Selasa, 16 Maret 2010

JOB PPEJ Wajib Bertanggungjawab

Soko Tuban 
TUBAN-Usulan relokasi SDN Rahayu, Kecamatan Soko karena terkena dampak flare pit pengeboran minyak Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) memantik perhatian serius anggota DPRD Tuban. Komisi C yang membidangi masalah ini mengagendakan inpeksi mendadak (sidak) di Mudi.

''Kita nggak akan hearing, namun kita akan kesana menanyakan kesanggupan JOB P-PEJ terjadap usulan relokasi itu,'' kata wakil ketua komisi C DPRD, Muhammad Musa ketika dikonfirmasi kemarin (15/3). Sebab, munculnya usulan ini karena dampak dari produksi itu. ''Petrochina wajib bertanggung jawab,'' tegas politisi asal Partai Golkar ini.

Ketua KTNA Tuban ini menambahkan, permasalahan ini harus segera terselesaikan, sehingga tidak muncul gejolak yang ada.

Diberitakan, warga Desa Rahayu menuntut agar SDN setempat direlokasi. Sebab, aktivitas belajar mengajar terganggu dengan flare pit milik JOB P-PEJ yang jaraknya tidak jauh dari pusat flare pit. (zak) Radar Bojonegoro

Read more...

Jumat, 12 Maret 2010

Motor Vs Motor, 1 Tewas di Jalan

Soko Tuban
Bojonegoro - Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan terjadi di jalan Munginsidi, Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang motor tewas seketika dan penumpang motor lainnya luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Informasi yang diperoleh beritajatim.com di lapangan, Jumat (12/3/2010) menyebutkan, dua motor dari arah berlawanan bertabrakan karena jarak yang cukup dekat.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, kecelakaan berawal saat Lamidi (68) warga Desa Pandan Agung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, yang mengendarai motor Honda Grand nopol S 4047 H melaju dari arah utara dengan kecepatan sedang.

Sesampai di lokasi kejadian, korban bermaksud mendahului sepeda pancal. Tapi nahas, dia mengambil haluan terlalu ke kanan dan melampaui marka jalan.

Secara bersamaan dari arah berlawanan muncul motor Smash nopol S 4714 CF yang dikendarai Renita, warga Pacul.

Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Hingga kedua pengendara motor jatuh tersungkur ke aspal jalan. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menolong keduanya dan melarikan ke rumah sakit.

Kanit Laka Satlantas Polres Bojonegoro, Iptu Ismawati menjelaskan, korban meninggal setelah mengalami luka yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya.

Lamidi sempat akan dilarikan ke RS Muna Anggita Jl Ahmad Yani, tetapi ia telah meninggal dunia karena luka yang cukup parah. "Sementara itu Renita masih hidup dan dirawat di RSUD Sososodoro Djatikoesoemo," tegas Ismawati.[dul/ted](beritajatim.com)Reporter : Abdul Qohar

Read more...

Kamis, 11 Maret 2010

Warga Rahayu Keluhkan Dampak Pengeboran

Soko Tuban
Pengeboran minyak Mudi, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) tidak hanya 'mengganggu' aktivitas sekolah di desa setempat. Namun, produksi pertanian di sekitar lokasi pengeboran juga tak bisa maksimal.

Kepala Desa Rahayu Imam Lughuzali ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Apalagi ketika ada enam titik flare yang dioperasionalkan oleh JOB-PPEJ. Menurut dia, sekarang ada sekitar 5 hektare (ha) sawah yang terkena dampak. Antara lain, tidak bisa lagi bercocok tanam palawija. Padahal, sebelum pengeboran ini beroperasi, warga masih bisa menanam palawija. ''Masalah ini yang sampai saat ini belum ada solusinya,'' kata dia.

Sehingga, lahan pertanian di sekitar pengeboran minyak itu sekarang hanya ditanami padi. Meski demikian, tanaman padi itu masih ada dampaknya. Yakni, umur tanam semakin lama dan hasil produksi menurun. Menurut Imam, jika normal umur tanaman padi sekitar 99 hari. Namun, padi yang berada di dekat lokasi pengeboran rata-rata baru panen setelah berumur 125 hari. ''Untuk produksinya kini hanya 3 ton per hektare. Padahal, sebelumnya sampai 5 hektare. Setiap tahun kini juga hanya bisa panen sekali, padahal biasanya bisa (panen) tiga kali,'' tuturnya.

Dia mengakui, pihak JOB-PPEJ sudah memberikan bantuan terkait kerugian tersebut. ''Namun, kata banyak petani, bantuan itu kurang sesuai dengan apa yang dihasilkan ketika panen normal,'' terangnya.

Humas JOB-PPEJ Catur Susilo ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tetap memerhatikan masalah lahan pertanian warga tersebut. ''Dan itu melalui mekanisme dan perlu kajian-kajian terus. Yang jelas kami cari jalan keluarnya,'' tegas dia.

Dia mengatakan, selama ini pihaknya telah memberikan perhatian bagi warga sekitar. Baik itu berupa bantuan sembako maupun kompensasi lainya. Bantuan sembako yang diberikan senilai Rp 300-500 ribu per KK terhitung mulai Oktober 2009. Sementara untuk biaya kompensasi, lanjut dia, terhitung Oktober lalu juga telah diberikan senilai Rp 162 juta per bulan atau kisaran Rp 400-500 ribu setiap KK. ''Untuk siswa sekolah juga sudah kami perhatikan,'' tambahnya. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Curi High Heels, Waria Diamankan

Soko Tuban 
BOJONEGORO - Dimas alias Cindy, 28, seorang waria asal Kecamatan Suko, Tuban pada Selasa (9/3) lalu sekitar pukul 21.00 nyaris menjadi bulan-bulanan warga di Jalan Pemuda Bojonegoro. Gara-garanya, dia tepergok mencuri sepasang high heels (sepatu hak tinggi) di sebuah toko di jalan setempat.

Menurut keterangan Kapolsek Kapas AKP Tabitha Reisley, agar tidak terjadi amuk massa, pelaku langsung diamankan di mapolsek setempat. Dia menjelaskan, waria yang kos di Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro itu bermaksud membeli kaus. Penjaga toko yang bernama Candra, lalu mengawasi gerak-gerik pelaku. Sebab, Cindy dicurigai sering mencuri.

Ketika pelaku hendak keluar, dia dicegat. Cindy dicurigai membawa sepatu yang diletakkan di balik kaus yang baru dibelinya. ''Rupanya ada salah satu orang yang mengenali pelaku, sehingga karena sudah terlalu sering melakukan pencurian, pelaku diamankan,'' tutur perempuan asal Ambon itu kepada wartawan koran ini kemarin (10/3).

Dia menambahkan, pelaku pernah bekerja di sebuah salon di Kecamatan Kota Bojonegoro. Karena diduga sering mencuri, dia akhirnya dikeluarkan dari salon tempatnya bekerja itu. (tis)
 

Read more...

Lagi, Demo Tolak Dihapusnya SKTM

Soko Tuban
TUBAN - Rencana penghapusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) kembali memantik protes. Kemarin (10/3), sekitar 50 orang yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) berdemo di gedung DPRD Tuban, Jalan Letda Soetjipto.

Selama long march dari jembatan Sambong, Jalan Basuki Rahmat dan menduduki gedung dewan sekitar 2,5 jam, aktivis SRMI juga menggandeng 15 punker. Mereka menunjukkan identitas diri dengan potongan rambut mohawk, bersepatu boot, membawa rantai, serta bercelana jeans ketat dan kumal. Ini adalah demo kedua massa yang menolak penghapusan dan penggantian SKTM menjadi program jaminan kesehatan daerah (jamkesda). Sebelumnya, aksi yang sama dihelat Senin (8/2) lalu.

''Sebelum pemerintah menyelesaikan dulu pendataan warga miskin, kami menolak penghapusan SKTM,'' kata Ketua SRMI Tuban Hendra Wijaya.

Menurut dia, masih banyak masyarakat miskin yang tidak masuk data. Jika memang nantinya jamkesda diberlakukan, maka perlu sosialisasi secara meluas sampai langsung kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Hendra juga menuntut pemerintah menggratiskan semua obat yang dibutuhkan pasien miskin. Sesaat setelah berorasi di halaman gedung dewan, perwakilan pengunjuk rasa diterima anggota dewan. Setelah berdialog, wakil rakyat tersebut menemui pengunjuk rasa. Suwarto, anggota Fraksi Partai Golkar Bersatu (FPGB) di hadapan pendemo berjanji akan mempertemukan perwakilan massa dengan instansi terkait. ''Ini segera kita agendakan,'' kata dia. (ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 10 Maret 2010

Kesal, Warga Tutup Pintu Pengeboran

Soko Tuban
Warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, kembali mendatangi Sumur Mudi di central processing area (CPA) milik Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ), kemarin (9/3). Mereka protes dengan cara mendirikan

terob di depan pintu masuk CPA. Akibatnya, aktivitas pengeboran lumpuh.

Kekesalan warga dipicu sikap JOB P-PEJ yang belum merespons sejumlah tuntutan yang mereka ajukan. Di antara tuntutan warga itu adalah 85 persen dari rekrutmen tenaga kerja dari desa setempat, relokasi SDN Rahayu I dan II yang ada di sekitar CPA, mendirikan pos kesehatan, serta minta JOB P-PEJ menyewa atau membeli tanah yang berada di radius 500 meter dari CPA. Pendirian terob dilakukan di tiga titik. Yakni, depan pintu masuk Pad A, Pad B, dan pintu darurat yang berada di Pad B.

Mujiono, Kaur pembangunan dan pemberdayaan desa setempat, mengakui, unjuk rasa ini dilakukan karena warga kesal. Sebab, JOB P-PEJ belum juga memberikan kompensasi sebagaimana tuntutan warga. Aksi penutupan pintu masuk ini dilakukan agar aktivitas di CPA terhenti. "Aksi ini akan dilakukan dalam waktu sepekan. Lamanya waktu ini agar JOB P-PEJ dapat menemuinya dan memenuhi tuntutan yang diajukan warga," ujarnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga, baik pria maupun wanita, berada di bawah terob secara bergerombol. Mereka membawa dan membentangkan spanduk bertuliskan protes. Warga juga membawa alat pengeras suara.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Tuban. Kapolsek Soko, AKP Nur Asyik menyatakan, aksi ini dipantau karena dilakukan di lokasi pengeboran minyak milik negara. Pihaknya menurunkan sekitar 250 anggota dalam aksi ini. Jumlah itu termasuk bantuan dari 20 polsek jajaran Polres Tuban.

Nur Asyik menjelaskan, sesuai dengan pemberitahuan dari warga yang disampaikan kepada kepolisian, unjuk rasa dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Dia meminta bila warga berkeingian demo lagi, diharapkan secepatnya mengajukan pemberitahuan.

"Sebab, pemberitahuan kemarin hanya sehari," ujarnya. Hingga berita ini diturunkan,

sejumlah pejabat JOB P-PEJ belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi, nomor ponselnya tidak aktif. (rij) Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 07 Maret 2010

Dibongkar, Jaringan Pembobol Leasing

Soko Tuban   
Diotaki Karyawan Lembaga Pembiayaan Kredit Motor

TUBAN - Jaringan pelaku penggelapan motor yang diotaki salah satu mantan karyawan leasing atau lembaga pembiayaan kredit motor di Bojonegoro sepekan terakhir dibongkar Unit I Satreskrim Polres Tuban. Modus operandi kejahatan ini terungkap setelah membobol tiga motor di Busan Auto Finance (BAF) Tuban, Jalan Basuki Rahmat.

Dari tiga pelaku, seorang di antaranya berhasil diamankan kemarin (6/3). Dia adalah Sabari, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko. Sementara dua pelaku lain, salah satunya berinisial Ad, salah satu karyawan leasing yang menjadi otak jaringan ini masih buron. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan empat bendel dokumen kredit. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso dalam ekspos pengungkapan kasus tersebut mengatakan, Ad berperan menjadi aktor intelektual jaringan ini. Dia yang tahu persis proses dan mekanisme pengajuan kredit motor di leasing menugaskan Sabari untuk mencari pinjaman kartu tanda penduduk (TKP). Selain miliknya sendiri, dia pinjam KTP Marizal, tetangganya dan Amin Njarwati Desa Prambon, Kecamatan Soko. Kepada setiap pemilik KTP yang dipinjam, Ad melalui Sabari memberi uang jasa peminjaman KTP sebesar Rp 1 juta. Diterangkan Budi, KTP inilah yang dipakai syarat administrasi untuk kredit tiga motor di BAF Tuban pada 13 Juni 2009. Untuk uang mukanya dipilih paling murah. Yupiter New yang akad kreditnya diatasnamakan Sabari, misalnya, uang mukanya hanya 2,3 juta. ''Begitu keluar, motor-motor yang dibeli dengan kredit tersebut langsung dijual,'' tegas mantan Kaur Binops Reskrim Polres Tuban ini. Harga jual per unitnya bervariasi sekitar Rp 4,5-6 juta. Tentu saja, setelah dijual, angsuran motor tersebut tak pernah dibayar. Ditegaskan Budi, berdasar hasil pemeriksaan pemilik KTP yang dipinjam, mereka mengaku tidak tahu kalau kartu identitasnya dipinjam untuk kredit motor. Ditambahkan perwira berpangkat balok dua di pundak ini, Ad dan satu pelaku lain dari jaringan ini kabur setelah aksinya terendus. ''Sekarang ini, anggota masih memburunya,'' tegas Budi.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP