bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Tampilkan postingan dengan label Kabar Dari Soko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Dari Soko. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 September 2010

warga ngamuk pelantikan kades gagal

Soko Tuban
 Pelantikan Pujiono, 42, sebagai Pjs Kepala Desa (Kades) Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, gagal dilaksanakan. Pasalnya, ratusan warga mendatangi kantor Kecamatan tempat digelarnya pelantikan sambil mengamuk untuk membubarkan pelantikan tersebut, Kamis (23/9).
Rencananya, Pujiono dilantik sebagai Pjs Kades Bangunrejo menggantikan Sunjani yang telah dipecat karena terlibat kasus penggelapan dan Raskin dan Alokasi Dana Desa (ADD). Pemecatan tersebut sebagaimana SK Bupati Tuban, Haeny Relawati nomor : 188.45/04/KPTS/414.106/2010.
Sejak pagi ratusan warga sudah berkumpul di halaman Kantor Kecamatan Soko. Dengan dijaga puluhan aparat kepolisian dari Polres Tuban, massa yang tertahan di depan pintu gerbang terlihat semakin beringas. Sambil terus meneriakkan aspirasinya, massa berusaha menerobos barikade aparat.
Sempat terjadi beberapa kali aksi saling dorong antarmassa dengan petugas keamanan. Bahkan, ratusan warga berusaha merobohkan gerbang dengan mendorong berulang-ulang. Akibatnya, proses pelantikan Pjs Kades Bangunrejo ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Protes ini terjadi lantaran warga tidak setuju Pujiono dilantik sebagai kades. “Penolakan ini sudah kita lakukan sejak beberapa waktu lalu. Pujiono sendiri telah membuat surat pernyataan bahwa dia tidak bersedia diangkat menjadi pjs kades. Tapi, kenapa sekarang malah mau dilantik,” ujar Agus, 37, salah satu pedemo.
Selain itu, warga juga mendesak agar SK pemecatan yang dikeluarkan oleh Bupati Tuban Haeny Relawati terhadap Kades Sunjani, dibatalkan. Alasannya, warga masih berharap Sunjani tetap memimpin di Desa Bangunrejo. “Kita ingin Pak Sunjani tetap menjabat sebagai kades. Karena itu, SK pemecatanya harus dicabut,” teriak warga lain dalam aksinya.
Beberapa jam kemudian, massa berhasil ditenangkan setelah aparat keamanan dan Camat Soko, Kusmindar menyatakan bahwa proses pelantikan dibatalkan. “Demi keamanan, pelantikan kami tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” terang Kusmindar.nst31 Sumber : Surya

Read more...

Rabu, 25 Agustus 2010

Manula Tewas Ditabrak Motor

Soko Tuban - Kecelakaan lalu lintas di Tuban Minggu (22/8) petang kembali memakan korban jiwa. Kali ini terjadi di jalan Desa Sumur Cinde, Kecamatan Soko. Samidah, 70, korban kecelakaan tersebut tewas dalam perawatan medis di Puskesmas setempat. 

Sumber di Mapolres Tuban menyebutkan, kecelakaan tersebut bermula saat motor nopol S 4992 EF yang dikemudikan Wahyudi, 31, dan Muslih, 19, keduanya warga desa setempat melaju dari utara. Tanpa sebab yang jelas pengemudi motor ini tak memperhatikan jalan di depannya. Sehingga Samidah yang berjalan kaki menyeberang dari barat badan jalan dilanggarnya. Akibat ditabrak motor tersangka, manula ini terkapar dan mengalami pendarahan serius di kepala. Korban yang mengalami luka serius tewas dalam perawatan medis di Puskemas Soko.

Kanit Laka Satlantas Polres Tuban Iptu Fakih mengatakan, pemicu kecelakaan tersebut untuk sementara diindikasi akibat pengemudi motor tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya. ''Sementara itu hasil sementara keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara,'' kata dia.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Jumat, 21 Mei 2010

Digerebek Pos Kamling Arena Judi

Soko Tuban
Gabungan Unit I dan Opsnal II Satreskrim Polres Tuban Rabu (19/5) sekitar 23.00 menggerebek sebuah pos kamling di Desa Klumpit, Kecamatan Soko yang dijadikan arena judi. Dalam penggerebekan tersebut, polisi hanya berhasil membekuk dua penjudinya. Mereka adalah Munadrip, 48, dan Tikno, 27, keduanya warga desa setempat. Sementara empat penjudi lain kabur. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan 1 set kartu remi dan uang taruhan Rp 169 ribu. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, menjelang dini hari itu, di pos kamling tersebut dihelat dua arena judi remi. Satu dihelat di dalam pos. Satu arena lain di luar pos dengan menggelar karung. Dikatakan Budi, dengan menurunkan sepuluh personel gabungan, satuannya berharap bisa membekuk seluruh penjudi yang menjadikan pos kamling sebagai ajang permainan mengadu untung tersebut. Selain memperbanyak personel yang diturunkan, strategi menggerebek arena judi tersebut juga dimaksimalkan. Diterangkan Budi, unit gabungan tersebut dibagi dalam tiga kelompok yang dipencar untuk mendekati pos kamling dari tiga arah mata angin. ''Sesaat sebelum mendekati sasaran, para penjudi kabur,'' tandas dia. Ditegaskan Budi, di tengah kegelapan malam tersebut, anggotanya terlibat kejar-kejaran dengan para penjudi yang semburat.(ds)Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 19 Mei 2010

Lima Desa Masih Tergenang Banjir

Soko Tuban
Hingga kemarin (19/5) banjir masih menghantui lima desa di tiga kecamatan. Yakni, Desa Patihan, Kecamatan Widang; Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; serta Desa Sandingrowo, Mojoagung, dan Glagahsari, Kecamatan Soko.

Sebab, debit air Bengawaan Solo belum ada penurunan yang siginifikan.

Di Desa Patihan, misalnya, sepanjang jalan poros desa setempat masih terendam banjir dengan ketinggian 10-30 cm. Di Desa Ngadirejo, ketinggian air juga masih sama dengan hari sebelumnya. Yakni, sebagian jalan poros desa setempat tergenang air dengan ketinggian sekitar 50 cm. Hal sama juga terjadi di Desa Glagahsari.

Sedangkan di Desa Sandingrowo, banjir juga masih merendam desa setempat dengan

ketinggian 30 cm. Ada sekitar 10 rumah dan 25 hektare (ha) sawah yang terendam. Dan di Desa Mojoagung, ketinggian air sekitar 30 cm, dan menggenangi sekitar 40 ha sawah dan sekitar 500 meter jalan poros. "Yang jelas (banjir) relatif sudah turun, tetapi masih stabil seperti hari kemarin (Senin, 17/5)," ungkap Kasi Perlindungan Masyarakat Bakesbangpollinmas Tuban, Saefudin, saat dihubungi via ponselnya. Sejauh ini, lanjut dia, penanganan banjir masih ditangani pihak kecamatan.

Sementara itu, Desa Kebomelati, Kecamatan Plumpang juga mulai terendam banjir. Jalan poros desa sepanjang 500 meter (m) terendam dengan kentinggian 50-70 cm. Desa tersebut jaraknya dekat dengan Bengawan Solo. "Namun belum ada rumah yang terendam," tegas Saiful, warga setempat. (zak/fiq)

Read more...

Selasa, 18 Mei 2010

Banjir Meluas di Empat Kecamatan

Soko Tuban
Banjir dua hari akibat luapan Bengawan Solo, mulai Senin (17/5) hingga Selasa (18/5), meluas di empat kecamatan di Kabupaten Tuban. Daerah yang tergenang banjir kemungkinan akan lama surut mengingat berada di tanah cekungan dan belum ada tanggul di pinggir Bengawan Solo.
Kecamatan yang digenangi air, yaitu Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang. Kecamatan Rengel dan Soko tercatat paling parah terendam banjir karena beberapa desa posisinya tepat di bantaran Bengawan Solo. Kondisi itu diperparah dengan belum adanya tanggul, sehingga air mudah masuk rumah dan areal persawahan.
Sumber : SUJATMIKO(TEMPO Interaktif)

Read more...

Jumat, 14 Mei 2010

Curi Motor Karena Sakit Hati

Soko Tuban
Pencurian motor Honda Supra X S 6503 HH di teras rumah Marsidin, warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko pada Rabu (5/5) malam dilatarbelakangi masalah keluarga. Berdasar hasil penyelidikan, pelaku pencurian adalah Anik Handayani, 30, keponakan korban dan suaminya Basir, 30.

Kapolsek Soko AKP Nur Asyik mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus itu berkat kejelian polisi atas alibi pasangan suami-istri (pasutri) yang juga warga desa setempat itu. Berdasar hasil pemeriksaan, saat pencurian, keduanya mengaku tidak berada di desa setempat. Pengakuan yang sama juga disampaikan kepada korban.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, lanjut dia, anggotanya mendapat petunjuk kuat bahwa pasutri tersebut terlihat di teras rumah korban sesaat sebelum motor hilang. Dari petunjuk inilah, polisi kemudian memeriksa Basir dan Anik. "Setelah kita interogasi, mereka akhirnya mengaku," tegas Nur Asyik. Berdasar hasil pemeriksaan, motif pencurian tersebut karena kedua pelaku sakit hati dengan korban.

Saat kejadian sekitar pukul 22.00, Marsidin terlelap tidur di kamar. Pasutri ini dengan mudah menggondol motor karena kuncinya tergantung pada lubang kunci. Untuk menghilangkan jejak, motor curian ini dikendarai Basir menuju Plumpang. Sementara Anik yang mengendarai motornya sendiri membuntuti. Motor itu kemudian dititipkan di sebuah warung di Plumpang.

Setelah menitipkan motor hasil curian tersebut, pasutri ini balik ke desanya. Kepada Marsidin, kedua pelaku kemudian menskenario cerita bahwa seolah-olah mereka tidak berada di desanya saat pencurian motor berlangsung. (ds/fiq)Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 06 Mei 2010

Kambing Berlafadz Allah

Soko Tuban
Seekor kambing jawa milik Subarjo, warga Dusun/Desa Mojomalang berbeda dengan kambing lainnya. Pasalnya, dikambing berwarna hitam bertanduk ini muncul lafadz mirip Allah. Lafadz berwaran puth itu berada diperut bagain kanan kambing.

Subarjo ketika ditemu dirumahnya mengatakan, lafadz itu muncul sejak lima tahun yang lalu. Yakni, saat kambing betina ini lahir. ''Saat itu sudah muncul, tapi belum begitu kelihatan,'' kata dia kemarin (5/5). Namun, lama kelamaan, bulu berwarna putih itu bernetuk lafadz Allah. ''Ya nggak tahu kok bisa seperti ini,'' terangnya.

Dikatakan dia, kambing betina yang muncul lafadz Allah ini sejak lima tahun lalu memiliki 13 kambing. ''Ya sering meteng, sekarang aja masih meteng,'' jelasnya. Dia menjelaskan, sebelumnya tidak ada firasat apapun. Namun, hanya mimpi sholat di Masjid. Selanjutnya, Subarjo tidak akan menjual kambing aneh ini, meski ada yang menawar dengan harga mahal. (zak) Radar Bojonegoro

Read more...

Senin, 05 April 2010

Tabrak Pelajar Hingga Tewas, Bus Mutiara Dirusak Massa

Soko Tuban
Bus Mutiara Indah dirusak kemudian diterbalikan oleh warga di tepi jalan Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (5/4), setelah menabrak siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Soko hingga tewas.

Peristiwa juga mengakibatkan korban lainnya luka parah. Sementara itu, sopir bus melarikan diri dan kini berada di kantor Kepolisian Resor (Polres) Tuban.

Hingga saat ini, ratusan warga setempat masih memadati lokasi, sehingga membuat arus lalulintas di jalur provinsi itu tersebdat. Sebab, pihak aparat masih berusaha mengevakuasi bus dari pinggir jalan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, mulanya sekitar pukul 12.00 WIB bus
Mutiara Indah bernomor polisi S 7179 UE yang dikemudikan Sukar, 55, melaju dengan kencang dari arah selatan menuju ke Tuban. Saat itu, bus sedang berkejar-kejaran dengan bus Cendana yang tidak diketahui nomor polisinya.

Namun, saat melintas di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul sepeda motor S 5757 GD yang dikemudikan Imam Salafudin, 13, warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, berboncengan
dengan Dewi Putri Nindiya, 13, warga Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel.

Karena tidak menguasai laju kendaraan, bus Mutiara Indah yang dikemudikan warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, itu akhirnya menabrak sepeda motor kedua remaja tersebut. Akibat kejadian tersebut, Imam meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. Sedangkan Dwi mengalami luka. Korban langsung dibawa ke puskesmas Kecamatan Soko. Sumber :  mediaindonesia.

(Dari sumber lain)
Ugal-ugalan, Tabrak Pelajar, Satu Tewas Bus diamuk Warga
 Kecelakaan hebat yang menewaskan pelajar berbuntut aksi kekerasan warga. Sebab warga Dusun Warang Desa Sumurcinde Kecamatan Soko, Tuban marah dengan merusak bus Mutiara Indah Murni nopol S 7179 UE, kemarin sekitar pukul 12.00 wib. Kecelakaan ini terjadi tepat di depan makam Islam Desa Sumurcinde.

Kemarahan warga dipicu atas kecelakaan antara bus Mutiara Indah dengan Supra X 125 nopol S 5757 GD yang dikendarai oleh Imam Salafuddin, 17, pelajar kelas tiga SMAN 1 Soko, Tuban. Sebab pelajar asal Desa Mojoagung Kecamatan Soko, tewas di lokasi kejadian setelah tertabrak bus dari arah selatan tersebut.

Imam Salafuddin tewas setelah terlindas bus. Saat ditemukan, korban masih memakai seragam sekolah tersebut mengalami luka di bagian kepala. Sebab saat ditemukan korban berada di bawah bus bagian belakang. Akibatnya, motor merah kombinasi hitam ini ringsek.

Namun Dwi Putri Nindia, teman korban yang dibonceng selamat dari maut. Sebab melompat saat bus jurusan Bojonegoro-Tuban tersebut hendak menabrak korban yang mengendarai Supra X 125 nopol S 5757 GD.

Mengetahui korban tewas mengenaskan, selanjutnya warga mengevakuasinya. Dan dibawa menggunakan mobil patroli menuju ke UGD Puskesmas Soko. Melihat korban tewas, memicu warga setempat jengkel. Akibatnya ratusan warga mendatangi ke lokasi dan mengamuk bus Mutiara Indah Murni tersebut.

Pantauan di lapangan, warga merusak bus menggunakan pentungan kayu. Serta bebatuan yang dilemparkan ke arah bus tersebut. akibatnya, semua kaca pecah, dan tubuh bus ringsek. Kemarahan semakin menjadi, dengan menggulingkan bus tersebut secara bersama-sama.

Bahkan kedatangan puluhan aparat kepolisian, tidak membuat warga gentar. Dihadapan aparat kepolisian warga terus merusak bus tersebut. Melihat warga semakin brutal, aparat kepolisian pun menenangkan warga setempat. Bahkan dengan terpaksa mengusir warga mendekat bus.

Hingga pukul 13.30 wib, di lokasi kejadian masih dipadati warga setempat. Sementara sopir bus Sukar, 55, warga Desa Tegalagung Kecamatan Semanding, Tuban diamankan petugas. Selanjutnya dibawa oleh aparat kepolisian menuju Mapolres Tuban.

Siswo warga setempat mengungkapkan kejadian ini berawal saat bus Mutiara Indah Murni ugal-ugalan dari arah selatan. Sebab bus nopol S 7179 UE ini saling balapan dengan bus Cendana. Kedua bus tersebut merupakan jurusan kota toak. Bus Mutiara Indah Murni yang dikemudikan Supar hendak menyalip.

Akibatnya dengan memakan jalan, dan melebihi pembatas Sukar terus menggenjot laju. Namun dari arah berlawanan terdapat korban yang mengendarai Supra X 125 bersama dengan Dwi Putri Nindia. Karena jarak sudah dekat, akibatnya tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Sementara rekan korban berhasil melompat sebelum kejadian tersebut.

''Saling balapan antara dua bus tersebut," katanya kepada sejumlah wartawan saat dilokasi kejadian.

Informasi di lapangan, warga marah sebab acapkali bus jurusan Tuban tersebut kerap balapan. Termasuk seakan-akan bus berkuasan saat berada di jalan selebar sekitar enam meter ini. Kebanyakan warga menganggap kejadian ini menjadi peringatan agar bus tidak balapan saat dijalan.

Kapolsek Soko AKP Noor Asyik mengungkapkan tersangka saat ini diamankan di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan. Namun pihaknya tidak mengetahui keberadaan kernet maupun jumlah penumpang. Sebab saat aparat mendatangi ke lokasi, warga sudah banyak. ''Sopir bus dijadikan sebagai tersangka," katanya kepada Radar Bojonegoro, kemarin.

Informasi dari rekan SMAN 1 Soko, korban saat itu sudah pulang dari sekolah. Sebab korban kelas tiga SMA ini sebelumnya mengikuti ujian praktek di sekolah. (rij) Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 11 Maret 2010

Warga Rahayu Keluhkan Dampak Pengeboran

Soko Tuban
Pengeboran minyak Mudi, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) tidak hanya 'mengganggu' aktivitas sekolah di desa setempat. Namun, produksi pertanian di sekitar lokasi pengeboran juga tak bisa maksimal.

Kepala Desa Rahayu Imam Lughuzali ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Apalagi ketika ada enam titik flare yang dioperasionalkan oleh JOB-PPEJ. Menurut dia, sekarang ada sekitar 5 hektare (ha) sawah yang terkena dampak. Antara lain, tidak bisa lagi bercocok tanam palawija. Padahal, sebelum pengeboran ini beroperasi, warga masih bisa menanam palawija. ''Masalah ini yang sampai saat ini belum ada solusinya,'' kata dia.

Sehingga, lahan pertanian di sekitar pengeboran minyak itu sekarang hanya ditanami padi. Meski demikian, tanaman padi itu masih ada dampaknya. Yakni, umur tanam semakin lama dan hasil produksi menurun. Menurut Imam, jika normal umur tanaman padi sekitar 99 hari. Namun, padi yang berada di dekat lokasi pengeboran rata-rata baru panen setelah berumur 125 hari. ''Untuk produksinya kini hanya 3 ton per hektare. Padahal, sebelumnya sampai 5 hektare. Setiap tahun kini juga hanya bisa panen sekali, padahal biasanya bisa (panen) tiga kali,'' tuturnya.

Dia mengakui, pihak JOB-PPEJ sudah memberikan bantuan terkait kerugian tersebut. ''Namun, kata banyak petani, bantuan itu kurang sesuai dengan apa yang dihasilkan ketika panen normal,'' terangnya.

Humas JOB-PPEJ Catur Susilo ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tetap memerhatikan masalah lahan pertanian warga tersebut. ''Dan itu melalui mekanisme dan perlu kajian-kajian terus. Yang jelas kami cari jalan keluarnya,'' tegas dia.

Dia mengatakan, selama ini pihaknya telah memberikan perhatian bagi warga sekitar. Baik itu berupa bantuan sembako maupun kompensasi lainya. Bantuan sembako yang diberikan senilai Rp 300-500 ribu per KK terhitung mulai Oktober 2009. Sementara untuk biaya kompensasi, lanjut dia, terhitung Oktober lalu juga telah diberikan senilai Rp 162 juta per bulan atau kisaran Rp 400-500 ribu setiap KK. ''Untuk siswa sekolah juga sudah kami perhatikan,'' tambahnya. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 10 Maret 2010

Kesal, Warga Tutup Pintu Pengeboran

Soko Tuban
Warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, kembali mendatangi Sumur Mudi di central processing area (CPA) milik Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ), kemarin (9/3). Mereka protes dengan cara mendirikan

terob di depan pintu masuk CPA. Akibatnya, aktivitas pengeboran lumpuh.

Kekesalan warga dipicu sikap JOB P-PEJ yang belum merespons sejumlah tuntutan yang mereka ajukan. Di antara tuntutan warga itu adalah 85 persen dari rekrutmen tenaga kerja dari desa setempat, relokasi SDN Rahayu I dan II yang ada di sekitar CPA, mendirikan pos kesehatan, serta minta JOB P-PEJ menyewa atau membeli tanah yang berada di radius 500 meter dari CPA. Pendirian terob dilakukan di tiga titik. Yakni, depan pintu masuk Pad A, Pad B, dan pintu darurat yang berada di Pad B.

Mujiono, Kaur pembangunan dan pemberdayaan desa setempat, mengakui, unjuk rasa ini dilakukan karena warga kesal. Sebab, JOB P-PEJ belum juga memberikan kompensasi sebagaimana tuntutan warga. Aksi penutupan pintu masuk ini dilakukan agar aktivitas di CPA terhenti. "Aksi ini akan dilakukan dalam waktu sepekan. Lamanya waktu ini agar JOB P-PEJ dapat menemuinya dan memenuhi tuntutan yang diajukan warga," ujarnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga, baik pria maupun wanita, berada di bawah terob secara bergerombol. Mereka membawa dan membentangkan spanduk bertuliskan protes. Warga juga membawa alat pengeras suara.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Tuban. Kapolsek Soko, AKP Nur Asyik menyatakan, aksi ini dipantau karena dilakukan di lokasi pengeboran minyak milik negara. Pihaknya menurunkan sekitar 250 anggota dalam aksi ini. Jumlah itu termasuk bantuan dari 20 polsek jajaran Polres Tuban.

Nur Asyik menjelaskan, sesuai dengan pemberitahuan dari warga yang disampaikan kepada kepolisian, unjuk rasa dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Dia meminta bila warga berkeingian demo lagi, diharapkan secepatnya mengajukan pemberitahuan.

"Sebab, pemberitahuan kemarin hanya sehari," ujarnya. Hingga berita ini diturunkan,

sejumlah pejabat JOB P-PEJ belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi, nomor ponselnya tidak aktif. (rij) Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 25 Februari 2010

Warga Kembali Tagih Janji JOB P-PEJ

Soko Tuban
Ratusan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko kemarin (24/2) kembali menggelar aksi di central processing area (CPA) yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) di desa setempat. Warga kembali meminta pengelola Blok Tuban itu memberikan dan kompensasi dan memekerjakan tenaga lokal.

''Jika tidak, maka lebih baik jangan beroperasi di desa sini,'' kecam salah satu warga yang mengikuti aksi tersebut.

Massa berangkat berjalan kaki dan mengendarai dari kantor balai desa sambil membentangkan poster sekitar pukul 09.30. Kades Imam Lughuzali dan perangkat desa ikut dalam aksi tersebut. Aksi dengan pengawalan aparat kepolisian itu juga diikuti sebagian besar siswa SDN Rahayu. Dengan mengenakan baju seragamnya, mereka ikut berteriak menuntut hak sambil membawa gambar Bupati Haeny Relawati RW. ''Kami menuntut keadilan,'' ujar salah satu siswa.

Karena jaraknya tak terlalu jauh dari CPA, siswa SDN Rahayu tak nyaman dalam belajar. Mereka bising dengan suara mesin yang ada. Ketika berada di depan CPA, 12 perwakilan warga didampingi Kades, Sekdes dan perangkat desa setempat ditemui Security and Govrel JOB-PPEJ Yoga S Utama. Pertemuan tersebut berlangsung alot karena perwakilan warga ngotot minta dikabulkan tuntutannya. ''Salah satu tuntutan kami adalah minta kuota tenaga kerja bagi warga sekitar dan juga kompensasi,'' kata Sekdes Dasim.

Yoga S Utomo kepada wartawan mengatakan, pihaknya segera mencairkan dana kompensasi kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian. Nilainya sekitar Rp 162 juta per bulan kepada 445 kepala keluarga (KK) di Desa Rahayu dan sekitarnya. ''Untuk masalah tenaga kerja nanti ke depan akan kami perhatikan. Sebab saat ini belum ada lowongan tenaga kerja,'' tuturnya.

Lantas bagaimana dengan sekolah yang terkena dampaknya? Yoga menyatakan, juga bakal diperhatikan. Namun, sampai saat ini belum ada rencana relokasi. ''Itu dinas pendidikan setempat yang mengambil langkahnya,'' alasannya. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 21 Februari 2010

Truk Pengangkut 50 Perempuan Terguling

Soko Tuban
Truk bernomor polisi S 8634 C yang dikemudikan Narto (45) Minggu (21/2/2010) sore terguling di jalan poros Desa Klumpit Kecamatan Soko Tuban. Saat itu truk itu mengangkut 50 perempuan anggota Fatayat Nahdlatul Ulama, Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.
Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalulintas Kepolisian resor Tuban, Inspektur Satu Faqih menyatakan beruntung tidak ada korban jiwa hanya sebagian penumpang mengalami luka bocor di kepala dan lecet di kaki, punggung dan tangan. Mereka dibawa ke rumah sakit di Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat membawa pulang jemaah fatayat dari pengajian akbar, truk terguling di jalur sempit yang kiri kanan jalan terdapat jurang. Di jalur itu tidak cukup untuk memutar bodi truk. Sebelum truk terguling, sopir bermaksud memajukan truk ke luar dari lokasi pa rkir.
Namun, moncong depan truk menabrak bongkahan batu di pinggir jurang, lalu truk miring. Penumpang truk yang berada di belakang berjatuhan di jurang. Penumpang saling berbenturan dan terbentur batu sehingga luka-luka. Kejadian itu menyebabkan rombongan truk lain terjebak macet, sampai truk yang terguling berhasil dievakuasi.  KOMPAS.com

Read more...

Rabu, 03 Februari 2010

Jenazah TKI Tewas di Arab Saudi Tiba

Soko Tuban
 - Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah Abdul Hamid, 50, asal Dusun Soko, Desa Sokosari, Kecamatan Soko kemarin (2/2) sekitar pukul 10.00. Dia adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia di Arab Saudi karena sakit jantung.

Kades Sokosari, Sutikno, ketika dikonfirmasi via ponsel menyatakan, jenazah korban diberangkatkan dari Arab Saudi menggunakan pesawat. Setelah tiba di Jakarta, jenazah lalu dibawa menuju rumah duka melalui jalan darat.

Sutikno menambahkan, korban meninggal pada 13 Januari lalu di Riyadh, Arab Saudi. Setelah mendapat informasi dari KBRI Riyadh, pihak keluarga lalu mengurus administrasi untuk kepulangan jenazah.

Sutikno menjelaskan, korban bekerja di Arab Saudi sekitar 7 tahun sebagai sopir. ''Setiap dua tahun sekali pulang ke kampung,'' kata dia. (zak)  Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 27 Januari 2010

Belum Semua Terima Bantuan

Soko Tuban
Radar Bojonegoro - Warga di Kecamatan Soko yang menjadi korban puting beliung pada Sabtu (23/1) lalu harus bersabar. Sebab, sampai kini Pemkab Tuban belum memberikan bantuan untuk perbaikan rumah yang rusak.

''Sekarang baru dilakukan pendataan berapa jumlah rumah yang rusak. Setelah dilakukan pendataan, akan segera mengajukan usulan ke Sekkab,'' ujar Kasi Linmas Kesbangpolinmas Tuban Saefiudin kepada Radar Bojonegoro kemarin.

Bencana puting beliung Sabtu (23/1) lalu menerjang empat desa di Kecamatan Soko. Yakni, Desa Pandanwangi, Rahayu, Sokosari, dan Bangunrejo. Akibatnya belasan atap rumah rusak dan pohon tumbang.

Sementara itu, korban puting beliung yang terjadi pada 5 Januari di Kecamatan Soko, Widang, dan Kenduruan, hari ini (26/1) bakal mendapatkan bantuan dari Pemkab Tuban. Asep, sapaan akrab Saefiudin menuturkan, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 16 juta. Rinciannya, untuk Kecamatan Soko Rp 9 Juta, Kenduruan Rp 4 juta, dan Widang Rp 3 juta.

Dari jumlah itu, kata dia, masing-masing korban tidak menerima dalam jumlah yang sama. Namun ada klasifikasinya. Menurut Asep, untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan menerima bantuan Rp 250 ribu. Sedangkan kerusakan sedang Rp 500-700 ribu dan kerusakan berat menerima Rp 1 juta. Sementara untuk korban putting beliung di Kecamatan Semanding tidak mendapat bantuan. ''Karena kerusakannya ringan dan sudah teratasi,'' kata dia. (zak)

Read more...

Sabtu, 09 Januari 2010

Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Soko Tuban

Tuban - Sekitar 40 rumah, lima di antaranya ambruk diterjang angin puting beliung di sejumlah desa di Kecamatan Soko dan Kenduruhan, Tuban, Selasa (5/1) malam. Pemerintah Tuban membantah jika tidak memberikan bantuan.
Desa-desa tersebut, yaitu Mentoro dan Mojoagung, Prambon, Tluwih, dan Bangunrejo, Kecamatan Soko. Kemudian di Dusun Krajan Desa Tawaran, Kecamatan Kenduruhan. Tim dari Pemerintah Tuban masih mendata jumlah rumah rusak, berikut fasilitas umum.
Angin puting beliung juga membuat dua orang yaitu Supiah,36 tahun dan Zainal,13 tahun, keduanya warga Desa Tawaran, terluka, akibat terimpa reruntuhan. Kondisi yang hampir sama juga dialami warga Desa Mentoro. Bahkan tiga rumah ambruk akibat angin yang menyasar perkampungan sekitar pukul 18.30 itu.
Data di lapangan menyebutkan, bermula saat hujan sekitar pukul 17.30 waktu setempat.
Di sela-sela hujan tiba-tiba diiringi angin yang berputar-putar di perumahan warga. Kerasnya angin membuat sejumlah bangunan roboh. Sebagian besar rumah roboh terutama yang semi permanen. Angin juga merobohkan pagar setinggi tiga meter milik H Ali, warga Mentoro. Pohon-pohon juga roboh akibat kerasnya angin.
Buruknya cuaca pada Selasa malam itu, membuat pihak Perusahaan Listrik Negara Tuban, memadamkan saluran listrik. Sebab, sejumlah kabel jaringan rusak tertimpa pohon roboh. “Angin kerasnya sekali,” tegas Dahlan, warga Mentoro.
Sementara itu juru bicara Pemerintah Kabupaten Tuban, Gatot S, membantah Pemerintah tidak ada perhatian terhadap warga yang terkena bencana angin puting beliung. Pemerintah Tuban masih menunggu laporan dari Kecamatan Soko dan Kenduruhan. Sebab, data jumlah rumah yang rusak masih dalam tahap pendataan. Jika, data sudah diterima, akan ditindaklanjuti dengan bantuan. “Salah jika Pemerintah Tuban tidak memberikan santunan,” tegas Gatot. Dia tidak merincikan berapa bantuan yang akan diterima warga.
SUJATMIKO TEMPO Interaktif

Read more...

Jumat, 23 Oktober 2009

Temukan Dua Penambang Pasir Mekanik

Soko Tuban
TUBAN - Tim gabungan Satpol PP, Dinas Pertambangan dan Energi, Polres, Polisi Militer, dan Kodim 0811 Tuban kemarin (22/10) merazia penambang pasir mekanik yang beroperasi di Kecamatan Soko dan Parengan. Hasilnya, petugas menemukan dua penambang pasir mekanik yang masih nekat beroperasi.

Razia yang dimulai sekitar pukul 08.30 itu dimulai dari Kecamatan Soko. Salah satu sasarannya di Desa Menilo. Ditempat tersebut, petugas masih menjumpai penambang pasir mekanik. Saat kedatangan petugas, para penambang itupun tidak berkutik. Mesin disel yang semula beroperasi, mendadak dimatikan. Petugas langsung menyetop aktivitas penambangan pasir secara mekanik tersebut dan membawa mesil diselnya sebagai barang bukti.

Setelah itu, petugas gabungan melakukan razia di Desa Selogabus Kecamatan Parengan. Ditempat tersebut, petugas menemukan ada satu penambang pasir mekanik yang masih beroperasi. Sama seperti di Menilo, barang bukti berupa mesil disel juga diamankan untuk dibawa ke Kantor Satpol PP Tuban.

Kepala Satpol PP Heri Muharwanto mengatakan, kedua penambang pasir mekanik tersebut akan segera dipanggil untuk dilakukan pembinaan. Dikatakan Heri, selanjutnya akan menertibkan sejumlah penambang pasir yang ditengarai masih beroperasi. Seperti di Kecamatan Grabagan dan Rengel. ''Penambang pasir laut yang ada di Bancar juga akan kami tertibkan,'' tegasnya. (zak)  Radar Bojonegoro

Read more...

Sabtu, 17 Oktober 2009

Soko Tuban
SOKO - Rencana Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) untuk membuka lapangan baru di South East Mudi, Kecamatan Soko, Tuban tertunda. Penyebabnya, izin dari Pemkab Tuban hingga kini belum turun. ''Rencananya kami memang membuka lapangan baru di Desa Pandanwangi Kecamatan Soko,'' kata Operation Manager JOB P-PEJ Marthen Lotong kepada Radar Bojonegoro.

Dia menuturkan, izin itu telah diajukan ke Pemkab Tuban beberapa bulan lalu. Hingga kemarin Rata Penuh(16/10) izin yang diajukan belum disetujui. Marthen tidak tahu alasan belum turunnya izin membuka lapangan baru di Blok Tuban tersebut. '' Kita berharap segera turun,'' harapnya.

Menurut dia, JOB P-PEJ menargetkan pada 2010 produksi Blok Tuban 45 ribu barel per hari. Setelah sumur 12 A beroperasi, saat ini produksi Blok Tuban sudah mencapai 41 ribu barel per hari. ''Dengan lapangan baru, maka target itu akan kami usahakan terpenuhi,'' imbuhnya.

Tahun depan JOB P-PEJ merencanakan mengebor lagi dua sumur di Pad B Sukowati yang ada di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Yakni, sumur 14 dan 15. ''Sumur itu nanti bukan menambah produksi minyak, tapi mempertahankan produksi minyak di kisaran 45 ribu barel per hari,'' katanya.

Dia menjelaskan, produksi puncak Blok Tuban akan bisa bertahan selama tiga tahun setelah produksi 45 ribu barel per hari. ''Itupun ada beberapa sumur yang akan mengalami penurunan. Sehingga kita butuh sumur baru agar produksi bisa bertahan,'' tuturnya.

Mengenai permasalahan flare pit di CPA Mudi, pria asli Toraja itu menjelaskan, pihaknya saat ini sedang menjajaki untuk memindahkan sebagian flare pit di Sukowati. Untuk menghentikan api di flare pit, ujar dia, tidak mungkin karena hal itu sama saja dengan menghentikan produksi minyak. ''Karena itu kita masih cari solusi terbaik,'' katanya. (ade)Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 15 Oktober 2009

Dandim Tuban-Kabakorwil II Serahkan Rumah ke Warga

Soko Tuban



Reporter : Abdul Qohar
(beritajatim.com) - Siang tadi, rumah tidak layak huni (RTLH) yang telah selesai di renovasi oleh TNI bersama masyarakat diserahkan kepada pemiliknya lagi.

Penyerahan tersebut ditandai dengan kehadiran Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Stiadjid bersama Dandim 0811 Letkol Inf Dadang Sudrajat. Secara simbolis dua pejabat tersebut meninjau langsung beberapa rumah yang telah selesai direhap di Kecamatan Soko dan Rengel, Kabupaten Tuban.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Kamis (15/10/2009) menyebutkan, kalau se Kabupaten Tuban sebenarnya terdapat 1.000 rumah yang dibantu merehap oleh Pemprov Jatim dan pengerjaannya dilakukan oleh para TNI dimasing-masing koramil.

Dengan begitu, di masing-masing koramil atau kecamatan, terdapat sekitar 50 RTLH yang direnovasi. Sebab, di Kabupaten Tuban terdapat 20 kecamatan yang tersebar diseluruh wilayah bumi Ronggolawe itu.

Kepada beritajatim.com, Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Stiadjid mengaku cukup terkesan dengan kegiatan tersebut. Sebab, warga sekitar rumah yang dibantu Pemprov Jatim sangat antusias untuk ikut bersama-sama mengerjakannya.

"Saya berterima kasih kepada para prajurit yang dengan tanpa lelah setiap hari mengerjakan rehap rumah bersama warga. Ini salah satu bentuk TNI manunggal dengan masyarakat," kata Stiadjid disela-sela meninjau langsung lokasi rumah yang dibangun dipelosok desa di Kecamatan Soko, Tuban.

Diterangkan, se Jawa Timur tahun ini ada sekitar 20.000 rumah yang dibantu merehap dengan bantuan dana masing-masing Rp 5 juta. "Kalau terus seperti ini, maka tidak lama RTLH di Jatim akan semakin berkurang banyak," tegasnya.

Terpisah, Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Dadang Sudrajat menegaskan, kalau sejauh ini pengerjaan rehap rumah telah mencapai sekitar 50 persen se Kabupaten Tuban.

"Hampir semua rumah yang dibenahi disemua kecamatan kondisinya sudah luar biasa. Dalam waktu yang tidak lama, semuanya akan selesai," sambungnya.

Sementara itu, empat desa diantaranya yang warganya mendapat bantuan rehap rumah adala Desa Cekalang dan Tluwe, keduanya di Kecamatan Soko, serta Desa Kebonagung dan Pekuwon, keduanya di Kecamatan Rengel.[dul/ted]sumber : beritajatim

Read more...

Rabu, 07 Oktober 2009

Warga Minta JOB P-PEJ - BP Migas Penuhi Tuntutan

Soko Tuban
SOKO-BOJONEGORO - Sekitar 300 warga dari tiga dusun di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban kemarin (6/10) mendatangi balai desa setempat. Mereka menuntut Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) dan BP Migas memenuhi keluhan warga terkait pengoperasian tambang minyak di wilayah setempat.

''Warga minta jawaban dari BP Migas dan JOB P-PEJ untuk segera memenuhi tuntutan. Warga mulai mendapat dampak buruk dari pengolahan minyak di pengeboran,'' kata Kepala Desa Rahayu Imam Lughuzali selaku pihak perantara pertemuan antara warga dan BP Migas.

Dia menuturkan, dampak buruk yang ditimbulkan di antaranya suhu terlampau panas, bau tidak sedap, kebisingan, dan gangguan terhadap tanaman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Balai Lingkungan Hidup (BLH) Tuban beberapa waktu lalu, lanjut Imam, suhu luar di ketiga dusun tersebut mencapai 65 derajat celcius. Sedangkan suhu di dalam ruangan mencapai 35 derajat celcius. Suhu itu melebihi ambang batas di ruangan yang maksimal 28 derajat celcius.

''Khususnya untuk SDN 1 dan 2 Rahayu yang hanya berjarak 150 meter dari lokasi pengeboran. Hal itu sangat mengganggu proses belajar,'' imbuhnya.

Asmui, salah satu perwakilan warga dari Dusun Sarirejo, Gandu, dan Delik mengaku sudah terlalu lama, sejak 2003 warga mendapat dampak buruk adanya penambangan. ''Belum ada solusi yang tepat untuk mengatasi dampak buruk tersebut. Warga terus menerus dirugikan bahkan sekarang ada penambahan flare (titik api) hingga tujuh,'' katanya yang disambut teriakan warga.

Sebelumnya, warga dan JOB P-PEJ bertemu 29 September lalu. Dalam pertemuan itu tercapai lima kesepakatan. Di antaranya, mengembalikan tujuh flare yang telah berdiri di area CPA menjadi dua, meredam suara yang ditimbulkan akibat kegiatan operasional, dan mengurangi bau tidak sedap yang berasal dari CPA, serta memberikan kompensasi kepada warga. Kesepakatan itu ditandatangani Field Manager JOB P-PEJ Sukarnoto Sukimin, Imam Lughuzali, Kapolsek Soko AKP Noor Asyik, dan Danramil Soko Istoha.

Pihak BP Migas yang kemarin diwakili Rusmandani, pengawas pengolahan minyak, menyanggupi untuk memberikan kompensasi kepada warga. Kompensasi itu dicairkan dalam waktu satu minggu ke depan. ''Untuk besarnya, masih menunggu keputusan dari BP Migas Jakarta, tidak bisa lantas diputuskan secara mendadak,'' katanya.

Terkait empat tuntutan lainnya, sekurangnya diupayakan tiga bulan setelah pertemuan, setelah proses koordinasi dengan BP Migas Jakarta.

Sementara itu, eksplorasi sumur 12 A di lapangan Sukowati, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro yang dikelola JOB P-PEJ mulai memasuki kedalaman 6 ribu feet.

''Sudah mulai ada gas kick namun masih kecil,'' kata Field Admint Superintendent JOB P-PEJ A Rizani.

Dia menjelaskan, pengeboran sumur itu dilakukan sejak 1 September lalu. ''Menggunakan pipa 6 inchi,'' imbuhnya.

Dia menargetkan dalam 14 hari ke depan eksplorasi selesai dengan kedalaman sekitar 7.200 feet. Sehingga, uji coba produksi bisa dilakukan. Rizani menambahkan, saat ini di Sukowati Pad B telah ada lima sumur yang beroperasi. Jika sumur 12 A nanti selesai, maka di Pad B ada enam sumur. ''Sama dengan di Pad A yang ada di Desa Campurejo, Kota Bojonegoro juga ada enam sumur,'' tuturnya.

Mengenai produksi minyak Blok Tuban, Rizani menyatakan, saat ini sudah mencapai 40.400 barel setiap harinya. Dari jumlah itu, 37.800 barel di antaranya dihasilkan dari sumur di Sukowati Pad A dan Pad B. ''Sementara sisanya dari lapangan yang ada di Mudi, Soko,'' ujarnya. (tis/ade) Radar Bojonegoro

Read more...

Senin, 05 Oktober 2009

Camat Soko Bantah Pungli KTP

Soko Tuban
soko - Camat Soko Kusmindar kemarin (4/10) mengklarifikasi tudingan staf kantornya memungut pemohon kartu tanda penduduk (KTP). Ditegaskan dia, tudingan tersebut sama sekali tidak benar. ''Harus ada bukti. Tunjukkan pada kami,'' tegas dia didampingi Masykuri, Kasi Pemerintahan kecamatan setempat.

Ditegaskan Kusmindar, kalau terbukti pemohon dimintai biaya pengurusan KTP lebih dari Rp 10 ribu, staf yang meminta akan ditindak tegas. Pejabat kelahiran 28 Agustus 1955 ini menegaskan, selama ini pemohon KTP hanya dikenakan biaya pengurusan Rp 10 ribu. Rinciannya, Rp 5 ribu untuk biaya cetak dan Rp 5 ribu untuk pemotretan. Waktu penyelesaiannya, imbuh Kusmindar, tergantung dari kepadatan pemohon. Kalau banyak pemohon, KTP baru selesai paling lama sepekan. Namun, kalau pemohon tidak begitu banyak, sehari pun bisa selesai.

Di bagian lain, pejabat yang beralamat di Jalan Nanas 16 Perum Perbon Permai Tuban ini mengakui, Komisi Pelayanan Publik (KPP) Provinsi Jatim turun ke Soko pada 30 September 2009. Namun, dari berita acara pemeriksaan stafnya, tidak ada satu pun poin yang mempermasalahkan pemohon dimintai biaya pengurusan Rp 50 ribu. Yang ada, terang Kusmindar, KPP menyimpulkan tidak ada biaya pengurusan KTP lebih dari Rp 10 ribu. Temuan lain yang dibahas dalam berita acara pemeriksaan KPP adalah keterlambatan penyelesaian KTP. Itu pun karena masalah teknis, yakni kerusakan komputer.

Terkait pemberitaaan di Radar Bojonegoro pada 1 Oktober lalu, Camat Soko juga meminta LSM membeberkan siapa oknum stafnya yang meminta biaya pengurusan hingga Rp 50 ribu.

Sementara itu, LSM Publik Crisis Center (PCC) Tuban langsung merespon keinginan camat Soko tersebut. Karena camat meminta dibeberkan, Direktur PCC Tuban, Dahkelan menyatakan, dua tiga hari ini dia akan mengumpulkan anggotanya dan aktivitas LSM Format untuk membeberkan oknum staf Kecamatan Soko yang nakal. ''Kalau memang camat meminta, semua kasus pungli ini akan kami beberkan,'' tegas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPP Provinsi Jatim turun ke wilayah Kecamatan Soko untuk menggali keluhan masyarakat setempat terkait dugaan pungli dan buruknya pelayanan permohonan KTP di kecamatan setempat. Selama turun, Wahyu, anggota KPP Jatim didampingi LSM PCC dan Forum Masyarakat Tuban (Format).

Wahid, anggota Format Tuban mengatakan, selama turba, KPP banyak mendapat keluhan masyarakat terkait proses permohonan KTP. Salah satunya, besarnya uang administrasi yang harus diserahkan kepada oknum pegawai Kecamatan Soko agar KTP yang diajukan cepat selesai. ''Kalau bayar Rp 50 ribu, sehari jadi,'' kata dia mengutip keterangan sejumlah pemohon. Sementara yang pengurusannya diserahkan kepada perangkat desa dengan membayar Rp 20-30 ribu, KTP baru selesai sekitar 1 hingga 2 minggu.

Wahid menambahkan, terkait tidak jelasnya waktu penyelesaian KTP, sejumlah pemohon mendapat alasan beragam dari aparat kecamatan setempat. Sekcam Soko, misalnya, beralasan perangkat komputer untuk memproses rusak. Sementara pegawai lainnya beralasan petugas yang mengurusi sedang cuti hamil. (ds) Radar Bojonegoro

Read more...

About This Blog

Photobucket

Cek Tagihan PLN

blog tutorial
Powered By Blogger

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP