Sabtu, 25 Oktober 2008

Sindikat Pencurian Sapi Dibekuk

Soko tuban
BOJONEGORO - Satreskrim polres Bojonegoro berhasil mengungkap sindikat pencurian hewan ternak yang belakangan ini marak terjadi di Kota Ledre tersebut. Lima dari enam kawanan pencuri sapi Kamis (23/10) malam lalu dibekuk di rumahnya masing-masing.

Menurut Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro Kompol Kusen Hidayat, lima pencuri sapi tersebut, Jami'an, 30, warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko, Tuban dan Mustakim, 27, warga Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu. Kemudian Suntono, 35, warga Desa Bareng; Surat, 30, dan Yadi, 45, keduanya warga Desa Ngadiluweh; semuanya masuk wilayah Kecamatan Ngasem.

Satu anggota lainnya dari kawanan pencurian ini bernama Sumarji, 36, warga Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota. Dia tertangkap lebih dulu. Namun, bukan karena perkara pencurian hewan tersebut. Melainkan karena melakukan pembobolan counter handphone (HP) di Jalan Gajah Mada Bojonegoro beberapa hari yang lalu bersama rekannya Sami'an.

Menurut Kusen, enam tersangka itu pernah melakukan pencurian 5 ekor sapi jenis brahman milik Jamari, 40, warga Desa Donan, Kecamatan Purwosari pada 14 Oktober lalu. Lima sapi curian itu diangkut menggunakan truk dan sempat ditaruh di kandang Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan.

Hewan curian itu kemudian dijual dengan harga sekitar Rp 28 juta. ''Ada empat sapi yang berhasil ditemukan petugas di pasar sapi Desa Modo, Kecamatan Padangan,'' ujar Kusen.

Selanjutnya, empat sapi tesrebut diserahkan kepada pemiliknya. Kusen menambahkan, akibat perbuatan tesebut, keenam tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman di atas lima tahun.

''Polisi masih mengembangkan kasus ini, sebab dimungkinkan tempat kejadian perkara (TKP) tidak hanya di Padangan,'' katanya.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan truk S 7252 B yang dipakai tersangka mengangkut sapi. (zak) Sumber : Radar bojonegoro

Read more...

Kamis, 23 Oktober 2008

KADES TERPILIH KECAMATAN SOKO


Soko Tuban

Read more...

Selasa, 21 Oktober 2008

PT Gassuma Diancam PTUN

Soko Tuban

Tuban, Beritakota - Masyarakat sekitar Industri Migas JOB PTEJ Petrocina east Java yakni Desa Rahayu, Desa Sokosari dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga sejumlah organiasi kemasyarakatan (Ormas) di Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, mengancam akan melakukan class action (gugatan perdata) terhadap dua perusahaan rekanan yang melakukan aktifitas tanpa mengantongi izin Amdal.
Beberapa ormas, LSM dan masyarakat [...] read more>>

Read more...

Minggu, 19 Oktober 2008

Debit air Bengawan Solo di hilir bertambah

Soko Tuban
Bojonegoro---Debit air Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro, Jatim mulai bertambah akibat hujan lebat yang terjadi Rabu (8/10), baik di daerah hulu Jawa Tengah dan daerah hilir Jawa Timur.

Di Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Tuban, dilaporkan tiga unit truk penambang pasir tenggelam bersamaan bertambahnya debit air, dan baru Kamis (9/10) berhasil diangkat ke daratan.

Seorang warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Tuban, Mahmudan, Kamis, menyatakan, tiga truk tersebut baru berhasil diangkat dari dasar Bengawan Solo, setelah ditarik ratusan orang dengan tali.

Ketiga truk tersebut, ditenggelamkan air ketika akan mengambil pasir yang ditambang para penambang pasir mekanik di desa setempat.

"Semua pekerja berhasil selamat, tetapi untuk mengangkat truk ditarik satu persatu," katanya.

Sementara itu, Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo, Mulyono menyatakan, memasuki musim pancaroba sekarang ini kondisi sudah tidak menentu, sehingga masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo mewaspadai bertambahnya air.

Sumber: Antara/SOLOPOS.COM

DARI SUMBER LAIN

ENAM MOBIL TERSERET ARUS BENGAWAN SOLO

Metrotvnews.com, Tuban: Air Bengawan Solo meluap secara tiba-tiba. Akibatnya, lima truk dan satu mobil Toyota Kijang terseret air banjir luapan Bengawan Solo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sopir dan penambang pasir langsung menyelamatkan diri saat air Bengawan Solo meninggi.

Insiden ini terjadi di Desa Mojo Agung, Kecamatan Soko, Tuban, Jatim, Rabu malam. Lima truk milik penambang pasir dan sebuah mobil Kijang terseret luapan Bengawan Solo hingga puluhan meter.

Evakuasi kendaraan nahas itu baru dilakukan Kamis siang. Dengan menggunakan tali tambang, puluhan warga berusaha menarik truk dan mendorongnya. Usaha keras warga membuahkan hasil. Truk dan mobil bisa ditarik ke daratan.
LINK VIDEO KLIK DISINI setelah masuk klik play.

Read more...

Selasa, 14 Oktober 2008

BLT Warga Simo Disunat Besarnya Rp 50.000 - Rp 150.000

Soko Tuban
Tuban- Surya
Pembagian dana Bantuan Tunai Langsung (BLT) di Kecamatan Soko, Tuban belum berjalan mulus. Pasalnya, pencairan dana BLT tahap kedua diduga disunat untuk dibagikan kepada warga desa yang tidak mendapatkan BLT. Dugaan penyunatan dana BLT itu terjadi saat pencairan BLT tahap kedua di enam titik Kecamatan Soko, yakni di Balai Desa Simo, Balai Desa Pandanwangi, Balai Desa Sokosari, Balai Desa Prambon Tregayam, Balai Desa Klumpit, dan Balai Desa Nguruan.

Di Balai Desa Simo ada 1.275 KK yang mendapatkan BLT, sedangkan total penerima BLT di kecamatan itu 9.071 KK.

Seperti diungkapkan Satiman,60, warga Dusun Sendang, Desa Simo, mengaku jika modus penyunatan dana dilakukan secara halus. Penyunatan dana BLT itu baru dilakukan ketika warga sudah menerima dana tahap kedua. “Dananya memang utuh Rp 400.000,” tandasnya.

Namun, persoalan muncul ketika dia dan puluhan warga desa yang telah menerima dana BLT pulang ke rumah. Karena begitu pulang ke rumah, pihaknya diminta untuk menyetorkan sebagian dana BLT ke RT. Potongannya setiap warga berbeda ada yang Rp 50.000, Rp 100.000 sampai Rp 150.000. “Kalau saya dipotong Rp 100.000. Waktu BLT tahap pertama, saya juga dipotong Rp 100.000,” tambahnya.

Menurut Napiatun,60, warga lainnya, dana itu informasinya dipakai untuk 'menyantuni' warga desa lain yang tak mendapat kartu BLT. Pemberian dana ke warga desa yang tak dapat BLT dilakukan agar warga tak iri dengan penerima BLT lain. “Warga desa kalau tak terima dana BLT biasanya iri atau rasan-rasan,” ujarnya.

Sementara Camat Soko, Kusmindar, saat dikonfirmasi membantah jika ada penyunatan dana BLT. Pasalnya, pihaknya tak pernah menginstruksikan kepada perangkat desa untuk memotong dana bagi warga non penerima BLT. “Saya tak pernah memberi instruksi apapun terkait penyunatan BLT. Instruksi yang diberikan sesuai prosedur yang ada,” paparnya kepada Surya.

Pihaknya tidak mengetahui kalau ada kesepakatan warga dengan perangkat desa setempat terkait pemotongan dana bagi warga non penerima BLT. “Kami akan mengecek ke lapangan. Jika memang ada, kami akan memberi sanksi kepada perangkat desa tersebut,” pungkasnya.sda
Sumber : surya online

Read more...

Komoditisasi pesan agama

Soko Tuban
Oleh Mustatho

Banyak iklan di TV yang menawarkan dimensi mistis, terkait dengan masa depan, karir maupun jodoh. Kebimbangan -mungkin tepatnya disebut tipisnya iman, manusia moderen dijadikan acuan memasarkan ramalan, primbon ataupun "pandangan" masa depan. Hal ini terasa sangat aneh, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan, ataukah memang zamannya telah edan? Hal yang seharusnya menjadi tontonan, dianggap sebagi tuntunan, sebaliknya tuntunan yang semestinyapun dilupakan. Joko Bodo, Mama Lauren dan para Peramal menjadi idola.

Memang, setiap manusia baik sebagai individu ataupun berstatus sebagai anggota kelompok masyarakat, membutuhkan tata atur, rasa nyaman, dan keinginan untuk mendapatkan kebahagiaan. Tak pelak, celah inilah yang ‘diimingkan' oleh media dengan para tokoh peramalnya. Manusia melupakan agama sebagai peneguhan akhir dari semua permasalahnya, dan lebih memilih kenyamanan semu yang ditawarkan di dunia ini. Mereka lebih memilih kepentingan langsung yang berupa materi, di mana cara dipandang sebagai tujuan dan menempatkan kepalsuan menggantikan kebenaran. Al Qur'an memperingatkan dalam surat Al-Dhuha (93:4) ; "Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)". Ayat ini sekaligus membimbing manusia untuk menjaga track kehidupan agar tidak melupakan tujuan akhirnya yakni "kebahagiaan" dunia dan akhirat.

Permasalahan manusia modern saat ini, begitu juga di Indonesia, adalah kekeringan iman. Agama ditempatkan tidak lebih sebagai urusan spiritual belaka, yang menempati posisi sekunder. Lebih tragis lagi, agama dilambangkan ke dalam pernyataan skriptual, yang disimpulkan dalam sistem formal kelembagaan, melalui tarekat, ormas, majelis dzikir, maupun institusi lain, yang dengannya urusan spiritualitas masyarakat bisa diwakilkan. Manusia moderen sambil lalu menitipkan urusan agama pada agamawan, guru spiritual maupun pembimbing (mursyid-mursyid) mental.

Peran agama dalam dunia moderen diperdagangkan. Tak heran, banyak kalangan elit kenegaraan, para jenderal, artis, pebisnis sampai tokoh politik mempunyai guru-guru spiritual yang hanya dibutuhkan ketika urusan dunia mereka membutuhkan agama sebagai back up atas kejayaan mereka. Agama hanya ada ketika dibutuhkan dan dianggap sebagai perkara klenik belaka. Pesan agama menjadi timpang dalam dimensi mistisnya.

Benar bahwa dimensi tertinggi dalam agama adalah kepercayaan kepada hal gaib. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 3 ; "Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib...". Namun bukan berarti kepercayaan pada yang gaib ini bisa diartikan sebagai kekuatan yang sekonyong-konyong dapat diperlakukan untuk mendongkrak popularitas seseorang, melanggengkan jabatan ataupun mempermudah promosi. Kepercayaan instant semacam inilah yang kemudian mewabah pada fenomena menjamurnya rajah, tulisan-tulisan arab yang dianggap keramat (asma'), sampai pada cincin batu akik.

Kepercayaan dan kepekaan terhadap yang gaib ini menurut Fazlur Rahman dalam Major Themes of the Qur'an (1980) pada dasarnya berguna untuk melatih seseorang yang beragama untuk merasakan adanya kedekatan dan sekaligus pengawasan dari Tuhan. Kepercayaan kepada yang gaib ini adalah kebenaran tertinggi yang akan membimbing manusia pada pemenuhan iman sejati. Sebagaimana dalam Al Qur'an surat al-Qaaf (50) ayat 33 ; "(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat".

Agama solving
Kecenderungan seorang yang beragama terhadap yang gaib bukanlah berarti ketundukan dan kepasrahan kepada takdir, menyerah pada keadaan dan kesempatan serta perasaan tidak mampu untuk berusaha dan berkarya. Iman juga tidak berarti kepercayaan pada hal-hak yang irrasional, ia adalah perasaan yang akan menghantarkan seseorang pada pemahaman akan eksistensi Tuhan. Bukankah dalam kehidupan ini, dalam pengalamannyapun, manusia sering menjumpai hal-hal yang sulit diterima akal sehat biasa? Makna iman sesungguhnya adalah pengakuan atas keterbatasan kemampuan manusia, akal dan pancainderanya.

Manusia adalah insan-insan sosial yang menyadari keterbatasan dirinya sendiri serta membutuhkan sesama dan kekuatan supranatural yaitu ALLAH. Ketidakmemadaian akal sehat biasa adalah hal yang niscaya, karena ia memang bertolak dari hal ikhwal dan logika keseharian tentang apa yang dipandang wajar, lazim dan benar dan apa yang tidak. Akal sehat biasa manusia akan sangat sulit menerima kebenaran yang belum pernah ia temui atau bayangkan seperti lazimnya ia berpikir. Kontradiksi paham dam pengalaman ini akan menyumbat kebermaknaan beragama manusia, menjadikan keberagamaan kering dan jauh dari penghayatan. Untuk itu, manusia memerlukan cara pandang lain yang mampu mengatasi kontradiksi pemahaman kehidupan ini, yang apabila tidak terselesaikan maka akan mengganggu keimanan seseorang. Peter Berger menyebutnya dengan "struktur kebermaknaan" (plausibility structure) yaitu mengembalikan akar persoalan pada model tatanan yang dipercayai itu sendiri, yakni agama.

Agama dengan seperangkat metodologinya hadir untuk menyelesaikan kontradiksi-kontradiksi pengalaman yang tidak bisa terselesaikan oleh kecanggihan akal manusia. Agama adalah penerang, Islam menyebut wahyunya Al Qur'an, sebagai Hudan yang bermakna sebagai petunjuk, tidak hanya pada hal-hal rasional, empiris tetapi melampaui semua pandangan serba terbatas akal dan panca indera manusia. Begitu pengalaman manusia melampaui hal-hal keseharian yang umum dipahami dan diterima oleh akal dan panca inderanya, maka orangpun memerlukan penjelasan metaforis yang berbicara tentang makna hakiki dan atau tujuan hidup. Di sinilah sekali lagi hanya agama yang mampunyai jawabnya, sistem makna yang menjangkau seluruh keperluan manusia, tidak hanya untuk keperluan hari ini, di dunia ini, tetapi juga menjangkau harapan dan imajinasi kehidupan setelah hidup ini. Agamalah yang menurut Clifortz Geertz mempunyai system makna (system of significance) yang tepat untuk manusia. Tidak pada ramalan, primbon apalagi terawangan yang dihasilkan oleh nalar manusia yang sangat terbatas
Sumber : Waspada online
Oeh : Alumnus Pascasarjana IAIN Sunan Ampel, Pengurus Pon-Pes Al-Musthafa, Prambontergayang, Soko Tuban, 62372.

Read more...

Kamis, 09 Oktober 2008

Debit Air Bengawan Solo Capai Titik Terendah

SOKO TUBAN
BOJONEGORO
- Debit air Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik mencapai titik terendah. ''Akibatnya sejumlah petani di daerah hilir mulai mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air guna mencukupi kebutuhan air tanaman padinya,'' kata Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mulyono.

Dia mencontohkan, petani di Desa Mojo, Kecamatan Soko, Tuban, yang melaporkan tidak bisa menyedot air di Bengawan Solo untuk mengairi areal tanaman padi seluas 60 hektare karena air di badan sungai sudah habis. ''Dengan kondisi yang ada, tanaman padi yang berumur kurang dari 70 hari bisa gagal panen kalau tidak turun hujan,'' imbuhnya.

Berdasarkan petunjuk teknis operasional dari Balai Besar Bengawan Solo Waduk Wonogiri, kata Mulyono, Oktober ini dikeluarkan tiga meter kubik per detik untuk pemeliharaan sungai. Sementara kebutuhan areal irigasi pertanian di sepanjang DAS Bengawan Solo di daerah hilir dialokasikan 3,15 meter kubik per detik. (ade)
Sumber : RADAR BOJONEGORO

Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP