Kamis, 25 Februari 2010

Warga Kembali Tagih Janji JOB P-PEJ

Soko Tuban
Ratusan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko kemarin (24/2) kembali menggelar aksi di central processing area (CPA) yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) di desa setempat. Warga kembali meminta pengelola Blok Tuban itu memberikan dan kompensasi dan memekerjakan tenaga lokal.

''Jika tidak, maka lebih baik jangan beroperasi di desa sini,'' kecam salah satu warga yang mengikuti aksi tersebut.

Massa berangkat berjalan kaki dan mengendarai dari kantor balai desa sambil membentangkan poster sekitar pukul 09.30. Kades Imam Lughuzali dan perangkat desa ikut dalam aksi tersebut. Aksi dengan pengawalan aparat kepolisian itu juga diikuti sebagian besar siswa SDN Rahayu. Dengan mengenakan baju seragamnya, mereka ikut berteriak menuntut hak sambil membawa gambar Bupati Haeny Relawati RW. ''Kami menuntut keadilan,'' ujar salah satu siswa.

Karena jaraknya tak terlalu jauh dari CPA, siswa SDN Rahayu tak nyaman dalam belajar. Mereka bising dengan suara mesin yang ada. Ketika berada di depan CPA, 12 perwakilan warga didampingi Kades, Sekdes dan perangkat desa setempat ditemui Security and Govrel JOB-PPEJ Yoga S Utama. Pertemuan tersebut berlangsung alot karena perwakilan warga ngotot minta dikabulkan tuntutannya. ''Salah satu tuntutan kami adalah minta kuota tenaga kerja bagi warga sekitar dan juga kompensasi,'' kata Sekdes Dasim.

Yoga S Utomo kepada wartawan mengatakan, pihaknya segera mencairkan dana kompensasi kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian. Nilainya sekitar Rp 162 juta per bulan kepada 445 kepala keluarga (KK) di Desa Rahayu dan sekitarnya. ''Untuk masalah tenaga kerja nanti ke depan akan kami perhatikan. Sebab saat ini belum ada lowongan tenaga kerja,'' tuturnya.

Lantas bagaimana dengan sekolah yang terkena dampaknya? Yoga menyatakan, juga bakal diperhatikan. Namun, sampai saat ini belum ada rencana relokasi. ''Itu dinas pendidikan setempat yang mengambil langkahnya,'' alasannya. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 21 Februari 2010

Truk Pengangkut 50 Perempuan Terguling

Soko Tuban
Truk bernomor polisi S 8634 C yang dikemudikan Narto (45) Minggu (21/2/2010) sore terguling di jalan poros Desa Klumpit Kecamatan Soko Tuban. Saat itu truk itu mengangkut 50 perempuan anggota Fatayat Nahdlatul Ulama, Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.
Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalulintas Kepolisian resor Tuban, Inspektur Satu Faqih menyatakan beruntung tidak ada korban jiwa hanya sebagian penumpang mengalami luka bocor di kepala dan lecet di kaki, punggung dan tangan. Mereka dibawa ke rumah sakit di Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat membawa pulang jemaah fatayat dari pengajian akbar, truk terguling di jalur sempit yang kiri kanan jalan terdapat jurang. Di jalur itu tidak cukup untuk memutar bodi truk. Sebelum truk terguling, sopir bermaksud memajukan truk ke luar dari lokasi pa rkir.
Namun, moncong depan truk menabrak bongkahan batu di pinggir jurang, lalu truk miring. Penumpang truk yang berada di belakang berjatuhan di jurang. Penumpang saling berbenturan dan terbentur batu sehingga luka-luka. Kejadian itu menyebabkan rombongan truk lain terjebak macet, sampai truk yang terguling berhasil dievakuasi.  KOMPAS.com

Read more...

Rabu, 10 Februari 2010

Demo Tolak Penghapusan SKTM

Soko Tuban 
TUBAN - Rencana penghapusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai layanan gratis bagi masyarakat miskin yang diganti dengan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) menuai protes.

Kemarin (8/2) sekitar 30 elemen masyarakat yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi didepan RSUD dr R Koesma dan DPRD Tuban. Satu-satunya tuntutan mereka adalah menolak penghapusan SKTM. ''Ini perlu dikaji ulang,'' kata ketua SRMI Tuban, Hendra Wijaya.

Dikatakan dia, seharusnya pemerintah menyelesaikan dulu pendataan warga miskin non kuota Jamkesda tanpa ada yang tertinggal sebagai peserta Jamkesda. ''Sebab, masih banyak masyakarat miskin yang tidak masuk data,'' tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, jika memang nantinya Jamkesda diberlakukan, maka perlu sosialisasi secara meluas kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. ''Pemerintah harus menggratiskan semua obat yang dibutuhkan pasien miskin,'' pintanya.

Dengan membentangkan sejumlah poster dan meneriakkan yel-yel, SRMI memulai aksi dari depan RSUD dr R Koesma di Jalan Wahidin Sudiro Husodo. Setelah itu, mereka melanjutkan longmarch menuju DPRD Tuban melalui Jalan Pramuka dan Jalan Sunan Kalijaga.

Sesampai di gedung dewan, mereka terus meneriakkan yel-yel mendukung masyarakat miskin agar mendapat perhatian. Sepuluh perwakilan pengunjuk rasa akhirnya ditemui ketua DPRD Kristiawan diruang gabungan. Kristiawan berjanji untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan mengajak hearing instansi terkait. ''Namun menungu alat kelengkapan dewan terbentuk,'' kata pimpinan dewan dari Partai Golkar itu. (zak) Radar Bojonegoro

Read more...

Tak Masuk Jamkesda, Gratis Berobat di Puskesmas

Soko Tuban 
TUBAN- Meski belum masuk data jaminan kesehatan masyarakat daerah (Jamkesda) tapi warga masih diberi kesempatan berobat gratis. Yakni, menggunakana surat keterangan tidak mampu (SKTM). ''Dapat menggunakan SKTM dari kades mengetahui camat setempat,'' kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Tri Hadi Sanyoto kemarin (9/2).

Menurut dia, penggunaan SKTM sesuai dengan Perda Nomor 5/2009 pasal 8 tentang retribusi pelayanan kesehatan.

Saat ini, sesuai dengan data BPS 2005, dikabupaten Tuban jumlah Jamkesmas sebanyak 102.020 atau 344.919 jiwa. Mereka yang tergolong dalam jamkesmas adalah rumah tangga sangat miskin, rumah tangga miskin, dan rumah tangga hampir miskin. ''Ini program yang dibiayai oleh APBN ini. Dinas kesehatan bersama RSUD hanya sebagai PPK (pemberi pelayanan kesehatan). Jadi, siapapun yang masuk data, ya kita layani,'' terangnya.

Sementara itu, sesuai dengan data PPLS 2008, di dikabupaten Tuban, jumlah Jamkesmasda sebanyak 9.091 rumah tangga miskin (RTM) atau 36.364 jiwa. Tri Hadi Sanyoto menambahkan, untuk kartu Jamkesmasda, saat ini masih dalam proses pembuatan. Diperkirakan April sudah didistribusikan kepada masyarakat. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 03 Februari 2010

Jenazah TKI Tewas di Arab Saudi Tiba

Soko Tuban
 - Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah Abdul Hamid, 50, asal Dusun Soko, Desa Sokosari, Kecamatan Soko kemarin (2/2) sekitar pukul 10.00. Dia adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia di Arab Saudi karena sakit jantung.

Kades Sokosari, Sutikno, ketika dikonfirmasi via ponsel menyatakan, jenazah korban diberangkatkan dari Arab Saudi menggunakan pesawat. Setelah tiba di Jakarta, jenazah lalu dibawa menuju rumah duka melalui jalan darat.

Sutikno menambahkan, korban meninggal pada 13 Januari lalu di Riyadh, Arab Saudi. Setelah mendapat informasi dari KBRI Riyadh, pihak keluarga lalu mengurus administrasi untuk kepulangan jenazah.

Sutikno menjelaskan, korban bekerja di Arab Saudi sekitar 7 tahun sebagai sopir. ''Setiap dua tahun sekali pulang ke kampung,'' kata dia. (zak)  Radar Bojonegoro

Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP