bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Rabu, 29 Juli 2009

Dalami Kasus Jerat Leher Pelajar SD

Soko Tuban
TUBAN
-Polsek Tuban masih mendalami penyelidikan kasus penjeratan leher terhadap Jihan Nur Rahayu, 10, pelajar salah satu SDN di Tuban. Dari hasil penyelidikan, untuk sementara polisi baru mendapatkan petunjuk terkait alat yang digunakan pelaku saat menganiaya korban di rumah dinas rumah potong hewan (RPH) Sumur Srumbung, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban pada Jumat (17/7) lalu. Kapolsek Tuban AKP Yani Susilo mengatakan, piranti tersebut sejenis senar yang kedua ujungnya diikat kayu.

Dikatakan dia, piranti tersebut diduga dijeratkan pelaku ke leher korban yang tengah tidur di lantai ruang tengah. Akibat jeratan tali tersebut, leher korban mengalami luka terbuka sekitar 5cm dengan kedalaman sekitar 0,5cm. Saat dijerat lehernya, korban merintih kesakitan. Rintihan tersebut kemudian didengar Narti, bibinya yang tidur di sebelah korban. Begitu Narti bangun, pelaku yang identitasnya sampai sekarang masih gelap, kabur melalui pintu belakang. Saat kejadian, korban di rumah bersama bibi dan kakak perempuannya. Sementara, Basuki Rahmat, 54, pegawai Dinas Pertanian Bidang Peternakan menunggui ibunya di RSUD dr R. Koesma Tuban.

Dikatakan Yani, selain mendalami identitas pelaku, polisi juga masih menyelidiki motif penjeratan tersebut. Ditandaskan mantan Kanit Laka Satlantas Polres Tuban ini, latarbelakang penjeratan tersebut bisa bermotif macam-macam. ''Ini yang masih kami dalami,'' tegas dia.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Minggu, 19 Juli 2009

Distribusi Elpiji Subsidi Sisakan Lima Kecamatan

Soko Tuban
TUBAN - Distribusi kompor gas dan tabung elpiji 3 kilogram subsidi masih belum tuntas untuk seluruh kecamatan. Hingga kemarin, pendistribusian kompor dan tabung elpiji menyisakan 6 dari 20 kecamatan. . ''Yakni, Tuban, Merakurak, Jenu, Semanding, dan Palang,'' tutur Kabid Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Budi Wiyana kepada Radar Bojonegoro kemarin (17/7).

Belum didistribusikan kompor dan tabung elpiji subsidi karena lima kecamatan itu masih melakukan pendataan. Diperkirakan pekan depan, distribusi kompor dan tabung elpiji tuntas. ''Kami sudah koordinasi dengan konsultan, tentang pendistribusian di lima kecamatan tersebut,'' tandasnya.

Lantas bagaimana dengan pungutan liar (pungli)? Menurut salah satu pengurus KONI Tuban ini pihaknya telah berkoodinasi dengan konsultan dan kecamatan agar tidak ada pungli. ''Ya insya Allah tidak ada (pungli, red),'' tegasnya.

Tahun ini, jatah Tuban dalam program konversi mitan mendapat 292 ribu paket elpiji 3 kg dan kompor gas. (zak) Radar Bojonegoro
kayaknya berita ini perlu ada koreksi, sebab dalam judul disebutkan ada lima kecamatan
tapi dalam uraian disebutkan : (Hingga kemarin, pendistribusian kompor dan tabung elpiji menyisakan 6 dari 20 kecamatan) lantas disebutkan nama dari kecamatan, sebagai berikut : ''Yakni, Tuban, Merakurak, Jenu, Semanding, dan Palang,'' dan seingat saya tidak ada dituban itu kecamatan yang bernama kecamatan YAKNI. sepengatahuan saya sebagai wong soko diKecamatan Soko belum men dapatkan jatah pembagian Elpiji, apakah kata yakni diatas adalah kata lain untuk menyebutkan kata SOKO.......ataukah judul pada head beritanya yang benar lantas apakah warga Soko memang tidak ada jatah konversi mitan berupa paket elpiji 3 kg dan kompor gas....?.........Saya tidak tahu.....

Read more...

Warga Respon Positif Tuak sebagai Energi Alternatif

Soko Tuban
Bulan Depan Bakal Diuji Lab di Surabaya

TUBAN-Tak ingin hasil temuanya berupa tuak menghasilkan ethanol berakhir sia-sia. Kini Dinas Pertambangan dan Energi (Dispertamben)Tuban akan terus mengembangkan hasil temuan baru ini.

''Bulan depan akan kami uji laboratorium di Surabaya,'' kata Kepala Dispertamben Tuban, Muji Slamet kemarin (17/7) siang.

Uji laboratorium itu di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral di Surabaya. Pihaknya berharap, ditemukan anergi alternatif ini, kedepan dapat membantu masyarakat Tuban.

Sementara itu, temuan Dispertamben itu direspon sejumlah warga di wilayah Tuban. Salah satunya datang dari Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang. Mereka ingin tahu, penggunaan tuak sebagai energi alternatif.

Kades Desa Jatimulyo, Hartoyo kepada Radar Bojonegoro mengatakan, ketertarikanya kepada tuak yang menghasilkan ethanol ini memang karena didesanya banyak minuman tuak. Sehingga dapat dikembangkan di desa tersebut. ''Ya, tapi semua ini perlu proses'' jawab Hartoyo

Seperti diberitakan, dispertamben beberapa waktu lalu menguji coba tuak untuk dijadikan energi alternatif. Yakni, bahan bakar minyak. Dengan cara tuak sepuluh liter, ragi tape 1/2 kg, gula jawa 1/2 kg dimasukkan dalam subluk (dandang) untuk direbus. Perebusan ketiga bahan tersebnut 1 sampai 2 jam. Selanjutnya rebusan itu mendidih dan menguap. Uap dari rebusan itulah menghasilkan tetesan ethanol sebanyak 2 liter dengan kadar 60-90 persen. Ethanol inilah yang bisa mengasilkan bahan bakar. (zak) Radar Bojonegoro

Read more...

About This Blog

Photobucket

Cek Tagihan PLN

blog tutorial
Powered By Blogger

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP