bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Tampilkan postingan dengan label KABARE WONG SOKO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABARE WONG SOKO. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 September 2010

warga ngamuk pelantikan kades gagal

Soko Tuban
 Pelantikan Pujiono, 42, sebagai Pjs Kepala Desa (Kades) Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, gagal dilaksanakan. Pasalnya, ratusan warga mendatangi kantor Kecamatan tempat digelarnya pelantikan sambil mengamuk untuk membubarkan pelantikan tersebut, Kamis (23/9).
Rencananya, Pujiono dilantik sebagai Pjs Kades Bangunrejo menggantikan Sunjani yang telah dipecat karena terlibat kasus penggelapan dan Raskin dan Alokasi Dana Desa (ADD). Pemecatan tersebut sebagaimana SK Bupati Tuban, Haeny Relawati nomor : 188.45/04/KPTS/414.106/2010.
Sejak pagi ratusan warga sudah berkumpul di halaman Kantor Kecamatan Soko. Dengan dijaga puluhan aparat kepolisian dari Polres Tuban, massa yang tertahan di depan pintu gerbang terlihat semakin beringas. Sambil terus meneriakkan aspirasinya, massa berusaha menerobos barikade aparat.
Sempat terjadi beberapa kali aksi saling dorong antarmassa dengan petugas keamanan. Bahkan, ratusan warga berusaha merobohkan gerbang dengan mendorong berulang-ulang. Akibatnya, proses pelantikan Pjs Kades Bangunrejo ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Protes ini terjadi lantaran warga tidak setuju Pujiono dilantik sebagai kades. “Penolakan ini sudah kita lakukan sejak beberapa waktu lalu. Pujiono sendiri telah membuat surat pernyataan bahwa dia tidak bersedia diangkat menjadi pjs kades. Tapi, kenapa sekarang malah mau dilantik,” ujar Agus, 37, salah satu pedemo.
Selain itu, warga juga mendesak agar SK pemecatan yang dikeluarkan oleh Bupati Tuban Haeny Relawati terhadap Kades Sunjani, dibatalkan. Alasannya, warga masih berharap Sunjani tetap memimpin di Desa Bangunrejo. “Kita ingin Pak Sunjani tetap menjabat sebagai kades. Karena itu, SK pemecatanya harus dicabut,” teriak warga lain dalam aksinya.
Beberapa jam kemudian, massa berhasil ditenangkan setelah aparat keamanan dan Camat Soko, Kusmindar menyatakan bahwa proses pelantikan dibatalkan. “Demi keamanan, pelantikan kami tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” terang Kusmindar.nst31 Sumber : Surya

Read more...

Rabu, 25 Agustus 2010

Manula Tewas Ditabrak Motor

Soko Tuban - Kecelakaan lalu lintas di Tuban Minggu (22/8) petang kembali memakan korban jiwa. Kali ini terjadi di jalan Desa Sumur Cinde, Kecamatan Soko. Samidah, 70, korban kecelakaan tersebut tewas dalam perawatan medis di Puskesmas setempat. 

Sumber di Mapolres Tuban menyebutkan, kecelakaan tersebut bermula saat motor nopol S 4992 EF yang dikemudikan Wahyudi, 31, dan Muslih, 19, keduanya warga desa setempat melaju dari utara. Tanpa sebab yang jelas pengemudi motor ini tak memperhatikan jalan di depannya. Sehingga Samidah yang berjalan kaki menyeberang dari barat badan jalan dilanggarnya. Akibat ditabrak motor tersangka, manula ini terkapar dan mengalami pendarahan serius di kepala. Korban yang mengalami luka serius tewas dalam perawatan medis di Puskemas Soko.

Kanit Laka Satlantas Polres Tuban Iptu Fakih mengatakan, pemicu kecelakaan tersebut untuk sementara diindikasi akibat pengemudi motor tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya. ''Sementara itu hasil sementara keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara,'' kata dia.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Sabtu, 31 Juli 2010

Sawi, Dukun Aborsi yang Praktiknya Dibongkar Polisi

Soko Tuban
Andalkan Dua Batu Bertuah dan Minyak Goreng

Nama Sawi sebagai dukun aborsi di Desa Tengger, Kecamatan Kerek, sudah lama dikenal. Teknis menggugurkan kandungan pasiennya pun tergolong unik. Yakni, memadukan teknis pijat dan meminum air dari rendaman dua batu bertuah yang dicampuri minyak kelapa.

DWI SETIYAWAN, Tuban
 
KEMAMPUAN Sawi untuk mengingat sesuatu tampaknya sudah payah. Jangankan awal mulai praktik perdukunan, umurnya sendiri pun tak diingat. Selama diwawancarai koran ini di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban Selasa (27/7) siang, dia berkali-kali mengerutkan dahinya untuk mencoba memanggil kembali memori di otaknya.

Ekspresi lain yang khas adalah memainkan ujung bagian kanan bawah kebayanya. Dua ekspresi itulah yang berulang-ulang dilakukan wanita yang seluruh kulitnya berkeriput ini. Saat ditanya umurnya, Sawi dua kali menyebut berbeda. Pertama, dia mengaku 55 tahun. Tak berselang lama, Sawi menyebut 65 tahun. Salah satu hal yang masih diingat dia adalah teknis menggugurkan kandungan ala perdukunannya.

Sawi mengungkapkan, dalam menangani pasiennya yang ingin kandungannya diaborsi, dirinya sangat berharap dari dua batu kecil yang diyakininya sangat bertuah. Batu yang ditemukan pada dua makam punden yang dikeramatkan di desa setempat sekitar tahun lalu itulah yang jadi andalannya. "Saya mendapat petunjuk mimpi menggunakan batu itu untuk menolong orang," tegas nenek satu anak dan satu cucu ini.

Petunjuk mimpi itulah yang rutin dipratikkan setiap kali menangani wanita hamil yang minta janinnya digugurkan. Urutannya, dia mengambil minyak kelapa untuk diteteskan pada dua batu bertuahnya. Setelah itu, barulah kedua batu tersebut dicemplungkan ke dalam gelas berisi air. Air inilah yang diminumkan kepada pasien setelah lebih dulu batunya diambil.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, minyak kelapa banyak digunakan dukun beranak untuk memudahkan proses persalinan ibu melahirkan akan ditangani. Cara menggunakan minyak ini sama dilakukan Sawi, yakni mencampurkan dalam minuman. Tapi benarkah minyak kelapa teruji secara medis menggugurkan kandungan? Ini yang tidak pernah ada dalam referensi dunia kedokteran.

Sedangkan untuk membunuh janin yang menempel di rahim, Sawi menggunakan teknis pijat seperti dilakukan dukun aborsi lain yang pernah diungkap polisi. Sejumlah tetangga Sawi mengungkapkan, selain diminumi air bertuah, pasien aborsi juga dipijat perutnya. Kepada polisi, mereka mengatakan, wanita hamil yang ditangani tidak langsung janinnya keluar. Namun, butuh waktu relatif lama rata-rata satu bulan.

Keterangan warga itu klop dengan hasil pemeriksaan Uswatun, pasien yang diamankan petugas di tempat praktik Sawi. Dia mengatakan, selama sepekan menginap, setiap hari perutnya diurut. Setelah itu, dia pulang satu minggu. Pekan berikutnya, dia balik lagi dan menginap. Karena masih proses, janinnya belum keluar.

Namun, pengakuan itu tak diakui Sawi. Dia mengatakan, dirinya memang bermaksud mengupayakan gugurnya kandungan pasien-pasiennya. Itu pun baru proses dan belum membuahkan hasil. Sawi juga menampik dirinya menggunakan teknis pijat. "Pijat bukan untuk pasien yang hamil," kata wanita yang tak pernah mengenyam bangku sekolah ini.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di Desa Tengger, Kecamatan Kerek yang diduga dijadikan tempat praktik dukun pijat aborsi, Senin (26/7) petang digerebek Unit Opsnal I Satreskrim Polres Tuban. Selain menciduk Sawi, pemilik rumah sekaligus dukun aborsi, polisi juga mengamankan tiga wanita hamil yang jadi pasiennya. Mereka, Hidayah, 20; warga Kecamatan Parengan yang hamil 6 bulan; Uswatun, 22, asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan (5 bulan); dan Kustantiah, 21, Desa Sokosari, Kecamatan Soko (5 bulan). Sebagai barang bukti, polisi mengamankan dua batu yang dipakai untuk prosesi menggugurkan kandungan dan sebuah botol minyak goreng.

Praktik aborsi Sawi diperkirakan berlangsung lama. Pasiennya tidak hanya dari Tuban, namun dari sejumlah daerah di luar kota. Tarifnya Rp 4 juta per pasien. Wanita yang jadi pasiennya tidak hanya yang hamil muda. Mereka yang hamil tua, 7-8 bulan, pun dapat ditangani. Pasien yang meminta janinnya digugurkan adalah yang kehamilannya tidak dikehendaki. Sebagian besar hasil hubungan gelap. (*/fiq)  Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 24 Juni 2010

Gelapkan Semen, Kenek Ditangkap

Soko Tuban
- Hilangnya seratus sak semen yang diangkut truk armada PT Varia Usaha (VU) dari cargo PT Semen Gresik (SG) ke sebuah toko bangunan di Bekasi, Jabar, Sabtu (5/6) lalu terungkap. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengungkap pelakunya Dodik Candra alias Rohani, kenek truk.

Awalnya, warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko ini tak mengakui perbuatannya. Selama diperiksa dia terus beralibi. Terungkapnya kasus tersebut berkat kejelian petugas meruntut perjalanan truk. Setelah mengisi muatan, saat keluar dari cargo PT SG, truk ini disopiri Rokani. Pengemudi sengaja menunggu di kantor PT VU di Desa Karangasem.

Rupanya, waktu truk ini keluar cargo ada jeda waktu hampir tiga jam untuk tiba di kantor VU. Padahal, untuk tiba di kantor perwakilan perusahaan armada ini hanya butuh 15 menit. Belakangan, terungkap jeda itu dimanfaatkan Rokani menurunkan 100 dari 1.200 sak semen yang diangkut di sebuah gudang kosong di Dusun Bogang, Desa Beji, Jenu.

Setelah semen diturunkan dan terpal ditutup kembali, dia balik ke kantor perwakilan VU. Selama perjalanan mengirim semen ke Bekasi, Rokani bersikap wajar seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Muatan semen diketahui berkurang setelah dibongkar di Bekasi. Awalnya, PT VU dan pengemudinya tidak curiga kalau Rokani yang menggelapkannya.

Kapolsek Jenu AKP Murni Kamariyah mengatakan, setelah dapat petunjuk kuat kenek truk yang menggelapkan muatannya, Rokani diinterogasi. Hasil penggelapan dijual pada orang tidak dikenal. Uang hasil penjualan semen diberikan tersangka kepada wanita bernama Nisan Rp 2 juta dan Rp 850 ribu dititipkan Juri warga Desa Beji. (ds/fiq) Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 30 Mei 2010

Tak Terbukti Mencabuli, Juru Kunci Dilepas

Soko Tuban
Indikasi pencabulan terhadap Dahlia, 30, ibu rumah tangga warga Desa Selogabus, Kecamatan Parengan lemah. Karena tidak memenuhi unsur pidana, Dakhlan, 50, yang sehari sebelumnya diamankan akhirnya dilepas kembali.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, berdasar hasil penyidikan, tidak ada satu pun alat bukti yang menguatkan perbuatan cabul sebagaimana dituduhkan terhadap terlapor. Ditegaskan dia, Dakhlan juga tidak bisa dijerat dengan tuduhan pemerkosaan karena tidak ada perlawanan dari Dahlia, pelapor kasus tersebut. Begitu juga dengan tuduhan perzinahan karena tidak ada laporan dari suami atau istri keduanya.

Dikatakan Budi, dalam penyidikan kasus tersebut, anggotanya sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Namun, keterangan para saksi tersebut sangat lemah untuk menyidik perkara tersebut. ''Karena tidak memenuhi unsur, penyidikan kita hentikan,'' tandas mantan Kaurbinops Reskrim Polres Tuban ini.

Sementara itu, Kapolsek Parengan AKP Hamdani mengatakan, sebelum melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban, Dahlia datang ke Mapolsek Parengan untuk mengadukan kasus yang sama. Karena dalam penyidikan perkara tersebut anggotanya tidak menemukan unsur pidananya, ibu satu anak tersebut mengusung kasus yang sama ke mapolres.(ds/wid)Radar Bojonegoro

Read more...

Jumat, 28 Mei 2010

Diajak Lelaku Spiritual, Pemilik Warung Disetubuhi

Soko Tuban
TUBAN - Kasus asusila kembali terjadi di Tuban. Kali ini korbannya, Dahlia, 30, warga Desa, Kecamatan Parengan. Ibu berputra satu itu mengaku dipaksa berhubungan intim dengan Dakhlan, 50, juru kunci makam Karangkali di Desa Mentoro, Kecamatan Soko.

Perbuatan asusila tersebut terjadi di rumahnya Desa Selogabus, Kecamatan Parengan Senin (17/5) lalu sekitar pukul 23.00 saat Dahlia diajak tersangka melakukan prosesi spiritual. Lelaku tersebut terkait permintaan korban agar warungnya laris.

Meski perbuatan tersebut berlangsung lebih dari satu pekan, kasus ini baru kemarin (27/5) dilaporkan Dahlia ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban. Setelah menerima laporan, polisi lalu meringkus Dakhlan di kompleks makam Karangkali.

Dahlia kepada wartawan koran ini menuturkan, awalnya dia diguyur dengan tiga air gayung di kamar mandinya. Saat itu, wanita berambut lurus ini mengenakan daster. Setelah diguyur air, Dahlia ditinggalkan tersangka untuk ganti baju. Saat korban melepas baju, Dakhlan masuk kamar mandi dan memaksa untuk berhubungan intim. ''Kalau mau melayani, warung saya akan laris,'' kata dia.

Sebaliknya, kalau menolak, maka seluruh anggota keluarganya akan dibunuh. Menurut Dahlia, sebelum tersangka ke rumahnya untuk mengajak prosesi spiritual, paginya dia mendatangi makam Karangkali. Setelah menyampaikan hajatnya untuk meminta pelarisan warungnya, korban dimintai uang Rp 240 ribu untuk biaya lelaku spiritual.

Dakhlan yang dikonfirmasi sebelum diperiksa menampik tuduhan tersebut. Dia mengakui, dirinya berhubungan badan dengan Dahlia sesaat setelah prosesi spiritual tersebut. Menurut juru kunci ini, hubungan badan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak ada paksaan.

Setelah itu, keduanya mengulangi lagi perbuatan tersebut dua kali di tempat lain. Dakhlan juga membantah keperluan Dahlia datang untuk pelarisan. ''Yang benar, dia memiliki hajat agar suaminya yang sebulan minggat kembali pulang,'' tutur dia.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, setelah menerima laporan, penyidiknya memeriksa pelapor dan terlapor. Juga sejumlah saksi. Menurut dia, seluruh keterangan tersebut akan dipelajari untuk menentukan apakah ada unsur pidananya. ''Kalau memenuhi unsur ya kita sidik,'' kata dia. (ds/yan)Radar Bojonegoro


Read more...

Jumat, 21 Mei 2010

Digerebek Pos Kamling Arena Judi

Soko Tuban
Gabungan Unit I dan Opsnal II Satreskrim Polres Tuban Rabu (19/5) sekitar 23.00 menggerebek sebuah pos kamling di Desa Klumpit, Kecamatan Soko yang dijadikan arena judi. Dalam penggerebekan tersebut, polisi hanya berhasil membekuk dua penjudinya. Mereka adalah Munadrip, 48, dan Tikno, 27, keduanya warga desa setempat. Sementara empat penjudi lain kabur. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan 1 set kartu remi dan uang taruhan Rp 169 ribu. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, menjelang dini hari itu, di pos kamling tersebut dihelat dua arena judi remi. Satu dihelat di dalam pos. Satu arena lain di luar pos dengan menggelar karung. Dikatakan Budi, dengan menurunkan sepuluh personel gabungan, satuannya berharap bisa membekuk seluruh penjudi yang menjadikan pos kamling sebagai ajang permainan mengadu untung tersebut. Selain memperbanyak personel yang diturunkan, strategi menggerebek arena judi tersebut juga dimaksimalkan. Diterangkan Budi, unit gabungan tersebut dibagi dalam tiga kelompok yang dipencar untuk mendekati pos kamling dari tiga arah mata angin. ''Sesaat sebelum mendekati sasaran, para penjudi kabur,'' tandas dia. Ditegaskan Budi, di tengah kegelapan malam tersebut, anggotanya terlibat kejar-kejaran dengan para penjudi yang semburat.(ds)Radar Bojonegoro

Read more...

Jumat, 14 Mei 2010

Curi Motor Karena Sakit Hati

Soko Tuban
Pencurian motor Honda Supra X S 6503 HH di teras rumah Marsidin, warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko pada Rabu (5/5) malam dilatarbelakangi masalah keluarga. Berdasar hasil penyelidikan, pelaku pencurian adalah Anik Handayani, 30, keponakan korban dan suaminya Basir, 30.

Kapolsek Soko AKP Nur Asyik mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus itu berkat kejelian polisi atas alibi pasangan suami-istri (pasutri) yang juga warga desa setempat itu. Berdasar hasil pemeriksaan, saat pencurian, keduanya mengaku tidak berada di desa setempat. Pengakuan yang sama juga disampaikan kepada korban.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, lanjut dia, anggotanya mendapat petunjuk kuat bahwa pasutri tersebut terlihat di teras rumah korban sesaat sebelum motor hilang. Dari petunjuk inilah, polisi kemudian memeriksa Basir dan Anik. "Setelah kita interogasi, mereka akhirnya mengaku," tegas Nur Asyik. Berdasar hasil pemeriksaan, motif pencurian tersebut karena kedua pelaku sakit hati dengan korban.

Saat kejadian sekitar pukul 22.00, Marsidin terlelap tidur di kamar. Pasutri ini dengan mudah menggondol motor karena kuncinya tergantung pada lubang kunci. Untuk menghilangkan jejak, motor curian ini dikendarai Basir menuju Plumpang. Sementara Anik yang mengendarai motornya sendiri membuntuti. Motor itu kemudian dititipkan di sebuah warung di Plumpang.

Setelah menitipkan motor hasil curian tersebut, pasutri ini balik ke desanya. Kepada Marsidin, kedua pelaku kemudian menskenario cerita bahwa seolah-olah mereka tidak berada di desanya saat pencurian motor berlangsung. (ds/fiq)Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 13 Mei 2010

Mengaku Bujang, Bapak Satu Anak Cabuli Siswi SMA

Soko Tuban
TUBAN - Mengaku masih bujangan, M. Yulianto, 25, warga Desa Cekalan, Kecamatan Soko berhasil memerdayai siswi salah satu SMA di Tuban. Bapak beranak satu itu mencabuli Bunga, 17, (bukan nama sebenarnya), di hutan Mangrove, Desa/Kecamatan Jenu Selasa (11/5) siang lalu.

Untuk memertanggungjawabkan perbuatan bejatnya, tersangka kemarin (12/5) ditahan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) yang dikomando Kanit Ipda Gufron. Sebagai barang bukti, petugas menyita motor S 5897 HO yang digunakan tersangka untuk melakukan tindakan biadab tersebut.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso ketika dikonfirmasi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30. Siang itu, tersangka janjian dengan korban yang dikenalnya sejak empat bulan lalu. Dengan mengendarai motor, tersangka mengajak korban menuju hutan Mangrove di Desa/Kecamatan Jenu. Sesampai di lokasi yang berada di tepi pantai Tuban itu, tersangka mendudukkan korban di atas jok bagian depan. Dia lalu melancarkan rayuan untuk membujuk korban. Salah satunya, mengaku masih bujangan.

''Sebenarnya korban sudah berusaha menolaknya, namun tersangka membujuk akan mengawininya,'' tutur Budi.

Namun, pencabulan yang dilakukan tersangka diketahui warga sekitar lokasi. ''Kemudian (tersangka dan korban) dibawa ke balai desa dan dilaporkan ke petugas. Orang tua yang tidak terima langsung melaporkan pencabulan ini,'' jelas Budi.

Menurut dia, untuk memertanggungjawabkan perbuatannya itu, tersangka langsung ditahan. (zak/yan)Radar Bojonegoro

Read more...

Senin, 05 April 2010

Tabrak Pelajar Hingga Tewas, Bus Mutiara Dirusak Massa

Soko Tuban
Bus Mutiara Indah dirusak kemudian diterbalikan oleh warga di tepi jalan Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (5/4), setelah menabrak siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Soko hingga tewas.

Peristiwa juga mengakibatkan korban lainnya luka parah. Sementara itu, sopir bus melarikan diri dan kini berada di kantor Kepolisian Resor (Polres) Tuban.

Hingga saat ini, ratusan warga setempat masih memadati lokasi, sehingga membuat arus lalulintas di jalur provinsi itu tersebdat. Sebab, pihak aparat masih berusaha mengevakuasi bus dari pinggir jalan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, mulanya sekitar pukul 12.00 WIB bus
Mutiara Indah bernomor polisi S 7179 UE yang dikemudikan Sukar, 55, melaju dengan kencang dari arah selatan menuju ke Tuban. Saat itu, bus sedang berkejar-kejaran dengan bus Cendana yang tidak diketahui nomor polisinya.

Namun, saat melintas di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul sepeda motor S 5757 GD yang dikemudikan Imam Salafudin, 13, warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, berboncengan
dengan Dewi Putri Nindiya, 13, warga Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel.

Karena tidak menguasai laju kendaraan, bus Mutiara Indah yang dikemudikan warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, itu akhirnya menabrak sepeda motor kedua remaja tersebut. Akibat kejadian tersebut, Imam meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. Sedangkan Dwi mengalami luka. Korban langsung dibawa ke puskesmas Kecamatan Soko. Sumber :  mediaindonesia.

(Dari sumber lain)
Ugal-ugalan, Tabrak Pelajar, Satu Tewas Bus diamuk Warga
 Kecelakaan hebat yang menewaskan pelajar berbuntut aksi kekerasan warga. Sebab warga Dusun Warang Desa Sumurcinde Kecamatan Soko, Tuban marah dengan merusak bus Mutiara Indah Murni nopol S 7179 UE, kemarin sekitar pukul 12.00 wib. Kecelakaan ini terjadi tepat di depan makam Islam Desa Sumurcinde.

Kemarahan warga dipicu atas kecelakaan antara bus Mutiara Indah dengan Supra X 125 nopol S 5757 GD yang dikendarai oleh Imam Salafuddin, 17, pelajar kelas tiga SMAN 1 Soko, Tuban. Sebab pelajar asal Desa Mojoagung Kecamatan Soko, tewas di lokasi kejadian setelah tertabrak bus dari arah selatan tersebut.

Imam Salafuddin tewas setelah terlindas bus. Saat ditemukan, korban masih memakai seragam sekolah tersebut mengalami luka di bagian kepala. Sebab saat ditemukan korban berada di bawah bus bagian belakang. Akibatnya, motor merah kombinasi hitam ini ringsek.

Namun Dwi Putri Nindia, teman korban yang dibonceng selamat dari maut. Sebab melompat saat bus jurusan Bojonegoro-Tuban tersebut hendak menabrak korban yang mengendarai Supra X 125 nopol S 5757 GD.

Mengetahui korban tewas mengenaskan, selanjutnya warga mengevakuasinya. Dan dibawa menggunakan mobil patroli menuju ke UGD Puskesmas Soko. Melihat korban tewas, memicu warga setempat jengkel. Akibatnya ratusan warga mendatangi ke lokasi dan mengamuk bus Mutiara Indah Murni tersebut.

Pantauan di lapangan, warga merusak bus menggunakan pentungan kayu. Serta bebatuan yang dilemparkan ke arah bus tersebut. akibatnya, semua kaca pecah, dan tubuh bus ringsek. Kemarahan semakin menjadi, dengan menggulingkan bus tersebut secara bersama-sama.

Bahkan kedatangan puluhan aparat kepolisian, tidak membuat warga gentar. Dihadapan aparat kepolisian warga terus merusak bus tersebut. Melihat warga semakin brutal, aparat kepolisian pun menenangkan warga setempat. Bahkan dengan terpaksa mengusir warga mendekat bus.

Hingga pukul 13.30 wib, di lokasi kejadian masih dipadati warga setempat. Sementara sopir bus Sukar, 55, warga Desa Tegalagung Kecamatan Semanding, Tuban diamankan petugas. Selanjutnya dibawa oleh aparat kepolisian menuju Mapolres Tuban.

Siswo warga setempat mengungkapkan kejadian ini berawal saat bus Mutiara Indah Murni ugal-ugalan dari arah selatan. Sebab bus nopol S 7179 UE ini saling balapan dengan bus Cendana. Kedua bus tersebut merupakan jurusan kota toak. Bus Mutiara Indah Murni yang dikemudikan Supar hendak menyalip.

Akibatnya dengan memakan jalan, dan melebihi pembatas Sukar terus menggenjot laju. Namun dari arah berlawanan terdapat korban yang mengendarai Supra X 125 bersama dengan Dwi Putri Nindia. Karena jarak sudah dekat, akibatnya tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Sementara rekan korban berhasil melompat sebelum kejadian tersebut.

''Saling balapan antara dua bus tersebut," katanya kepada sejumlah wartawan saat dilokasi kejadian.

Informasi di lapangan, warga marah sebab acapkali bus jurusan Tuban tersebut kerap balapan. Termasuk seakan-akan bus berkuasan saat berada di jalan selebar sekitar enam meter ini. Kebanyakan warga menganggap kejadian ini menjadi peringatan agar bus tidak balapan saat dijalan.

Kapolsek Soko AKP Noor Asyik mengungkapkan tersangka saat ini diamankan di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan. Namun pihaknya tidak mengetahui keberadaan kernet maupun jumlah penumpang. Sebab saat aparat mendatangi ke lokasi, warga sudah banyak. ''Sopir bus dijadikan sebagai tersangka," katanya kepada Radar Bojonegoro, kemarin.

Informasi dari rekan SMAN 1 Soko, korban saat itu sudah pulang dari sekolah. Sebab korban kelas tiga SMA ini sebelumnya mengikuti ujian praktek di sekolah. (rij) Radar Bojonegoro

Read more...

Jumat, 12 Maret 2010

Motor Vs Motor, 1 Tewas di Jalan

Soko Tuban
Bojonegoro - Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan terjadi di jalan Munginsidi, Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang motor tewas seketika dan penumpang motor lainnya luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Informasi yang diperoleh beritajatim.com di lapangan, Jumat (12/3/2010) menyebutkan, dua motor dari arah berlawanan bertabrakan karena jarak yang cukup dekat.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, kecelakaan berawal saat Lamidi (68) warga Desa Pandan Agung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, yang mengendarai motor Honda Grand nopol S 4047 H melaju dari arah utara dengan kecepatan sedang.

Sesampai di lokasi kejadian, korban bermaksud mendahului sepeda pancal. Tapi nahas, dia mengambil haluan terlalu ke kanan dan melampaui marka jalan.

Secara bersamaan dari arah berlawanan muncul motor Smash nopol S 4714 CF yang dikendarai Renita, warga Pacul.

Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Hingga kedua pengendara motor jatuh tersungkur ke aspal jalan. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menolong keduanya dan melarikan ke rumah sakit.

Kanit Laka Satlantas Polres Bojonegoro, Iptu Ismawati menjelaskan, korban meninggal setelah mengalami luka yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya.

Lamidi sempat akan dilarikan ke RS Muna Anggita Jl Ahmad Yani, tetapi ia telah meninggal dunia karena luka yang cukup parah. "Sementara itu Renita masih hidup dan dirawat di RSUD Sososodoro Djatikoesoemo," tegas Ismawati.[dul/ted](beritajatim.com)Reporter : Abdul Qohar

Read more...

Kamis, 11 Maret 2010

Warga Rahayu Keluhkan Dampak Pengeboran

Soko Tuban
Pengeboran minyak Mudi, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) tidak hanya 'mengganggu' aktivitas sekolah di desa setempat. Namun, produksi pertanian di sekitar lokasi pengeboran juga tak bisa maksimal.

Kepala Desa Rahayu Imam Lughuzali ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Apalagi ketika ada enam titik flare yang dioperasionalkan oleh JOB-PPEJ. Menurut dia, sekarang ada sekitar 5 hektare (ha) sawah yang terkena dampak. Antara lain, tidak bisa lagi bercocok tanam palawija. Padahal, sebelum pengeboran ini beroperasi, warga masih bisa menanam palawija. ''Masalah ini yang sampai saat ini belum ada solusinya,'' kata dia.

Sehingga, lahan pertanian di sekitar pengeboran minyak itu sekarang hanya ditanami padi. Meski demikian, tanaman padi itu masih ada dampaknya. Yakni, umur tanam semakin lama dan hasil produksi menurun. Menurut Imam, jika normal umur tanaman padi sekitar 99 hari. Namun, padi yang berada di dekat lokasi pengeboran rata-rata baru panen setelah berumur 125 hari. ''Untuk produksinya kini hanya 3 ton per hektare. Padahal, sebelumnya sampai 5 hektare. Setiap tahun kini juga hanya bisa panen sekali, padahal biasanya bisa (panen) tiga kali,'' tuturnya.

Dia mengakui, pihak JOB-PPEJ sudah memberikan bantuan terkait kerugian tersebut. ''Namun, kata banyak petani, bantuan itu kurang sesuai dengan apa yang dihasilkan ketika panen normal,'' terangnya.

Humas JOB-PPEJ Catur Susilo ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tetap memerhatikan masalah lahan pertanian warga tersebut. ''Dan itu melalui mekanisme dan perlu kajian-kajian terus. Yang jelas kami cari jalan keluarnya,'' tegas dia.

Dia mengatakan, selama ini pihaknya telah memberikan perhatian bagi warga sekitar. Baik itu berupa bantuan sembako maupun kompensasi lainya. Bantuan sembako yang diberikan senilai Rp 300-500 ribu per KK terhitung mulai Oktober 2009. Sementara untuk biaya kompensasi, lanjut dia, terhitung Oktober lalu juga telah diberikan senilai Rp 162 juta per bulan atau kisaran Rp 400-500 ribu setiap KK. ''Untuk siswa sekolah juga sudah kami perhatikan,'' tambahnya. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Curi High Heels, Waria Diamankan

Soko Tuban 
BOJONEGORO - Dimas alias Cindy, 28, seorang waria asal Kecamatan Suko, Tuban pada Selasa (9/3) lalu sekitar pukul 21.00 nyaris menjadi bulan-bulanan warga di Jalan Pemuda Bojonegoro. Gara-garanya, dia tepergok mencuri sepasang high heels (sepatu hak tinggi) di sebuah toko di jalan setempat.

Menurut keterangan Kapolsek Kapas AKP Tabitha Reisley, agar tidak terjadi amuk massa, pelaku langsung diamankan di mapolsek setempat. Dia menjelaskan, waria yang kos di Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro itu bermaksud membeli kaus. Penjaga toko yang bernama Candra, lalu mengawasi gerak-gerik pelaku. Sebab, Cindy dicurigai sering mencuri.

Ketika pelaku hendak keluar, dia dicegat. Cindy dicurigai membawa sepatu yang diletakkan di balik kaus yang baru dibelinya. ''Rupanya ada salah satu orang yang mengenali pelaku, sehingga karena sudah terlalu sering melakukan pencurian, pelaku diamankan,'' tutur perempuan asal Ambon itu kepada wartawan koran ini kemarin (10/3).

Dia menambahkan, pelaku pernah bekerja di sebuah salon di Kecamatan Kota Bojonegoro. Karena diduga sering mencuri, dia akhirnya dikeluarkan dari salon tempatnya bekerja itu. (tis)
 

Read more...

Rabu, 10 Maret 2010

Kesal, Warga Tutup Pintu Pengeboran

Soko Tuban
Warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, kembali mendatangi Sumur Mudi di central processing area (CPA) milik Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ), kemarin (9/3). Mereka protes dengan cara mendirikan

terob di depan pintu masuk CPA. Akibatnya, aktivitas pengeboran lumpuh.

Kekesalan warga dipicu sikap JOB P-PEJ yang belum merespons sejumlah tuntutan yang mereka ajukan. Di antara tuntutan warga itu adalah 85 persen dari rekrutmen tenaga kerja dari desa setempat, relokasi SDN Rahayu I dan II yang ada di sekitar CPA, mendirikan pos kesehatan, serta minta JOB P-PEJ menyewa atau membeli tanah yang berada di radius 500 meter dari CPA. Pendirian terob dilakukan di tiga titik. Yakni, depan pintu masuk Pad A, Pad B, dan pintu darurat yang berada di Pad B.

Mujiono, Kaur pembangunan dan pemberdayaan desa setempat, mengakui, unjuk rasa ini dilakukan karena warga kesal. Sebab, JOB P-PEJ belum juga memberikan kompensasi sebagaimana tuntutan warga. Aksi penutupan pintu masuk ini dilakukan agar aktivitas di CPA terhenti. "Aksi ini akan dilakukan dalam waktu sepekan. Lamanya waktu ini agar JOB P-PEJ dapat menemuinya dan memenuhi tuntutan yang diajukan warga," ujarnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga, baik pria maupun wanita, berada di bawah terob secara bergerombol. Mereka membawa dan membentangkan spanduk bertuliskan protes. Warga juga membawa alat pengeras suara.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Tuban. Kapolsek Soko, AKP Nur Asyik menyatakan, aksi ini dipantau karena dilakukan di lokasi pengeboran minyak milik negara. Pihaknya menurunkan sekitar 250 anggota dalam aksi ini. Jumlah itu termasuk bantuan dari 20 polsek jajaran Polres Tuban.

Nur Asyik menjelaskan, sesuai dengan pemberitahuan dari warga yang disampaikan kepada kepolisian, unjuk rasa dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Dia meminta bila warga berkeingian demo lagi, diharapkan secepatnya mengajukan pemberitahuan.

"Sebab, pemberitahuan kemarin hanya sehari," ujarnya. Hingga berita ini diturunkan,

sejumlah pejabat JOB P-PEJ belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi, nomor ponselnya tidak aktif. (rij) Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 07 Maret 2010

Dibongkar, Jaringan Pembobol Leasing

Soko Tuban   
Diotaki Karyawan Lembaga Pembiayaan Kredit Motor

TUBAN - Jaringan pelaku penggelapan motor yang diotaki salah satu mantan karyawan leasing atau lembaga pembiayaan kredit motor di Bojonegoro sepekan terakhir dibongkar Unit I Satreskrim Polres Tuban. Modus operandi kejahatan ini terungkap setelah membobol tiga motor di Busan Auto Finance (BAF) Tuban, Jalan Basuki Rahmat.

Dari tiga pelaku, seorang di antaranya berhasil diamankan kemarin (6/3). Dia adalah Sabari, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko. Sementara dua pelaku lain, salah satunya berinisial Ad, salah satu karyawan leasing yang menjadi otak jaringan ini masih buron. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan empat bendel dokumen kredit. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso dalam ekspos pengungkapan kasus tersebut mengatakan, Ad berperan menjadi aktor intelektual jaringan ini. Dia yang tahu persis proses dan mekanisme pengajuan kredit motor di leasing menugaskan Sabari untuk mencari pinjaman kartu tanda penduduk (TKP). Selain miliknya sendiri, dia pinjam KTP Marizal, tetangganya dan Amin Njarwati Desa Prambon, Kecamatan Soko. Kepada setiap pemilik KTP yang dipinjam, Ad melalui Sabari memberi uang jasa peminjaman KTP sebesar Rp 1 juta. Diterangkan Budi, KTP inilah yang dipakai syarat administrasi untuk kredit tiga motor di BAF Tuban pada 13 Juni 2009. Untuk uang mukanya dipilih paling murah. Yupiter New yang akad kreditnya diatasnamakan Sabari, misalnya, uang mukanya hanya 2,3 juta. ''Begitu keluar, motor-motor yang dibeli dengan kredit tersebut langsung dijual,'' tegas mantan Kaur Binops Reskrim Polres Tuban ini. Harga jual per unitnya bervariasi sekitar Rp 4,5-6 juta. Tentu saja, setelah dijual, angsuran motor tersebut tak pernah dibayar. Ditegaskan Budi, berdasar hasil pemeriksaan pemilik KTP yang dipinjam, mereka mengaku tidak tahu kalau kartu identitasnya dipinjam untuk kredit motor. Ditambahkan perwira berpangkat balok dua di pundak ini, Ad dan satu pelaku lain dari jaringan ini kabur setelah aksinya terendus. ''Sekarang ini, anggota masih memburunya,'' tegas Budi.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 21 Februari 2010

Truk Pengangkut 50 Perempuan Terguling

Soko Tuban
Truk bernomor polisi S 8634 C yang dikemudikan Narto (45) Minggu (21/2/2010) sore terguling di jalan poros Desa Klumpit Kecamatan Soko Tuban. Saat itu truk itu mengangkut 50 perempuan anggota Fatayat Nahdlatul Ulama, Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.
Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalulintas Kepolisian resor Tuban, Inspektur Satu Faqih menyatakan beruntung tidak ada korban jiwa hanya sebagian penumpang mengalami luka bocor di kepala dan lecet di kaki, punggung dan tangan. Mereka dibawa ke rumah sakit di Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat membawa pulang jemaah fatayat dari pengajian akbar, truk terguling di jalur sempit yang kiri kanan jalan terdapat jurang. Di jalur itu tidak cukup untuk memutar bodi truk. Sebelum truk terguling, sopir bermaksud memajukan truk ke luar dari lokasi pa rkir.
Namun, moncong depan truk menabrak bongkahan batu di pinggir jurang, lalu truk miring. Penumpang truk yang berada di belakang berjatuhan di jurang. Penumpang saling berbenturan dan terbentur batu sehingga luka-luka. Kejadian itu menyebabkan rombongan truk lain terjebak macet, sampai truk yang terguling berhasil dievakuasi.  KOMPAS.com

Read more...

Rabu, 03 Februari 2010

Jenazah TKI Tewas di Arab Saudi Tiba

Soko Tuban
 - Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah Abdul Hamid, 50, asal Dusun Soko, Desa Sokosari, Kecamatan Soko kemarin (2/2) sekitar pukul 10.00. Dia adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia di Arab Saudi karena sakit jantung.

Kades Sokosari, Sutikno, ketika dikonfirmasi via ponsel menyatakan, jenazah korban diberangkatkan dari Arab Saudi menggunakan pesawat. Setelah tiba di Jakarta, jenazah lalu dibawa menuju rumah duka melalui jalan darat.

Sutikno menambahkan, korban meninggal pada 13 Januari lalu di Riyadh, Arab Saudi. Setelah mendapat informasi dari KBRI Riyadh, pihak keluarga lalu mengurus administrasi untuk kepulangan jenazah.

Sutikno menjelaskan, korban bekerja di Arab Saudi sekitar 7 tahun sebagai sopir. ''Setiap dua tahun sekali pulang ke kampung,'' kata dia. (zak)  Radar Bojonegoro

Read more...

Selasa, 12 Januari 2010

DPC Barnas Tuban Melawan! Minta DPP Tinjau Ulang SK Penganuliran Pemecatan Sidik Wiyanto

Soko Tuban
TUBAN - DPC Partai Barnas Tuban akhirnya mengambil sikap atas SK DPP terkait penganuliran pemecatan Sidik Wiyanto dari kepengurusan partai. Diam-diam, pada Senin (4/1) lalu, pengurus harian DPC Partai Barnas telah melakukan koordinasi. ''Hasilnya, kami telah mengajukan surat ke DPP agar SK tersebut dilakukan peninjauan ulang,'' tegas ketua DPC Partai Barnas Tuban, Endrik kemarin (11/1) siang.

Pengajuan peninjauan ulang itu disampaikan ke DPP pada Rabu (6/1) lalu, dimaksudkan agar pengambilan kebijakan dari DPC Barnas nantinya tidak salah. Sebab, sebelum turunnya SK itu, DPC belum ada koordinasi dari DPP. Sampai kemarin, Endrik mengaku belum mendapat jawaban dari DPP Partai Barnas. ''Ini masih kami tunggu,'' ujar anggota DPRD Tuban itu.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan DPD Partai Barnas Jatim terkait keanggotaan Sidik Wiyanto. ''Hasil klarifikasi itu, kalaupun Pak Sidik (Sidik Wiyanto, Red) ingin kembali ke partai, tidak masalah. Namun tidak menjadi pengurus harian,'' tuturnya. Kenapa demikian? ''Karena yang bersangkutan telah mencemarkan nama baik partai,'' tegas politisi asal Soko itu.

Diberitakan sebelumnya, DPP Partai Barnas mengeluarkan surat keputusan bernomor 010/SKI/DPP-P.BARNAS/XII/2009. Surat yang ditembuskan kepada DPD Partai Barnas Jatim dan DPC Partai Barnas Tuban itu berisi penganuliran SK pemecatan Sidik Wiyanto dari partainya. Sebelumnya, Sidik dipecat oleh DPP. Akibatnya, caleg yang mengantongi 1.789 suara itu gagal menjadi anggota DPRD Tuban. Dia diganti Endrik, ketua partainya yang memperoleh suara terbanyak kedua yakni 1.337 suara. (zak)Radar Bojonegoro

Read more...

Kamis, 31 Desember 2009

DPC Barnas Akui Belum Terima Surat dari DPP Terkait Penganuliran Pemecatan Sidik Wiyanto

Soko Tuban
TUBAN - DPC Barnas Tuban belum mengambil langkah terkait penganuliran pemecatan Sidik Wiyanto dari kepengurusan partainnya. Sebab, secara resmi DPC Partai Barnas belum menerima surat dari DPP terkait penganuliran tersebut.

''Sampai sekarang DPC belum tahu persoalan itu, sebab belum menerima surat dari DPP. Redaksinya juga belum tahu,'' kata ketua DPC Barnas Tuban Endrik ketika dikonfirmasi kemarin. Sehingga, lanjut dia, sampai saat ini pihaknya belum mengambil langkah terkait masalah ini. Lantas?. Dikatakan anggota FPG bersatu DPRD Tuban ini, semua yang telah dilakukan itu sudah sesuai dengan prosedur yang ada atau sudah sesuai dengan AD/ART partai Barnas. ''AD/ART pasal 13 disebutkan, semua permasalahan yang ada di tingkat kabupaten/kota kewenangan DPC,'' tegas Endrik.

Bagaimana jika memang surat penganuliran dari DPP turun? ''Kalau toh dianulir, harus ada prosesnya. Yakni melalaui DPP dan juga DPD baru ke DPC,'' imbuh politisi asal Soko tersebut. ''Setelah itu baru kita proses. Misalnya klarifikasi,'' tambahnya.

Diberitakan, perjuangan Sidik Wiyanto terkait pemecatan dirinya sebagai pengurus dan anggota Partai Barisan Nasional (Barnas) Tuban akhirnya direspon DPP Barnas. Selasa (28/12) lalu, pengurus pusat mengeluarkan surat keputusan (SK) pembatalan surat pemecatan bernomor 010/SKI/DPP-P.BARNAS/XII/2009. Yang berisi pembatalan keputusan DPP Nomor 002/SKI/DPP-P.BARNAS/V/2009 tertanggal 14 Mei 2009 terkait pemecatan Sidik. SK tersebut ditandatangani Pjs Sekjen DPP Barnas, Muhammad Arfan dan wakil ketua umum Vance Rumangkang.

Dalam pileg lalu, Sidik yang mengantongi 1.789 suara terpaksa terpental dari kursi dewan. Ini menyusul keluarnya surat pemberhentian dari DPP Barnas. Atas dasar surat pemecatan tersebut, KPUK Tuban mencoret Sidik sebagai calon tetap. Dia diganti Endrik, ketua partainya yang memperoleh suara terbanyak kedua, yakni 1337 suara. (zak)a sumber : Radar Bojonegoro

Read more...

Jumat, 27 November 2009

Malam Takbiran Mabuk-mabukkan, Pagi Dihantam KA

Soko Tuban 
SURABAYA – Kecelakaan terjadi di dekat perlintasan kereta api Margomulyo, Jumat (27/11) dini hari. Seorang pejalan kaki tewas tertabrak kereta barang. Kepala, pinggul dan kakinya hancur.
Dari identitas KTP yang ditemukan di dompetnya, korban diketahui bernama Sukajat, 31 warga Dusun Soko RT 09/RW 02, Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Tuban.
Menurut Kasbun, warga sekitar, peristiwa tersebut berawal ketika korban turun dari angkot. “Dia turun dari angkot bersama temannya. Setelah itu, dia berjalan kaki ke arah barat,” kata pria berusia 30 tahun ini.
Tak ada yang tahu korban hendak kemana. Pastinya jalannya sempoyongan dan diduga kuat dalam keadaan mabuk berat. “Sepertinya mabuk, Mas. Lha wong setelah jalan, dia tiba-tiba saja duduk-duduk di tengah rel dengan kepala tertunduk,” tutur Kasbun.
Tak lama, kereta api barang melintas dari stasiun Pasar Turi ke arah barat. Warga sekitar yang melihat ada kereta akan melintas langsung meneriaki korban. Tapi korban tetap duduk di tengah rel.
“Banyak yang neriaki dia kalau ada kereta. Tapi dia tetap saja diam. Mungkin ya itu tadi dia lagi mabuk berat. Jadi teriakan orang gak didengar,” katanya.
Akibatnya bisa ditebak. Tubuh Sukajat tertabrak kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi.
“Kerasnya tabrakan membuat tubuh korban terseret hingga 50 meter dari lokasi. Kepala, pinggul dan kakinya hancur,” ujar Wakapolsek Tandes Iptu Kamilan.
Dari TKP, petugas menemukan dompet korban yang berisi KTP dan uang Rp 1.500 dan sandal jepit warna hijau. Selanjutnya mayat Sukajat dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Soetomo untuk diotopsi. Sementara Kasbun diperiksa sebagai saksi di Polsek Tandes. (nurqomar)(Pos Kota)

Read more...

About This Blog

Photobucket

Cek Tagihan PLN

blog tutorial
Powered By Blogger

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP