Minggu, 30 Mei 2010

Tak Terbukti Mencabuli, Juru Kunci Dilepas

Soko Tuban
Indikasi pencabulan terhadap Dahlia, 30, ibu rumah tangga warga Desa Selogabus, Kecamatan Parengan lemah. Karena tidak memenuhi unsur pidana, Dakhlan, 50, yang sehari sebelumnya diamankan akhirnya dilepas kembali.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, berdasar hasil penyidikan, tidak ada satu pun alat bukti yang menguatkan perbuatan cabul sebagaimana dituduhkan terhadap terlapor. Ditegaskan dia, Dakhlan juga tidak bisa dijerat dengan tuduhan pemerkosaan karena tidak ada perlawanan dari Dahlia, pelapor kasus tersebut. Begitu juga dengan tuduhan perzinahan karena tidak ada laporan dari suami atau istri keduanya.

Dikatakan Budi, dalam penyidikan kasus tersebut, anggotanya sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Namun, keterangan para saksi tersebut sangat lemah untuk menyidik perkara tersebut. ''Karena tidak memenuhi unsur, penyidikan kita hentikan,'' tandas mantan Kaurbinops Reskrim Polres Tuban ini.

Sementara itu, Kapolsek Parengan AKP Hamdani mengatakan, sebelum melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban, Dahlia datang ke Mapolsek Parengan untuk mengadukan kasus yang sama. Karena dalam penyidikan perkara tersebut anggotanya tidak menemukan unsur pidananya, ibu satu anak tersebut mengusung kasus yang sama ke mapolres.(ds/wid)Radar Bojonegoro

Read more...

Jumat, 28 Mei 2010

Diajak Lelaku Spiritual, Pemilik Warung Disetubuhi

Soko Tuban
TUBAN - Kasus asusila kembali terjadi di Tuban. Kali ini korbannya, Dahlia, 30, warga Desa, Kecamatan Parengan. Ibu berputra satu itu mengaku dipaksa berhubungan intim dengan Dakhlan, 50, juru kunci makam Karangkali di Desa Mentoro, Kecamatan Soko.

Perbuatan asusila tersebut terjadi di rumahnya Desa Selogabus, Kecamatan Parengan Senin (17/5) lalu sekitar pukul 23.00 saat Dahlia diajak tersangka melakukan prosesi spiritual. Lelaku tersebut terkait permintaan korban agar warungnya laris.

Meski perbuatan tersebut berlangsung lebih dari satu pekan, kasus ini baru kemarin (27/5) dilaporkan Dahlia ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban. Setelah menerima laporan, polisi lalu meringkus Dakhlan di kompleks makam Karangkali.

Dahlia kepada wartawan koran ini menuturkan, awalnya dia diguyur dengan tiga air gayung di kamar mandinya. Saat itu, wanita berambut lurus ini mengenakan daster. Setelah diguyur air, Dahlia ditinggalkan tersangka untuk ganti baju. Saat korban melepas baju, Dakhlan masuk kamar mandi dan memaksa untuk berhubungan intim. ''Kalau mau melayani, warung saya akan laris,'' kata dia.

Sebaliknya, kalau menolak, maka seluruh anggota keluarganya akan dibunuh. Menurut Dahlia, sebelum tersangka ke rumahnya untuk mengajak prosesi spiritual, paginya dia mendatangi makam Karangkali. Setelah menyampaikan hajatnya untuk meminta pelarisan warungnya, korban dimintai uang Rp 240 ribu untuk biaya lelaku spiritual.

Dakhlan yang dikonfirmasi sebelum diperiksa menampik tuduhan tersebut. Dia mengakui, dirinya berhubungan badan dengan Dahlia sesaat setelah prosesi spiritual tersebut. Menurut juru kunci ini, hubungan badan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak ada paksaan.

Setelah itu, keduanya mengulangi lagi perbuatan tersebut dua kali di tempat lain. Dakhlan juga membantah keperluan Dahlia datang untuk pelarisan. ''Yang benar, dia memiliki hajat agar suaminya yang sebulan minggat kembali pulang,'' tutur dia.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, setelah menerima laporan, penyidiknya memeriksa pelapor dan terlapor. Juga sejumlah saksi. Menurut dia, seluruh keterangan tersebut akan dipelajari untuk menentukan apakah ada unsur pidananya. ''Kalau memenuhi unsur ya kita sidik,'' kata dia. (ds/yan)Radar Bojonegoro


Read more...

Jumat, 21 Mei 2010

Digerebek Pos Kamling Arena Judi

Soko Tuban
Gabungan Unit I dan Opsnal II Satreskrim Polres Tuban Rabu (19/5) sekitar 23.00 menggerebek sebuah pos kamling di Desa Klumpit, Kecamatan Soko yang dijadikan arena judi. Dalam penggerebekan tersebut, polisi hanya berhasil membekuk dua penjudinya. Mereka adalah Munadrip, 48, dan Tikno, 27, keduanya warga desa setempat. Sementara empat penjudi lain kabur. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan 1 set kartu remi dan uang taruhan Rp 169 ribu. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, menjelang dini hari itu, di pos kamling tersebut dihelat dua arena judi remi. Satu dihelat di dalam pos. Satu arena lain di luar pos dengan menggelar karung. Dikatakan Budi, dengan menurunkan sepuluh personel gabungan, satuannya berharap bisa membekuk seluruh penjudi yang menjadikan pos kamling sebagai ajang permainan mengadu untung tersebut. Selain memperbanyak personel yang diturunkan, strategi menggerebek arena judi tersebut juga dimaksimalkan. Diterangkan Budi, unit gabungan tersebut dibagi dalam tiga kelompok yang dipencar untuk mendekati pos kamling dari tiga arah mata angin. ''Sesaat sebelum mendekati sasaran, para penjudi kabur,'' tandas dia. Ditegaskan Budi, di tengah kegelapan malam tersebut, anggotanya terlibat kejar-kejaran dengan para penjudi yang semburat.(ds)Radar Bojonegoro

Read more...

Banjir di Tuban Mulai Surut

Soko Tuban
Banjir yang sempat menggenangi sejumlah desa di Tuban mulai surut. Saat ini air Bengawan Solo sudah menurun.

Meski surut namun hingga kemarin (19/5), tinggal dua desa yang masih terendam air banjir. Yakni, Desa Ngadirejo dan Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel. Meski masih ada air, namun sudah tak lagi masuk pemukiman warga. Air hanya merendam sebagian jalan poros desa. Itupun ketinggianya hanya sekitar mata kaki orang dewasa. ''Kondisinya saat ini sudah surut,'' kata Camat Rengel, Tadjudin Tebyo kepada Radar Bojonegoro kemarin sore.

Sementara itu sejumlah desa lainnya sudah tak terendam lagi. Antara lain Desa Patihan, (Kecamatan Widang) dan Desa Sandingrowo, Desa Mojoagung, Glagahsari (Kecamatan Soko). Tak hanya itu, Desa Kebomelati, Kecamatan Plumpang juga sudah tak tergenang lagi. (zak/nas)Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 19 Mei 2010

Lima Desa Masih Tergenang Banjir

Soko Tuban
Hingga kemarin (19/5) banjir masih menghantui lima desa di tiga kecamatan. Yakni, Desa Patihan, Kecamatan Widang; Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; serta Desa Sandingrowo, Mojoagung, dan Glagahsari, Kecamatan Soko.

Sebab, debit air Bengawaan Solo belum ada penurunan yang siginifikan.

Di Desa Patihan, misalnya, sepanjang jalan poros desa setempat masih terendam banjir dengan ketinggian 10-30 cm. Di Desa Ngadirejo, ketinggian air juga masih sama dengan hari sebelumnya. Yakni, sebagian jalan poros desa setempat tergenang air dengan ketinggian sekitar 50 cm. Hal sama juga terjadi di Desa Glagahsari.

Sedangkan di Desa Sandingrowo, banjir juga masih merendam desa setempat dengan

ketinggian 30 cm. Ada sekitar 10 rumah dan 25 hektare (ha) sawah yang terendam. Dan di Desa Mojoagung, ketinggian air sekitar 30 cm, dan menggenangi sekitar 40 ha sawah dan sekitar 500 meter jalan poros. "Yang jelas (banjir) relatif sudah turun, tetapi masih stabil seperti hari kemarin (Senin, 17/5)," ungkap Kasi Perlindungan Masyarakat Bakesbangpollinmas Tuban, Saefudin, saat dihubungi via ponselnya. Sejauh ini, lanjut dia, penanganan banjir masih ditangani pihak kecamatan.

Sementara itu, Desa Kebomelati, Kecamatan Plumpang juga mulai terendam banjir. Jalan poros desa sepanjang 500 meter (m) terendam dengan kentinggian 50-70 cm. Desa tersebut jaraknya dekat dengan Bengawan Solo. "Namun belum ada rumah yang terendam," tegas Saiful, warga setempat. (zak/fiq)

Read more...

Selasa, 18 Mei 2010

Banjir Meluas di Empat Kecamatan

Soko Tuban
Banjir dua hari akibat luapan Bengawan Solo, mulai Senin (17/5) hingga Selasa (18/5), meluas di empat kecamatan di Kabupaten Tuban. Daerah yang tergenang banjir kemungkinan akan lama surut mengingat berada di tanah cekungan dan belum ada tanggul di pinggir Bengawan Solo.
Kecamatan yang digenangi air, yaitu Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang. Kecamatan Rengel dan Soko tercatat paling parah terendam banjir karena beberapa desa posisinya tepat di bantaran Bengawan Solo. Kondisi itu diperparah dengan belum adanya tanggul, sehingga air mudah masuk rumah dan areal persawahan.
Sumber : SUJATMIKO(TEMPO Interaktif)

Read more...

Jumat, 14 Mei 2010

Curi Motor Karena Sakit Hati

Soko Tuban
Pencurian motor Honda Supra X S 6503 HH di teras rumah Marsidin, warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko pada Rabu (5/5) malam dilatarbelakangi masalah keluarga. Berdasar hasil penyelidikan, pelaku pencurian adalah Anik Handayani, 30, keponakan korban dan suaminya Basir, 30.

Kapolsek Soko AKP Nur Asyik mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus itu berkat kejelian polisi atas alibi pasangan suami-istri (pasutri) yang juga warga desa setempat itu. Berdasar hasil pemeriksaan, saat pencurian, keduanya mengaku tidak berada di desa setempat. Pengakuan yang sama juga disampaikan kepada korban.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, lanjut dia, anggotanya mendapat petunjuk kuat bahwa pasutri tersebut terlihat di teras rumah korban sesaat sebelum motor hilang. Dari petunjuk inilah, polisi kemudian memeriksa Basir dan Anik. "Setelah kita interogasi, mereka akhirnya mengaku," tegas Nur Asyik. Berdasar hasil pemeriksaan, motif pencurian tersebut karena kedua pelaku sakit hati dengan korban.

Saat kejadian sekitar pukul 22.00, Marsidin terlelap tidur di kamar. Pasutri ini dengan mudah menggondol motor karena kuncinya tergantung pada lubang kunci. Untuk menghilangkan jejak, motor curian ini dikendarai Basir menuju Plumpang. Sementara Anik yang mengendarai motornya sendiri membuntuti. Motor itu kemudian dititipkan di sebuah warung di Plumpang.

Setelah menitipkan motor hasil curian tersebut, pasutri ini balik ke desanya. Kepada Marsidin, kedua pelaku kemudian menskenario cerita bahwa seolah-olah mereka tidak berada di desanya saat pencurian motor berlangsung. (ds/fiq)Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 13 Mei 2010

Mengaku Bujang, Bapak Satu Anak Cabuli Siswi SMA

Soko Tuban
TUBAN - Mengaku masih bujangan, M. Yulianto, 25, warga Desa Cekalan, Kecamatan Soko berhasil memerdayai siswi salah satu SMA di Tuban. Bapak beranak satu itu mencabuli Bunga, 17, (bukan nama sebenarnya), di hutan Mangrove, Desa/Kecamatan Jenu Selasa (11/5) siang lalu.

Untuk memertanggungjawabkan perbuatan bejatnya, tersangka kemarin (12/5) ditahan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) yang dikomando Kanit Ipda Gufron. Sebagai barang bukti, petugas menyita motor S 5897 HO yang digunakan tersangka untuk melakukan tindakan biadab tersebut.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso ketika dikonfirmasi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30. Siang itu, tersangka janjian dengan korban yang dikenalnya sejak empat bulan lalu. Dengan mengendarai motor, tersangka mengajak korban menuju hutan Mangrove di Desa/Kecamatan Jenu. Sesampai di lokasi yang berada di tepi pantai Tuban itu, tersangka mendudukkan korban di atas jok bagian depan. Dia lalu melancarkan rayuan untuk membujuk korban. Salah satunya, mengaku masih bujangan.

''Sebenarnya korban sudah berusaha menolaknya, namun tersangka membujuk akan mengawininya,'' tutur Budi.

Namun, pencabulan yang dilakukan tersangka diketahui warga sekitar lokasi. ''Kemudian (tersangka dan korban) dibawa ke balai desa dan dilaporkan ke petugas. Orang tua yang tidak terima langsung melaporkan pencabulan ini,'' jelas Budi.

Menurut dia, untuk memertanggungjawabkan perbuatannya itu, tersangka langsung ditahan. (zak/yan)Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 06 Mei 2010

Kambing Berlafadz Allah

Soko Tuban
Seekor kambing jawa milik Subarjo, warga Dusun/Desa Mojomalang berbeda dengan kambing lainnya. Pasalnya, dikambing berwarna hitam bertanduk ini muncul lafadz mirip Allah. Lafadz berwaran puth itu berada diperut bagain kanan kambing.

Subarjo ketika ditemu dirumahnya mengatakan, lafadz itu muncul sejak lima tahun yang lalu. Yakni, saat kambing betina ini lahir. ''Saat itu sudah muncul, tapi belum begitu kelihatan,'' kata dia kemarin (5/5). Namun, lama kelamaan, bulu berwarna putih itu bernetuk lafadz Allah. ''Ya nggak tahu kok bisa seperti ini,'' terangnya.

Dikatakan dia, kambing betina yang muncul lafadz Allah ini sejak lima tahun lalu memiliki 13 kambing. ''Ya sering meteng, sekarang aja masih meteng,'' jelasnya. Dia menjelaskan, sebelumnya tidak ada firasat apapun. Namun, hanya mimpi sholat di Masjid. Selanjutnya, Subarjo tidak akan menjual kambing aneh ini, meski ada yang menawar dengan harga mahal. (zak) Radar Bojonegoro

Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP