Minggu, 01 Maret 2009

Warga Desa Sandingrowo Terisolasi, Berharap Bantuan Datang

Soko Tuban
Banjir telah menenggelamkan banyak rumah di sebagian wilayah Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan Blora. Bahkan, warga Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko, Tuban beberapa hari terakhir Rata Penuhterkepung luberan air sungai terpanjang di Jawa tersebut.

ZAKKI TAMAMI, Tuban

---

Bantaran sawah di sebagian Desa Sandingrowo tak terlihat lagi kemarin (28/2). Hamparan padi yang sebelumnya menjadi pemandangan alam desa, berubah menjadi seperti lautan yang terbentang luas karena banjir.

Jalan menuju desa setempat juga sudah tak terlihat aspalnya. Genangan air di jalan itu setinggi pinggang orang dewasa. Sementara di pintu masuk desa tersebut, belasan perahu kecil siap menyambut para ''tamu''. Perahu-perahu itu digunakan sebagai sarana tranportasi di desa karena jalan yang ada sudah terendam air.

Perahu yang ditumpangi wartawan koran ini bergerak masuk desa tersebut. Puluhan rumah yang ada sudah tak terlihat lagi lantainya. Beberapa anak memilih bermain air di sekitar rumahnya. Sedangkan orang tua mereka mengawasi dari rumah.

Sejumlah rumah di desa itu ada yang sudah tertutup rapat. ''Ngungsi Mas, orangnya,'' kata salah seorang warga yang wartawan koran ini menunjuk salah satu rumah yang tertutup rapat.

Warga yang bertahan di rumah saat ini terancam kelaparan. Sebab, persediaan makanan yang ada kian menipis. ''Sampai saat ini belum dapat bantuan,'' kata Yatmi, salah satu warga desa setempat yang mengaku sudah sepekan ini rumahnya terendam banjir.

Tahun lalu, rumah Yatmi juga kebanjiran. Namun, dia langsung mendapatkan bantuan. ''Contohnya mi, nasi, minyak. Kok sekarang belum,'' keluhnya.

''Niki dereng angsal bantuan nopo-nopo Mas (ini belum dapat bantuan apa-apa Mas),'' ujar Ratmi, warga lainnya yang kemarin memasak di atas meja.

Sebelum memilih bertahan di rumah, dia lebih dulu mengungsikan sapi miliknya ke tempat yang aman. Bagi Ratmi dan sebagian warga lainnya, mengungsi bakal membuat mereka akan mengeluarkan banyak biaya. ''Mending di rumah saja, ngungsi malah bondone akeh,'' kata Kaslam, warga desa setempat yang juga mengaku belum menerima bantuan korban banjir.

''Ini kaki saya sudah terserang kutu air, kok bantuan obat-obatane belum datang,'' keluhnya.

Tak hanya rumah warga yang terendam banjir. Sejumlah tempat pendidikan juga sudah tergenang air. Di antaranya, MI Nurul Ulum desa setempat dan SDN Sandingrowo. ''Satu minggu libur nggak ada kegiatan sekolah,'' kata Tasna'in, kepala MI Nurul Ulum.

Libur itu diberlakukan karena ketinggian air di sekolah setempat setinggi paha orang dewasa. ''Selain itu lantai dua dipakai untuk mengungsi warga,'' imbuhnya.

Dia mengaku setiap tahun sekolah tersebut selalu tergenang air. ''Usai banjir pasti disuruh menyetorkan data, tapi kok bantuanya belum tiba-tiba,'' keluhnya. (*)
Sumber : Radar Bojonegoro

0 coment:

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP