bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Sabtu, 20 Juni 2009

55 Persen Masyarakat Tak Memiliki Jamban

Soko Tuban
TUBAN - Masyarakat Tuban yang tinggal di tepi pantai dan daerahnya dialiri sungai cenderung tidak memiliki jamban (kakus) keluarga maupun lingkungan. Daerah tersebut, antara lain, Palang, Senori, Bangilan, Soko, Rengel, dan Plumpang.

Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Keluarga Berencana (KB) Tuban Syaiful Hadi tidak mengetahui persis berapa jumlah keluarga di enam daerah tersebut yang tidak memiliki jamban. Dia hanya memperkirakan persentasenya masih sekitar 50-55 persen dari total jumlah masyarakat.

Dikatakan Saiful, tidak dimilikinya jamban keluarga dan lingkungan tersebut karena dipengaruhi kondisi lingkungan. Dikatakan dia, masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut terbiasa buang air besar (BAB) di sungai dan laut. Selain mengganggu lingkungan, terang Saiful, tinja bisa mengakibatkan penularan berbagai penyakit. Terlebih, setelah tinja yang berada di tempat terbuka tersebut kering dan menguap.

Dikatakan dokter berusia 51 ini, idealnya setiap keluarga memiliki 1 jamban. Atau, paling tidak dalam lingkungan 5 sampai 10 keluarga memiliki 1 jamban. Karena pemerintah tidak mungkin, membuatkan jamban lingkungan tersebut, kata Saiful, masyarakat bisa membuatnya dengan dana swadaya masyarakat mandiri. Seperti halnya sekarang ini dirintis di Desa Sumurgung, Kecamatan Palang.

Dikatakan dokter yang tinggal di Rengel, untuk memberdayakan masyarakat agar mengubah kebiasaan BAB di jamban, pemerintah meluncurkan program Sanitasi Kota Berbasis Masyarakat. Dalam program tersebut, kata Saiful, targetnya pada 2015 mendatang, 80 persen masyarakat memiliki dan terbiasa BAB di jamban.(ds) (Radar Bojonegoro)

Read more...

Kamis, 18 Juni 2009

Terlilit Utang, Gantung Diri

Soko Tuban
Sutikno, 33, warga Dusun Lambangan, Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban ditemukan tewas dalam kondisi menggantung di pohon mangga belakang rumahnya, Rabu (17/6). Bapak dua anak yang bekerja sebagai buruh tani itu diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran terlilit utang.
Menurut beberapa warga, Selasa (16/6) malam, Sutikno bertengkar dengan istrinya. Masalah yang dipersoalkan adalah utang yang tak kunjung bisa diselesaikan. Uang itu untuk memperbaiki rumah, dan kini mereka bingung tak bisa mengembalikan lantaran Sutikno hanya bekerja sebagai petani. “Akhir-akhir ini dia sering cekcok dengan istri soal utang yang tak kunjung mereka bayar meski sudah beberapa kali ditagih,” kata Zaenuri, 40, tetangga korban.
Saringah, 29, istri korban terus menangis meratapi apa yang terjadi. Ia mengaku tidak pernah menduga kalau suaminya bakal nekat mengakhiri hidup dengan cara seperti itu hanya gara-gara mengahadapi masalah utang. Beberapa warga lain menyebutkan, belakangan korban memang kebingungan dan selalu berusaha mencari uang untuk membayar utangnya. “Sekarang kan belum masa panen, jadi sulit mencari uang,” aku Budi, salah satu warga. st31 (SURYA)

Read more...

Empat Abon Sapi Tak Bersertifikat Halal

Soko Tuban
Dinas Kesehatan Tuban kemarin (16/6) mengirimkan surat edaran ke sejumlah toko dan toserba terkait empat produk abon sapi yang bermerek halal namun tidak mempunyai sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Empat produk abon sapi tersebut adalah merek Dendeng Sapi Dua Daun Cabe, Dendeng Sapi Brenggolo, Dendeng Sapi Brenggolo-Giling, dan Dendeng/Abon Sapi Spesial. ''Ini hasil temuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pasca pengawasan terhadap abon yang mengandung daging babi beberapa waktu lalu,'' kata Kepala Dinkes Tuban Tri Hadi Sanyoto.

Menurut dia, surat edaran tentang sosialisasi empat abon sapi itu dilakukan setelah pihaknya menerima surat keterangan pers dari BPOM bernomor KH.00.01.1.23.2257 tentang penjelasan lanjutan terkait produk dendeng. ''Jadi, kami hanya menyosia­lisasikan, tidak punya hak untuk menarik,'' jelasnya.

Tri Hadi menambahkan, yang berwenang menarik adalah para penjualnya. Untuk itu, dia berharap masyarakat memperhatikan empat abon sapi tersebut. (zak/jpnn/zen) (Radar Bojonegoro)

Read more...

About This Blog

Photobucket

Cek Tagihan PLN

blog tutorial
Powered By Blogger

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP