Jumat, 19 Oktober 2007

Bertahan di Tengah Gelisah Zaman

Dutamasyarakat.com Sekalipun harga jual daun tembakau basah belakangan jatuh hingga Rp 900/Kg, namun petani di sentra tembakau di Kabupaten Tuban masih bertahan. Mereka masih nekad berspekulasi disaat panen sekitar sebulan mendatang, harga tembakau merangkak naik. Sementara itu, sejumlah wilayah sentra tembakau di Tuban semacam Plumpang, Rengel, Soko, Montong, Semanding dan Merakurak, masih bertahan dengan tanamannya. Padahal risiko menanam komoditas bahan utama rokok ini sangat berat di saat kemarau terik. Terlebih bersamaan puasa Ramadhan. Sejumlah petani di sentra tembakau yang ditemui Duta menyatakan, mereka tetap bertahan dengan menanam tembakau karena pangsa pasarnya jelas. Jika harga tembakau jatuh seperti musim panen lalu, dianggap petani sebagai hal lumrah. “Petani seperti kita ini kan hanya berikhtiar dengan menanam, kalau saat panen harganya jeblok ya mungkin belum rejekinya. Kalau kita tidak menanam tembakau harus menanam apa, tanah disini kalau kemarau paling cocok ditanami tembakau,” kata Ramsono di samping sejumlah petani asal Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Tuban, kemarin siang. Dia katakan, idealnya agar petani tidak merugi harga tembakau basah sebesar Rp 1.500 - 2.000/Kg. Sedangkan untuk daun kering minimal sebesar Rp 24.000 - 25.000/Kg. Harga tembakau kering musim panen kemarin jatuh hingga Rp Rp 13.000/Kg. “Kalau harga tembakau di bawah itu, kami berani memastikan petani bakal rugi. Semoga saja saat panen nanti, permintaan dari pabrik rokok banyak dan harganya baik,” timpal Zaeni petani tembakau lainnya. Menurut Ramsono, bertani tembakau musim ini relatif sangat berat. Karena disaat kemarau terik kali ini petani menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Yang paling berat, petani harus mengambil air untuk menyiram tanaman tembakaunya dari sungai kecil sekitar lahan. “Terus terang Pak, yang berat itu memikul air dari sungai ke sawah untuk menyiram. Ini setiap hari kita lakukan dua kali, dan seperti ini sudah kita lakukan tiap musim kemarau. Bedanya sekarang sedang puasa ramadhan, jadi ya lumayan berat,” kata Sukarni petani lain asal Mentoro, Soko. Derita petani tembakau ternyata belum berujung. Jatuhnya harga di saat panen raya kemarin, masih berdampak serius di kalangan kaum pinggiran tersebut. Setidaknya menjelang menyambut datangnya hari lebaran nanti, mereka tak memiliki kesiapan uang untuk pesta kemenangan. (teguh budi utomo)

0 coment:

About This Blog

Cek Tagihan PLN

blog tutorial

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP