bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 September 2010

Maling Motor yang Ditangkap Massa di Widang - Curanmor Lintas Tuban-Bojonegoro

Soko Tuban - Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditangkap massa di sawah Dusun Temas, Desa Compreng, Kecamatan Widang pada Jumat (3/9) lalu langsung menjalani sejumlah rangkaian interogasi.

Hasilnya, untuk sementara kedua pelaku, M. Thokol, 42, dan Sulaeman, 35, keduanya warga Bojonegoro juga terungkap mencuri di lima tempat kejadian perkara (TKP) lainnya. Lima TKP tersebut, Vega warna silver di jalan dekat pabrik Petrochina, Desa Rahayu, Kecamatan Soko (2006); Honda Supra 125 warna merah di SPBU Rengel (2008); dan Yamaha Jupiter biru di wilayah Kecamatan Kapas, Bojonegoro (2007). Berikutnya, Supra 125 di Sumberejo, Bojonegoro serta Supra di jembatan Glendeng, Bojonegoro.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, selain menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan untuk mengungkap tempat kejadian perkara (TKP) lainnya, dua tersangka juga diinterogasi untuk mengungkap penadah motor hasil kejahatannya.

Dikatakan Budi, sangat mungkin TKP yang diakui dua pelaku curanmor ini lebih sedikit dibanding dengan tindak pidana yang dilakukan. ''Ini yang terus kami dalami. Sangat mungkin, banyak TKP yang disembunyikan. Petunjuk inilah yang masih kami gali,'' tegas dia.
Dua maling motor ini ditangkap setelah tepergok saat beraksi di jalan sawah Dusun Temas, Desa Compreng, Kecamatan Widang. Kejadian tersebut berawal saat motor Supra 125 milik Pardam, 38, warga desa setempat diparkir di pematang sawah. Saat itu, kedua pelaku yang tengah melintas dengan motor Smash yang belum diketahui identitasnya langsung menyatroni. Sulaeman menjadi eksekutor pencurian tersebut. Dia turun dan merusak paksa kunci motor korban. Sementara Thokol menunggu diatas motornya. Saat hendak kabur, korban memergokinya dan meneriaki maling. Dalam pengejaran tersebut kedua pelaku berhasil ditangkap. Massa yang emosi menghajarnya dan membakar motor yang dipakai operasi. (ds/wid)   Radar Bojonegoro


Read more...

Kamis, 01 Juli 2010

Isu Penculikan Anak di Bawah 10 Tahun Gegerkan Warga

Soko Tuban
Dua hari lalu ada sms masuk, (maklum Aku lagi mengungsi di Surabaya)sayang sudah ku hapus karena kuanggap hanya isyu dan gak begitu penting. dari mantan pacarku (sekarang dah jadi istri) seandainya sekedar kenal dan kirim salam itu di bilang pacaran. hehe. yang jelas saat ini dia_lah (menurutku), satu-satunya orang yang dengan setia menunggu kehadiranku(semoga)  Disamping kedua Buah hatiku yang tercinta InsyAllah. isinya kurang lebih begini. ( SMS sebenarnya dalam bahasa jawa) Dari Polsek Bojone goro Plat Nomor mobil Penculik Anak L.......(sudah lupa) Sekedar memancing mungkin ada yang salah ku balas SMS tersebut. Kok polres Bojonegoro Tahu nomormu?( Semenjak Peristiwa SMS TEROR yang ku ceritakan dulu itu Nomor hp mantan pacarku di ganti dan tidak sembarangan orang di kasih, termasuk tidak mengisi pulsa Elektrik di sembarang counter penjual pulsa) Jawabnya. INi tadi info dari  Janda sebelah rumah.. tadi anak Gambor (Nama sebuah dusun dikampungku) mau di culik di sebelah timur sekolahan SD (" lokasinya memang sepi jarak antar pedukuhan Hampir satu kilo meter terbentang di tengah persawahan dengan jalan ber kelok") sudah dinaikan sepedah motor. anaknya teriak-teriak, ketahuan suaminya kom (tetanggaku) kemudian anak itu dilepaskan. Lalu kubalas " Yang menculik orang berapa?". Dijawab.Gak ngerti Aku cuman dengar dari tetangga, Gak lihat sendiri. Tapi Aku di SMS .......(ponakan istriku) anak Njalin (sebuah kampung di desa sebelah) dan anak Jati (Nama sebuah Desa) yang kabarnya hilang belum ketemu. ku abaikan SMS itu. Dan karena memory hp dah penuh delet aja semua SMS yang keluar maupun masuk, Sampai tadi pagi aku di SMS lagi, Anak Jati yang hilang ketemu dibuang di sungai. Jantung, Hati & Ampelanya hilang.Ditinggali uang satu juta."Astaghfirrullah" Setengah tidak percaya aku membaca SMS ter sebut "Benarkah...?!?!?!!!" Karena penasaran. maka kubalas dengan pertanyaan. Dibuang dikali mana Ma? Jawabnya Singkat. Gak ngerti. Nah Kan...?(Gak ngerti lagi) semoga saja tidak bener bener kejadian seperti itu. kuteruskan pertanyaanku. Sampean Dikasih Tahu siapa...? Dijawab. .............(Menyebut nama tetanggaku) Jadi penasaran Benar atau tidak ya...? Atau barang kali memang aku yang ketinggalan berita, kulihat situs web radar bojonegoro...? Hasilnya nihil. Gak ada berita tentang penculikan. Ahirnya seperti biasa . Merapal aji pamungkas sun matak aji goggling dengan kata kunci penculikan soko tuban Hasilnya......? silahkan klik kata kunci diatas. pada baris teratas search engine tersebut terpampang ringkasan Berita yang aku cari ("Aku memang sudah ketinggalan Berita") dan setelah masuk Webnya Terdapat berita seperti ini.

TUBAN – Isu penculikan anak di bawah usia 10 tahun dengan motiv ritual sepekan belakangan beredar luas di wilayah Kabupaten Tuban.
Dugaan penculikan guna kepentingan ritual pesugihan, kesaktian termasuk pula untuk tumbal proyek itu, lantaran percobaan penculikan ini tidak diikuti dengan pesan, baik melalui SMS (short massage service) lewat ponsel maupun pesan lainnya, dengan meminta tebusan uang kepada keluarga korban.
Tengara penculikan dengan sasaran bocah yang masih duduk di bangku SD tersebut, dikuatkan dari serangkaian upaya merenggut paksa terhadap para anak-anak di Kecamatan Kota Tuban, Semanding, Rengel, Soko, Tambakboyo, Widang, Plumpang, serta beberapa kawasan di Tuban belahan barat seperti Kecamatan Jatirogo, Parengan, Senori dan Kecamatan Kerek yang berada di kawasan PT Semen Gresik (PT SG) pabrik Tuban.
Walau pun belum sempat ada anak-anak yang berhasil dibawa kabur penculik, bukan berarti lantas membuat para orang tua yang ada di Bumi Wali-sebutan lain Kota Tuban- tak mengambil sikap.
“Justru situiasi seperti inilah yang harus diwaspadai para orang tua. Kaena bisa jadi isu penculikan terhadap ank-anak itu dihembuskan sendiri oleh komplotan penculik sebagai uaha menciptakan situasi horor di tengah masyarakat,” kata Ketua LSM WAR (Wahana Aspirasi Rakyat) Tuban, Bambang Lukmanto.
Menurut aktifis kemanusiaan, lingkungan dan hukum ini, para orang tua dengan anak-anak yang mauk target penculikan harus lebih ekstra hati-hati terhadap semua orang asing di lingkungan sekolah maupun lingkungan di mana mereka tinggal.
Mengantisipai agar tak membuat situasi semakin horor, saat ini Bambang dengan para relawannya tengah melakukan penelusuran terkait kebenaran isu penculikan tersebut. Dengan begitu, dia berharap segera mendapatkan akurasi data yang digali di lapangan. Termasuk mencari tahu siapa sejatinya yang mengembuskan isu di tengah kecanggihan informasi saat ini, serta motif di sebaliknya.
Sementara, keheningan pagi awal musim kemarau di Dusun Tawangsari, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, sedikit terusik menyusul muncul kabar adanya usaha penculikan terhadap salah seorang anak usai mengikuti pengumuman kenaikan kelas di SDN Ngadirejo II akhir pekan kemarin.
Keterangan warga, beruntung siswa cewek yang baru saja naik naik ke kelas 4 ini tergolong mujur. Saat berpisah pulang dari rombongan siswa lain pasca pengumunan kenaikan perawan kencur ini dicegat serombongan orang tak dikenal dengan mengendarai Phanter warna silver berplat nomor L.
Masih keterangan warga, semula salah satu dari lima lelaki itu menanyakan rumah kepala desa. Karena mengaku bingung dengan keterangan bocah yang tinggal di bantaran Bengawan Solo, para rombongan yang diduga berasal dari Surabaya berdasar plat nomor kendaraan yang ditumpanginya, berusaha membujuk gadis kelas 4 SD itu naik Phanter menuju rumah kepala desa dengan memberinya sebatang permen coklat jenis Silver Queen.
Namun baru saja rombongan akan beranjak masuk mobil mendadak muncul sejumlah warga yang baru saja pulang dari sawah. Karena curiga, para petani ini berusaha meminta penjelasan akan diajak kemana gadis kecil itu.
Kecurigaan warga kian menjadi, karena belum sempat memperoleh jawaban mendadak mobil Phanter yang mengangkut rombongan lelaki berpenampilan flamboyant itu sudah keburu kabur.
“Padahal, saat itu sama sekali tak terlintas di benak kami bahwa mereka adalah orang-orang yang diduga akan melakukan penculikan. Informasi itu baru kami dengar dari Pak Kades setelah kami melaporkan kejadian tersebut,” terang sejumlah warga saat rehat makan siang di Dusun Tawangsari.
Sayangnya, warga tak sempat menghafal plat nomor kendaraan yang ditumpangi orang-orang mencurigakan itu, karena konsentrasinya hanya menyelamatkan bocah yang baru saja naik kelas 4 tersebut.
“Yang ada dalam pikiran kami saat itu bagaimana agar bocah SD ini tak jadi dibawa rombongan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah datang ke desa kami. Tapi yang pasti kami tak pernah berpikir bahwa mereka adalah orang-orang jahat,” imbuh warga. sumber (maiwanews).

"Terahir Info yang berhasil terhimpun bahwa kabar adanya anak yang dibunuh dibuang di kali dan diambil hati jantung dll serta ditinggali sejumlah uang, di desa Jati Hanya isyu !!!"

Read more...

Selasa, 17 November 2009

Pelaku Perkosaan Pelajar SD Ditangkap

Soko Tuban
TUBAN - Begitu korban mengaku diperkosa, kurang dari 24 jam pelaku perkosaan Melati, 9 (bukan nama sebenarnya), pelajar kelas tiga salah satu SDN di Rengel kemarin (16/11) ditangkap.

Dia adalah AA, 15, warga Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan dua kain warna hijau muda yang dipakai tersangka menutup wajahnya dan wajah korban. Juga, pakaian yang dikenakan tersangka, kaos biru dan celana jeans, serta sebuah VCD porno. Barang bukti yang disebut terakhir adalah pemicu birahi tersangka.

Terungkapnya kasus yang menghebohkan ini berkat kerja keras Unit Opsnal I Satreskrim Polres Tuban dan Polsek Rengel. Begitu Minggu (15/11) sore korban yang mengalami pendarahan pada pangkal pahanya mengaku diperkosa, Polsek Rengel langsung mencari petunjuk di sekitar sekolah tersangka. Dari penyelidikan tersebut terungkap ada empat pemuda tanggung yang nongkrong di depan sekolah setempat sesaat sebelum kejadian. Empat pemuda ini kemudian diamankan di Mapolsek setempat. Untuk mendalami penyelidikan, malam itu juga keempat pemuda tersebut dibawa Unit Opsnal I ke Mapolres Tuban. Unit yang dikomando Bripka Mugianto inilah yang menginterogasi para pemuda tersebut. Setelah diperiksa hingga dini hari, akhirnya menjelang subuh AA, salah satu dari empat pemuda tersebut mengakui semua perbuatannya.

Kepada wartawan koran ini, dia mengaku memerkosa Melati karena terangsang dengan VCD film porno yang ditonton di rumah Juri, temannya pada Kamis. Sejak nonton VCD tersebut, pemuda lulusan salah satu MTs di Pekuwon tersebut terus teringat-ingat. Dalam kasus perkosaan tersebut, AA membantah merencanakan. Jumat itu, dia nongkrong di depan sekolah korban bersama empat temannya. Begitu melihat korban menuntun sepedanya yang rantai lepas, dia kemudian membantu. Karena tidak ada alat untuk membetulkan rantai sepeda tersebut, tersangka sempat pulang ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar 30 meter (m). Keperluannya, untuk mengambil obeng dan tang. Dua alat inilah yang dipakai pemuda ini untuk membetulkan sepeda korban.

Saat membetulkan sepeda tersebut, lengan tersangka bersentuhan dengan lengan Melati. Itulah yang membuat hasrat laki-lakinya langsung naik. Usai membetulkan sepeda, sambil membekap mulut korban, tersangka menyeretnya di belakang balai desa. Di tempat inilah korban diperkosa. Sebelum diperkosa, tersangka lebih dulu menutup wajahnya dengan kain hijau muda yang dibawanya. Setelah itu, ganti wajah korban yang ditutup dengan kain lain dengan warna yang sama. Setelah diperkosa, korban dilepas pulang.

Kasus ini terungkap saat Sabtu dini hari, pangkal paha korban mengalami pendarahan. Namun, saat itu, kepada kedua orang tuanya, Melati mengaku penyebab keluarnya darah tersebut akibat jatuh dari sepeda. Dia sama sekali tidak membuka kasus perkosaan yang menimpanya.

Karena darah terus mengucur, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Rengel. Di puskesmas inilah, dokter setempat merujuk Melati ke salah satu rumah sakit di Tuban. Di rumah sakit, korban pun masih bertahan dengan keterangan awal bahwa pendarahan tersebut akibat terjatuh dari sepeda. Dokter yang curiga kemudian memeriksa. Dari sinilah diketahui kalau pendarahan tersebut akibat terkena benda tumpul. Berbekal diagnosa dokter, orang tuanya kemudian merayu korban untuk menanyakan kejadian sesungguhnya yang dialami. Dia pun akhirnya mengakui perkosaan yang dialami.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka AA memerkosa korban seorang diri dan tidak dibantu temannya. ''Ini baru petunjuk awal. Tidak tertutup kemungkinan ada orang lain yang membantu,'' kata dia. (ds)Radar Bojonegoro

Read more...

Rabu, 29 Juli 2009

Dalami Kasus Jerat Leher Pelajar SD

Soko Tuban
TUBAN
-Polsek Tuban masih mendalami penyelidikan kasus penjeratan leher terhadap Jihan Nur Rahayu, 10, pelajar salah satu SDN di Tuban. Dari hasil penyelidikan, untuk sementara polisi baru mendapatkan petunjuk terkait alat yang digunakan pelaku saat menganiaya korban di rumah dinas rumah potong hewan (RPH) Sumur Srumbung, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban pada Jumat (17/7) lalu. Kapolsek Tuban AKP Yani Susilo mengatakan, piranti tersebut sejenis senar yang kedua ujungnya diikat kayu.

Dikatakan dia, piranti tersebut diduga dijeratkan pelaku ke leher korban yang tengah tidur di lantai ruang tengah. Akibat jeratan tali tersebut, leher korban mengalami luka terbuka sekitar 5cm dengan kedalaman sekitar 0,5cm. Saat dijerat lehernya, korban merintih kesakitan. Rintihan tersebut kemudian didengar Narti, bibinya yang tidur di sebelah korban. Begitu Narti bangun, pelaku yang identitasnya sampai sekarang masih gelap, kabur melalui pintu belakang. Saat kejadian, korban di rumah bersama bibi dan kakak perempuannya. Sementara, Basuki Rahmat, 54, pegawai Dinas Pertanian Bidang Peternakan menunggui ibunya di RSUD dr R. Koesma Tuban.

Dikatakan Yani, selain mendalami identitas pelaku, polisi juga masih menyelidiki motif penjeratan tersebut. Ditandaskan mantan Kanit Laka Satlantas Polres Tuban ini, latarbelakang penjeratan tersebut bisa bermotif macam-macam. ''Ini yang masih kami dalami,'' tegas dia.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 12 Juli 2009

Siswanto-Marsan sebelumnya Hanya Dikenal Penjahat Lokal

Soko Tuban
TUBAN - Satreskrim Polres Tuban punya catatan kejahatan Siswanto, 40, dan Marsan, 43, dua dari tiga perampok asal Tuban yang dilumpuhkan Polres Lamongan atas dugaan perampokan spesialis brankas Kamis (9/7) lalu.

Sebelum terlibat perampokan lintas kota, keduanya hanyalah pencuri kelas lokal atau penjahat kampung. Track record dua penjahat ini kemarin (10/7) dibeber Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso. Menurut dia, Siswanto, penjahat yang tertembak mati, sebelumnya terlibat pencurian sapi di wilayah hukum Polres Tuban. ''Salah satu anggota komplotannya bernama Sumarno,'' katanya.

Penjahat asal Desa Kowang, Kecamatan Semanding, ini dikenal licin. Menurut Budi, beberapa kali Siswanto digerebek di rumah dan tempat mangkalnya. Namun, dia berhasil meloloskan diri bersama Sumarno. Mantan Kaur Binops Reskrim Polres Tuban, ini menuturkan, sudah lama Siswanto absen dari kasus pencurian sapi di Bumi Ronggolawe ini.

Diduga, dia naik ''status'' menjadi perampok spesialis brankas. Operasinya lintas kota. Anggota komplotannya, penjahat kelas kakap dari sejumlah kota.

Untuk Marsan, Satreskrim Polres Tuban mencatat dia baru beberapa bulan bebas dari penjara setelah menjalani hukuman di lapas setempat. Kasus yang menjerat buruh angkut gudang Bulog Tuban ini, pencurian satu kuintal as mobil di bengkel mobil Morodadi di lingkungan Wire, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding sekitar pertengahan 2008. Dalam aksi kejahatan tersebut, dia dibantu Lik Warido. Seperti halnya Siswanto, Marsan juga naik ''status'' menjadi penjahat lintas kota. Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 28 Juni 2009

Laporkan Judi, Dikeroyok Warga




Soko Tuban
TUBAN - Diduga karena dicurigai telepon polisi untuk membocori aktivitas judi, Karsani, 49, Jumat (26/6) sekitar pukul 23.30 dikeroyok lebih dari tiga warga. Pengeroyokan tersebut berlangsung di sebuah warung lontong, tak jauh dari lokasi hajatan warga di Dukuhan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan.

Akibat pengeroyokan tersebut, warga Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan ini mengalami luka terbuka dan memar pada wajah. Pelaku pengeroyokan yang sebagian identitasnya sudah dikantongi polisi kini dalam pengejaran petugas. Sumber yang dihimpun wartawan koran ini di Mapolres Tuban menyebutkan, korban yang berada di sebuah warung berkali-kali berkomunikasi melalui ponselnya. Sejumlah orang yang berada di warung tersebut sempat mendengar perkataan pelaku yang salah satunya menyinggung masalah judi dengan lawan bicaranya yang diperkirakan polisi. Tak jauh dari warung tersebut memang tengah berlangsung perjudian. Mendengar orang di warung tersebut membocorkan arena judi, beberapa orang yang diperkirakan sebelumnya berada di warung tersebut langsung menyerang korban.

Selain memukuli Karsani dengan kayu rencek, sebagian pelaku memukuli korban dengan menggunakan kursi plastik di warung tersebut. Diserang membabi buta, pelaku menyelamatkan diri dengan masuk ke rumah pemilik hajatan tak jauh dari lokasi penganiayaan tersebut berlangsung. Pelaku yang tak puas masih memburu korban. Merasa nyawanya terancam, korban kabur melalui pintu belakang rumah pemilik hajat dan kabur ke hutan. Karena para pelaku masih mengejar, Karsani bersembunyi di semak. Dalam persembunyian tersebut, dia menghubungi polisi dengan ponselnya. Dia baru keluar setelah petugas menjemputnya.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, anggotanya kesulitan membekuk pelaku pada malam itu juga karena tidak semua saksi di lokasi kejadian mau buka mulut saat ditanya indentitas pelaku pengeroyokan tersebut. ''Terkesan, mereka berusaha melindungi pelaku,'' kata dia. (ds)(Radar Bojonegoro )

Read more...

Jumat, 26 Juni 2009

Penjahat Bersenpi Rumah Pengusaha Bakery

Soko Tuban
TUBAN - Tiga perampok bercadar yang salah satunya bersenjata pistol kemarin (25/6) sekitar pukul 02.00 beraksi di rumah Sarip, 58, pengusaha roti (bakery) di Dusun Gading, Desa Sokogunung, Kecamatan Kenduruan. Dalam aksinya, pelaku sempat menembak Wahyun, 24, anak pemilik rumah. Namun, tembakan tersebut meleset. Tidak ada korban jiwa dalam perampokan tersebut. Sebelum berhasil melarikan harta korban, pelaku kabur. Kasus menonjol tersebut sekarang ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Tuban. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan 1 buah proyektil yang ditembakkan pelaku, 2 selongsong peluru, dan 1 buah peluru yang masih utuh. Bagian belakang selongsong tersebut bertuliskan TO PW 6.

Proyektil tersebut ditemukan di bawah kursi. Diperkirakan, sebelum tergeletak di bawah kursi, timah peluru tersebut lebih dulu mengenai tumpukan roti di ruang tengah rumah korban dan kemudian membentur dinding. Sumber yang dihimpun wartawan koran ini di Mapolres Tuban menyebutkan, perampok yang mengenakan cadar dari kaos hitam dan bersenjata pistol tersebut masuk rumah korban melalui jendela kiri dapur belakang. Setelah masuk ruang ini, pelaku menuju ruang dapur bagian depan tempat Asih mengambil roti di dalam pan (pemanas). Dengan posisi tangan kanan mengacungkan pistolnya, jari telunjuk kiri pelaku ditempelkan ke mulut Asih. ''Jangan berteriak,'' ancam pelaku. Gertakan pelaku memang hanya sempat membuat korban terdiam sesaat. Namun, begitu mendapat kesempatan, dia berteriak. Waaah! Teriakan inilah yang didengar Wahyun, anak korban yang tidur di kamar yang pintunya menghadap ruang tengah. Setelah keluar kamar, Wahyun berjalan menuju ruang dapur depan untuk melihat kondisi ibunya. Ruang samping dan ruang tengah rumah ini terhubung dengan sebuah pintu. Saat kepala Wahyun melongok di pintu untuk melihat isi ruang samping, perampok yang berjaket hitam dan bercelana hijau langsung menembakkan pistolnya ke arah kepala korban. Namun, tembakan dari jarak sekitar 1 meter tersebut tidak mengenainya. Bersamaan itu, Asih lepas dari sekapan perampok bertubuh kekar dengan tinggi badan sekitar 163 cm tersebut. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Asih untuk masuk ruang tengah dan menutup pintu penghubung dengan dapur depan tersebut. Bersama Wahyun, dia kemudian masuk kamar untuk bersembunyi. Saat hendak menutup pintu kamar, Asih meliht dua penjahat lain masuk melalui jendela kanan ruang tamu. Saat berada di ruang tamu, kedua penjahat yang tidak bercadar tersebut sempat membicarakan kunci mobil. Bisa jadi, kunci mobil yang dibicarakan dua penjahat tersebut adalah kunci mobil pikup milik korban. Diperkirakan, setelah masuk rumah korban, tiga perampok tersebut keluar dari jendela tempat semula mereka masuk. Kasat Reskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, senpi yang dipergunakan pelaku diperkirakan jenis rakitan. Hal tersebut bisa dilihat dari kondisi goresan di belakang selongsong peluru setelah proyektilnya ditembakkan. ''Goresan tersebut tidak beraturan seperti senjata standar pada umumnya,'' kata dia. Petunjuk lain yang mengindikasikan senpi tersebut rakitan adalah keluarnya dua proyektil sekaligus dalam sekali tembakan.

Budi belum bisa memastikan apakah pelaku adalah orang yang sama dengan pelaku perampokan mobil boks di jalan raya Kenduruan-Blora beberapa bulan yang lalu. ''Kami belum bisa memastikan. Kasus ini masih dalam penyelidikan,'' tandas dia.(ds)(Radar Bojonegoro)

Read more...

About This Blog

Photobucket

Cek Tagihan PLN

blog tutorial
Powered By Blogger

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP