Rabu, 31 Desember 2008

SEKEDAR TAHU

Soko Tuban
Sebenarnya masih banyak berita di Soko yan tak ter ekspos oleh media, ada warga Mbopong yang di sambar petir saat membawa pulang traktor dari sawah, meninggalnya jamaah Haji asal Prambon Tergayang atas nama H. Tasam di tanah suci, hingga kecelakaan sepeda motor di perempatan pasar Prambon antara suzuki cristal yang dikendarai oleh Suyono 28 warga Pandan agung dengan Hond GL Max yang di kendarai oleh Warga sugih waras yang sedan mabuk Sehabis minum di warung miras desa setempat, Nahas bagi Suyono setelah ditabrak dari belakang
hingga menderita luka dibeberapa bagian tubuh masih dipukuli oleh yang nabrak hingga pingsan.
Penabrakpun di amankan warga, beruntung petugas dari polsek soko yang mendapat laporan segera datang. sementara korban dilarikan kerumah sakit, pelaku dikeler kekantort polisi.
Keterlaluan memang orang itu, ujar Jasmo, 42 warga Pandan agung dan Yayuli warga setempat yang kebetulan ada dilokasi saat kangrus lewat . warga yang sudah emosi tidak sempat melampiaskan kemarahanya, kejadianya dua minggu yan lalu. kabar terbaru, sesuai pengamatan kangrus, warga mulai dari glagah sari, Sandingrowo, Mejeruk dan sekitarnya (lokasi areal sekitar bengawan solo) sudah mulai panen padi. tapi yang menyedihkan hingga saat ini pupuk masih sulit. padahal warga penggarap sawah tadah hujan (daerah pegunungan dan lereng bukit & yang jauh dari bengawan) Prambon, Jati, Cekalang, Tluwe, Wadung, Kebon, Klumpit dan sekitarnya Baru mulai tanam padi.(original By Kangrus)

Read more...

KASUS RASKIN BANGUNREJO

Soko Tuban
Beras Dikembalikan, Tak Gugurkan Penggelapan
Perbuatan Sunjani, Kades Bangunrejo, Kecamatan Soko yang menggelapkan beras untuk keluarga miskin (Raskin) sebanyak 12 ton tidak gugur meski beras tersebut dikembalikan dalam jumlah yang sama oleh tersangka. ''Perbuatan melawan hukum itu sudah terjadi dan sama sekali tidak terpengaruh dengan pengembalian,'' kata Kasi Penindakan dan Penuntutan (Datun) Kejari Tuban Yuniarti Undarti kemarin (25/12).

Pengembalian beras yang digelapkan, kata dia, mungkin hanya jadi pertimbangan majelis hakim untuk meringankan hukuman.

Undarti yang juga jaksa penuntut umum (JPU) kasus tersebut menegaskan, unsur penggelapan yang dilakukan tersangka cukup kuat. Sisa Raskin sebanyak 12 ton selama ini diakui Sunjani masih dititipkan di gudang Dolog Tuban. Namun, setelah sejumlah warga mengecek, baru diketahui kalau berat tersebut sudah diambil Sunjani dan kemudian dijual.

Sunjani dilimpahkan penyidik polisi ke Kejari Tuban pada Rabu (24/12) lalu setelah berkas perkaranya dinyatakan sempurna (P-21) oleh kejaksaan. Setelah menerima pelimpahan, kejaksaan tak menahan tersangka dan hanya dikenakan wajib lapor. Saat penyidikan polisi, pria berpostur tinggi ini juga tidak ditahan.

Sunjani termasuk kades berpengaruh. Untuk bisa memeriksanya saja, penyidik polisi harus empat kali meminta izin kepada Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti. Karena sulitnya izin memeriksa tersebut turun, penyidikan kasus tersebut sempat molor hingga tujuh bulan. Sunjani dilaporkan menggelapkan Raskin jatah desanya untuk pengalokasian November hingga Desember 2006. Beras yang digelapkan adalah selisih pendistribusian sebanyak 1,447 kg dikalikan jumlah warga penerimanya sebanyak 354 orang selama dua bulan. Beras selisih pendistribusian yang sebelumnya berada di gudang Dolog Tuban tersebut diam-diam diambil dan kemudian dijual. Setelah kasus tersebut terungkap dan dilaporkan 30 Maret 2008 lalu, Sunjani mengganti beras sebanyak 12 ton untuk didistribusikan kepada warga penerima Raskin.(ds) Sumber : RADAR BOJONEGORO

Read more...

Kamis, 25 Desember 2008

Sakit, Lima Jamaah Haji Tertunda Pulang

Soko Tuban
Biasanya sehabis melaksanakan ibadah haji, sebagian jamaah haji mulai kangen dan ingin cepat pulang berkumpul dengan keluarga. Terutama yang tergabung kloter-kloter awal yang memang sudah sebulan lebih meninggalkan keluarga di tanah air.


Namun, lain halnya dengan JIRAN bin KARMIDJAN (78) asal kloter 2 dari Desa Kedungbondo Balen Bojonegoro yang dirawat di RS An-Nur Makkah dan KARSAM bin NURIMAN (78) asal kloter 4 dari Dusun Salen, Tegalsari Widang Tuban yang dirawat RS King Abdul Aziz Jeddah.

“Maksud hati ingin pulang dengan kloternya, tapi apa daya kondisi kesehatan tak memungkinkan untuk terbang ke tanah air, hingga akhirnya harus dirawat terlebih dahulu di Rumah Sakit Saudi Arabia,” kata H. NUR YASIN SHIROTOL MUSTAQIM, MA dari Media Center Asrama Haji Sukolilo dalam rilisnya yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (17/12).

Selain JIRAN dan KARSAM, yang masih dirawat di rumah sakit adalah KUJAERI KH bin H. ABDUL MUKTI (54) asal kloter 4 dari Dusun Semanding, Sandingrowo Soko Tuban yang dirawat RS King Abdul Aziz Makkah, ABU AMIN bin KASMIRUN (67) asal kloter 8 dari Karang, Sekaran Lamongan saat ini dirawat di RSAA Hera dan NARMIN bin KASIRUN (69) asal kloter 9 dari Tejoasri, Laren Lamongan yang dirawat di RS King Abdul Aziz Jeddah.

Sampai kloter 9, ada 4 jamaah yang wafat di tanah suci. Tapi, baru 2 SKK (Surat Keterangan Kematian) yang sudah diterima PPIH Embarkasi Surabaya atas nama DJASMAT bin SEMIDIN (61) kloter 7 asal Lohgung RT.14 RW.04 Brondong Lamongan dan SURATMAN bin KARTO (57) kloter 8 asal Besur RT.02 RW.01 Sekaran Lamongan. Keduanya meninggal dunia di Makkah sebelum wukuf yaitu pada 3 Desember 2008.

Jumlah kedatangan sampai dengan kloter 9 ada 4002 jamaah dan 45 petugas. Mutasi keluar 12 orang dan mutasi masuk 6 orang.(git) sumber : suarasurabaya.net

Read more...

Selasa, 23 Desember 2008

Petani Tuban Kembali 'Jarah' Truk Bermuatan Pupuk


Soko Tuban - Lagi-lagi perampasan pupuk terjadi di wilayah Kabupaten Tuban. Satu truk trailer sarat muatan pupuk yang diparkir di Dusun Rekul, Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, habis dijarah warga sekitar, Minggu (21/12/2008).

Sebanyak 30 ton pupuk jenis TSP produk PT Petrokimia Gresik, berhasil disikat petani. Sekali pun ratusan massa membayar kepada supir truk seharga Rp 75.000 per sak, namun kejadian tersebut kian menjadikan distribusi pupuk carut marut.

Informasi yang dihimpun dari warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Tuban, aksi massa bermula ketika sang supir memarkir truk di sekitar perempatan Rekul. Pengemudi truk asal Desa Bangunrejo tersebut bermaksud istirahat sejenak di rumahnya.

Sayangnya ada petani yang iseng membuka terpal penutup truk tersebut. Dari situlah mereka tahu, jika muatan truk tersebut adalah pupuk. Meski pupuk TSP, namun karena kelangkaan pupuk urea petani sekitar Rekul tetap nekad. Mereka langsung membongkar isi truk.

Mengetahui muatannya dibongkar, sang supir langsung melapor ke Polsek Soko. Sesaat kemudian jajaran Polisi dari Polsek Soko dan Polres Tuban, tiba di lokasi kejadian. Namun demikian permintaan polisi agar aksi pengambilan pupuk dihentikan, tak digubris massa.

Meski sempat terjadi ketegangan bersamaan kedatangan polisi, namun aksi tetap saja berlangsung. Pupuk pun akhirnya dibeli petani langsung dari supir.

"Petani di sini memang sudah lama menginginkan pupuk, apalagi saat ini padi dan jagung sejak ditanam sampai sekarang kekurangan pupuk," kata Zaenuri, warga setempat saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (21/12/2008) sore.

Menurutnya, sebenarnya petani tidak mau merampas. Tapi semua yang mengambil pupuk tetap membeli, meskipun secara paksa.

"Itu terjadi karena memang kami sudah lama kesulitan mendapatkan pupuk," ungkapnya.(bdh/bdh). sumber : detik surabaya gambar : metrotvnews

Read more...

Kamis, 11 Desember 2008

Hujan Deras di Pegunungan Sebabkan Banjir Bandang

Soko Tuban
Banjir bandang Selasa (09/12) malam, menerjang sejumlah desa di Kecamatan Soko Tuban, Jawa Timur. Banjir yang datang secara tiba-tiba ini membuat warga panik dan tidak mampu menyelamatkan harta benda mereka dari terjangan air.

Banjir bandang ini menerjang 3 desa di Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur. Banjir yang terjadi Selasa malam ini membuat warga panik dan tidak mampu memindahkan perabotan rumah tangga mereka ke tempat yang lebih aman. Banjir menerjang ratusan rumah warga di Desa Sanding Rowo, Desa Sokosari dan Desa Rahayu hingga setinggi setengah meter.

Menurut warga, banjir berasal dari daerah pegunungan dan menerjang pemukiman warga yang berada di pinggir sungai Bengawan Solo. Sebelum banjir, Kabupaten Tuban diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut. Selain derasnya air yang berasal dari pegunungan, warga juga menunjuk penyempitan irigasi sebagai pemicu terjadinya banjir.

Rabu (10/12) siang warga masih disibukkan dengan tumpukan sampah dan lumpur yang dibawa oleh air bah. Warga berharap pemerintah kabupaten segera melakukan pelebaran irigasi untuk menghindari banjir akibat tingginya curah hujan akhir-akhir ini. Sumber : indosiar.com, Tuban (Tim Liputan/Sup)

Read more...

Rabu, 03 Desember 2008

Kanker kini tidak lagi mematikan


Soko Tuban

Kanker kini tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya anaman “KELADI TIKUS” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain. Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. “Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,” kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia. Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. “Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,”jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut,” ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul “Cancer, Yet They Live” karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. “Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia ,” kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. “Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,” lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. “Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai,” kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.

Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. “Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,” lanjut Boni.

Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. “Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ,” kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. “Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,” lanjut Patoppoi. Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.”Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif,” sambung Boni sambil tertawa. Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia. Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas mengenai meninggalnya Wing Wir yanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. “Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,” ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. “Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini,” lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo. Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang, Malaysia. Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia. Ternyata saat Patoppoi mendapat buku “Cancer, Yet They Live” edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo. Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. “Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita,”kata Boni.

Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. “Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ,” lanjut Boni. “Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran.” tambahnya.

Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya ini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karen menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai “ter-kun” atau dokter-dukun. “Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern,” kata dokter tersebut.

Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. “Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi,” sambung Boni sambil tertawa.

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan. Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis.

Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi anda yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel “Obat Kanker” bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial “Cancer Care Indonesia ” beralamat di : Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta, telp : 021-4894745.

Sumber : resep.web.id


Read more...

Senin, 24 November 2008

PVMBG SOSIALISASIKAN PETA RAWAN LONGSOR

Soko Tuban
Kepala PVMBG Dr Surono, mengatakan, hal ini dilakaukan untuk mengantisipasi gerakan tanah atau longsor yang mungkin terjadi pada musim hujan. “Peta tersebut berisi prakiraan potensi terjadi gerakan tanah dan potensi banjir bandang dan sebaran titik rawan gerakan tanah pada jalur jalan di Pulau Jawa, serta daftar wilayah yang rentan gerakan tanah,” katanya di Surabaya, Kamis (6/11).
Peta tersebut menunjukkan, banyak daerah Jatim yang rawan terjadi bencana longsor dengan kategori menengah hingga tinggi. Daerah itu, di antaranya Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Probolinggo, Situbondo, dan Tuban.
Di Ponorogo, kecamatan yang potensi gerakan tanahnya dalam kategori menengah hingga tinggi, yakni Kecamatan Ngrayun, Sawoo, Sambit, Slahung, Mlarak, Bungkal, Badegan, Soko, Pulug, dan Ngebel.
Sementara di Pacitan, antara lain di Kecamatan Bandar, Tegalombo, Ngadirejo, Ngadirejo Tengah, Tulakan, Sudimoro Utara, juga di Kecamatan Pringuku Utara, Punung, dan Donorejo Utara.
Sedangkan, di Trenggalek, kecamatan yang juga gerakan tanahnya menengah sampai tinggi, yakni Kecamatan Tugu, Durenan Utara, Pule, Panggul, Dongko, Watulimo, dan Munjungan. Adapun di Tulungagung, antara lain, Kecamatan Pagerwojo, Gondang Barat, Pucang Laban Selatan, dan Kalidawir Selatan.
Daerah rawan longsor di Malang meliputi Kecamatan Jabung Timur, Sumbermanjing, Kesambon, Pujon, Ngantang, Bumiaji, Batu, Dau, dan Tirtoyudo Utara. Sedangkan di Kabupaten Probolinggo, yakni Kecamatan Kuripan, Pakuniran, Lumbang, Sukapura, Sumber, Kotaanyar Timur, Tiris, Gading, Krucil Arjasa, dan Silo.
Di kabupaten Situbondo, daerah yang rawan gerakan tanah diantaranya berada di kecamatan Situbondo Tengah, Panarukan Selatan, Bungatan Timur, Sumbermalang, Suboh Selatan, Panji Tengah, Mlandingan, dan Kendit. dan di Kabupaten Tuban, di antaranya Kecamatan Parengan, Kerek bagian tengah, Rengel Tenah, dan Soko Utara.
Surono menjelaskan, kategori potensi gerakan tanah menengah atau longsor, bisa terjadi jika curah hujan di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
Sedangkan untuk kategori potensi gerakan tanah tinggi, bisa terjadi jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat kembali aktif. sumber : (www.d-infokom-jatim.go.id)

Read more...

Sabtu, 22 November 2008

Gagal Audisi Dangdut, Sikat Motor

Soko Tuban
Keinginan Sug, 31, untuk mengubah nasibnya benar-benar telah pupus. Petualangan bapak dua anak asal Desa Mlaten, Tuban, yang indekos di Jalan Pojok Gresik, Surabaya, ini justru berakhir di jeruji besi Polsek Krembangan. Nasib yang tak kunjung berubah itu mengantarkan Sug untuk berbuat jahat. Namun nahas, ia malah tertangkap warga dan petugas saat mencuri sepeda motor, Jumat (14/11) malam.

Beruntung warga yang malam itu memergoki tersangka menuntun sepeda motor Honda Supra L 4680 BZ milik Anto, 36 di depan rumahnya di Jalan Gadukan Baru Sekolahan, tidak sampai menghakiminya.

Sebelumnya, Sug memiliki semangat tinggi untuk mengubah nasib. Ia merasa penat menjalani hidup dengan pekerjaan sebagai kuli angkut garam di kawasan Jalan Kalianak Surabaya. Maka Sug pun nekat mengikuti audisi kontes dangdut yang diselenggarakan sebuah stasiun televisi swasta.

“Dengan ikut audisi kontes dangdut, sebenarnya saya ingin mengubah nasib saya. Tapi dua kali ikut tidak pernah lolos,” kata Sug lirih, di tahanan Polsek Krembangan, Sabtu (15/11).

Ia dengan bangga menceritakan bahwa pada audisi pertama itu dirinya sempat mengenal finalis saat itu, A'an KDI asal Mojokerto. “Suaramu bagus mas,” kata Sug menirukan pujian A'an saat itu. Namun, Sug yang saat itu selalu mengenakan topi kabaret warna kuning justru dinyatakan tidak lolos audisi.

Ia belum mau menyerah, dan mendaftar lagi pada audisi berikutnya. Namun penggemar berat Rhoma Irama ini kembali gagal. “Yang pertama audisi di RRI gagal, yang kedua audisi di Hotel Simpang juga gagal. Ya, sudah nasib saya,” ucapnya.

Kegagalan itu lama-lama membuat Sug tak lagi bersemangat, ia pun kembali menekuni pekerjaan lamanya. Dan Jumat (14/11) malam lalu itu, ia mengaku berbuat di luar nalarnya. Ia mengaku sudah terlalu lama hidup penuh kekurangan. Saat pulang kerja, ia tiba-tiba melihat sebuah sepeda motor diparkir di depan rumah pemiliknya, dengan kunci masih tertinggal di kendaraan tersebut.

Tanpa pikir panjang, ia pun menuntun motor tersebut. Namun, aksinya tersebut keburu dipergoki warga dan petugas yang sedang berpatroli. Karena berusaha kabur, petugas terpaksa melumpuhkan kakinya dengan sebuah tembakan.

“Sekitar 15 menit setelah ia menuntun sepeda motor, ada petugas yang sedang patroli. Mungkin karena takut, ia langsung kabur,” jelas Kapolsek Krembangan AKP Isbari, Sabtu (15/11). Karena keberadaan petugas itu pula, warga yang mengetahui aksi Sug tidak sampai menghakiminya.

Ditemui di tahanan, pemilik suara merdu ini kemarin masih sempat melantunkan sejumlah tembang hits milik raja dangdut Rhoma Irama. Namun setelah itu ia tertunduk lesu. “Saya menyesal, kok tiba-tiba saja mata saya gelap ingin membawa sepeda motor itu,” ujar Sug lirih. iit
Sumber : surya online

Read more...

Selasa, 04 November 2008

Laporan Militer

Soko tuban
supaya bisa dibaca klikgambar kotak dipojok kanan atas, setelah full scrin klik tanda + (plus) untuk memperbesar tampilan.
Laporan_Brojonegoro

Get your own at Scribd or explore others:

Read more...

Sabtu, 25 Oktober 2008

Sindikat Pencurian Sapi Dibekuk

Soko tuban
BOJONEGORO - Satreskrim polres Bojonegoro berhasil mengungkap sindikat pencurian hewan ternak yang belakangan ini marak terjadi di Kota Ledre tersebut. Lima dari enam kawanan pencuri sapi Kamis (23/10) malam lalu dibekuk di rumahnya masing-masing.

Menurut Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro Kompol Kusen Hidayat, lima pencuri sapi tersebut, Jami'an, 30, warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko, Tuban dan Mustakim, 27, warga Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu. Kemudian Suntono, 35, warga Desa Bareng; Surat, 30, dan Yadi, 45, keduanya warga Desa Ngadiluweh; semuanya masuk wilayah Kecamatan Ngasem.

Satu anggota lainnya dari kawanan pencurian ini bernama Sumarji, 36, warga Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota. Dia tertangkap lebih dulu. Namun, bukan karena perkara pencurian hewan tersebut. Melainkan karena melakukan pembobolan counter handphone (HP) di Jalan Gajah Mada Bojonegoro beberapa hari yang lalu bersama rekannya Sami'an.

Menurut Kusen, enam tersangka itu pernah melakukan pencurian 5 ekor sapi jenis brahman milik Jamari, 40, warga Desa Donan, Kecamatan Purwosari pada 14 Oktober lalu. Lima sapi curian itu diangkut menggunakan truk dan sempat ditaruh di kandang Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan.

Hewan curian itu kemudian dijual dengan harga sekitar Rp 28 juta. ''Ada empat sapi yang berhasil ditemukan petugas di pasar sapi Desa Modo, Kecamatan Padangan,'' ujar Kusen.

Selanjutnya, empat sapi tesrebut diserahkan kepada pemiliknya. Kusen menambahkan, akibat perbuatan tesebut, keenam tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman di atas lima tahun.

''Polisi masih mengembangkan kasus ini, sebab dimungkinkan tempat kejadian perkara (TKP) tidak hanya di Padangan,'' katanya.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan truk S 7252 B yang dipakai tersangka mengangkut sapi. (zak) Sumber : Radar bojonegoro

Read more...

Kamis, 23 Oktober 2008

KADES TERPILIH KECAMATAN SOKO


Soko Tuban

Read more...

Selasa, 21 Oktober 2008

PT Gassuma Diancam PTUN

Soko Tuban

Tuban, Beritakota - Masyarakat sekitar Industri Migas JOB PTEJ Petrocina east Java yakni Desa Rahayu, Desa Sokosari dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga sejumlah organiasi kemasyarakatan (Ormas) di Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, mengancam akan melakukan class action (gugatan perdata) terhadap dua perusahaan rekanan yang melakukan aktifitas tanpa mengantongi izin Amdal.
Beberapa ormas, LSM dan masyarakat [...] read more>>

Read more...

Minggu, 19 Oktober 2008

Debit air Bengawan Solo di hilir bertambah

Soko Tuban
Bojonegoro---Debit air Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro, Jatim mulai bertambah akibat hujan lebat yang terjadi Rabu (8/10), baik di daerah hulu Jawa Tengah dan daerah hilir Jawa Timur.

Di Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Tuban, dilaporkan tiga unit truk penambang pasir tenggelam bersamaan bertambahnya debit air, dan baru Kamis (9/10) berhasil diangkat ke daratan.

Seorang warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Tuban, Mahmudan, Kamis, menyatakan, tiga truk tersebut baru berhasil diangkat dari dasar Bengawan Solo, setelah ditarik ratusan orang dengan tali.

Ketiga truk tersebut, ditenggelamkan air ketika akan mengambil pasir yang ditambang para penambang pasir mekanik di desa setempat.

"Semua pekerja berhasil selamat, tetapi untuk mengangkat truk ditarik satu persatu," katanya.

Sementara itu, Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo, Mulyono menyatakan, memasuki musim pancaroba sekarang ini kondisi sudah tidak menentu, sehingga masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo mewaspadai bertambahnya air.

Sumber: Antara/SOLOPOS.COM

DARI SUMBER LAIN

ENAM MOBIL TERSERET ARUS BENGAWAN SOLO

Metrotvnews.com, Tuban: Air Bengawan Solo meluap secara tiba-tiba. Akibatnya, lima truk dan satu mobil Toyota Kijang terseret air banjir luapan Bengawan Solo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sopir dan penambang pasir langsung menyelamatkan diri saat air Bengawan Solo meninggi.

Insiden ini terjadi di Desa Mojo Agung, Kecamatan Soko, Tuban, Jatim, Rabu malam. Lima truk milik penambang pasir dan sebuah mobil Kijang terseret luapan Bengawan Solo hingga puluhan meter.

Evakuasi kendaraan nahas itu baru dilakukan Kamis siang. Dengan menggunakan tali tambang, puluhan warga berusaha menarik truk dan mendorongnya. Usaha keras warga membuahkan hasil. Truk dan mobil bisa ditarik ke daratan.
LINK VIDEO KLIK DISINI setelah masuk klik play.

Read more...

Selasa, 14 Oktober 2008

BLT Warga Simo Disunat Besarnya Rp 50.000 - Rp 150.000

Soko Tuban
Tuban- Surya
Pembagian dana Bantuan Tunai Langsung (BLT) di Kecamatan Soko, Tuban belum berjalan mulus. Pasalnya, pencairan dana BLT tahap kedua diduga disunat untuk dibagikan kepada warga desa yang tidak mendapatkan BLT. Dugaan penyunatan dana BLT itu terjadi saat pencairan BLT tahap kedua di enam titik Kecamatan Soko, yakni di Balai Desa Simo, Balai Desa Pandanwangi, Balai Desa Sokosari, Balai Desa Prambon Tregayam, Balai Desa Klumpit, dan Balai Desa Nguruan.

Di Balai Desa Simo ada 1.275 KK yang mendapatkan BLT, sedangkan total penerima BLT di kecamatan itu 9.071 KK.

Seperti diungkapkan Satiman,60, warga Dusun Sendang, Desa Simo, mengaku jika modus penyunatan dana dilakukan secara halus. Penyunatan dana BLT itu baru dilakukan ketika warga sudah menerima dana tahap kedua. “Dananya memang utuh Rp 400.000,” tandasnya.

Namun, persoalan muncul ketika dia dan puluhan warga desa yang telah menerima dana BLT pulang ke rumah. Karena begitu pulang ke rumah, pihaknya diminta untuk menyetorkan sebagian dana BLT ke RT. Potongannya setiap warga berbeda ada yang Rp 50.000, Rp 100.000 sampai Rp 150.000. “Kalau saya dipotong Rp 100.000. Waktu BLT tahap pertama, saya juga dipotong Rp 100.000,” tambahnya.

Menurut Napiatun,60, warga lainnya, dana itu informasinya dipakai untuk 'menyantuni' warga desa lain yang tak mendapat kartu BLT. Pemberian dana ke warga desa yang tak dapat BLT dilakukan agar warga tak iri dengan penerima BLT lain. “Warga desa kalau tak terima dana BLT biasanya iri atau rasan-rasan,” ujarnya.

Sementara Camat Soko, Kusmindar, saat dikonfirmasi membantah jika ada penyunatan dana BLT. Pasalnya, pihaknya tak pernah menginstruksikan kepada perangkat desa untuk memotong dana bagi warga non penerima BLT. “Saya tak pernah memberi instruksi apapun terkait penyunatan BLT. Instruksi yang diberikan sesuai prosedur yang ada,” paparnya kepada Surya.

Pihaknya tidak mengetahui kalau ada kesepakatan warga dengan perangkat desa setempat terkait pemotongan dana bagi warga non penerima BLT. “Kami akan mengecek ke lapangan. Jika memang ada, kami akan memberi sanksi kepada perangkat desa tersebut,” pungkasnya.sda
Sumber : surya online

Read more...

Komoditisasi pesan agama

Soko Tuban
Oleh Mustatho

Banyak iklan di TV yang menawarkan dimensi mistis, terkait dengan masa depan, karir maupun jodoh. Kebimbangan -mungkin tepatnya disebut tipisnya iman, manusia moderen dijadikan acuan memasarkan ramalan, primbon ataupun "pandangan" masa depan. Hal ini terasa sangat aneh, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan, ataukah memang zamannya telah edan? Hal yang seharusnya menjadi tontonan, dianggap sebagi tuntunan, sebaliknya tuntunan yang semestinyapun dilupakan. Joko Bodo, Mama Lauren dan para Peramal menjadi idola.

Memang, setiap manusia baik sebagai individu ataupun berstatus sebagai anggota kelompok masyarakat, membutuhkan tata atur, rasa nyaman, dan keinginan untuk mendapatkan kebahagiaan. Tak pelak, celah inilah yang ‘diimingkan' oleh media dengan para tokoh peramalnya. Manusia melupakan agama sebagai peneguhan akhir dari semua permasalahnya, dan lebih memilih kenyamanan semu yang ditawarkan di dunia ini. Mereka lebih memilih kepentingan langsung yang berupa materi, di mana cara dipandang sebagai tujuan dan menempatkan kepalsuan menggantikan kebenaran. Al Qur'an memperingatkan dalam surat Al-Dhuha (93:4) ; "Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)". Ayat ini sekaligus membimbing manusia untuk menjaga track kehidupan agar tidak melupakan tujuan akhirnya yakni "kebahagiaan" dunia dan akhirat.

Permasalahan manusia modern saat ini, begitu juga di Indonesia, adalah kekeringan iman. Agama ditempatkan tidak lebih sebagai urusan spiritual belaka, yang menempati posisi sekunder. Lebih tragis lagi, agama dilambangkan ke dalam pernyataan skriptual, yang disimpulkan dalam sistem formal kelembagaan, melalui tarekat, ormas, majelis dzikir, maupun institusi lain, yang dengannya urusan spiritualitas masyarakat bisa diwakilkan. Manusia moderen sambil lalu menitipkan urusan agama pada agamawan, guru spiritual maupun pembimbing (mursyid-mursyid) mental.

Peran agama dalam dunia moderen diperdagangkan. Tak heran, banyak kalangan elit kenegaraan, para jenderal, artis, pebisnis sampai tokoh politik mempunyai guru-guru spiritual yang hanya dibutuhkan ketika urusan dunia mereka membutuhkan agama sebagai back up atas kejayaan mereka. Agama hanya ada ketika dibutuhkan dan dianggap sebagai perkara klenik belaka. Pesan agama menjadi timpang dalam dimensi mistisnya.

Benar bahwa dimensi tertinggi dalam agama adalah kepercayaan kepada hal gaib. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 3 ; "Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib...". Namun bukan berarti kepercayaan pada yang gaib ini bisa diartikan sebagai kekuatan yang sekonyong-konyong dapat diperlakukan untuk mendongkrak popularitas seseorang, melanggengkan jabatan ataupun mempermudah promosi. Kepercayaan instant semacam inilah yang kemudian mewabah pada fenomena menjamurnya rajah, tulisan-tulisan arab yang dianggap keramat (asma'), sampai pada cincin batu akik.

Kepercayaan dan kepekaan terhadap yang gaib ini menurut Fazlur Rahman dalam Major Themes of the Qur'an (1980) pada dasarnya berguna untuk melatih seseorang yang beragama untuk merasakan adanya kedekatan dan sekaligus pengawasan dari Tuhan. Kepercayaan kepada yang gaib ini adalah kebenaran tertinggi yang akan membimbing manusia pada pemenuhan iman sejati. Sebagaimana dalam Al Qur'an surat al-Qaaf (50) ayat 33 ; "(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat".

Agama solving
Kecenderungan seorang yang beragama terhadap yang gaib bukanlah berarti ketundukan dan kepasrahan kepada takdir, menyerah pada keadaan dan kesempatan serta perasaan tidak mampu untuk berusaha dan berkarya. Iman juga tidak berarti kepercayaan pada hal-hak yang irrasional, ia adalah perasaan yang akan menghantarkan seseorang pada pemahaman akan eksistensi Tuhan. Bukankah dalam kehidupan ini, dalam pengalamannyapun, manusia sering menjumpai hal-hal yang sulit diterima akal sehat biasa? Makna iman sesungguhnya adalah pengakuan atas keterbatasan kemampuan manusia, akal dan pancainderanya.

Manusia adalah insan-insan sosial yang menyadari keterbatasan dirinya sendiri serta membutuhkan sesama dan kekuatan supranatural yaitu ALLAH. Ketidakmemadaian akal sehat biasa adalah hal yang niscaya, karena ia memang bertolak dari hal ikhwal dan logika keseharian tentang apa yang dipandang wajar, lazim dan benar dan apa yang tidak. Akal sehat biasa manusia akan sangat sulit menerima kebenaran yang belum pernah ia temui atau bayangkan seperti lazimnya ia berpikir. Kontradiksi paham dam pengalaman ini akan menyumbat kebermaknaan beragama manusia, menjadikan keberagamaan kering dan jauh dari penghayatan. Untuk itu, manusia memerlukan cara pandang lain yang mampu mengatasi kontradiksi pemahaman kehidupan ini, yang apabila tidak terselesaikan maka akan mengganggu keimanan seseorang. Peter Berger menyebutnya dengan "struktur kebermaknaan" (plausibility structure) yaitu mengembalikan akar persoalan pada model tatanan yang dipercayai itu sendiri, yakni agama.

Agama dengan seperangkat metodologinya hadir untuk menyelesaikan kontradiksi-kontradiksi pengalaman yang tidak bisa terselesaikan oleh kecanggihan akal manusia. Agama adalah penerang, Islam menyebut wahyunya Al Qur'an, sebagai Hudan yang bermakna sebagai petunjuk, tidak hanya pada hal-hal rasional, empiris tetapi melampaui semua pandangan serba terbatas akal dan panca indera manusia. Begitu pengalaman manusia melampaui hal-hal keseharian yang umum dipahami dan diterima oleh akal dan panca inderanya, maka orangpun memerlukan penjelasan metaforis yang berbicara tentang makna hakiki dan atau tujuan hidup. Di sinilah sekali lagi hanya agama yang mampunyai jawabnya, sistem makna yang menjangkau seluruh keperluan manusia, tidak hanya untuk keperluan hari ini, di dunia ini, tetapi juga menjangkau harapan dan imajinasi kehidupan setelah hidup ini. Agamalah yang menurut Clifortz Geertz mempunyai system makna (system of significance) yang tepat untuk manusia. Tidak pada ramalan, primbon apalagi terawangan yang dihasilkan oleh nalar manusia yang sangat terbatas
Sumber : Waspada online
Oeh : Alumnus Pascasarjana IAIN Sunan Ampel, Pengurus Pon-Pes Al-Musthafa, Prambontergayang, Soko Tuban, 62372.

Read more...

Kamis, 09 Oktober 2008

Debit Air Bengawan Solo Capai Titik Terendah

SOKO TUBAN
BOJONEGORO
- Debit air Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik mencapai titik terendah. ''Akibatnya sejumlah petani di daerah hilir mulai mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air guna mencukupi kebutuhan air tanaman padinya,'' kata Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mulyono.

Dia mencontohkan, petani di Desa Mojo, Kecamatan Soko, Tuban, yang melaporkan tidak bisa menyedot air di Bengawan Solo untuk mengairi areal tanaman padi seluas 60 hektare karena air di badan sungai sudah habis. ''Dengan kondisi yang ada, tanaman padi yang berumur kurang dari 70 hari bisa gagal panen kalau tidak turun hujan,'' imbuhnya.

Berdasarkan petunjuk teknis operasional dari Balai Besar Bengawan Solo Waduk Wonogiri, kata Mulyono, Oktober ini dikeluarkan tiga meter kubik per detik untuk pemeliharaan sungai. Sementara kebutuhan areal irigasi pertanian di sepanjang DAS Bengawan Solo di daerah hilir dialokasikan 3,15 meter kubik per detik. (ade)
Sumber : RADAR BOJONEGORO

Read more...

Sabtu, 13 September 2008

Kendaraan yang tetap bertahan dan peka jaman.


Soko Tuban

Bagi warga di kota besar delman merupakana kendaraan rekeratif yang ada di tempat-tempat tertentu. Namun di Bojonegoro kendaraan yang ditarik seekora kuda tersebut merupakan harapan sampai di tujuan dengan tarif lama.
Delapan delman berjajar di pertigaan yang berada di sebelah barat pasar. Sebagian diantara kusir (sebutan pengendara delman) terlihat duduk santai di belakang kuda. Sementara sebagian lain sibuk memberikan makan kuda-kuda penarik kereta.

''Unutk setipa lima smapai degan sepuluh Kilomneter ongkosnya tetap 2 ribu perorang,'' kata Didik kusir delman,20 yang tinggal di Desa Simorejo kecamatan Soko Tuban. Dia menuturkan bisabertahannya tarif yang dikenakan karena biaya memberi makan kuda tidak ada kenaikkan. Meskipun Bahan Bakar Minyak (BBM) naik dan tarif angkutan umum ongkosnya naik.

Didik mengaku dengan orang tuanya, Said (60) dan adiknya, Apid (18) terbiasa mengambil penumpang di pasar Banjarjo Kecamatan Kota Bojonegoro. Meski berbagai bahan kebutuhan naik, lanjut Didik, biaya memberi makan kuda, tidak ada kenaikkan tetap seharinya Rp7.000, untuk membeli dedak, ''sedangkan rumputnya tidak harus membeli karena bisa mencari sendiri, sepulang dari mengambil penumpang,'' ungkapnya.

Menurut dia puluhan delman baik di pasar Banjarjo juga di pasar besar Kota Bojonegoro pemiliknya warga di wilayahnya, hanya sebagian kecil yang pemiliknya warga Bojonegoro. Dia kemudian menututrkkan puluhan delman yang mengambil penumpang di pasar besar Kota Bojonegoro melayani rute sejumlah desa di Kecamatan Dander dan Kalitidu. Sedangkan delman di pasar Banjarjo melayani penumpang yang ke arah kecamatan Soko , Rengel, Parengan, juga ke Bangilan, Tuban. "Tetapi kami tidak mempunyai trayek, bisa berpindah-pindah , sedangkan kalau tarif terserah penumpang. Tetapi biasanya ongkosnya berkisar Rp2.000 untuk perjalanan dengan jarak sekitar 5-10 km per orang, " katanya.

Dia menjelaskan penumpang delman di Bojonegoro selama ini tetap stabil tidak pernah mengalami perubahan karena tarifnya relatif tidak pernah naik. Meskipun ongkos angkutan umum naik, tetapi tarif delman tidak naik sehingga para penumpang lebih senang naik delman. ''Apalagi rute kami merupakan rute yang tidak terjangkau angkutan umum atau angkutan penumpang lainnya,'' ungkapnya

Didik kemudian menjelaskan pada hari minggu biasanya ramai karena warga naik delman dianggap rekreasi. Bahkan saat lebaran dia menuturkan terjadi lonjakan penumpang sama seperti angkutan penumpang lainnya. ''rata-rata mereka ingin rekreasi dan bernostalgian di kampung halaman dan otomatis itu membantu pendapatan kami naik,'' tegasnya.

Pada hari-hari biasa Didik mengaku pendapatannya per hari berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000, berhenti siang hari. Unutk saat lebaran dia mengaku pendapatan sehari bis amencapai Rp 100 ribu. ''dan itu berlangsuung sat Hari raya idul Fitri smapai hari raya ketupat,'' imbuhnya

Kusir delman yang lain Darsono, 45 asal Desa Ngablak Kecamatan Dander, mengakui selama Ramadan ini masih sepi. Pendapatannya per hari masih berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000 per hari dengan rute untuk penumpang dari pasar besar Kota Bojonegoro ke sejumlah desa di Kecamatan kaltidu dan Dander. ''Kalau saat lebaran saya pernah dapat 2oo ribu dalam sehari, " katanya.

Sumber : Radar Bojonegoro ( TONI ADE IRAWAN Bojonegoro)

[ Jum'at, 12 September 2008 ]

Melihat delman di Bojonegoro

(untitlet.doc : brocken link) *dengan sedikit pengeditan* (*-* : admin)


Read more...

Surban Syariah Kaum Abangan

Soko Tuban


Galibnya pesantren tidak elitis. Pesantren musti menyatu dengan lingkungan, apapun bentuknya. Di Ponpes Tarbiyatut Thulab, terasa kental harmoni antara kaum bersurban dengan masyarakat abangan.

Ada yang lain dari Ponpes Tarbiyatut Thulab. Sekalipun usianya relatif muda, namun pesantren ini tak mengedepankan image elitis. Para kiai dan ustadnya pun tak ubahnya masyarakat biasa, manakala bersinggungan dengan warga sekitar.

Tak ada pagar pembatas dari kompleks pesantren berlokal empat ini. Lokasinya di Dusun Plumpung, Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Tuban ini, kian mengentalkan status pesantren di tengah kaum abangan.

Oleh karena itu pula, menurut Joko Jatmiko tokoh masyarakat Sumurcinde, keberadaan pesantren ini dia nilai sebagai cikal bakal kebangkitan Islam di dusun setempat. Sekarang anak-anak Plumpung sudah bisa mengaji, pemudanya juga mulai bergeser moralitasnya, ungkap mantan Kades Sumurcinde yang ikut mengawal berdirinya pesantren ini.

Tak hanya itu. Keberadaan Kiai S Anshori yang sebelumnya malang melintang di sejumlah pondok ini, menjadi tempat berteduh kegersangan jiwa warga setempat. Pintunya selalu terbuka, sekalipun sekadar untuk bertanya; bagaimana cara berwudlu.
Di kalangan kaum muda desa yang mayoritas petani inipun, seorang Anshori dianggap bukan sosok tertutup. Acapkali lelaki asal Bojonegoro ini, muncul di warung kopi bercengkrama dengan pemuda. Pembicaraannya pun tak sebatas aqidah islamiah.

Kita tidak bisa memberi nasehat kepada masyarakat. Kita beri mereka khuswatul khasanah (contoh yang baik) terhadap masyarakat, ungkap Kiai Anshori yang juga Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Soko.
Di kalangan orang dewasa, pesantren ini mulai menjadi kegandrungan. Apalagi saban hari Jumat Kliwon, usai Jumatan, pesantren ini menggelar ngaji kitab kepada masyarakat.


Helat yang biasa digelar di masjid pondok ini, sudah diikuti puluhan warga dari Dusun Maner, Warang, Plumpung, Desa Sumurcinde, Dusun Butoh, Desa Kebonagung dan desa-desa lain di sekitarnya. Mayoritas warga dari desa-desa itu, belum lama mengenal aqidah. Terlebih Desa Sumurcinde dan Kebonagung, bersebelahan dengan ladang migas Petrochina, dengan berbagai dampak social yang dibawa ekspatriatnya. Termasuk juga masih kokoh berdirinya para perempuan bergincu di kompleks PSK liar Cangkring di Desa Kebonagung. (tbu) sumber : dutamasyarakat.com

Read more...

Kamis, 11 September 2008

Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Pelayanan Kesehatan Gratis dan Pendidikan Gratis di Kabupaten Tuban

Soko Tuban

Tuban. Selasa 9 September 2008 bertempat di Gedung Korpri Pemkab Tuban dihelat pertemuan dengan tajuk ” Pembekalan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Pelayanan Kesehatan Gratis dan Pendidikan Gratis di Kabupaten Tuban”. Acara tersebut dihadiri oleh Camat, Kepala Puskesmas, Kacabdin Pendiikan, Kasi Yanum, Kasi PMD, TP PKK Kecamatan dari 20 Kecamatan di Tuban serta jajaran Dinas dan Instansi terkait di lingkungan Pemkab Tuban.

Acara dimulai + 09.00, dipimpin oleh Ibu Parastuti selaku Sekda dilanjutkan paparan dari Bapeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan KB, serta dari Kantor Sosial. Kepala bapeda menyampaikan secara garis besar program pemberdayaan masyarakat miskin di Pemkab Tuban terdapat 25 program dengan total anggaran Rp. 53.132.608,00 yang dibiayai oleh APBN ( Rp. 21.742.320), APBD Propinsi (Rp. 7.304.720) dan APBD Kabupaten (Rp. 24.085.608).

Untuk program Jamkesmas telah terbagikan kartu Jamkesmas sebanyak 344.919 kartu. Kartu tersebut sebagai identifikasi sasaran untk mendapatkan pelayanan secara gratis di Puskemas dan jajaranya (PUSTU dan Polindes/ Bidan Desa) serta memperoleh pelayanan rujukan ke RSUD.

Layanan di Puskesmas merupakan layanan tingkat pertama yang meliputi pemeriksaan, konsultasi, penyuluhan, laboratorium sederhana, pengobatan, pengobatan gigi, tindajan medis kecil, pemeriksaan kehamilan, persalinan, penangan nifas, buteki, imunisasi, pelyanan KB dan rujukan ke Puskesmas rawat inap dan Rumah Sakit.

Bentuk pelayanan di rumah sakit merupakan layanan yang bersifat rujukan yang meliputi layanan rawat jalan tingkat lanjut dan rawat inap di kelas 3 serta layanan gawat darurat. Untuk layanan rujukan peserta jamkesmas harus terlebih dulu menjalani penanganan di Puskesmas bila perlu dirujuk maka akan diberikan surat rujukan. Faktanya banyak kasus masuk rumah sakit terlebih dulu walaupun sebenarnya tidak perlu dirujuk baru minta surat rujukan ke Puskesmas, hal ini menandakan bahwa sistem rujukan belum berjalan baik atau masyarakat belum menganggap puskesmas sebagai layanan yang sesuai dengan “harapan” masyarakat.

Bagi warga masyarakat miskin non Jamkesmas Pemkab mengalokasikan dana Rp. 1,5 milyar di RSUD R. Koesma. Bagi mereka kalau betul-betul miskin bisa memanfaatkan pelayanan ini dengan dibuktikan adanya surat keterangan tidak mampu dari desa/kelurahan yang dilegalisasi oleh kecamatan. Untuk pelayanan miskin non Jamkesmas di Puskesmas Kepala Dinas Kesehatan dan KB mengharuskan mereka tetap digratiskan/ tidak ada tarikan tapi tidak boleh meng-klaim pada dana Jamkesmas yang telah ada di Puskesmas. Karena tidak ada dana pendamping APBD untuk pos ini ada beberapa Puskesmas merasa keberatan tapi dengan terpaksa mengikuti instruksi Kadinkes terebut. Ya mudah-mudahan pelayan dengan imbalan 2 M ( matursuwun mas/mbak) bisa dilandasi dengan keihlasan yang bersankutan nantinya masuk surga. amien.

Untuk layanan gawat darurat masyarakat miskin dapat langsung ke rumah sakit atau layanan manapun dan bagi yang tidak bisa menunjukkan kartu Jamkesmas, kelengakapan administrasi, kartu Jamkesmas atau SKTM serta surat rujukan dapat disusulkan dalam tempo 2 hari kerja.

Untuk program pendidikan gratis telah dilaksaksanakan sampai tingkat SLTP, dengan dana BOS semua siswa didik, mampu atau tidak, telah dibebaskan dari iuran bulanan/ SPP, biaya PSB, daftar ulang, iuran perpustakaan, biaya pembinaan kesiswaan, biaya ujian, biaya gedung dan penyediaan buku/alat peraga. Bagi siswa miskin bisa mendapatkan hal serupa di tingkat SLTA melalui dana Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) dan alokasi khusus siswa DO (pagu DO).

Dalam kenyataan ternyata beberapa sekolah masih menarik untuk daftar ulang dan program pagu DO yang sempat disosialisakan pada bulan yang lalu (sebelum tahun ajaran baru) ternyata secara tehnis tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Dari kepala kantor sosial menjelaskan tentang PKH (Program Keluarga Harapan), yaitu pemberian sumbangan langsung tunai bersyarat dengan sasaran rumah tangga sangat miskin yang memiliki ibu hamil/nifas, anak balita dan anak usia pendidikan SD dan SLTP.

Terakhir Ibu Bupati berharap guna kelancaran kegiatan ini hendaknya disosialiasaikan kepada masyarakat di masing-masing desa dengan mengundang sasaran untuk diberikan penjelasan.

Mudah-mudahan acara sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Miskin di desa-desa bisa berjalan baik, tanda tendensi hanya dilandasi niat ihlas mengentas kimiskinan. Harapanya, budi daya masyarakat miskin hilang/berkurang sehingga masyarakat Tuban yang mandiri, sejahtera lahir dan batin terwujud. Amien. Sumber : pkm kenduruan

Read more...

Jumat, 08 Agustus 2008

PKS Tuban dekati Segmen Wanita

Soko Tuban
Ahad, 27 Juli 2008 Struktur kewanitaan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tuban mengadakan program pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Soko. Program pelayanan yang digelar oleh DPD PKS Tuban dan bekerjasama dengan DPC PKS Soko tersebut berbentuk pelatihan kewirausahaan pembuatan sari kedelai diperuntukkan bagi ibu-ibu, pengajian umum dalam rangka isra’ mi’raj dan lomba-lomba yang diperuntukkan siswa usia TK-SD. Selain itu acara juga disemarakkan dengan Launching Rumah Peduli DPC PKS Soko dan Direct Selling PKS yang dilakukan di pasar Soko.
Rangkaian kegiatan hari keluarga, hari anak nasional (HARKENAS) DPD PKS Tuban sengaja di fokuskan pada salah satu Dapil, yaitu kita pilih wilayah DAPIL 3 yang meliputi kecamatan Soko, Parengan, Singgahan. Acara yang bertemakan ”Ibu Sehat, Keluarga Sejahtera, Bangsa Kuat” dibuka oleh ketua DPC Soko, Hanafi. Saat Launching Rumah Peduli PKS, Hanafi menyampaikan program-program Rumah Peduli PKS, diantaranya program pelayanan Taman baca (sudah digulirkan satu tahun yang lalu), Pelayanan pengobatan gratis, pengajian bulanan, penyuluhan kesehatan, ketrampilan kewanitaan (pendampingan wirausaha), bakti sosial, dll. Rumah peduli ini juga menyiapkan segala informasi yang berhubungan dengan PKS.
Mida Ririn sebagai ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS mengungkapkan bahwa wanita khususnya ibu mempunyai peran penting dalam keluarga, sehingga perlu dijaga kesehatannya dan perlu diberdayakan dalam keluarga.
Karena banyaknya agenda kegiatan hari itu, maka kader-kader wanita PKS yang tergabung dalam Pos WK (Wanita Keadilan) dibagi dalam berbagai konsentrasi kegiatan semenjak pukul 08.00 sampai jam 12.00. Beberapa kader terjun melakukan Direct selling ke pasar Soko untuk menggali informasi tentang seberapa jauh kiprah PKS diketahui dan bermanfaat bagi masyarakat, harapan dan saran mereka tentang PKS, dan berbagai pertanyaan lain dilontarkan pada penjual ataupun pembeli yang berhubungan dengan PKS. Dalam aksinya itu, para kader akhwat membagi-bagikan sticker PKS pada masyarakat. Untuk mencegah ketidaklancaran jual beli, maka panitia hanya melakukan interview pada penjual atau pembeli yang sekiranya berkenan dengan direct selling yang dilakukan.
Pembicara pengajian umum Isra’ Mi’raj ini mendatangkan ustadz Sa’dun Wahid dari Lamongan. Jumlah peserta yang hadir saat itu sekitar 70 orang. Sedangkan lomba anak-anak diikuti sekitar 150 anak.
Pelatihan kewirausahaan pembuatan sari kedele diberikan pada masyarakat setempat dengan harapan selain sebagai bekal ketrampilan kerja juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi pada anak. Sedangkan tujuan kegiatan ini diadakan untuk mengokohkan peran dan fungsi pos WK sebagai layanan sosial dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan, memanfaatkan dan memaknai momentum HARKENAS dan isra’ mi’raj sebagai sarana pemasaran tokoh wanita PKS serta dirancang sebagai stimulus bergulirnya benih-benih kebaikan ditengah masyarakat yang mana akan menunjukkan bahwa PKS sebagai partai yang bersih dan peduli pada nasib bangsa. (Humas Tuban)
Sumber : pks-jatim.org

Read more...

Warga Tuban Dan Bojonegoro Mulai Makan Nasi Aking


Soko Tuban
Prihatin memang tapi itulah adanya negeri ini, benar tidak semua tapi berita itu ada seperti yang saya temukaan dimuat oleh (ANTARA News)
karna dikasih label COPYRIGHT terpaksa tak contek kopnya saja :
Sejumlah warga di Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur, mulai makan "nasi aking" atau "karak"
( Sisa nasi yang dikeringkan) karena tidak mampu membeli beras.
Halaman Sumber : http://www.antara.co.id/print/?i=1217652658



Read more...

Rabu, 23 Juli 2008

KENAIKAN BBM SUDAH TEPAT SASARAN ....MARI KITA DUKUUUUUNG!!!!!!!!!!!???????

Soko Tuban

ternyata ada yang punya analisis jitu tentang kenaikan harga BBM 2008

hal ini diposting ke milis oleh warga Soko beberapa waktu lalu.

Coba di cerna dulu sebelum protest...!!!!!!!!

Ada yang punya analisa: Harga BBM Naek, Jumlah rakyat miskin turun..?!

kayak yang dibilang LPEM bahkan sampe 14% lebih kalo. Analisanya sbb :

>- Harga bbm naek - tadinya rakyat miskin yang naek bis, sekarang jadi jalankaki.. trus dijalan ketabrak bus kota yg ngebut karena nguber setoran(soalnye bbmnya naek) trus mati..

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- tadinya rakyat miskin makan sehari sekali.. trus jadi makan sekali

buat 3 hari ( karena daya belinya turun).. lama2 mati..

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- tadinya rakyat miskin yang pada sakit masih bisa beli obat generik..

trus gak bisa beli lagi .. ato tadinya ke puskesmas bisa naik angkot sekarang

jalan kaki jadi malah mati di jalan..

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- ada rakyat miskin yang jadi stress... mikirin bbm yang naek, saking

mikirnya.... ampe lupa makan dan minum....akhirnya mati juga.

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- ada rakyat miskin yang kreatif dan berinisiatif. ... buat menuhin

kebutuhan dia nyolong ayam tetangga.... ketangkep, digebukin

massa.....ampe mati juga.

--> RAKYAT MISKIN BERKURANG

>- rakyat miskin di rt 004 berebut kartu blt yang masih lagi di prin, antem-

anteman sampe mati

àRAKYAT MISKIN BERKURANG

>- rakyat miskin di rt 004, gak puas dengan kepemimpinan pak rt yang gak adil,

lalu pak rt diantemi sampe mati

àRAKYAT MISKIN BERKURANG

>- rakyat miskin dari rt 004, antri mencairkan dana blt di kantor pos

Nunggu berdesak-desakan berjam-jam, berhari-hari, berminggu-mingu

akhirnya mati di kantor pos

àRAKYAT MISKIN BERKURANG

kenapa bisa dapet angka 14 %.. karena dari 100 orang miskin itu.. yang

mengalami kejadian diatas ada 14+5 orang maka dapet angka

8+4+2+5 dibagi 100 kali 100% = 14 %+ 5%

Demikian analisa ini dibuat secara sederhana, mudah dicerna, anti njlimet..

Jadi kesimpulannya :

Langkah pemerintah naekin bbm sudah cukup tepat.... hanya saja naeknya

kurang tinggi. Coba kalo dinaekin tinggi2.... pasti makin cepat lagi

pengurangan rakyat miskin di negeri ini.

Semoga pemerintah kita membaca analisa ini.... dan segera saja naekin lagi

bbm setinggi-tingginya biar tambah banyak org jadi maling ayam, kalo

digebukinnya gk sampe mati

kan lumayan tuh bisa makan gratis di penjara

ketimbang di rumah mau beli makanan yg semakin naik harganya karena

makanan diangkut pake transportasi, lha wong bbm naek kok tarif makanan gk boleh naek .

Demikian tambahan dari saya, sekian dan terimagaji.

Fraksi Ekonomi Lemah (guntur padas)

Read more...

Kamis, 17 Juli 2008

Apakah penarikan sumbangan bagi penerima BLT bisa terjerat hukum...?

soko tuban
Pertanyaan tersebut baru terfikir ketika membaca sebuah berita di koran tentang pungli BLT. di daerah Kediri. Padahal praktik yang sama terjadi juga di kecamatan Soko, saat pembagian BLT. pada minggu 13 juli 2008 yang baru lalu. Sesuai yang di ungkapkan oleh beberapa orang ditempat pengambilan BLT dan ditempat lain.
Di Gunung Anyar, menurut Mus warga Gunung Anyar kelahiran Cekalang, karena tidak semua warga miskin didesa itu mendapat BLT maka setiap warga yang menerima BLT. sesuai hasil rapat di balai desa diharuskan menyumbang Sepuluh Ribu untuk diberikan pada warga miskin yang tidak dapat BLT. Hal ini dikuatkan juga oleh pengakuan Sujono warga Gunung Anyar asal Nguruhan, bahkan menurut Sujono kartu BLT. Baru diserahkan setelah sumbangan sepuluh ribu tersebut dibayarkan. Hal ini dilakukan karena pengalaman tahun lalu warga penerima BLT. tidak ada yang mau nyumbang setelah uang diterima.
Di Desa Cekalang, menurut Sukarti warga Asli Cekalang potongan buat sumbangan dilakukan secara beragam antara lima puluh hingga seratus ribu ada juga yang tidak wajib nyumbang, disesuaikan dengan penilaian kondisi ekonomi warga penerima, semakin agak mampu secara ekonomi semakin besar sumbangan yang harus diberikan. sumbangan diserahkan di balai desa setelah selesai menerima BLT. Bahkan menurut Sumarko warga Dukuh Wonosari ada rencana sumbangan yang mencapai seratus lima puluh ribu untuk penerima tertentu. Semua itu dilakukan dengan alasan yang sama untuk diberikan pada warga miskin yang tidak dapat jatah BLT. Sekaligus sebagai ongkos transportasi wara (pulang pegri) saat pengambilan BLT. Di Desa Nguruhan yang mana warga Cekalang (pulang pegri) diangkut dengan kendaraan truck.
Begitu juga dengan warga Dukuh Dringu, Desa Jegulo sesuai hasil rapat seluruh warga, disepakati setiap warga penerima BLT. Wajib menyumbang Limapuluh Ribu guna diberikan kepada warga miskin yang tidak menerima BLT. Penyerahan sumbangan dilakukan dirumah ketua RT setelah uang diterima.
Terlepas dari individu yang tidak ikhlas, bahwa keputusan tersebut adalah kesepakatan bersama dengan seluruh warga.
Apakah itu termasuk pungli dan ada sangsi hukumnya...?
Lantas bagaimana nasib warga miskin yang tak kebagian jatah BLT...?

Read more...

Senin, 14 Juli 2008

Jatah Berobat Pasien Miskin di RS Bojonegoro sampai 1 September

Soko Tuban
www.tempointeraktif.com
BOJONEGORO:Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro, memberikan jatah berobat pasien pemegang kartu miskin hingga 1 September mendatang. Selanjutnya, rumah sakit pemerintah ini hanya akan menerima pasien miskin yang masuk database.

Kebijakan ini mengacu aturan Departemen Kesehatan, yang menginstruksikan perubahan jadwal dari 1 Juli, diundur hingga 1 September. ''Jika lewat 1 September, pasien yang memegang kartu miskin tetap kita tolak,'' kata Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Sunhadi, Rabu (9/7) siang.

Sebelumnya, sejumlah warga di Bojonegoro dan sekitarnya dikecewakan oleh kebijakan rumah sakit tersebut, yang menolak pasien pemegang kartu miskin.

Jupri, 33 tahun, warga Soko, Tuban, mengatakan RS Sosodoro Djatikoesoemo, menolak surat keterangan miskin dari aparat desa dan kecamatan. Alasannya, nama bersangkutan tidak masuk di database Jamkesmas. Jupri datang ke rumah sakit itu, karena lokasinya dekat, jika dibandingkan dengan rumah sakit umum Dr Koesmo, di Kota Tuban, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari rumahnya.

Di Bojonegoro, penerima program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamskesmas) --yang dahulu disebut Askeskin-- tahun 2008, sebanyak 576.927 jiwa, atau 163.469 kepala keluarga.

Menurut Sunhadi, ketika pelaksanaan program Askesin tahun 2007, PT.Askes masih mempunyai tanggungan Rp 3 miliar kepada RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Tanggungan itu, di antaranya dari biaya perawatan dan obat-obatan.

Di Bojonegoro, rata-rata jatah untuk pasien miskin sebesar Rp 700 juta perbulan, atau sekitar Rp 8,4 miliar pertahun, khusus untuk biaya perawatan. Tetapi, jumlah tersebut bisa membengkak, karena belum dihitung biaya untuk obat-obatan, yang jika ditotal mencapai Rp 10 miliar lebih.

Sebelumnya Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro meminta RS Sosodoro Djatikoesoemo tetap melayani pasien miskin yang tidak masuk database. Permintaan legislatif ini menjadi salah satu agenda pada dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Bojonegoro. ''Rumah sakit salah jika menolak pasien dengan alasan tidak masuk database,'' kata Ketua Komisi C, Ali Mustofa kepada Tempo. Sujatmiko

Read more...

Kamis, 10 Juli 2008

Tanggapan dari Pihak PT. Gasuma Federal Indonesia

Soko Tuban

beberapa waktu lalu diblog ini termuat berita mengenai kegiatan PT Gasuma dikecamatan Sokoyang saya kutip dari sebuah situs online, yang kemudian mendapat klarifikasi dari pihak PT Gasuma Federal Indonesia sebagai berikut :

Tanggapan dari Pihak PT. Gasuma Federal Indonesia

Jumat, 4 Juli, 2008 15:25
Dari:
Kepada:
kangrus@yahoo.co.id

Dear Kangrus

Sehubungan dengan tulisan di Blog saudara mengenai kegiatan PT. Gasuma di kecamatan Soko kabupaten Tuban, dengan ini kami akan mengklarifikasi hal tersebut:

1. Bahwa pada saat ini PT. Gasuma Federal Indonesia belum melakukan aktifitas fisik di wilayah tersebut. Pada saat ini kami masih mengurus ijin lokasi.

2. Bahwa tidak ada hubungannya antara pembangunan mini LPG plant PT. Gasuma Federal Indonesia dengan kegiatan PT. Geolink dan prusahaan lainya perihal pembangunan tanki minyak dan pembangunan pipa.

3. Tidak ada oknum pejabat yang membekingi kegiatan kami tersebut।

Demikian kami sampaikan, mohon apabila ada berita miring mengenai PT। Gasuma Federal Indonesia dapat di klarifikasi terlebih dahulu kepada kami। Karena sesungguhnya proyek PT. Gasuma Federal Indonesia adalah proyek penyelamatan lingkungan yang disebabkan pembakaran Flare Gas JOB Pertamina – Petrochina East Java, karena pemberitaan miring tersebut dapat menghabat kami dalam pembangunan proyek tersebut dan kami berharap dengan terlaksananya proyek kami ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Soko dan sekitarnya.

Terimakasih

Adhitya Nusa Perdana

lantas yang sebenarnya bagai mana...?

sebab ketika saya terima klarifikasi tersebut sumber berita दीsitus asalnya sudah दीdelet

dengan dimuatnya klarifikasi ini supaya menjadi pelajaran bagi masyarakat bila tersiar berita yang memprovokasi supaya masyarakat lebih jeli mengklaim kebenaran sebuah berita।

Yang sebenarnya...? hanya masyarakat yang Faham & mengerti serta fihak yang terkait masalah tersebut yang tahu..!!! Semoga masyarakat kita menjadi lebih cerdas...!!!

Dibawah ini adalah berita yang saya maksud.


Tak Ada Izin dan Abaikan Kesehatan Warga
Keresahan warga di lima RT 1-5 RW VI, Dusun Losari, Dukuh Badegan, Desa Sokosari, KecamatanSoko, Kabupaten Tuban, sedikit plong (lega). Pasalnya, PT Gasuma diminta paksa untuk menghentikan jalan menuju lokasi bakal dibangunnya tangki minyak dan pabrik LPG.

Rabu siang (11/6/08) kemarin, 12 anggota Komisi A DPRD Tuban meninjau langsung ke lokasi. Dengan ditemani
beberapa warga Dukuh Badegan, Desa Sokosari, para wakil rakyat itu terkejut ketika menyaksikan lamgsung adanya aktivitas pengurukan jalan yang dilakukan PT Gasuma.
“Kami minta dengan paksa agar aktivitas pengurukan ini dihentikan sekarang juga (Rabu (11/6) siang, red),” kata Sekretaris Komisi A, Agung Supriyanto, SH, yang ikut dalam rombongan ke lokasi Dukuh Badegan kemarin.

Pasalnya, setelah ditelusuri ke Bappedal maupun LH Tuban bahwa izin lokasi maupun HO dari konsorsium beberapa perusahaan – terdiri dari PT Gasuma, PT Geo Link Nusantara, PT Petrogas Jatim Utama, dan PT Barata Indonesia – belum ada. Tapi yang terjadi, di lokasi sudah ada aktivitas pengurukan jalan. “Ini merupakan langkah nekat dan kesembronoan,” ujar politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Tuban ini.

Karenanya, ia berjanji akan melakukan pengawalan dalam soal ini. Sebab, ia mengkhawatirkan langkah nekat dan kesembronoan yang dilakukan beberapa perusahaan tersebut ada oknum pejabat yang membekengi. Sehingga mereka berani melakukan aktivitas, meskipun belum mengantongi izin lokasi maupun HO. “Saya bersama teman-teman di Komisi A akan mengawal langsung tindakan yang dilakukan perusahaan di Dukuh Badegan, Desa Sokosari, Kecamatan Soko tersebut,” kata Agung. ibu

Terkait Rencana Pembangunan Kilang Minyak
TUBAN – Keresahan warga di lima RT I-VI, Dusun Losari, Dukuh Badegan, Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Tuban, bukannya merasa iri dengan keempat warganya (Muriadi, Kasan, Tamuzi dan Kusnan) yang tanahnya telah disewa untuk pembangunan kilang minyak dan pabrik LPG. Namun lebih disebabkan keberadaan pabrik yang dekat dengan pemukiman pendudukan itulah yang diresahkan sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) di lokasi itu.

“Kami mengumpulkan tandatangan warga yang kemudian kami adukan ke DPRD Tuban, bukannya kami menolak adanya pembangunan pabrik di desa ini. Yang kami resahkan karena dekat dengan lokasi pemukiman penduduk. Silahkan dibangun, tapi yang jauh dengan pemukiman penduduk. Toh, tanah kas desa ada yang lokasinya jauh dari pemukiman penduduk,” kata Supartono sambil menunjuk peta lokasi rencana dibangunnya kilang minyak dan pabrik LPG di Dukuh Badegan.

Alih-alih resahnya warga Dukuh Badegan itu, ternyata sebagian warga dan perangkat desa (setidaknya) telah menikmati uang sewa dari sekitar Rp 3,6 miliar. Angka ini merupakan asumsi harga sewa tanah sebesar Rp 9.000/meter dari luas lahan 8 hektare yang akan dijadikan lahan tanki dan pabrik LPG itu.

Sebagaimana disampaikan Kepala Desa Sokosari H. Sutikno kepada Surabaya Pagi beberapa hari lalu, bahwa lahan inti pabrik seluas 3 hektare merupakan tanah penduduk, kemudian ditambah 5 hektare sebagai lahan penyangga yang merupakan sebagian tanah penduduk dan sebagian lagi tanah kas desa.

“Saya sempat mendengar langsung dari pemilik tanah, bahwa harga sewa tanah Rp 9.000/meter dengan masa sewa selama 5 tahun. Artinya, kalau lahan yang dipakai seluas 8 hektar, maka akan ditemukan angka Rp 3,6 miliar,” kata Sukadi. “Saya tidak memasalahkan duit yang didapat, tapi kok lokasinya dengan pemukiman penduduk,” tambah Sukadi yang rumahnya sekitar 50 meter dari rencana lokasi kilank minyak dan pabrik LPG itu.
Sukadi yang mengaku pernah bekerja bertahun-tahun di penampungan minyak milik Petro China di Desa Rahayu ini, kemudian menjelaskan bahayanya limbah pabrik tersebut bagi kesehatan manusia. Dari hasil detektor Hidrogen Sulfit (H2S) yang dirangkum “Pertamina – Santa Fe Konsorsium Natindo Sendiko,” kata Sukadi, disitu sudah dijelaskan dengan rinci mengenai pengaruh fisik manusia dari limbah minyak yang dihasilkan milik Petro China (lihat data).

Menurut Sukadi, pengalaman pahit yang menimpa istrinya, Siti Aminah (35), yang pernah pingsan karena akibat bau yang dikeluarkan penampungan minyak milik Petro China – yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya – bisajadi yang dikeluarkan sudah mencapai PPM 500.0 persentase 0.005. “Istri saya waktu itu langsung pingsan, untung saja segera mendapatkan perawatan,” aku Sukadi menceritakan pengalaman pahit keluarganya dua tahun lalu. “Saya tidak bisa berbuat banyak atau protes, karena lokasi Petro China bukan di luar desa saya,” tambahnya.
Sebab itulah, lanjut Sukadi, kalau sekarang di desanya sendiri mau dibangun kilang minyak dan pabrik LPG yang tidak lain merupakan proses lanjutan dari pengelolaan limbah minyak milik Petro China sekarang, Sukadi dan 300 warga di Dukuh Badegan merasa sangat keberatan.

Sementara itu, PT Gasuma maupun PT Petro China belum bisa dikonfirmasi terkait soal limbah maupun bakal dibangunnya kilank minyak dan pabrik LPG di Dukuh Badegan, Desa Sokosari, Kecamatan Soko tersebut. ibu
sumber : surabaya pagi

Read more...

Jumat, 20 Juni 2008

Tiga Kabupaten "Berebut" Blok Cepu

kangrus">
Soko Tuban

CEPU,kompas.com- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Purnomo Yusgiantoro memastikan eksplorasi dan produksi minyak bumi dan gas Blok Cepu dimulai akhir tahun ini. Untuk menyongsong itu, Pemerintah Kabupaten Blora, Rembang, dan Tuban berlomba-lomba menyiapkan infrastruktur di bidang jasa transportasi.

Purnomo Yusgiantoro, Rabu (18/6), mengatakan hasil produksi awal minyak Blok Cepu sekitar 20.000 barel per hari. Kemampuan produksi minyak itu akan terus bertambah hingga 2010 nanti mencapai sekitar 165.000 barel per hari.

Hasil produksi itu akan ditampung di dua kilang minyak di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, dan Mudi, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Produksi awal akan ditampung di kilang minyak Mudi yang berkapasitas 60.000 barel per hari.

Saat ini, di Mudi sedang disiapkan pipa minyak berdiameter 10 inci, kata dia. Di Blora, Pemerintah Kabupaten Blora dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menghidupkan kembali lapangan terbang Ngloram di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu.

Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz mengatakan lapangan terbang itu akan segera diperbaiki. Landasan pacu akan diperpanjang menjadi 1.400 meter, sehingga muat untuk pesawat jenis buscraft. Dana yang dibutuhkan sektiar Rp 80 miliar.

"Namun lantaran ada kenaikan harga bahan bakar minyak, jumlah itu akan dikaji kembali berikut sumber dana, APBD Jateng atau APBN," kata Ali Mufiz.

Saat ini, Pemkab Blora telah mengalokasikan dana Rp 2,5 miliar dari APBD 2008. Dana itu digunakan untuk memperbaiki jalan menuju lapangan terbang mulai dari Desa Mulyorejo hingga Desa Ngloram sepanjang 3,7 kilometer.

Di Rembang, Pemkab Rembang berencana membangun Pelabuhan Umum Nasional di Desa Sendang mulyo, Kecamatan Sluke. Salah satu fungsi pelabuhan senilai Rp 49,34 miliar itu adalah penyediaan fasilitas pendukung dalam rangka eksplorasi-produksi Blok Cepu.

Bupati Rembang Moch Salim pernah menyatakan adanya wacana pemindahan jalur pipa penyalur minyak dari Pelabuhan Tuban ke Rembang. Untuk itu, Pemkab Rembang telah merencanakan penyediaan lahan untuk kilang minyak di kawasan pelabuhan itu.

Menanggapi wacana pemindahan itu, Purnomo mengatakan semula minyak dari dua kilang akan disalurkan ke kilang di Pelabuhan Tuban. Namun, hal itu masih berupa rencana.

"Yang penting, saat ini pengelola Blok Cepu harus fokus pada kelancaran eksplorasi-produksi minyak setiap hari," tandasnya.


Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP