Jumat, 16 Januari 2009

Pemkab Tetap Minta Tambahan Pupuk

Soko Tuban-TUBAN - Pemkab Tuban tetap bersikukuh meminta tambahan kuota pupuk bersubsidi kepada PT. Petrokimia Gresik.

''Atau minimal sama dengan kuota tahun lalu. Tapi yang jelas kami tetap minta ada tambahan,'' tegas Kabid Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata, Budi Wiyana ketika dikonfirmasi kemarin siang.

Kuota pupuk urea bersubsidi untuk Tuban tahun ini hanya 42.420 ton. Kuota itu sangat jauh dari usulan Dinas Pertanian Tuban sebesar 72.063 ton. Pemberian kuota tersebut berdasarkan Pergub Jatim Nomor 158 tahun 2008 tentang kebutuhan dan penyaluran HET pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di Jatim tahun anggaran 2009.

Nah, dalam pertemuan dengan pihak Petrokimia Gresik dan seluruh distributor Rabu lalu, tutur Budi, pihaknya kembali menyampaikan permintaan tersebut. ''Pokoknya kami tetap berupaya ada penambahan,'' kata dia.

Terkait distribusi pupuk tahun ini, lanjut dia, pengawasannya juga bakal lebih ditingkatkan. Tujuannya agar pendistribusian lancar dan tidak sampai terjadi kelangkaan lagi.

Sementara itu, nasib kios pupuk di Kecamatan Plumpang dan Kerek-dua daerah yang menjadi pilot project distribusi model full tertutup- mulai ada titik terang. Sejak awal tahun ini, pendistribusian pupuk di kedua kecamatan tersebut langsung dari produsen (Petrokimia Gresik) kepada Inkoptan. Dan Inkoptan mendistribusikan langsung ke Gapoktan (gabungan kelompok tani). Nah, dalam model ini Gapoktan berperan menggantikan kios atau penyalur resmi.

Kabid Perdagangan menuturkan bahwa pihak Petrokimia Gresik maupun Inkoptan (yang bertindak sebagai distributor) sudah memberikan solusi dengan tetap melibatkan kios-kios setempat untuk menyalurkan pupuk. ''Inkoptan sudah menindaklanjuti. Kios-kios di Plumpang sudah dapat bagian lagi,'' tutur pejabat kelahiran Nganjuk itu.

Sementara itu, wilayah distribusi pupuk di Tuban ada sedikit pergeseran. Ini menyusul masuknya Inkoptan sebagai distributor penuh di Kecamatan Plumpang dan Kerek. Distributor PT Tuban Mandiri Perkasa kehilangan wilayah distrubusi kecamatan Kerek. Budi menjelaskan TMP tinggal kebagian melayani kebutuhan pupuk di Singgahan, Bangilan, Senori, Montong, dan Kenduruan.

Wilayah distribusi CV Fimaco juga berkurang. Bila sebelumnya kebagian delapan kecamatan, sekarang tinggal tujuh kecamatan. Yakni Tambakboyo, Jenu, Merakurak, Tuban, Semanding, Grabagan, dan Soko. Tapi khusus Soko, lima desa yang sebelumnya ditangani Inkoptan sekarang semuanya ditangani Fimaco. Sementara Kecamatan Rengel yang sebelumnya dicover Fimaco, kini masuk wilayah distribusi AGRK. Selain itu, AGRK juga kebagian pendistribusian di Parengan dan Widang. Sementara CV Citra Sejati tetap kebagian Palang, Bancar, dan Jatirogo. (wid) Sumber : jawapos.com

0 coment:

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP