Rabu, 28 Januari 2009

Digerebek, Arena Judi di Atas Bukit

Soko Tuban-Sebuah arena judi prol-prolan di atas perbukitan Desa Cekalang, Kecamatan Soko Minggu (25/1) petang digrebek Unit II Satrekrim Polres Tuban. Dalam penggrebekan tersebut, tiga dari tujuh penjudinya diamankan. Ketiga penjudi tersebut, Sutikno, 27, warga desa setempat, Jasmo, 42, Desa Pandanagung, Kecamatan Soko, dan Sugito, 53, Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan 1 set kartu remi dan uang taruhan Rp 218 ribu.

Tempat judi ini dihelat sebenarnya cukup aman. Selain berada di atas perbukitan desa setempat, lokasinya juga merupakan kawasan hutan. Untuk tempat berjudi, tujuh pemainnya membuat gubuk darurat dari plastik. Lima personel Unit II Satreskrim Polres Tuban dikomando Aiptu Lik Mustaram merayap mendekati pegunungan tersebut dari sisi timur. Sisi ini tak mudah dilihat para penjudi karena rimbunnya pepohonan.

Langkah petugas baru diketahui para penjudi sesaat sebelum berhamburan melokalisir arena judi. Empat penjudi berhasil lolos setelah berlari menuju balik tebing dan menghilang dalam rindangnya pepohonan dan semak. Kasat Reskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, arena judi ini berhasil diendus anggotanya setelah selama sepekan memantau pegunungan tersebut. ''Jadwal perjudian di bukit ini tidak tetap,'' tegas dia yang menjerat tersangka dengan pasal 303 KUHP.(ds) Sumber : Radar Bojonegoro

Sementara para pelaku judi ditahan dipolres tuban, beredar rumor di lingkungan warga desa cekalang bahwa mereka diminta tebusan kebebasan / sebagai jaminan keringanan dakwaan, berfariatif antara satu juta setengah hingga lima juta rupiah. BENARKAH....? dari itu, bila anda adalah orang yang peduli dengan penegakan hukum, siapapun anda bila tahu rumor tersebut benar dan punya bukti silahkan berkomentar diblog ini. Dan juga bagi siapapun anda bila tahu rumor tersebut tidak benar dan cukup punya alasan, silahkan anda menjawab rumor tersebut disini : kirimkan via E-mail ke ( kangrus@yahoo.co.id)
Justify Full

Read more...

Jumat, 16 Januari 2009

Pemkab Tetap Minta Tambahan Pupuk

Soko Tuban-TUBAN - Pemkab Tuban tetap bersikukuh meminta tambahan kuota pupuk bersubsidi kepada PT. Petrokimia Gresik.

''Atau minimal sama dengan kuota tahun lalu. Tapi yang jelas kami tetap minta ada tambahan,'' tegas Kabid Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata, Budi Wiyana ketika dikonfirmasi kemarin siang.

Kuota pupuk urea bersubsidi untuk Tuban tahun ini hanya 42.420 ton. Kuota itu sangat jauh dari usulan Dinas Pertanian Tuban sebesar 72.063 ton. Pemberian kuota tersebut berdasarkan Pergub Jatim Nomor 158 tahun 2008 tentang kebutuhan dan penyaluran HET pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Jatim tahun anggaran 2009.

Nah, dalam pertemuan dengan pihak Petrokimia Gresik dan seluruh distributor Rabu lalu, tutur Budi, pihaknya kembali menyampaikan permintaan tersebut. ''Pokoknya kami tetap berupaya ada penambahan,'' kata dia.

Terkait distribusi pupuk tahun ini, lanjut dia, pengawasannya juga bakal lebih ditingkatkan. Tujuannya agar pendistribusian lancar dan tidak sampai terjadi kelangkaan lagi.

Sementara itu, nasib kios pupuk di Kecamatan Plumpang dan Kerek-dua daerah yang menjadi pilot project distribusi model full tertutup- mulai ada titik terang. Sejak awal tahun ini, pendistribusian pupuk di kedua kecamatan tersebut langsung dari produsen (Petrokimia Gresik) kepada Inkoptan. Dan Inkoptan mendistribusikan langsung ke Gapoktan (gabungan kelompok tani). Nah, dalam model ini Gapoktan berperan menggantikan kios atau penyalur resmi.

Kabid Perdagangan menuturkan bahwa pihak Petrokimia Gresik maupun Inkoptan (yang bertindak sebagai distributor) sudah memberikan solusi dengan tetap melibatkan kios-kios setempat untuk menyalurkan pupuk. ''Inkoptan sudah menindaklanjuti. Kios-kios di Plumpang sudah dapat bagian lagi,'' tutur pejabat kelahiran Nganjuk itu.

Sementara itu, wilayah distribusi pupuk di Tuban ada sedikit pergeseran. Ini menyusul masuknya Inkoptan sebagai distributor penuh di Kecamatan Plumpang dan Kerek. Distributor PT Tuban Mandiri Perkasa kehilangan wilayah distrubusi kecamatan Kerek. Budi menjelaskan TMP tinggal kebagian melayani kebutuhan pupuk di Singgahan, Bangilan, Senori, Montong, dan Kenduruan.

Wilayah distribusi CV Fimaco juga berkurang. Bila sebelumnya kebagian delapan kecamatan, sekarang tinggal tujuh kecamatan. Yakni Tambakboyo, Jenu, Merakurak, Tuban, Semanding, Grabagan, dan Soko. Tapi khusus Soko, lima desa yang sebelumnya ditangani Inkoptan sekarang semuanya ditangani Fimaco. Sementara Kecamatan Rengel yang sebelumnya dicover Fimaco, kini masuk wilayah distribusi AGRK. Selain itu, AGRK juga kebagian pendistribusian di Parengan dan Widang. Sementara CV Citra Sejati tetap kebagian Palang, Bancar, dan Jatirogo. (wid) Sumber : jawapos.com

Read more...

Rabu, 07 Januari 2009

Kesal Tak Dapat Pupuk, Petani Demo di Sawah


Soko Tuban-Puluhan petani menggelar unjuk rasa di sawahnya. Petani dari Desa Klumpit, Kecamatan Soko, Tuban itu frustasi karena tidak berhasil mendapatkan pupuk untuk memupuk sawahnya, Selasa (30/12/2008) sore.

Dalam aksinya para petani di wilayah lereng Gunung Kapur Tuban selatan, memasang beberapa papan ditulisi protes tentang sulitnya pupuk. Diantara tulisan petani yakni: "Menunggu Subsidi Menunggu Mati, Subsidi Tak Pernah Sampai","Petani Selalu Menjadi Korban dan Sudah Nasib Petani Dikibuli".

Tulisan-tulisan tersebut diusung petani ke sawah-sawah mereka. Media dari kayu maupun kertas tersebut dipasangi tiang sela-sela tanaman padi yang belum dipupuk. Sebab, hingga umur padi seudah memasuki 25 hari, petani belum juga dapat pupuk.

Sejumlah petani yang ditemui detiksurabaya.com menyatakan, mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk bisa mendatangkan pupuk. Mereka putus asa, karena berbagai usaha telah dilakukan untuk mendapatkan pupuk. Namun semuanya gagal.

"Ibaratnya kami semua ini sudah frustasi. Kami sudah pasrah, terserah para distributor pupuk mapun pemerintah mengaturnya. Mau diberi pupuk Alhamdulillah, mau tidak diberi pupuk ya terserah," ungkap Huda (41), di samping petani lain asal Desa Klumpit, Kecamatan Soko, Tuban di sela-sela aksi pemasangan tulisan protes di sawahnya.

Salah satu petani, Suroso (38) menyatakan, aksi petani ini lebih pada kekecewaan mendalam karena tidak mendapatkan pupuk. "Kami tidak mau melakukan penghadangan seperti petani dari desa lain. Karena kami masih punya keyakinan, pupuk akan sampai juga karena sudah dijatah sesuai pengajuan," katanya saat ditemui detiksurabaya.com di tepi sawahnya.

Aksi berlangsung tertib, tanpa ada permasalahan. Aksi yang berlangsung di sawah tersebut sempat mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas di sekitar sawah tersebut.(fat/fat) sumber : Detik surabaya.com

Read more...

Sabtu, 03 Januari 2009

2009 Tuban Hanya Dijatah Urea 42.420 Ton!

Soko Tuban
TUBAN - Tahun ini, kelangkaan pupuk urea diprediksi masih akan terjadi di Tuban. Sebab, kuota pupuk bersubsidi yang diberikan untuk Kota Tuak tak berubah.

Kepala Dinas Pertanian Kusno Adiwiyoto ketika dikonfirmasi mengungkapkan kuota pupuk urea bersubsidi untuk tahun ini hanya 42.420 ton. Jumlah tersebut sama persis dengan kuota awal untuk tahun lalu. Kuota itu sangat jauh dari usulan Dinas Pertanian Tuban sebesar 72.063 ton. Pemberian kuota tersebut berdasarkan Pergub Jatim Nomor 158 tahun 2008 tentang kebutuhan dan penyaluran HET pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Jatim tahun anggaran 2009.

Mantan Kasubdin Ketahanan Pangan dan Hortikultura itu menjelaskan, kuota tersebut hanya untuk tanaman pangan, perkebunan rakyat, perikanan dan peternakan rakyat. Sementara untuk lahan Perhutani yang kini dijadikan persil dan digarap warga belum termasuk yang mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Padahal jumlahnya cukup luas. Menurut informasi, saat ini ada sekitar 15 ribu hektare lahan Perhutani yang dijadikan persil. ''Tapi kami tetap berusaha mengajukan tambahan lagi. Termasuk untuk mengakomodir lahan Perhutani,'' tutur Kusno ketika dikonfirmasi via ponselnya kemarin siang.

Nah, bila jatah tersebut tak ada penambahan maka hampir bisa dipastikan kasus seperti tahun 2008 bakal terulang lagi. Sebagai gambaran, selama tahun 2008 Tuban memperoleh jatah pupuk urea bersubsidi sebanyak 45.170 ton. Rinciannya, kuota awal 42.420 ton dan ditambah 750 ton pupuk urea bersubsidi produksi Petrokimia Gresik. Setelah itu pertengahan Desember kembali ada kuota ekstra sebanyak 2 ribu ton pupuk urea bersubsidi produksi Pupuk Kaltim. Tapi meski sudah ada tambahan, sebagian besar petani di Kota Tuak masih kekurangan pupuk. Bahkan sampai akhir tahun kemarin, sebagian masih banyak yang baru memperoleh jatah 1-2 sak pupuk urea. (wid) Sumber : RADAR BOJONEGORO

Read more...

Kamis, 01 Januari 2009

Bayi Laki-laki Ditemukan Membusuk di Parit

Soko Tuban
- Bayi berjenis kelamin laki-laki, ditemukan tewas tanpa pembungkus di parit belakang rumah warga di Dusun Keplak, Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Senin (22/12/2008). Saat pertama ditemukan oleh Deby (14) siswa MTs Soko, kondisi jabang bayi tersebut sudah membusuk di dalam parit belakang rumah Tasrib (56).Kala itu Deby yang cucu Tasrib, sepulang sekolah hendak ke belakang. Saat itulah ia mencium bau bangkai, setelah dicek ternyata ada orok tergeletak di dalam parit. Temuan tersebut diadukan kepada kakeknya. Sesaat berikutnya Tasrib melaporkan temuan cucunya ke Mapolsek Soko. Warga pun geger bersamaan kedatangan sejumlah polisi ke tempat ditemukannya bayi. "Orangtua yang membuangnya sungguh biadab, kok masih ada orang tega berbuat seperti itu," kata Tasrib (56), saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya. Sejumlah warga dusun setempat memperkirakan, bayi tersebut bukan dilahirkan oleh warga dusunnya. Sebab, tidak ada warga sedusunnya yang hamil tua. Mereka menyimpulkan, bayi tersebut bukan anak warga dusun setempat. Polisi yang melakukan olah TKP menemukan, bagian leher bayi terdapat lebab kemerahan. Diduga sebelum dibuang bayi yang baru lahir itu langsung dicekik. Selain itu, dibagian lengan kanan bayi tulangnya ke luar. "Melihat kondisi bayi yang sudah membusuk, diperkirakan bayi ini sudah dibuang sejak dua hari lalu," kata Kapolsek Soko, AKP Giyanto, didampingi Kanit Reskrim Aiptu Joko usai melakukan oleh TKP. Menurutnya, saat ini jajaran Polsek Soko tengah melakukan penyelidikan dan mencari siapa orangtua pembuang bayi tersbeut. Kini bayi malang tersebut dikirim ke RSUD Dr R Koesma Tuban.(gik/gik). Sumber : surabaya.detik.com

Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP