Sabtu, 24 Mei 2008

Pemerintah Dinilai Bohongi Publik

Soko Tuban
Tuban,Gresiknews - Para korban banjir di Kabupaten Tuban, menilai pemerintah pusat dan Pemprop Jatim dinilai telah melakukan kebohongan publik, terkait recovery korban bencana banjir Bengawan Solo. Terbukti hingga saat ini janji pemberian dana perbaikan rumah rusak khusunya dikabupaten Tuban hingga saat ini tidak kunjung cair..
Sementara pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban hingga kini juga menunggu kepastian dari pusat maupun pemprov. Pemkab juga telah mengajukan skema perbaikan rumah ke pusat, namun hingga kini juga belum ada jawaban. Dari data yang dapat dihimpun Gresiknews, akibat banjir yang berlangsung sejak awal Januari 2008 hingga Maret lalu, sebanyak 480 unit rumah di wilayah Kecamatan Parengan, Soko, Rengel, Plumpang dan Kecamatan Widang rusak. Dari jumlah tersebut sebanyak 70 unit rusak
berat dan ambruk, kerusakan sedang sebanyak 156 unit dan rusak ringan 254 unit rumah.

Sejumlah korban banjir di wilayah Widang menyatakan, sampai saat ini belum ada bantuan untuk perbaikan rumah yang rusak. Warga pun hingga kini membiayai sendiri perbaikan rumahnya. Termasuk gotong royong diantaranya para korban banjir yang merendam 15 dari 16 desa di kecamatan itu.

“Katanya akan ada bantuan dari pemerintah, namun sampai saat ini belum turun,” Kata Zainudin Asrori warga di Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban saat ditemui kemarin. Sementara, Camat Widang Bambang Dwijono juga mengakui, jika wilayahnya termasuk paling parah dalam banjir di penghujung 2007 ini. Banjir akibat jebolnya tanggul Bengawan Solo di Dusun Brahu, Desa Tegalrejo ini telah meluluh lantakkan lahan pertanian dan tambak air tawar di wilayahnya.

“Kerusakan akibat banjir paling parah memang di wilayah Widang,” kata Camat Widang Bambang Dwijono, kepada Gresiknews.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Tuban Heny Relawati RW, melalui Kasi Humas Pemkab Tuban Sukristiono mengatakan, sekalipun dana bantuan recovery rumah rusak akibat banjir dari pusat belum turun, namun Pemkab Tuban telah mengagendakan bantuan perbaikan rumah. Termasuk sejumlah fasilitas umum, seperti jalan, jembatan, gedung sekolah dan tempat ibadah yang rusak akibat banjir.

“Terkait bantuan dari pusat dan provinsi, kami masih menunggu hasil pengajuan skema perbaikan yang telah disampaikan ke pusat. Kami juga selalu mendesak agar masalah recoveri korban banjir dari pusat segera terealisasi,” katanya. (KH)

Keterangan Foto : Rumah Rusak_Beberap rumah penduduk yang rusak akibat banyir yang
hingga saat ini belum ada penanganan dari pemerintah. (Khoirul Huda)

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP