tersebut, dikuatkan dari serangkaian upaya merenggut paksa terhadap para anak-anak di Kecamatan Kota Tuban, Semanding, Rengel, Soko, Tambakboyo, Widang, Plumpang, serta beberapa kawasan di Tuban belahan barat seperti Kecamatan Jatirogo, Parengan, Senori dan Kecamatan Kerek yang berada di kawasan PT Semen Gresik (PT SG) pabrik Tuban.
Walau pun belum sempat ada anak-anak yang berhasil dibawa kabur penculik, bukan berarti lantas membuat para orang tua yang ada di Bumi Wali-sebutan lain Kota Tuban- tak mengambil sikap.
“Justru situiasi seperti inilah yang harus diwaspadai para orang tua. Kaena bisa jadi isu penculikan terhadap ank-anak itu dihembuskan sendiri oleh komplotan penculik sebagai uaha menciptakan situasi horor di tengah masyarakat,” kata Ketua LSM WAR (Wahana Aspirasi Rakyat) Tuban, Bambang Lukmanto.
Menurut aktifis kemanusiaan, lingkungan dan hukum ini, para orang tua dengan anak-anak yang mauk target penculikan harus lebih ekstra hati-hati terhadap semua orang asing di lingkungan sekolah maupun lingkungan di mana mereka tinggal.
Mengantisipai agar tak membuat situasi semakin horor, saat ini Bambang dengan para relawannya tengah melakukan penelusuran terkait kebenaran isu penculikan tersebut. Dengan begitu, dia berharap segera mendapatkan akurasi data yang digali di lapangan. Termasuk mencari tahu siapa sejatinya yang mengembuskan isu di tengah kecanggihan informasi saat ini, serta motif di sebaliknya.
Sementara, keheningan pagi awal musim kemarau di Dusun Tawangsari, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, sedikit terusik menyusul muncul kabar adanya usaha penculikan terhadap salah seorang anak usai mengikuti pengumuman kenaikan kelas di SDN Ngadirejo II akhir pekan kemarin.
Keterangan warga, beruntung siswa cewek yang baru saja naik naik ke kelas 4 ini tergolong mujur. Saat berpisah pulang dari rombongan siswa lain pasca pengumunan kenaikan perawan kencur ini dicegat serombongan orang tak dikenal dengan mengendarai Phanter warna silver berplat nomor L.
Masih keterangan warga, semula salah satu dari lima lelaki itu menanyakan rumah kepala desa. Karena mengaku bingung dengan keterangan bocah yang tinggal di bantaran Bengawan Solo, para rombongan yang diduga berasal dari Surabaya berdasar plat nomor kendaraan yang ditumpanginya, berusaha membujuk gadis kelas 4 SD itu naik Phanter menuju rumah kepala desa dengan memberinya sebatang permen coklat jenis Silver Queen.
Namun baru saja rombongan akan beranjak masuk mobil mendadak muncul sejumlah warga yang baru saja pulang dari sawah. Karena curiga, para petani ini berusaha meminta penjelasan akan diajak kemana gadis kecil itu.
Kecurigaan warga kian menjadi, karena belum sempat memperoleh jawaban mendadak mobil Phanter yang mengangkut rombongan lelaki berpenampilan flamboyant itu sudah keburu kabur.
“Padahal, saat itu sama sekali tak terlintas di benak kami bahwa mereka adalah orang-orang yang diduga akan melakukan penculikan. Informasi itu baru kami dengar dari Pak Kades setelah kami melaporkan kejadian tersebut,” terang sejumlah warga saat rehat makan siang di Dusun Tawangsari.
Sayangnya, warga tak sempat menghafal plat nomor kendaraan yang ditumpangi orang-orang mencurigakan itu, karena konsentrasinya hanya menyelamatkan bocah yang baru saja naik kelas 4 tersebut.
“Yang ada dalam pikiran kami saat itu bagaimana agar bocah SD ini tak jadi dibawa rombongan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah datang ke desa kami. Tapi yang pasti kami tak pernah berpikir bahwa mereka adalah orang-orang jahat,” imbuh warga. sumber (maiwanews).

"Terahir Info yang berhasil terhimpun bahwa kabar adanya anak yang dibunuh dibuang di kali dan diambil hati jantung dll serta ditinggali sejumlah uang, di desa Jati Hanya isyu !!!"

Read more...

Kamis, 24 Juni 2010

Gelapkan Semen, Kenek Ditangkap

Soko Tuban
- Hilangnya seratus sak semen yang diangkut truk armada PT Varia Usaha (VU) dari cargo PT Semen Gresik (SG) ke sebuah toko bangunan di Bekasi, Jabar, Sabtu (5/6) lalu terungkap. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengungkap pelakunya Dodik Candra alias Rohani, kenek truk.

Awalnya, warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko ini tak mengakui perbuatannya. Selama diperiksa dia terus beralibi. Terungkapnya kasus tersebut berkat kejelian petugas meruntut perjalanan truk. Setelah mengisi muatan, saat keluar dari cargo PT SG, truk ini disopiri Rokani. Pengemudi sengaja menunggu di kantor PT VU di Desa Karangasem.

Rupanya, waktu truk ini keluar cargo ada jeda waktu hampir tiga jam untuk tiba di kantor VU. Padahal, untuk tiba di kantor perwakilan perusahaan armada ini hanya butuh 15 menit. Belakangan, terungkap jeda itu dimanfaatkan Rokani menurunkan 100 dari 1.200 sak semen yang diangkut di sebuah gudang kosong di Dusun Bogang, Desa Beji, Jenu.

Setelah semen diturunkan dan terpal ditutup kembali, dia balik ke kantor perwakilan VU. Selama perjalanan mengirim semen ke Bekasi, Rokani bersikap wajar seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Muatan semen diketahui berkurang setelah dibongkar di Bekasi. Awalnya, PT VU dan pengemudinya tidak curiga kalau Rokani yang menggelapkannya.

Kapolsek Jenu AKP Murni Kamariyah mengatakan, setelah dapat petunjuk kuat kenek truk yang menggelapkan muatannya, Rokani diinterogasi. Hasil penggelapan dijual pada orang tidak dikenal. Uang hasil penjualan semen diberikan tersangka kepada wanita bernama Nisan Rp 2 juta dan Rp 850 ribu dititipkan Juri warga Desa Beji. (ds/fiq) Radar Bojonegoro

Read more...

Selasa, 08 Juni 2010

Bermalam di Rumah Wanita Ditinggal Suami, Digerebek

Soko Tuban
Dua orang berbeda jenis kelamin dan tanpa ikatan nikah yang tinggal serumah di Desa Ponco, Kecamatan Parengan, dinihari kemarin (6/5) digerebek warga desa setempat. Setelah diamankan di balai desa, pasangan itu diserahkan ke Mapolsek Parengan. Pasangan tersebut berinisial Hd, 38, yang tinggal di Surabaya dan It, 30, warga desa setempat.

Informasi dari petugas di Mapolres Tuban menyebutkan, It sudah lama ditinggal Sm, 42, suaminya bekerja di Batam. Hd bermalam di rumah It sejak Kamis (3/6) malam lalu. Mungkin, karena merasa aman, dia keasyikan bermalam di rumah tersebut. Setelah hari ketiga, Sm dan warga menggerebek. Kabarnya, Sm mendadak pulang setelah diberitahu salah satu warga setempat kalau istrinya tinggal serumah dengan pria lain.

Kapolsek Parengan AKP Hamdani membenarkan kalau pasangan yang tinggal serumah tersebut diamankan warga dinihari kemarin. Berdasar hasil pemeriksaan, kedua terlapor mengakui tinggal serumah. Namun, keduanya tidur di kamar sendiri-sendiri dan belum ditemukan alat bukti berzina. Menurut Hamdani, berdasar hasil pemeriksaan, Hd terpaksa menginap di rumah It karena Senin hari ini, dia akan melamar sebagai pengemudi di PT Exxon Mobil. ''Berdasar hasil pemeriksaan, hanya malam Hd di rumah It. Kalau siang, dia keluar,'' tutur mantan Kapolsek Rengel ini.

Menurut Hamdani, kalau dalam penyidikan ditemukan alat bukti yang kuat keduanya berzina, maka kasus tersebut masuk delik aduan. Untuk penyidikannya, harus ada laporan dari salah satu istri atau suami pasangan tersebut. (ds/yan)Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 30 Mei 2010

Tak Terbukti Mencabuli, Juru Kunci Dilepas

Soko Tuban
Indikasi pencabulan terhadap Dahlia, 30, ibu rumah tangga warga Desa Selogabus, Kecamatan Parengan lemah. Karena tidak memenuhi unsur pidana, Dakhlan, 50, yang sehari sebelumnya diamankan akhirnya dilepas kembali.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, berdasar hasil penyidikan, tidak ada satu pun alat bukti yang menguatkan perbuatan cabul sebagaimana dituduhkan terhadap terlapor. Ditegaskan dia, Dakhlan juga tidak bisa dijerat dengan tuduhan pemerkosaan karena tidak ada perlawanan dari Dahlia, pelapor kasus tersebut. Begitu juga dengan tuduhan perzinahan karena tidak ada laporan dari suami atau istri keduanya.

Dikatakan Budi, dalam penyidikan kasus tersebut, anggotanya sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Namun, keterangan para saksi tersebut sangat lemah untuk menyidik perkara tersebut. ''Karena tidak memenuhi unsur, penyidikan kita hentikan,'' tandas mantan Kaurbinops Reskrim Polres Tuban ini.

Sementara itu, Kapolsek Parengan AKP Hamdani mengatakan, sebelum melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban, Dahlia datang ke Mapolsek Parengan untuk mengadukan kasus yang sama. Karena dalam penyidikan perkara tersebut anggotanya tidak menemukan unsur pidananya, ibu satu anak tersebut mengusung kasus yang sama ke mapolres.(ds/wid)Radar Bojonegoro

Read more...

Jumat, 28 Mei 2010

Diajak Lelaku Spiritual, Pemilik Warung Disetubuhi

Soko Tuban
TUBAN - Kasus asusila kembali terjadi di Tuban. Kali ini korbannya, Dahlia, 30, warga Desa, Kecamatan Parengan. Ibu berputra satu itu mengaku dipaksa berhubungan intim dengan Dakhlan, 50, juru kunci makam Karangkali di Desa Mentoro, Kecamatan Soko.

Perbuatan asusila tersebut terjadi di rumahnya Desa Selogabus, Kecamatan Parengan Senin (17/5) lalu sekitar pukul 23.00 saat Dahlia diajak tersangka melakukan prosesi spiritual. Lelaku tersebut terkait permintaan korban agar warungnya laris.

Meski perbuatan tersebut berlangsung lebih dari satu pekan, kasus ini baru kemarin (27/5) dilaporkan Dahlia ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban. Setelah menerima laporan, polisi lalu meringkus Dakhlan di kompleks makam Karangkali.

Dahlia kepada wartawan koran ini menuturkan, awalnya dia diguyur dengan tiga air gayung di kamar mandinya. Saat itu, wanita berambut lurus ini mengenakan daster. Setelah diguyur air, Dahlia ditinggalkan tersangka untuk ganti baju. Saat korban melepas baju, Dakhlan masuk kamar mandi dan memaksa untuk berhubungan intim. ''Kalau mau melayani, warung saya akan laris,'' kata dia.

Sebaliknya, kalau menolak, maka seluruh anggota keluarganya akan dibunuh. Menurut Dahlia, sebelum tersangka ke rumahnya untuk mengajak prosesi spiritual, paginya dia mendatangi makam Karangkali. Setelah menyampaikan hajatnya untuk meminta pelarisan warungnya, korban dimintai uang Rp 240 ribu untuk biaya lelaku spiritual.

Dakhlan yang dikonfirmasi sebelum diperiksa menampik tuduhan tersebut. Dia mengakui, dirinya berhubungan badan dengan Dahlia sesaat setelah prosesi spiritual tersebut. Menurut juru kunci ini, hubungan badan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak ada paksaan.

Setelah itu, keduanya mengulangi lagi perbuatan tersebut dua kali di tempat lain. Dakhlan juga membantah keperluan Dahlia datang untuk pelarisan. ''Yang benar, dia memiliki hajat agar suaminya yang sebulan minggat kembali pulang,'' tutur dia.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, setelah menerima laporan, penyidiknya memeriksa pelapor dan terlapor. Juga sejumlah saksi. Menurut dia, seluruh keterangan tersebut akan dipelajari untuk menentukan apakah ada unsur pidananya. ''Kalau memenuhi unsur ya kita sidik,'' kata dia. (ds/yan)Radar Bojonegoro


Read more...

Jumat, 21 Mei 2010

Digerebek Pos Kamling Arena Judi

Soko Tuban
Gabungan Unit I dan Opsnal II Satreskrim Polres Tuban Rabu (19/5) sekitar 23.00 menggerebek sebuah pos kamling di Desa Klumpit, Kecamatan Soko yang dijadikan arena judi. Dalam penggerebekan tersebut, polisi hanya berhasil membekuk dua penjudinya. Mereka adalah Munadrip, 48, dan Tikno, 27, keduanya warga desa setempat. Sementara empat penjudi lain kabur. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan 1 set kartu remi dan uang taruhan Rp 169 ribu. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, menjelang dini hari itu, di pos kamling tersebut dihelat dua arena judi remi. Satu dihelat di dalam pos. Satu arena lain di luar pos dengan menggelar karung. Dikatakan Budi, dengan menurunkan sepuluh personel gabungan, satuannya berharap bisa membekuk seluruh penjudi yang menjadikan pos kamling sebagai ajang permainan mengadu untung tersebut. Selain memperbanyak personel yang diturunkan, strategi menggerebek arena judi tersebut juga dimaksimalkan. Diterangkan Budi, unit gabungan tersebut dibagi dalam tiga kelompok yang dipencar untuk mendekati pos kamling dari tiga arah mata angin. ''Sesaat sebelum mendekati sasaran, para penjudi kabur,'' tandas dia. Ditegaskan Budi, di tengah kegelapan malam tersebut, anggotanya terlibat kejar-kejaran dengan para penjudi yang semburat.(ds)Radar Bojonegoro

Read more...

Banjir di Tuban Mulai Surut

Soko Tuban
Banjir yang sempat menggenangi sejumlah desa di Tuban mulai surut. Saat ini air Bengawan Solo sudah menurun.

Meski surut namun hingga kemarin (19/5), tinggal dua desa yang masih terendam air banjir. Yakni, Desa Ngadirejo dan Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel. Meski masih ada air, namun sudah tak lagi masuk pemukiman warga. Air hanya merendam sebagian jalan poros desa. Itupun ketinggianya hanya sekitar mata kaki orang dewasa. ''Kondisinya saat ini sudah surut,'' kata Camat Rengel, Tadjudin Tebyo kepada Radar Bojonegoro kemarin sore.

Sementara itu sejumlah desa lainnya sudah tak terendam lagi. Antara lain Desa Patihan, (Kecamatan Widang) dan Desa Sandingrowo, Desa Mojoagung, Glagahsari (Kecamatan Soko). Tak hanya itu, Desa Kebomelati, Kecamatan Plumpang juga sudah tak tergenang lagi. (zak/nas)Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 19 Mei 2010

Lima Desa Masih Tergenang Banjir

Soko Tuban
Hingga kemarin (19/5) banjir masih menghantui lima desa di tiga kecamatan. Yakni, Desa Patihan, Kecamatan Widang; Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; serta Desa Sandingrowo, Mojoagung, dan Glagahsari, Kecamatan Soko.

Sebab, debit air Bengawaan Solo belum ada penurunan yang siginifikan.

Di Desa Patihan, misalnya, sepanjang jalan poros desa setempat masih terendam banjir dengan ketinggian 10-30 cm. Di Desa Ngadirejo, ketinggian air juga masih sama dengan hari sebelumnya. Yakni, sebagian jalan poros desa setempat tergenang air dengan ketinggian sekitar 50 cm. Hal sama juga terjadi di Desa Glagahsari.

Sedangkan di Desa Sandingrowo, banjir juga masih merendam desa setempat dengan

ketinggian 30 cm. Ada sekitar 10 rumah dan 25 hektare (ha) sawah yang terendam. Dan di Desa Mojoagung, ketinggian air sekitar 30 cm, dan menggenangi sekitar 40 ha sawah dan sekitar 500 meter jalan poros. "Yang jelas (banjir) relatif sudah turun, tetapi masih stabil seperti hari kemarin (Senin, 17/5)," ungkap Kasi Perlindungan Masyarakat Bakesbangpollinmas Tuban, Saefudin, saat dihubungi via ponselnya. Sejauh ini, lanjut dia, penanganan banjir masih ditangani pihak kecamatan.

Sementara itu, Desa Kebomelati, Kecamatan Plumpang juga mulai terendam banjir. Jalan poros desa sepanjang 500 meter (m) terendam dengan kentinggian 50-70 cm. Desa tersebut jaraknya dekat dengan Bengawan Solo. "Namun belum ada rumah yang terendam," tegas Saiful, warga setempat. (zak/fiq)

Read more...

Selasa, 18 Mei 2010

Banjir Meluas di Empat Kecamatan

Soko Tuban
Banjir dua hari akibat luapan Bengawan Solo, mulai Senin (17/5) hingga Selasa (18/5), meluas di empat kecamatan di Kabupaten Tuban. Daerah yang tergenang banjir kemungkinan akan lama surut mengingat berada di tanah cekungan dan belum ada tanggul di pinggir Bengawan Solo.
Kecamatan yang digenangi air, yaitu Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang. Kecamatan Rengel dan Soko tercatat paling parah terendam banjir karena beberapa desa posisinya tepat di bantaran Bengawan Solo. Kondisi itu diperparah dengan belum adanya tanggul, sehingga air mudah masuk rumah dan areal persawahan.
Sumber : SUJATMIKO(TEMPO Interaktif)

Read more...

Jumat, 14 Mei 2010

Curi Motor Karena Sakit Hati

Soko Tuban
Pencurian motor Honda Supra X S 6503 HH di teras rumah Marsidin, warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko pada Rabu (5/5) malam dilatarbelakangi masalah keluarga. Berdasar hasil penyelidikan, pelaku pencurian adalah Anik Handayani, 30, keponakan korban dan suaminya Basir, 30.

Kapolsek Soko AKP Nur Asyik mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus itu berkat kejelian polisi atas alibi pasangan suami-istri (pasutri) yang juga warga desa setempat itu. Berdasar hasil pemeriksaan, saat pencurian, keduanya mengaku tidak berada di desa setempat. Pengakuan yang sama juga disampaikan kepada korban.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, lanjut dia, anggotanya mendapat petunjuk kuat bahwa pasutri tersebut terlihat di teras rumah korban sesaat sebelum motor hilang. Dari petunjuk inilah, polisi kemudian memeriksa Basir dan Anik. "Setelah kita interogasi, mereka akhirnya mengaku," tegas Nur Asyik. Berdasar hasil pemeriksaan, motif pencurian tersebut karena kedua pelaku sakit hati dengan korban.

Saat kejadian sekitar pukul 22.00, Marsidin terlelap tidur di kamar. Pasutri ini dengan mudah menggondol motor karena kuncinya tergantung pada lubang kunci. Untuk menghilangkan jejak, motor curian ini dikendarai Basir menuju Plumpang. Sementara Anik yang mengendarai motornya sendiri membuntuti. Motor itu kemudian dititipkan di sebuah warung di Plumpang.

Setelah menitipkan motor hasil curian tersebut, pasutri ini balik ke desanya. Kepada Marsidin, kedua pelaku kemudian menskenario cerita bahwa seolah-olah mereka tidak berada di desanya saat pencurian motor berlangsung. (ds/fiq)Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 13 Mei 2010

Mengaku Bujang, Bapak Satu Anak Cabuli Siswi SMA

Soko Tuban
TUBAN - Mengaku masih bujangan, M. Yulianto, 25, warga Desa Cekalan, Kecamatan Soko berhasil memerdayai siswi salah satu SMA di Tuban. Bapak beranak satu itu mencabuli Bunga, 17, (bukan nama sebenarnya), di hutan Mangrove, Desa/Kecamatan Jenu Selasa (11/5) siang lalu.

Untuk memertanggungjawabkan perbuatan bejatnya, tersangka kemarin (12/5) ditahan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) yang dikomando Kanit Ipda Gufron. Sebagai barang bukti, petugas menyita motor S 5897 HO yang digunakan tersangka untuk melakukan tindakan biadab tersebut.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso ketika dikonfirmasi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30. Siang itu, tersangka janjian dengan korban yang dikenalnya sejak empat bulan lalu. Dengan mengendarai motor, tersangka mengajak korban menuju hutan Mangrove di Desa/Kecamatan Jenu. Sesampai di lokasi yang berada di tepi pantai Tuban itu, tersangka mendudukkan korban di atas jok bagian depan. Dia lalu melancarkan rayuan untuk membujuk korban. Salah satunya, mengaku masih bujangan.

''Sebenarnya korban sudah berusaha menolaknya, namun tersangka membujuk akan mengawininya,'' tutur Budi.

Namun, pencabulan yang dilakukan tersangka diketahui warga sekitar lokasi. ''Kemudian (tersangka dan korban) dibawa ke balai desa dan dilaporkan ke petugas. Orang tua yang tidak terima langsung melaporkan pencabulan ini,'' jelas Budi.

Menurut dia, untuk memertanggungjawabkan perbuatannya itu, tersangka langsung ditahan. (zak/yan)Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 06 Mei 2010

Kambing Berlafadz Allah

Soko Tuban
Seekor kambing jawa milik Subarjo, warga Dusun/Desa Mojomalang berbeda dengan kambing lainnya. Pasalnya, dikambing berwarna hitam bertanduk ini muncul lafadz mirip Allah. Lafadz berwaran puth itu berada diperut bagain kanan kambing.

Subarjo ketika ditemu dirumahnya mengatakan, lafadz itu muncul sejak lima tahun yang lalu. Yakni, saat kambing betina ini lahir. ''Saat itu sudah muncul, tapi belum begitu kelihatan,'' kata dia kemarin (5/5). Namun, lama kelamaan, bulu berwarna putih itu bernetuk lafadz Allah. ''Ya nggak tahu kok bisa seperti ini,'' terangnya.

Dikatakan dia, kambing betina yang muncul lafadz Allah ini sejak lima tahun lalu memiliki 13 kambing. ''Ya sering meteng, sekarang aja masih meteng,'' jelasnya. Dia menjelaskan, sebelumnya tidak ada firasat apapun. Namun, hanya mimpi sholat di Masjid. Selanjutnya, Subarjo tidak akan menjual kambing aneh ini, meski ada yang menawar dengan harga mahal. (zak) Radar Bojonegoro

Read more...

Senin, 05 April 2010

Tabrak Pelajar Hingga Tewas, Bus Mutiara Dirusak Massa

Soko Tuban
Bus Mutiara Indah dirusak kemudian diterbalikan oleh warga di tepi jalan Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (5/4), setelah menabrak siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Soko hingga tewas.

Peristiwa juga mengakibatkan korban lainnya luka parah. Sementara itu, sopir bus melarikan diri dan kini berada di kantor Kepolisian Resor (Polres) Tuban.

Hingga saat ini, ratusan warga setempat masih memadati lokasi, sehingga membuat arus lalulintas di jalur provinsi itu tersebdat. Sebab, pihak aparat masih berusaha mengevakuasi bus dari pinggir jalan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, mulanya sekitar pukul 12.00 WIB bus
Mutiara Indah bernomor polisi S 7179 UE yang dikemudikan Sukar, 55, melaju dengan kencang dari arah selatan menuju ke Tuban. Saat itu, bus sedang berkejar-kejaran dengan bus Cendana yang tidak diketahui nomor polisinya.

Namun, saat melintas di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul sepeda motor S 5757 GD yang dikemudikan Imam Salafudin, 13, warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, berboncengan
dengan Dewi Putri Nindiya, 13, warga Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel.

Karena tidak menguasai laju kendaraan, bus Mutiara Indah yang dikemudikan warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, itu akhirnya menabrak sepeda motor kedua remaja tersebut. Akibat kejadian tersebut, Imam meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. Sedangkan Dwi mengalami luka. Korban langsung dibawa ke puskesmas Kecamatan Soko. Sumber :  mediaindonesia.

(Dari sumber lain)
Ugal-ugalan, Tabrak Pelajar, Satu Tewas Bus diamuk Warga
 Kecelakaan hebat yang menewaskan pelajar berbuntut aksi kekerasan warga. Sebab warga Dusun Warang Desa Sumurcinde Kecamatan Soko, Tuban marah dengan merusak bus Mutiara Indah Murni nopol S 7179 UE, kemarin sekitar pukul 12.00 wib. Kecelakaan ini terjadi tepat di depan makam Islam Desa Sumurcinde.

Kemarahan warga dipicu atas kecelakaan antara bus Mutiara Indah dengan Supra X 125 nopol S 5757 GD yang dikendarai oleh Imam Salafuddin, 17, pelajar kelas tiga SMAN 1 Soko, Tuban. Sebab pelajar asal Desa Mojoagung Kecamatan Soko, tewas di lokasi kejadian setelah tertabrak bus dari arah selatan tersebut.

Imam Salafuddin tewas setelah terlindas bus. Saat ditemukan, korban masih memakai seragam sekolah tersebut mengalami luka di bagian kepala. Sebab saat ditemukan korban berada di bawah bus bagian belakang. Akibatnya, motor merah kombinasi hitam ini ringsek.

Namun Dwi Putri Nindia, teman korban yang dibonceng selamat dari maut. Sebab melompat saat bus jurusan Bojonegoro-Tuban tersebut hendak menabrak korban yang mengendarai Supra X 125 nopol S 5757 GD.

Mengetahui korban tewas mengenaskan, selanjutnya warga mengevakuasinya. Dan dibawa menggunakan mobil patroli menuju ke UGD Puskesmas Soko. Melihat korban tewas, memicu warga setempat jengkel. Akibatnya ratusan warga mendatangi ke lokasi dan mengamuk bus Mutiara Indah Murni tersebut.

Pantauan di lapangan, warga merusak bus menggunakan pentungan kayu. Serta bebatuan yang dilemparkan ke arah bus tersebut. akibatnya, semua kaca pecah, dan tubuh bus ringsek. Kemarahan semakin menjadi, dengan menggulingkan bus tersebut secara bersama-sama.

Bahkan kedatangan puluhan aparat kepolisian, tidak membuat warga gentar. Dihadapan aparat kepolisian warga terus merusak bus tersebut. Melihat warga semakin brutal, aparat kepolisian pun menenangkan warga setempat. Bahkan dengan terpaksa mengusir warga mendekat bus.

Hingga pukul 13.30 wib, di lokasi kejadian masih dipadati warga setempat. Sementara sopir bus Sukar, 55, warga Desa Tegalagung Kecamatan Semanding, Tuban diamankan petugas. Selanjutnya dibawa oleh aparat kepolisian menuju Mapolres Tuban.

Siswo warga setempat mengungkapkan kejadian ini berawal saat bus Mutiara Indah Murni ugal-ugalan dari arah selatan. Sebab bus nopol S 7179 UE ini saling balapan dengan bus Cendana. Kedua bus tersebut merupakan jurusan kota toak. Bus Mutiara Indah Murni yang dikemudikan Supar hendak menyalip.

Akibatnya dengan memakan jalan, dan melebihi pembatas Sukar terus menggenjot laju. Namun dari arah berlawanan terdapat korban yang mengendarai Supra X 125 bersama dengan Dwi Putri Nindia. Karena jarak sudah dekat, akibatnya tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Sementara rekan korban berhasil melompat sebelum kejadian tersebut.

''Saling balapan antara dua bus tersebut," katanya kepada sejumlah wartawan saat dilokasi kejadian.

Informasi di lapangan, warga marah sebab acapkali bus jurusan Tuban tersebut kerap balapan. Termasuk seakan-akan bus berkuasan saat berada di jalan selebar sekitar enam meter ini. Kebanyakan warga menganggap kejadian ini menjadi peringatan agar bus tidak balapan saat dijalan.

Kapolsek Soko AKP Noor Asyik mengungkapkan tersangka saat ini diamankan di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan. Namun pihaknya tidak mengetahui keberadaan kernet maupun jumlah penumpang. Sebab saat aparat mendatangi ke lokasi, warga sudah banyak. ''Sopir bus dijadikan sebagai tersangka," katanya kepada Radar Bojonegoro, kemarin.

Informasi dari rekan SMAN 1 Soko, korban saat itu sudah pulang dari sekolah. Sebab korban kelas tiga SMA ini sebelumnya mengikuti ujian praktek di sekolah. (rij) Radar Bojonegoro

Read more...

Selasa, 16 Maret 2010

JOB PPEJ Wajib Bertanggungjawab

Soko Tuban 
TUBAN-Usulan relokasi SDN Rahayu, Kecamatan Soko karena terkena dampak flare pit pengeboran minyak Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) memantik perhatian serius anggota DPRD Tuban. Komisi C yang membidangi masalah ini mengagendakan inpeksi mendadak (sidak) di Mudi.

''Kita nggak akan hearing, namun kita akan kesana menanyakan kesanggupan JOB P-PEJ terjadap usulan relokasi itu,'' kata wakil ketua komisi C DPRD, Muhammad Musa ketika dikonfirmasi kemarin (15/3). Sebab, munculnya usulan ini karena dampak dari produksi itu. ''Petrochina wajib bertanggung jawab,'' tegas politisi asal Partai Golkar ini.

Ketua KTNA Tuban ini menambahkan, permasalahan ini harus segera terselesaikan, sehingga tidak muncul gejolak yang ada.

Diberitakan, warga Desa Rahayu menuntut agar SDN setempat direlokasi. Sebab, aktivitas belajar mengajar terganggu dengan flare pit milik JOB P-PEJ yang jaraknya tidak jauh dari pusat flare pit. (zak) Radar Bojonegoro

Read more...

Jumat, 12 Maret 2010

Motor Vs Motor, 1 Tewas di Jalan

Soko Tuban
Bojonegoro - Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan terjadi di jalan Munginsidi, Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang motor tewas seketika dan penumpang motor lainnya luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Informasi yang diperoleh beritajatim.com di lapangan, Jumat (12/3/2010) menyebutkan, dua motor dari arah berlawanan bertabrakan karena jarak yang cukup dekat.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, kecelakaan berawal saat Lamidi (68) warga Desa Pandan Agung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, yang mengendarai motor Honda Grand nopol S 4047 H melaju dari arah utara dengan kecepatan sedang.

Sesampai di lokasi kejadian, korban bermaksud mendahului sepeda pancal. Tapi nahas, dia mengambil haluan terlalu ke kanan dan melampaui marka jalan.

Secara bersamaan dari arah berlawanan muncul motor Smash nopol S 4714 CF yang dikendarai Renita, warga Pacul.

Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Hingga kedua pengendara motor jatuh tersungkur ke aspal jalan. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menolong keduanya dan melarikan ke rumah sakit.

Kanit Laka Satlantas Polres Bojonegoro, Iptu Ismawati menjelaskan, korban meninggal setelah mengalami luka yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya.

Lamidi sempat akan dilarikan ke RS Muna Anggita Jl Ahmad Yani, tetapi ia telah meninggal dunia karena luka yang cukup parah. "Sementara itu Renita masih hidup dan dirawat di RSUD Sososodoro Djatikoesoemo," tegas Ismawati.[dul/ted](beritajatim.com)Reporter : Abdul Qohar

Read more...

Kamis, 11 Maret 2010

Warga Rahayu Keluhkan Dampak Pengeboran

Soko Tuban
Pengeboran minyak Mudi, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) tidak hanya 'mengganggu' aktivitas sekolah di desa setempat. Namun, produksi pertanian di sekitar lokasi pengeboran juga tak bisa maksimal.

Kepala Desa Rahayu Imam Lughuzali ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Apalagi ketika ada enam titik flare yang dioperasionalkan oleh JOB-PPEJ. Menurut dia, sekarang ada sekitar 5 hektare (ha) sawah yang terkena dampak. Antara lain, tidak bisa lagi bercocok tanam palawija. Padahal, sebelum pengeboran ini beroperasi, warga masih bisa menanam palawija. ''Masalah ini yang sampai saat ini belum ada solusinya,'' kata dia.

Sehingga, lahan pertanian di sekitar pengeboran minyak itu sekarang hanya ditanami padi. Meski demikian, tanaman padi itu masih ada dampaknya. Yakni, umur tanam semakin lama dan hasil produksi menurun. Menurut Imam, jika normal umur tanaman padi sekitar 99 hari. Namun, padi yang berada di dekat lokasi pengeboran rata-rata baru panen setelah berumur 125 hari. ''Untuk produksinya kini hanya 3 ton per hektare. Padahal, sebelumnya sampai 5 hektare. Setiap tahun kini juga hanya bisa panen sekali, padahal biasanya bisa (panen) tiga kali,'' tuturnya.

Dia mengakui, pihak JOB-PPEJ sudah memberikan bantuan terkait kerugian tersebut. ''Namun, kata banyak petani, bantuan itu kurang sesuai dengan apa yang dihasilkan ketika panen normal,'' terangnya.

Humas JOB-PPEJ Catur Susilo ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tetap memerhatikan masalah lahan pertanian warga tersebut. ''Dan itu melalui mekanisme dan perlu kajian-kajian terus. Yang jelas kami cari jalan keluarnya,'' tegas dia.

Dia mengatakan, selama ini pihaknya telah memberikan perhatian bagi warga sekitar. Baik itu berupa bantuan sembako maupun kompensasi lainya. Bantuan sembako yang diberikan senilai Rp 300-500 ribu per KK terhitung mulai Oktober 2009. Sementara untuk biaya kompensasi, lanjut dia, terhitung Oktober lalu juga telah diberikan senilai Rp 162 juta per bulan atau kisaran Rp 400-500 ribu setiap KK. ''Untuk siswa sekolah juga sudah kami perhatikan,'' tambahnya. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Curi High Heels, Waria Diamankan

Soko Tuban 
BOJONEGORO - Dimas alias Cindy, 28, seorang waria asal Kecamatan Suko, Tuban pada Selasa (9/3) lalu sekitar pukul 21.00 nyaris menjadi bulan-bulanan warga di Jalan Pemuda Bojonegoro. Gara-garanya, dia tepergok mencuri sepasang high heels (sepatu hak tinggi) di sebuah toko di jalan setempat.

Menurut keterangan Kapolsek Kapas AKP Tabitha Reisley, agar tidak terjadi amuk massa, pelaku langsung diamankan di mapolsek setempat. Dia menjelaskan, waria yang kos di Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro itu bermaksud membeli kaus. Penjaga toko yang bernama Candra, lalu mengawasi gerak-gerik pelaku. Sebab, Cindy dicurigai sering mencuri.

Ketika pelaku hendak keluar, dia dicegat. Cindy dicurigai membawa sepatu yang diletakkan di balik kaus yang baru dibelinya. ''Rupanya ada salah satu orang yang mengenali pelaku, sehingga karena sudah terlalu sering melakukan pencurian, pelaku diamankan,'' tutur perempuan asal Ambon itu kepada wartawan koran ini kemarin (10/3).

Dia menambahkan, pelaku pernah bekerja di sebuah salon di Kecamatan Kota Bojonegoro. Karena diduga sering mencuri, dia akhirnya dikeluarkan dari salon tempatnya bekerja itu. (tis)
 

Read more...

Lagi, Demo Tolak Dihapusnya SKTM

Soko Tuban
TUBAN - Rencana penghapusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) kembali memantik protes. Kemarin (10/3), sekitar 50 orang yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) berdemo di gedung DPRD Tuban, Jalan Letda Soetjipto.

Selama long march dari jembatan Sambong, Jalan Basuki Rahmat dan menduduki gedung dewan sekitar 2,5 jam, aktivis SRMI juga menggandeng 15 punker. Mereka menunjukkan identitas diri dengan potongan rambut mohawk, bersepatu boot, membawa rantai, serta bercelana jeans ketat dan kumal. Ini adalah demo kedua massa yang menolak penghapusan dan penggantian SKTM menjadi program jaminan kesehatan daerah (jamkesda). Sebelumnya, aksi yang sama dihelat Senin (8/2) lalu.

''Sebelum pemerintah menyelesaikan dulu pendataan warga miskin, kami menolak penghapusan SKTM,'' kata Ketua SRMI Tuban Hendra Wijaya.

Menurut dia, masih banyak masyarakat miskin yang tidak masuk data. Jika memang nantinya jamkesda diberlakukan, maka perlu sosialisasi secara meluas sampai langsung kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Hendra juga menuntut pemerintah menggratiskan semua obat yang dibutuhkan pasien miskin. Sesaat setelah berorasi di halaman gedung dewan, perwakilan pengunjuk rasa diterima anggota dewan. Setelah berdialog, wakil rakyat tersebut menemui pengunjuk rasa. Suwarto, anggota Fraksi Partai Golkar Bersatu (FPGB) di hadapan pendemo berjanji akan mempertemukan perwakilan massa dengan instansi terkait. ''Ini segera kita agendakan,'' kata dia. (ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 10 Maret 2010

Kesal, Warga Tutup Pintu Pengeboran

Soko Tuban
Warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, kembali mendatangi Sumur Mudi di central processing area (CPA) milik Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ), kemarin (9/3). Mereka protes dengan cara mendirikan

terob di depan pintu masuk CPA. Akibatnya, aktivitas pengeboran lumpuh.

Kekesalan warga dipicu sikap JOB P-PEJ yang belum merespons sejumlah tuntutan yang mereka ajukan. Di antara tuntutan warga itu adalah 85 persen dari rekrutmen tenaga kerja dari desa setempat, relokasi SDN Rahayu I dan II yang ada di sekitar CPA, mendirikan pos kesehatan, serta minta JOB P-PEJ menyewa atau membeli tanah yang berada di radius 500 meter dari CPA. Pendirian terob dilakukan di tiga titik. Yakni, depan pintu masuk Pad A, Pad B, dan pintu darurat yang berada di Pad B.

Mujiono, Kaur pembangunan dan pemberdayaan desa setempat, mengakui, unjuk rasa ini dilakukan karena warga kesal. Sebab, JOB P-PEJ belum juga memberikan kompensasi sebagaimana tuntutan warga. Aksi penutupan pintu masuk ini dilakukan agar aktivitas di CPA terhenti. "Aksi ini akan dilakukan dalam waktu sepekan. Lamanya waktu ini agar JOB P-PEJ dapat menemuinya dan memenuhi tuntutan yang diajukan warga," ujarnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga, baik pria maupun wanita, berada di bawah terob secara bergerombol. Mereka membawa dan membentangkan spanduk bertuliskan protes. Warga juga membawa alat pengeras suara.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Tuban. Kapolsek Soko, AKP Nur Asyik menyatakan, aksi ini dipantau karena dilakukan di lokasi pengeboran minyak milik negara. Pihaknya menurunkan sekitar 250 anggota dalam aksi ini. Jumlah itu termasuk bantuan dari 20 polsek jajaran Polres Tuban.

Nur Asyik menjelaskan, sesuai dengan pemberitahuan dari warga yang disampaikan kepada kepolisian, unjuk rasa dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Dia meminta bila warga berkeingian demo lagi, diharapkan secepatnya mengajukan pemberitahuan.

"Sebab, pemberitahuan kemarin hanya sehari," ujarnya. Hingga berita ini diturunkan,

sejumlah pejabat JOB P-PEJ belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi, nomor ponselnya tidak aktif. (rij) Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 07 Maret 2010

Dibongkar, Jaringan Pembobol Leasing

Soko Tuban   
Diotaki Karyawan Lembaga Pembiayaan Kredit Motor

TUBAN - Jaringan pelaku penggelapan motor yang diotaki salah satu mantan karyawan leasing atau lembaga pembiayaan kredit motor di Bojonegoro sepekan terakhir dibongkar Unit I Satreskrim Polres Tuban. Modus operandi kejahatan ini terungkap setelah membobol tiga motor di Busan Auto Finance (BAF) Tuban, Jalan Basuki Rahmat.

Dari tiga pelaku, seorang di antaranya berhasil diamankan kemarin (6/3). Dia adalah Sabari, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko. Sementara dua pelaku lain, salah satunya berinisial Ad, salah satu karyawan leasing yang menjadi otak jaringan ini masih buron. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan empat bendel dokumen kredit. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso dalam ekspos pengungkapan kasus tersebut mengatakan, Ad berperan menjadi aktor intelektual jaringan ini. Dia yang tahu persis proses dan mekanisme pengajuan kredit motor di leasing menugaskan Sabari untuk mencari pinjaman kartu tanda penduduk (TKP). Selain miliknya sendiri, dia pinjam KTP Marizal, tetangganya dan Amin Njarwati Desa Prambon, Kecamatan Soko. Kepada setiap pemilik KTP yang dipinjam, Ad melalui Sabari memberi uang jasa peminjaman KTP sebesar Rp 1 juta. Diterangkan Budi, KTP inilah yang dipakai syarat administrasi untuk kredit tiga motor di BAF Tuban pada 13 Juni 2009. Untuk uang mukanya dipilih paling murah. Yupiter New yang akad kreditnya diatasnamakan Sabari, misalnya, uang mukanya hanya 2,3 juta. ''Begitu keluar, motor-motor yang dibeli dengan kredit tersebut langsung dijual,'' tegas mantan Kaur Binops Reskrim Polres Tuban ini. Harga jual per unitnya bervariasi sekitar Rp 4,5-6 juta. Tentu saja, setelah dijual, angsuran motor tersebut tak pernah dibayar. Ditegaskan Budi, berdasar hasil pemeriksaan pemilik KTP yang dipinjam, mereka mengaku tidak tahu kalau kartu identitasnya dipinjam untuk kredit motor. Ditambahkan perwira berpangkat balok dua di pundak ini, Ad dan satu pelaku lain dari jaringan ini kabur setelah aksinya terendus. ''Sekarang ini, anggota masih memburunya,'' tegas Budi.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 25 Februari 2010

Warga Kembali Tagih Janji JOB P-PEJ

Soko Tuban
Ratusan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko kemarin (24/2) kembali menggelar aksi di central processing area (CPA) yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) di desa setempat. Warga kembali meminta pengelola Blok Tuban itu memberikan dan kompensasi dan memekerjakan tenaga lokal.

''Jika tidak, maka lebih baik jangan beroperasi di desa sini,'' kecam salah satu warga yang mengikuti aksi tersebut.

Massa berangkat berjalan kaki dan mengendarai dari kantor balai desa sambil membentangkan poster sekitar pukul 09.30. Kades Imam Lughuzali dan perangkat desa ikut dalam aksi tersebut. Aksi dengan pengawalan aparat kepolisian itu juga diikuti sebagian besar siswa SDN Rahayu. Dengan mengenakan baju seragamnya, mereka ikut berteriak menuntut hak sambil membawa gambar Bupati Haeny Relawati RW. ''Kami menuntut keadilan,'' ujar salah satu siswa.

Karena jaraknya tak terlalu jauh dari CPA, siswa SDN Rahayu tak nyaman dalam belajar. Mereka bising dengan suara mesin yang ada. Ketika berada di depan CPA, 12 perwakilan warga didampingi Kades, Sekdes dan perangkat desa setempat ditemui Security and Govrel JOB-PPEJ Yoga S Utama. Pertemuan tersebut berlangsung alot karena perwakilan warga ngotot minta dikabulkan tuntutannya. ''Salah satu tuntutan kami adalah minta kuota tenaga kerja bagi warga sekitar dan juga kompensasi,'' kata Sekdes Dasim.

Yoga S Utomo kepada wartawan mengatakan, pihaknya segera mencairkan dana kompensasi kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian. Nilainya sekitar Rp 162 juta per bulan kepada 445 kepala keluarga (KK) di Desa Rahayu dan sekitarnya. ''Untuk masalah tenaga kerja nanti ke depan akan kami perhatikan. Sebab saat ini belum ada lowongan tenaga kerja,'' tuturnya.

Lantas bagaimana dengan sekolah yang terkena dampaknya? Yoga menyatakan, juga bakal diperhatikan. Namun, sampai saat ini belum ada rencana relokasi. ''Itu dinas pendidikan setempat yang mengambil langkahnya,'' alasannya. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 21 Februari 2010

Truk Pengangkut 50 Perempuan Terguling

Soko Tuban
Truk bernomor polisi S 8634 C yang dikemudikan Narto (45) Minggu (21/2/2010) sore terguling di jalan poros Desa Klumpit Kecamatan Soko Tuban. Saat itu truk itu mengangkut 50 perempuan anggota Fatayat Nahdlatul Ulama, Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.
Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalulintas Kepolisian resor Tuban, Inspektur Satu Faqih menyatakan beruntung tidak ada korban jiwa hanya sebagian penumpang mengalami luka bocor di kepala dan lecet di kaki, punggung dan tangan. Mereka dibawa ke rumah sakit di Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat membawa pulang jemaah fatayat dari pengajian akbar, truk terguling di jalur sempit yang kiri kanan jalan terdapat jurang. Di jalur itu tidak cukup untuk memutar bodi truk. Sebelum truk terguling, sopir bermaksud memajukan truk ke luar dari lokasi pa rkir.
Namun, moncong depan truk menabrak bongkahan batu di pinggir jurang, lalu truk miring. Penumpang truk yang berada di belakang berjatuhan di jurang. Penumpang saling berbenturan dan terbentur batu sehingga luka-luka. Kejadian itu menyebabkan rombongan truk lain terjebak macet, sampai truk yang terguling berhasil dievakuasi.  KOMPAS.com

Read more...

Rabu, 10 Februari 2010

Demo Tolak Penghapusan SKTM

Soko Tuban 
TUBAN - Rencana penghapusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai layanan gratis bagi masyarakat miskin yang diganti dengan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) menuai protes.

Kemarin (8/2) sekitar 30 elemen masyarakat yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi didepan RSUD dr R Koesma dan DPRD Tuban. Satu-satunya tuntutan mereka adalah menolak penghapusan SKTM. ''Ini perlu dikaji ulang,'' kata ketua SRMI Tuban, Hendra Wijaya.

Dikatakan dia, seharusnya pemerintah menyelesaikan dulu pendataan warga miskin non kuota Jamkesda tanpa ada yang tertinggal sebagai peserta Jamkesda. ''Sebab, masih banyak masyakarat miskin yang tidak masuk data,'' tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, jika memang nantinya Jamkesda diberlakukan, maka perlu sosialisasi secara meluas kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. ''Pemerintah harus menggratiskan semua obat yang dibutuhkan pasien miskin,'' pintanya.

Dengan membentangkan sejumlah poster dan meneriakkan yel-yel, SRMI memulai aksi dari depan RSUD dr R Koesma di Jalan Wahidin Sudiro Husodo. Setelah itu, mereka melanjutkan longmarch menuju DPRD Tuban melalui Jalan Pramuka dan Jalan Sunan Kalijaga.

Sesampai di gedung dewan, mereka terus meneriakkan yel-yel mendukung masyarakat miskin agar mendapat perhatian. Sepuluh perwakilan pengunjuk rasa akhirnya ditemui ketua DPRD Kristiawan diruang gabungan. Kristiawan berjanji untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan mengajak hearing instansi terkait. ''Namun menungu alat kelengkapan dewan terbentuk,'' kata pimpinan dewan dari Partai Golkar itu. (zak) Radar Bojonegoro

Read more...

Tak Masuk Jamkesda, Gratis Berobat di Puskesmas

Soko Tuban 
TUBAN- Meski belum masuk data jaminan kesehatan masyarakat daerah (Jamkesda) tapi warga masih diberi kesempatan berobat gratis. Yakni, menggunakana surat keterangan tidak mampu (SKTM). ''Dapat menggunakan SKTM dari kades mengetahui camat setempat,'' kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Tri Hadi Sanyoto kemarin (9/2).

Menurut dia, penggunaan SKTM sesuai dengan Perda Nomor 5/2009 pasal 8 tentang retribusi pelayanan kesehatan.

Saat ini, sesuai dengan data BPS 2005, dikabupaten Tuban jumlah Jamkesmas sebanyak 102.020 atau 344.919 jiwa. Mereka yang tergolong dalam jamkesmas adalah rumah tangga sangat miskin, rumah tangga miskin, dan rumah tangga hampir miskin. ''Ini program yang dibiayai oleh APBN ini. Dinas kesehatan bersama RSUD hanya sebagai PPK (pemberi pelayanan kesehatan). Jadi, siapapun yang masuk data, ya kita layani,'' terangnya.

Sementara itu, sesuai dengan data PPLS 2008, di dikabupaten Tuban, jumlah Jamkesmasda sebanyak 9.091 rumah tangga miskin (RTM) atau 36.364 jiwa. Tri Hadi Sanyoto menambahkan, untuk kartu Jamkesmasda, saat ini masih dalam proses pembuatan. Diperkirakan April sudah didistribusikan kepada masyarakat. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 03 Februari 2010

Jenazah TKI Tewas di Arab Saudi Tiba

Soko Tuban
 - Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah Abdul Hamid, 50, asal Dusun Soko, Desa Sokosari, Kecamatan Soko kemarin (2/2) sekitar pukul 10.00. Dia adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia di Arab Saudi karena sakit jantung.

Kades Sokosari, Sutikno, ketika dikonfirmasi via ponsel menyatakan, jenazah korban diberangkatkan dari Arab Saudi menggunakan pesawat. Setelah tiba di Jakarta, jenazah lalu dibawa menuju rumah duka melalui jalan darat.

Sutikno menambahkan, korban meninggal pada 13 Januari lalu di Riyadh, Arab Saudi. Setelah mendapat informasi dari KBRI Riyadh, pihak keluarga lalu mengurus administrasi untuk kepulangan jenazah.

Sutikno menjelaskan, korban bekerja di Arab Saudi sekitar 7 tahun sebagai sopir. ''Setiap dua tahun sekali pulang ke kampung,'' kata dia. (zak)  Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 27 Januari 2010

Belum Semua Terima Bantuan

Soko Tuban
Radar Bojonegoro - Warga di Kecamatan Soko yang menjadi korban puting beliung pada Sabtu (23/1) lalu harus bersabar. Sebab, sampai kini Pemkab Tuban belum memberikan bantuan untuk perbaikan rumah yang rusak.

''Sekarang baru dilakukan pendataan berapa jumlah rumah yang rusak. Setelah dilakukan pendataan, akan segera mengajukan usulan ke Sekkab,'' ujar Kasi Linmas Kesbangpolinmas Tuban Saefiudin kepada Radar Bojonegoro kemarin.

Bencana puting beliung Sabtu (23/1) lalu menerjang empat desa di Kecamatan Soko. Yakni, Desa Pandanwangi, Rahayu, Sokosari, dan Bangunrejo. Akibatnya belasan atap rumah rusak dan pohon tumbang.

Sementara itu, korban puting beliung yang terjadi pada 5 Januari di Kecamatan Soko, Widang, dan Kenduruan, hari ini (26/1) bakal mendapatkan bantuan dari Pemkab Tuban. Asep, sapaan akrab Saefiudin menuturkan, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 16 juta. Rinciannya, untuk Kecamatan Soko Rp 9 Juta, Kenduruan Rp 4 juta, dan Widang Rp 3 juta.

Dari jumlah itu, kata dia, masing-masing korban tidak menerima dalam jumlah yang sama. Namun ada klasifikasinya. Menurut Asep, untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan menerima bantuan Rp 250 ribu. Sedangkan kerusakan sedang Rp 500-700 ribu dan kerusakan berat menerima Rp 1 juta. Sementara untuk korban putting beliung di Kecamatan Semanding tidak mendapat bantuan. ''Karena kerusakannya ringan dan sudah teratasi,'' kata dia. (zak)

Read more...

Selasa, 12 Januari 2010

DPC Barnas Tuban Melawan! Minta DPP Tinjau Ulang SK Penganuliran Pemecatan Sidik Wiyanto

Soko Tuban
TUBAN - DPC Partai Barnas Tuban akhirnya mengambil sikap atas SK DPP terkait penganuliran pemecatan Sidik Wiyanto dari kepengurusan partai. Diam-diam, pada Senin (4/1) lalu, pengurus harian DPC Partai Barnas telah melakukan koordinasi. ''Hasilnya, kami telah mengajukan surat ke DPP agar SK tersebut dilakukan peninjauan ulang,'' tegas ketua DPC Partai Barnas Tuban, Endrik kemarin (11/1) siang.

Pengajuan peninjauan ulang itu disampaikan ke DPP pada Rabu (6/1) lalu, dimaksudkan agar pengambilan kebijakan dari DPC Barnas nantinya tidak salah. Sebab, sebelum turunnya SK itu, DPC belum ada koordinasi dari DPP. Sampai kemarin, Endrik mengaku belum mendapat jawaban dari DPP Partai Barnas. ''Ini masih kami tunggu,'' ujar anggota DPRD Tuban itu.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan DPD Partai Barnas Jatim terkait keanggotaan Sidik Wiyanto. ''Hasil klarifikasi itu, kalaupun Pak Sidik (Sidik Wiyanto, Red) ingin kembali ke partai, tidak masalah. Namun tidak menjadi pengurus harian,'' tuturnya. Kenapa demikian? ''Karena yang bersangkutan telah mencemarkan nama baik partai,'' tegas politisi asal Soko itu.

Diberitakan sebelumnya, DPP Partai Barnas mengeluarkan surat keputusan bernomor 010/SKI/DPP-P.BARNAS/XII/2009. Surat yang ditembuskan kepada DPD Partai Barnas Jatim dan DPC Partai Barnas Tuban itu berisi penganuliran SK pemecatan Sidik Wiyanto dari partainya. Sebelumnya, Sidik dipecat oleh DPP. Akibatnya, caleg yang mengantongi 1.789 suara itu gagal menjadi anggota DPRD Tuban. Dia diganti Endrik, ketua partainya yang memperoleh suara terbanyak kedua yakni 1.337 suara. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Sabtu, 09 Januari 2010

Pemkab Belum Berikan Bantuan

Soko Tuban 
TUBAN - Korban angin puting beliung di sejumlah wilayah di Tuban masih harus bersabar. Sebab, pemkab setempat sampai sekarang belum memberikan bantuan untuk mereka.

''Sudah kami ajukan ke Sekkab. Dan kami masih menunggu anggarannya,'' kata Kasi Linmas Kesbangpolinmas Tuban Saefiudin ketika dikonfirmasi Radar Bojonegoro, kemarin.

Namun, dia enggan menyebutkan jumlah anggaran yang diajukan untuk bantuan kepada warga yang menjadi korban puting beliung tersebut. ''Untuk nominalnya nanti kalau sudah turun saja,'' terang mantan ajudan Wabup Tuban itu.

Asep, sapaan akrabnya mengatakan, puting beliung pada Selasa (5/1) sore lalu tidak hanya menerjang wilayah Kecamatan Soko dan Kenduruan. Namun, angin kencang disertai hujan itu juga menerjang Kecamatan Widang dan Semanding. Di Kecamatan Soko tercatat ada 40 rumah yang rusak akibat diterjang puting beliung. Rinciannya, satu rumah roboh dan 39 rumah gentengnya rusak. Sedangkan di Kecamatan Kenduruan ada enam rumah rusak. Sementara di Kecamatan Semanding ada 51 rumah yang mengalami kerusakan.

Asep menjelaskan, rumah warga yang gentengnya rusak sudah mulai diperbaiki. Mereka rata-rata menggunakan sisa genteng untuk menambal genteng yang pecah. (zak) Radar Bojonegoro

Read more...

Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Soko Tuban

Tuban - Sekitar 40 rumah, lima di antaranya ambruk diterjang angin puting beliung di sejumlah desa di Kecamatan Soko dan Kenduruhan, Tuban, Selasa (5/1) malam. Pemerintah Tuban membantah jika tidak memberikan bantuan.
Desa-desa tersebut, yaitu Mentoro dan Mojoagung, Prambon, Tluwih, dan Bangunrejo, Kecamatan Soko. Kemudian di Dusun Krajan Desa Tawaran, Kecamatan Kenduruhan. Tim dari Pemerintah Tuban masih mendata jumlah rumah rusak, berikut fasilitas umum.
Angin puting beliung juga membuat dua orang yaitu Supiah,36 tahun dan Zainal,13 tahun, keduanya warga Desa Tawaran, terluka, akibat terimpa reruntuhan. Kondisi yang hampir sama juga dialami warga Desa Mentoro. Bahkan tiga rumah ambruk akibat angin yang menyasar perkampungan sekitar pukul 18.30 itu.
Data di lapangan menyebutkan, bermula saat hujan sekitar pukul 17.30 waktu setempat.
Di sela-sela hujan tiba-tiba diiringi angin yang berputar-putar di perumahan warga. Kerasnya angin membuat sejumlah bangunan roboh. Sebagian besar rumah roboh terutama yang semi permanen. Angin juga merobohkan pagar setinggi tiga meter milik H Ali, warga Mentoro. Pohon-pohon juga roboh akibat kerasnya angin.
Buruknya cuaca pada Selasa malam itu, membuat pihak Perusahaan Listrik Negara Tuban, memadamkan saluran listrik. Sebab, sejumlah kabel jaringan rusak tertimpa pohon roboh. “Angin kerasnya sekali,” tegas Dahlan, warga Mentoro.
Sementara itu juru bicara Pemerintah Kabupaten Tuban, Gatot S, membantah Pemerintah tidak ada perhatian terhadap warga yang terkena bencana angin puting beliung. Pemerintah Tuban masih menunggu laporan dari Kecamatan Soko dan Kenduruhan. Sebab, data jumlah rumah yang rusak masih dalam tahap pendataan. Jika, data sudah diterima, akan ditindaklanjuti dengan bantuan. “Salah jika Pemerintah Tuban tidak memberikan santunan,” tegas Gatot. Dia tidak merincikan berapa bantuan yang akan diterima warga.
SUJATMIKO TEMPO Interaktif

Read more...

Rabu, 06 Januari 2010

Guru Dominasi Kasus Perselingkuhan

Soko Tuban
TUBAN - Pelanggaran disiplin yang dilakukan aparat pemerintah di Tuban paling banyak karena skandal perselingkuhan. Dari sekitar 40 kasus pelanggaran disiplin yang ditangani Inspektorat (dulu Badan Pengawas) Tuban selama 2009, 50 persen di antaranya kasus hubungan gelap.

Kasus tersebut paling banyak menimpa guru, yang profesinya dituntut mengedepankan moralitas. Kasus moralitas aparat pemerintah tersebut kemarin (4/1) dibeber Kepala Inspektorat Tuban Agus Priyono Hadi.

Secara spesifik, terbanyak perselingkuhan tersebut menimpa guru SD. Jumlahnya 10 kasus. Selebihnya, pendidik SMP hingga SMA dan tenaga administrasi sekolah.

Mengapa kasus perselingkuhan banyak terjadi di kalangan pendidik? Dia menyatakan, hal tersebut karena secara kuantitas jumlah guru di Tuban jauh lebih besar. Diperkirakan jumlahnya mencapai 7 ribu orang.

Agus menuturkan, perselingkuhan guru SD dilatarbelakangi berbagai hal. Terbanyak, karena mereka satu tempat kerja atau sering nunut dan berboncengan motor. Karena itulah, setiap kali memberikan pembinaan kepada guru SD, mantan kepala Satibtranmas Pemkab Tuban ini selalu berpesan agar guru tidak hanya beli helm, juga beli motor. Pesan tersebut terkandung maksud agar setiap guru memiliki motor sendiri. Sehingga, mereka tidak nunut temannya dan berboncengan. ''Dari boncengan motor inilah perselingkuhan berawal,'' kata Agus.

Mantan sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban ini menambahkan, dalam menangani perkara perselingkuhan, inspektorat memberikan sanksi tegas terhadap para guru. Salah satu pertimbangannya, karena mereka tidak hanya mengajarkan keilmuan (akademik) kepada para muridnya. Moralitasnya juga jadi panutan. ''Kalau sudah terlibat ini, tidak ada lagi toleransi,'' tutur Agus.

Dia kemudian mencontohkan salah satu calon pegawai negeri sipil (CPNS) guru yang tengah proses pemberkasan untuk diangkat menjadi PNS. Karena tertangkap basah selingkuh di sebuah hotel di Tuban, pemberkasan CPNS-nya dibatalkan. ''Bahkan, nomor induk pegawainya (NIP) yang sudah keluar langsung dianulir,'' tegas pria kelahiran Lamongan 51 tahun lalu tersebut.

Kasus lain yang dijadikan contoh Agus adalah perselingkuhan dua guru di wilayah Kecamatan Parengan. Setelah diperiksa inspektorat, dua pendidik itu diturunkan pangkatnya satu tingkat. Setelah itu, keduanya dimutasi ke luar Kecamatan Parengan. Satu dipindah ke wilayah Kecamatan Jatirogo dan pasangannya dipindah ke Soko.

Menurut Agus, kedua guru yang selingkuh tersebut juga masih dipantau absensi masuk kerja dan kegiatan di luar tempat mengajar. ''Kalau masih selingkuh, sanksinya lebih berat,'' tutur pejabat yang baru pulang dari menjalankan ibadah haji ini.

Agus mengisyaratkan kalau mereka masih tetap melakukan hubungan gelap dengan pasangan selingkuhnya, maka tidak tertutup kemungkinan bakal diberhentikan. Setelah selingkuh, pelanggaran displin terbanyak lainnya adalah meninggalkan tugas tanpa pemberitahuan. Untuk jenis pelanggaran ini, dia tidak menyebut persentasenya.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP