Rabu, 25 Februari 2009

SRMI Tuntut Realisasi Jamkesmas

Soko Tuban
TUBAN-Sedikitnya 30 warga yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi di depan Pemkab Tuban kemarin (23/2). Mereka menuntut realisasi data Jamkesmas dan pendidikan gratis untuk rakyat.

Belasan demontrans itu memulai aksinya dari Jalan Gajah Mada. Persisnya, di depan Pasar Baru Tuban (PBT). Dari sini, mereka long march dengan membentangkan spanduk dan sejumlah poster sambil meneriakkan yel-yel keberpihakanya kepada masyarakat miskin. Sejumlah poster itu bertuliskan, Data ulang peserta Jamkesmas, pendidikan gratis untuk rakyat, kriteria masyarakat miskin fersi BPS ngawur, wujudkan masyarakat sehat, dan sejumlah poster lainya.

Di depan halaman Pemkab Tuban, para demonstran berorasi. Meski hanya segelitir, namun aksi itu menarik perhatian sejumlah warga yang melintas. Sesaat setelah beroperasi, tiga perwakilan pengunjuk rasa diminta masuk gedung Pemkab Tuban. Sementara demonstran lainya tetap berada di tempat semula.

Tiga perwakilan pengunjuk rasa tersebut, Sukohar, Johan dan Abdul Qodir. Mereka diterima Asisten I Pemkab Tuban, Sutrisno, dan didampingi direktur RSUD dr. R Koesma Tuban Nursanti, serta dari Dinkes Tuban.

Kohar di hadapan petinggi Pemkab Tuban mengatakan, Jamkesmas di daerah Tuban selama ini belum merata. Ada sejumlah warga yang dikategorikan miskin, namun tidak mendapatkan Jamkesmas. ''Sebab hanya beberapa orang yang mendapatkan Jamkesmas,'' ujarnya. Karena itu, dia berharap agar ada penambahan kuota. ''Selain itu juga kondisi RSUD Tuban masih kotor,'' terangnya.

Menurut dia, di lapangan juga terjadi, ada kartu Jamkesmas yang belum dibagi secara merata. ''Ada kartu Jamkesmas disimpan perangkat desa,'' keluhnya.

Tak hanya itu. Sejumlah masyarakat yang menerima Jamkesmas belum tahu manfaatnya. Mendengar itu, Sukohar menyerukan agar pemerintah merealisasikan data Jamkesmas di luar kuota dan memaksimalkan sosialisasi ke bawah agar masyarakat bisa mengetahui kegunaan Jamkesmas. Selain itu, juga agar pemerintah mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Sutrisno menambahkan, pada intinya semua sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum. Data Jamkesmas sampai saat ini itu masih data lama, dan sekarang sudah melakukan pendataan yang baru. Sehingga belum semua terakomodir. ''Dan itu butuh proses,'' katanya. Selain itu, lanjut dia, pendataan Jamkesmas itu tidak bisa diubah sewaktu-waktu. ''Semuanya pokokoknya akan ditindak lanjuti,'' ujarnya. Terkait dengan adanya kartu Jamkesmas yang disimpan perangkat desa, kata Sutrrisno, pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan. (zak)sumber : Radar Bojonegoro

manurut saya sebagai pemilik blog ini benar bahwa ada yan gpunya kartu jamkesmas tapi gak ngerti manfaatnya karena saat penyerahan hanya diserahkan begitu saja, tidak ada penjelasan apapun dari aparat desa yang menyerahkan sehingga salim dan sukilah warga gunung anyar kecamatan soko yang punya kartu tersebut, mereka baru mengerti manfaatnya setelah ketemu dengan saya dan saya jelaskan manfaat kartu tersebut.


0 coment:

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP