bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Rabu, 25 Agustus 2010

Manula Tewas Ditabrak Motor

Soko Tuban - Kecelakaan lalu lintas di Tuban Minggu (22/8) petang kembali memakan korban jiwa. Kali ini terjadi di jalan Desa Sumur Cinde, Kecamatan Soko. Samidah, 70, korban kecelakaan tersebut tewas dalam perawatan medis di Puskesmas setempat. 

Sumber di Mapolres Tuban menyebutkan, kecelakaan tersebut bermula saat motor nopol S 4992 EF yang dikemudikan Wahyudi, 31, dan Muslih, 19, keduanya warga desa setempat melaju dari utara. Tanpa sebab yang jelas pengemudi motor ini tak memperhatikan jalan di depannya. Sehingga Samidah yang berjalan kaki menyeberang dari barat badan jalan dilanggarnya. Akibat ditabrak motor tersangka, manula ini terkapar dan mengalami pendarahan serius di kepala. Korban yang mengalami luka serius tewas dalam perawatan medis di Puskemas Soko.

Kanit Laka Satlantas Polres Tuban Iptu Fakih mengatakan, pemicu kecelakaan tersebut untuk sementara diindikasi akibat pengemudi motor tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya. ''Sementara itu hasil sementara keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara,'' kata dia.(ds) Radar Bojonegoro

Read more...

Sabtu, 31 Juli 2010

Sawi, Dukun Aborsi yang Praktiknya Dibongkar Polisi

Soko Tuban
Andalkan Dua Batu Bertuah dan Minyak Goreng

Nama Sawi sebagai dukun aborsi di Desa Tengger, Kecamatan Kerek, sudah lama dikenal. Teknis menggugurkan kandungan pasiennya pun tergolong unik. Yakni, memadukan teknis pijat dan meminum air dari rendaman dua batu bertuah yang dicampuri minyak kelapa.

DWI SETIYAWAN, Tuban
 
KEMAMPUAN Sawi untuk mengingat sesuatu tampaknya sudah payah. Jangankan awal mulai praktik perdukunan, umurnya sendiri pun tak diingat. Selama diwawancarai koran ini di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban Selasa (27/7) siang, dia berkali-kali mengerutkan dahinya untuk mencoba memanggil kembali memori di otaknya.

Ekspresi lain yang khas adalah memainkan ujung bagian kanan bawah kebayanya. Dua ekspresi itulah yang berulang-ulang dilakukan wanita yang seluruh kulitnya berkeriput ini. Saat ditanya umurnya, Sawi dua kali menyebut berbeda. Pertama, dia mengaku 55 tahun. Tak berselang lama, Sawi menyebut 65 tahun. Salah satu hal yang masih diingat dia adalah teknis menggugurkan kandungan ala perdukunannya.

Sawi mengungkapkan, dalam menangani pasiennya yang ingin kandungannya diaborsi, dirinya sangat berharap dari dua batu kecil yang diyakininya sangat bertuah. Batu yang ditemukan pada dua makam punden yang dikeramatkan di desa setempat sekitar tahun lalu itulah yang jadi andalannya. "Saya mendapat petunjuk mimpi menggunakan batu itu untuk menolong orang," tegas nenek satu anak dan satu cucu ini.

Petunjuk mimpi itulah yang rutin dipratikkan setiap kali menangani wanita hamil yang minta janinnya digugurkan. Urutannya, dia mengambil minyak kelapa untuk diteteskan pada dua batu bertuahnya. Setelah itu, barulah kedua batu tersebut dicemplungkan ke dalam gelas berisi air. Air inilah yang diminumkan kepada pasien setelah lebih dulu batunya diambil.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, minyak kelapa banyak digunakan dukun beranak untuk memudahkan proses persalinan ibu melahirkan akan ditangani. Cara menggunakan minyak ini sama dilakukan Sawi, yakni mencampurkan dalam minuman. Tapi benarkah minyak kelapa teruji secara medis menggugurkan kandungan? Ini yang tidak pernah ada dalam referensi dunia kedokteran.

Sedangkan untuk membunuh janin yang menempel di rahim, Sawi menggunakan teknis pijat seperti dilakukan dukun aborsi lain yang pernah diungkap polisi. Sejumlah tetangga Sawi mengungkapkan, selain diminumi air bertuah, pasien aborsi juga dipijat perutnya. Kepada polisi, mereka mengatakan, wanita hamil yang ditangani tidak langsung janinnya keluar. Namun, butuh waktu relatif lama rata-rata satu bulan.

Keterangan warga itu klop dengan hasil pemeriksaan Uswatun, pasien yang diamankan petugas di tempat praktik Sawi. Dia mengatakan, selama sepekan menginap, setiap hari perutnya diurut. Setelah itu, dia pulang satu minggu. Pekan berikutnya, dia balik lagi dan menginap. Karena masih proses, janinnya belum keluar.

Namun, pengakuan itu tak diakui Sawi. Dia mengatakan, dirinya memang bermaksud mengupayakan gugurnya kandungan pasien-pasiennya. Itu pun baru proses dan belum membuahkan hasil. Sawi juga menampik dirinya menggunakan teknis pijat. "Pijat bukan untuk pasien yang hamil," kata wanita yang tak pernah mengenyam bangku sekolah ini.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di Desa Tengger, Kecamatan Kerek yang diduga dijadikan tempat praktik dukun pijat aborsi, Senin (26/7) petang digerebek Unit Opsnal I Satreskrim Polres Tuban. Selain menciduk Sawi, pemilik rumah sekaligus dukun aborsi, polisi juga mengamankan tiga wanita hamil yang jadi pasiennya. Mereka, Hidayah, 20; warga Kecamatan Parengan yang hamil 6 bulan; Uswatun, 22, asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan (5 bulan); dan Kustantiah, 21, Desa Sokosari, Kecamatan Soko (5 bulan). Sebagai barang bukti, polisi mengamankan dua batu yang dipakai untuk prosesi menggugurkan kandungan dan sebuah botol minyak goreng.

Praktik aborsi Sawi diperkirakan berlangsung lama. Pasiennya tidak hanya dari Tuban, namun dari sejumlah daerah di luar kota. Tarifnya Rp 4 juta per pasien. Wanita yang jadi pasiennya tidak hanya yang hamil muda. Mereka yang hamil tua, 7-8 bulan, pun dapat ditangani. Pasien yang meminta janinnya digugurkan adalah yang kehamilannya tidak dikehendaki. Sebagian besar hasil hubungan gelap. (*/fiq)  Radar Bojonegoro

Read more...

Senin, 12 Juli 2010

Isyu Penculikan Anak

Soko Tuban 
TUBAN - Merebaknya isu penculikan anak di Tuban meresahkan sebagian masyarakat. Gejala itu setidaknya bisa dirasakan dari kekhawatiran orang tua untuk melepas anaknya bermain di luar rumah.
Merebaknya isu penculikan anak santer diembuskan melalui pesan singkat (SMS) dan obrolan. Selama sepekan terakhir, wartawan koran ini mendapatkan lima SMS bernada ancaman penculikan dari nomor yang berbeda.
Isinya, mohon diimbau kepada masyarakat Tuban dan sekitarnya bagi yang punya anak kecil agar berhati-hati dengan orang yang naik mobil APV silver L 185X GU. Tolong diwaspadai dan disebarluaskan ke TK dan SD. Sudah hampir terjadi korban penculikan di (menyebut salah satu kecamatan) tadi sore. Mobil ini menaikkan 2 anak kecil dan 3 di antaranya ditemukan mati dengan organ tubuh hilang mengenaskan. Info ini dari Kanit Serse (menyebut salah satu Polres) nomor ponsel 081216626xxx. Sebarkan segera berita ini sebelum ada korban lagi.
Sementara obrolan penculikan sering terdengar di perkampungan. Tak jelas dari mana sumber isu penculikan yang merebak melalui SMS maupun obrolan tersebut. Merebaknya isu ini mengakibatkan para orang tua dihinggapi rasa cemas setiap kali anaknya bermain di luar rumah. Sebagian di antaranya yang ketakutan berlebihan melarang anak-anaknya bermain di luar.
''Biasanya anak saya perbolehkan bermain di luar gang kampung. Sekarang di rumah saja,'' kata Nurul, warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban.
Isu ini juga berakibat sejumlah pos keamanan lingkungan (poskamling) di sejumlah kawasan Kota Tuban meningkatkan pengamanan.
Kapolsek Tuban AKP Yani Susilo mengakui, merebaknya isu penculikan anak di wilayah hukumnya. Terkait isu tersebut, dirinya sering mendapat pertanyaan dari masyarakat tentang kebenaran kabar itu. Menurut Yani, kabar penculikan tersebut hanyalah isu. Karena itu, masyarakat tidak perlu menanggapinya terlalu serius sehingga merasakan keresahan yang berlebihan.
Mantan Kapolsek Ngraho, Bojonegoro ini menambahkan, tidak ada salahnya masyarakat meningkatkan pengamanan di lingkungannya dan meningkatkan kewaspadaan. Terkait isu tersebut, Polsek Tubah sudah melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (ds)Radar Bojonegoro

Read more...

About This Blog

Photobucket

Cek Tagihan PLN

blog tutorial
Powered By Blogger

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP