Rabu, 23 Juli 2008

KENAIKAN BBM SUDAH TEPAT SASARAN ....MARI KITA DUKUUUUUNG!!!!!!!!!!!???????

Soko Tuban

ternyata ada yang punya analisis jitu tentang kenaikan harga BBM 2008

hal ini diposting ke milis oleh warga Soko beberapa waktu lalu.

Coba di cerna dulu sebelum protest...!!!!!!!!

Ada yang punya analisa: Harga BBM Naek, Jumlah rakyat miskin turun..?!

kayak yang dibilang LPEM bahkan sampe 14% lebih kalo. Analisanya sbb :

>- Harga bbm naek - tadinya rakyat miskin yang naek bis, sekarang jadi jalankaki.. trus dijalan ketabrak bus kota yg ngebut karena nguber setoran(soalnye bbmnya naek) trus mati..

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- tadinya rakyat miskin makan sehari sekali.. trus jadi makan sekali

buat 3 hari ( karena daya belinya turun).. lama2 mati..

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- tadinya rakyat miskin yang pada sakit masih bisa beli obat generik..

trus gak bisa beli lagi .. ato tadinya ke puskesmas bisa naik angkot sekarang

jalan kaki jadi malah mati di jalan..

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- ada rakyat miskin yang jadi stress... mikirin bbm yang naek, saking

mikirnya.... ampe lupa makan dan minum....akhirnya mati juga.

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- ada rakyat miskin yang kreatif dan berinisiatif. ... buat menuhin

kebutuhan dia nyolong ayam tetangga.... ketangkep, digebukin

massa.....ampe mati juga.

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- rakyat miskin di rt 004 berebut kartu blt yang masih lagi di prin, antem-

anteman sampe mati

àRAKYAT MISKIN BERKURANG

>- rakyat miskin di rt 004, gak puas dengan kepemimpinan pak rt yang gak adil,

lalu pak rt diantemi sampe mati

àRAKYAT MISKIN BERKURANG

>- rakyat miskin dari rt 004, antri mencairkan dana blt di kantor pos

Nunggu berdesak-desakan berjam-jam, berhari-hari, berminggu-mingu

akhirnya mati di kantor pos

àRAKYAT MISKIN BERKURANG

kenapa bisa dapet angka 14 %.. karena dari 100 orang miskin itu.. yang

mengalami kejadian diatas ada 14+5 orang maka dapet angka

8+4+2+5 dibagi 100 kali 100% = 14 %+ 5%

Demikian analisa ini dibuat secara sederhana, mudah dicerna, anti njlimet..

Jadi kesimpulannya :

Langkah pemerintah naekin bbm sudah cukup tepat.... hanya saja naeknya

kurang tinggi. Coba kalo dinaekin tinggi2.... pasti makin cepat lagi

pengurangan rakyat miskin di negeri ini.

Semoga pemerintah kita membaca analisa ini.... dan segera saja naekin lagi

bbm setinggi-tingginya biar tambah banyak org jadi maling ayam, kalo

digebukinnya gk sampe mati

kan lumayan tuh bisa makan gratis di penjara

ketimbang di rumah mau beli makanan yg semakin naik harganya karena

makanan diangkut pake transportasi, lha wong bbm naek kok tarif makanan gk boleh naek .

Demikian tambahan dari saya, sekian dan terimagaji.

Fraksi Ekonomi Lemah (guntur padas)

Read more...

Kamis, 17 Juli 2008

Apakah penarikan sumbangan bagi penerima BLT bisa terjerat hukum...?

soko tuban
Pertanyaan tersebut baru terfikir ketika membaca sebuah berita di koran tentang pungli BLT. di daerah Kediri. Padahal praktik yang sama terjadi juga di kecamatan Soko, saat pembagian BLT. pada minggu 13 juli 2008 yang baru lalu. Sesuai yang di ungkapkan oleh beberapa orang ditempat pengambilan BLT dan ditempat lain.
Di Gunung Anyar, menurut Mus warga Gunung Anyar kelahiran Cekalang, karena tidak semua warga miskin didesa itu mendapat BLT maka setiap warga yang menerima BLT. sesuai hasil rapat di balai desa diharuskan menyumbang Sepuluh Ribu untuk diberikan pada warga miskin yang tidak dapat BLT. Hal ini dikuatkan juga oleh pengakuan Sujono warga Gunung Anyar asal Nguruhan, bahkan menurut Sujono kartu BLT. Baru diserahkan setelah sumbangan sepuluh ribu tersebut dibayarkan. Hal ini dilakukan karena pengalaman tahun lalu warga penerima BLT. tidak ada yang mau nyumbang setelah uang diterima.
Di Desa Cekalang, menurut Sukarti warga Asli Cekalang potongan buat sumbangan dilakukan secara beragam antara lima puluh hingga seratus ribu ada juga yang tidak wajib nyumbang, disesuaikan dengan penilaian kondisi ekonomi warga penerima, semakin agak mampu secara ekonomi semakin besar sumbangan yang harus diberikan. sumbangan diserahkan di balai desa setelah selesai menerima BLT. Bahkan menurut Sumarko warga Dukuh Wonosari ada rencana sumbangan yang mencapai seratus lima puluh ribu untuk penerima tertentu. Semua itu dilakukan dengan alasan yang sama untuk diberikan pada warga miskin yang tidak dapat jatah BLT. Sekaligus sebagai ongkos transportasi wara (pulang pegri) saat pengambilan BLT. Di Desa Nguruhan yang mana warga Cekalang (pulang pegri) diangkut dengan kendaraan truck.
Begitu juga dengan warga Dukuh Dringu, Desa Jegulo sesuai hasil rapat seluruh warga, disepakati setiap warga penerima BLT. Wajib menyumbang Limapuluh Ribu guna diberikan kepada warga miskin yang tidak menerima BLT. Penyerahan sumbangan dilakukan dirumah ketua RT setelah uang diterima.
Terlepas dari individu yang tidak ikhlas, bahwa keputusan tersebut adalah kesepakatan bersama dengan seluruh warga.
Apakah itu termasuk pungli dan ada sangsi hukumnya...?
Lantas bagaimana nasib warga miskin yang tak kebagian jatah BLT...?

Read more...

Senin, 14 Juli 2008

Jatah Berobat Pasien Miskin di RS Bojonegoro sampai 1 September

Soko Tuban
www.tempointeraktif.com
BOJONEGORO:Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro, memberikan jatah berobat pasien pemegang kartu miskin hingga 1 September mendatang. Selanjutnya, rumah sakit pemerintah ini hanya akan menerima pasien miskin yang masuk database.

Kebijakan ini mengacu aturan Departemen Kesehatan, yang menginstruksikan perubahan jadwal dari 1 Juli, diundur hingga 1 September. ''Jika lewat 1 September, pasien yang memegang kartu miskin tetap kita tolak,'' kata Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Sunhadi, Rabu (9/7) siang.

Sebelumnya, sejumlah warga di Bojonegoro dan sekitarnya dikecewakan oleh kebijakan rumah sakit tersebut, yang menolak pasien pemegang kartu miskin.

Jupri, 33 tahun, warga Soko, Tuban, mengatakan RS Sosodoro Djatikoesoemo, menolak surat keterangan miskin dari aparat desa dan kecamatan. Alasannya, nama bersangkutan tidak masuk di database Jamkesmas. Jupri datang ke rumah sakit itu, karena lokasinya dekat, jika dibandingkan dengan rumah sakit umum Dr Koesmo, di Kota Tuban, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari rumahnya.

Di Bojonegoro, penerima program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamskesmas) --yang dahulu disebut Askeskin-- tahun 2008, sebanyak 576.927 jiwa, atau 163.469 kepala keluarga.

Menurut Sunhadi, ketika pelaksanaan program Askesin tahun 2007, PT.Askes masih mempunyai tanggungan Rp 3 miliar kepada RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Tanggungan itu, di antaranya dari biaya perawatan dan obat-obatan.

Di Bojonegoro, rata-rata jatah untuk pasien miskin sebesar Rp 700 juta perbulan, atau sekitar Rp 8,4 miliar pertahun, khusus untuk biaya perawatan. Tetapi, jumlah tersebut bisa membengkak, karena belum dihitung biaya untuk obat-obatan, yang jika ditotal mencapai Rp 10 miliar lebih.

Sebelumnya Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro meminta RS Sosodoro Djatikoesoemo tetap melayani pasien miskin yang tidak masuk database. Permintaan legislatif ini menjadi salah satu agenda pada dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Bojonegoro. ''Rumah sakit salah jika menolak pasien dengan alasan tidak masuk database,'' kata Ketua Komisi C, Ali Mustofa kepada Tempo. Sujatmiko

Read more...

Kamis, 10 Juli 2008

Tanggapan dari Pihak PT. Gasuma Federal Indonesia

Soko Tuban

beberapa waktu lalu diblog ini termuat berita mengenai kegiatan PT Gasuma dikecamatan Sokoyang saya kutip dari sebuah situs online, yang kemudian mendapat klarifikasi dari pihak PT Gasuma Federal Indonesia sebagai berikut :

Tanggapan dari Pihak PT. Gasuma Federal Indonesia

Jumat, 4 Juli, 2008 15:25
Dari:
Kepada:
kangrus@yahoo.co.id

Dear Kangrus

Sehubungan dengan tulisan di Blog saudara mengenai kegiatan PT. Gasuma di kecamatan Soko kabupaten Tuban, dengan ini kami akan mengklarifikasi hal tersebut:

1. Bahwa pada saat ini PT. Gasuma Federal Indonesia belum melakukan aktifitas fisik di wilayah tersebut. Pada saat ini kami masih mengurus ijin lokasi.

2. Bahwa tidak ada hubungannya antara pembangunan mini LPG plant PT. Gasuma Federal Indonesia dengan kegiatan PT. Geolink dan prusahaan lainya perihal pembangunan tanki minyak dan pembangunan pipa.

3. Tidak ada oknum pejabat yang membekingi kegiatan kami tersebut।

Demikian kami sampaikan, mohon apabila ada berita miring mengenai PT। Gasuma Federal Indonesia dapat di klarifikasi terlebih dahulu kepada kami। Karena sesungguhnya proyek PT. Gasuma Federal Indonesia adalah proyek penyelamatan lingkungan yang disebabkan pembakaran Flare Gas JOB Pertamina – Petrochina East Java, karena pemberitaan miring tersebut dapat menghabat kami dalam pembangunan proyek tersebut dan kami berharap dengan terlaksananya proyek kami ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Soko dan sekitarnya.

Terimakasih

Adhitya Nusa Perdana

lantas yang sebenarnya bagai mana...?

sebab ketika saya terima klarifikasi tersebut sumber berita दीsitus asalnya sudah दीdelet

dengan dimuatnya klarifikasi ini supaya menjadi pelajaran bagi masyarakat bila tersiar berita yang memprovokasi supaya masyarakat lebih jeli mengklaim kebenaran sebuah berita।

Yang sebenarnya...? hanya masyarakat yang Faham & mengerti serta fihak yang terkait masalah tersebut yang tahu..!!! Semoga masyarakat kita menjadi lebih cerdas...!!!

Dibawah ini adalah berita yang saya maksud.


Tak Ada Izin dan Abaikan Kesehatan Warga
Keresahan warga di lima RT 1-5 RW VI, Dusun Losari, Dukuh Badegan, Desa Sokosari, KecamatanSoko, Kabupaten Tuban, sedikit plong (lega). Pasalnya, PT Gasuma diminta paksa untuk menghentikan jalan menuju lokasi bakal dibangunnya tangki minyak dan pabrik LPG.

Rabu siang (11/6/08) kemarin, 12 anggota Komisi A DPRD Tuban meninjau langsung ke lokasi. Dengan ditemani
beberapa warga Dukuh Badegan, Desa Sokosari, para wakil rakyat itu terkejut ketika menyaksikan lamgsung adanya aktivitas pengurukan jalan yang dilakukan PT Gasuma.
“Kami minta dengan paksa agar aktivitas pengurukan ini dihentikan sekarang juga (Rabu (11/6) siang, red),” kata Sekretaris Komisi A, Agung Supriyanto, SH, yang ikut dalam rombongan ke lokasi Dukuh Badegan kemarin.

Pasalnya, setelah ditelusuri ke Bappedal maupun LH Tuban bahwa izin lokasi maupun HO dari konsorsium beberapa perusahaan – terdiri dari PT Gasuma, PT Geo Link Nusantara, PT Petrogas Jatim Utama, dan PT Barata Indonesia – belum ada. Tapi yang terjadi, di lokasi sudah ada aktivitas pengurukan jalan. “Ini merupakan langkah nekat dan kesembronoan,” ujar politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Tuban ini.

Karenanya, ia berjanji akan melakukan pengawalan dalam soal ini. Sebab, ia mengkhawatirkan langkah nekat dan kesembronoan yang dilakukan beberapa perusahaan tersebut ada oknum pejabat yang membekengi. Sehingga mereka berani melakukan aktivitas, meskipun belum mengantongi izin lokasi maupun HO. “Saya bersama teman-teman di Komisi A akan mengawal langsung tindakan yang dilakukan perusahaan di Dukuh Badegan, Desa Sokosari, Kecamatan Soko tersebut,” kata Agung. ibu

Terkait Rencana Pembangunan Kilang Minyak
TUBAN – Keresahan warga di lima RT I-VI, Dusun Losari, Dukuh Badegan, Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Tuban, bukannya merasa iri dengan keempat warganya (Muriadi, Kasan, Tamuzi dan Kusnan) yang tanahnya telah disewa untuk pembangunan kilang minyak dan pabrik LPG. Namun lebih disebabkan keberadaan pabrik yang dekat dengan pemukiman pendudukan itulah yang diresahkan sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) di lokasi itu.

“Kami mengumpulkan tandatangan warga yang kemudian kami adukan ke DPRD Tuban, bukannya kami menolak adanya pembangunan pabrik di desa ini. Yang kami resahkan karena dekat dengan lokasi pemukiman penduduk. Silahkan dibangun, tapi yang jauh dengan pemukiman penduduk. Toh, tanah kas desa ada yang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk,” kata Supartono sambil menunjuk peta lokasi rencana dibangunnya kilang minyak dan pabrik LPG di Dukuh Badegan.

Alih-alih resahnya warga Dukuh Badegan itu, ternyata sebagian warga dan perangkat desa (setidaknya) telah menikmati uang sewa dari sekitar Rp 3,6 miliar. Angka ini merupakan asumsi harga sewa tanah sebesar Rp 9.000/meter dari luas lahan 8 hektare yang akan dijadikan lahan tanki dan pabrik LPG itu.

Sebagaimana disampaikan Kepala Desa Sokosari H. Sutikno kepada Surabaya Pagi beberapa hari lalu, bahwa lahan inti pabrik seluas 3 hektare merupakan tanah penduduk, kemudian ditambah 5 hektare sebagai lahan penyangga yang merupakan sebagian tanah penduduk dan sebagian lagi tanah kas desa.

“Saya sempat mendengar langsung dari pemilik tanah, bahwa harga sewa tanah Rp 9.000/meter dengan masa sewa selama 5 tahun. Artinya, kalau lahan yang dipakai seluas 8 hektar, maka akan ditemukan angka Rp 3,6 miliar,” kata Sukadi. “Saya tidak memasalahkan duit yang didapat, tapi kok lokasinya dengan pemukiman penduduk,” tambah Sukadi yang rumahnya sekitar 50 meter dari rencana lokasi kilank minyak dan pabrik LPG itu.
Sukadi yang mengaku pernah bekerja bertahun-tahun di penampungan minyak milik Petro China di Desa Rahayu ini, kemudian menjelaskan bahayanya limbah pabrik tersebut bagi kesehatan manusia. Dari hasil detektor Hidrogen Sulfit (H2S) yang dirangkum “Pertamina – Santa Fe Konsorsium Natindo Sendiko,” kata Sukadi, disitu sudah dijelaskan dengan rinci mengenai pengaruh fisik manusia dari limbah minyak yang dihasilkan milik Petro China (lihat data).

Menurut Sukadi, pengalaman pahit yang menimpa istrinya, Siti Aminah (35), yang pernah pingsan karena akibat bau yang dikeluarkan penampungan minyak milik Petro China – yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya – bisajadi yang dikeluarkan sudah mencapai PPM 500.0 persentase 0.005. “Istri saya waktu itu langsung pingsan, untung saja segera mendapatkan perawatan,” aku Sukadi menceritakan pengalaman pahit keluarganya dua tahun lalu. “Saya tidak bisa berbuat banyak atau protes, karena lokasi Petro China bukan di luar desa saya,” tambahnya.
Sebab itulah, lanjut Sukadi, kalau sekarang di desanya sendiri mau dibangun kilang minyak dan pabrik LPG yang tidak lain merupakan proses lanjutan dari pengelolaan limbah minyak milik Petro China sekarang, Sukadi dan 300 warga di Dukuh Badegan merasa sangat keberatan.

Sementara itu, PT Gasuma maupun PT Petro China belum bisa dikonfirmasi terkait soal limbah maupun bakal dibangunnya kilank minyak dan pabrik LPG di Dukuh Badegan, Desa Sokosari, Kecamatan Soko tersebut. ibu
sumber : surabaya pagi

Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP