bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Sabtu, 05 Januari 2008

Tanggul Tegalsari Jebol

TUBAN - Tanggul bengawan Solo di Dusun Salen Desa Tegalsari Widang kemarin jebol dan menyebabkan puluhan rumah didusun tersebut tergenang banjir.Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan tanggul yang jebol sekitar 50 meter. Camat Widang Bambang Dwiyono ketika dikonfirmasi mengungkapkan, sejak Senin sore warga Dusun Salen yang rumahnya kebanjiran sudah dievakuasi ke kantor kecamatan setempat. Sebagian besar wanita dan anak-anak. Sedangkan penduduk laki-laki sebagian masih bertahan didesanya untuk menjaga harta benda termasuk ternak miliknya. Ketinggian air di perkampungan diperkirakan mencapai 50-75 cm. "Untuk sementara tanggul yang jebol masih belum diperbaiki," ujar Bambang.Jebolnya tanggul tersebut membuat daerah di Widang yang kebanjiran bertambah. Saat ini ada sembilan desa yang terendam banjir. Diantaranya Ngadipuro, Patihan, Tegalsari, Kedungharjo, Widang, Ngadirejo, Simorejo, Banjar, dan Tegalrejo.Sementara itu, bantuan untuk korban banjir terus mengalir. DPC PKB mengirimkan bantuan 750 paket yang berisi beras dan mie instan. Sekretaris DPC PKB Miyadi mengungkapkan, bantuan tersebut didistribusikan untuk warga di Desa Kebomlati (Plumpang), Ngadirejo, Banjararum (Rengel), Sandingrowo, Glagahsari, Menilo (Soko), serta Selogabus (Parengan).Hal yang sama juga dilakukan DPC PPP, pengurus cabang NU, yayasan social Kasih Ibu, dan TITD Kwan Sing Bio Tuban. Tim relawan PPP yang dikomando langsung ketua DPC PPP Musyafak kemarin mendistribusikan bantuan berupa beras, mie instant, snack, dan rokok untuk warga korban banjir di Plumpang, Rengel, dan Soko. Sementara PCNU Tuban kemarin kembali mengirimkan bantuan ke Widang, Plumpang, Rengel, dan Soko. Wakil sekretaris PCNU Didik Purwanto mengungkapkan, setiap kecamatan mendapat bantuan air mineral 40 dos, mie instant, dan ikan asin. Selain itu, PCNU juga membagikan nasi bungkus sekitar 1.200 bungkus.Sementara itu, PT. Holcim dan Semen Gresik kemarin juga menyerahkan bantuan kepada Sekkab Tuban Parastuti. Bantuan dari Holcim sebanyak 1.600 paket sembako yang berisi beras, kecap, dan mie goreng. Selain itu juga susu 450 dos dan alat penerangan (senter). Sedangkan SG menyerahkan bantuan paket sembako dan air mineral masing-masing 1500 dos.Sementara itu bantuan dari Dinas Sosial Pemprov Jatim sampai kemarin masih tersimpan di Mako Satlak PBP (Penanggulangan Bencana dan Pengungsi) Pemkab Tuban. Diantaranya berupa selimut 200 potong, sarden 25 dos, mie instant 300 dos, minyak goreng 5 dos, dan sambel 25 dos. "Untuk penyalurannya masih akan dikoordinasikan dengan kantor sosial," ungkap humas Satlak PBP, Prayitno.Sementara itu, PMI cabang Tuban mendirikan tenda besar dan dapur umum di halaman SDN Punggulrejo, Rengel.((wid)) Ssumber mediacenter.or.id / Sumber: radar bojonegoro

Read more...

Banjir Bengawan Solo semakin "ganas"

TUBAN - Banjir Bengawan Solo semakin "ganas" merenggut nyawa manusia. Kemarin korban berjatuhan. Di Kabupaten Tuban (Jatim) ditemukan empat korban jiwa. Dua bocah hanyut terseret derasnya arus bah, seorang pengungsi stres yang kemudian gantung diri di tempat pengungsian, dan seorang lagi tertimbun tebing.Di Tuban, dua warga tewas di tempat pengungsian. Mereka shock setelah melihat rumahnya tenggelam. Korban itu menambah daftar jiwa melayang akibat longsor dan banjir di Jateng. Di dua provinsi itu saat ini tercatat 107 orang tewas. Perinciannya, Jateng (80 tewas) dan Jatim (27 tewas). Itu belum termasuk yang hilang di Jatim (45 orang) dan Jateng (9).Korban tewas terakhir kemarin (2/1) adalah Jefry, 14, pelajar kelas tiga Madrasah Tsanawiyah (MTs) Widang, Tuban. Dia terseret arus saat perahu bogor (pohon siwalan) yang ditumpangi bersama dua temannya bocor dan kemudian tenggelam sekitar pukul 09.00. Posisi tenggelamnya perahu tersebut sekitar 3 kilometer (km) dari kampungnya, Dusun Kadutan, Desa Mlangi, Widang, yang juga tenggelam.Dalam musibah tersebut, dua teman korban selamat setelah berhasil memegang dahan pohon hingga mendapat pertolongan dari perahu yang mengangkut pengungsi. Tim SAR yang diterjunkan untuk mencari korban mengalami kesulitan karena luasnya kawasan banjir dan derasnya arus.Setelah dua jam menyisir sekitar lokasi kejadian, tim SAR menemukan Jefry sekitar pukul 11.00. Jasadnya terapung tak jauh dari lokasi kejadian.Derasnya air bah Selasa malam lalu juga menyeret Hadi, 12, saat jalan-jalan bersama dua temannya, Saiful dan Adi. Begitu kuatnya arus air, tubuh bocah Dusun Ngelo, Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, itu tersedot pusaran air, kemudian hanyut ke daerah persawahan sekitar 1 km dari lokasi kejadian. Jasad Hadi berhasil temukan warga yang menyusuri arah arus banjir di persawahan.Sementara itu, derasnya banjir juga mengakibatkan runtuhnya lereng pegunungan di Dusun Wadung, Kecamatan Soko, Selasa (1/1) petang sekitar pukul 15.00. Celakanya, runtuhan itu menimbun salah seorang penggali pasir. Dia adalah Rusnan, 28, warga Dusun Bentar, Desa Klumpit, Kecamatan Soko. Saat musibah berlangsung, sekitar tempat kejadian perkara (TKP) turun gerimis. Korban yang tertimbun pada kedalaman sekitar 3 meter tersebut berhasil dievakuasi warga desa setempat setelah bergotong royong menggali reruntuhan.Kapolsek Soko AKP Kusrin menyatakan, menurut keterangan dua teman korban, Wardi dan Trusnan, tebing tersebut runtuh saat Rusnan berada di sebuah terowongan untuk mencangkul pasir. Saat kejadian, teman korban selamat karena berhasil menghindar. Kusri menjelaskan, penyebab tebing tersebut runtuh diperkirakan tak kuat menahan air hujan.Sedangkan dua pengungsi yang meninggal di Blora adalah Parti, 80, dan Suciyanti, 60, warga Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu. Dua warga itu meninggal saat mengungsi pada Senin dan Selasa lalu. Menurut Camat Cepu Slamet Wiryanto, kedua korban sebelumnya sudah sakit. "Bu Parti sudah 2 tahun sakit, sedangkan Suciyati karena jantung," katanya.Menurut Wiryanto, besar kemungkinan dua warganya itu meninggal karena kedinginan atau kaget melihat rumahnya tenggelam. "Keduanya baru pulang menjenguk rumah, lalu meninggal. Kemungkinan kaget melihat rumahnya tenggelam," katanya.Evakuasi Mulai NormalSementara itu, Yonif 3 Brigif I Marinir Surabaya menyiapkan transportasi untuk mendistribusikan makanan dan evakuasi di sekitar Baureno, Bojonegoro. Dua perahu karet saat ini digunakan para relawan untuk mengangkut makanan bagi warga korban banjir yang masih bertahan di rumah masing-masing. Perahu itu juga untuk mengevakuasi warga usia lanjut dan orang sakit.Menurut Letda (Mar) Indra Jayadi, perahu karet untuk mengevakuasi warga tersebut digunakan hingga banjir di Bojonegoro surut. "Kita sesuaikan dengan kebutuhan di sini dan perahu karet yang kami sediakan ini gratis," katanya kepada Radar Bojonegoro kemarin. Perahu karet tersebut tiba di lokasi posko banjir di Desa Kalisari, Baureno, kemarin bersama 50 anggota Marinir yang diterjunkan untuk membantu penanganan banjir di Baureno.Dari pantauan Radar Bojonegoro, perahu karet tersebut untuk mendistribusikan makanan dan beras tiga kali sehari ke sejumlah desa yang masih terisolasi. Misalnya, Kalisari, Tanggungan, Lebaksari, dan Kadungrejo. Ketika kembali ke lokasi pengungsian, perahu karet tersebut mengangkut warga yang sakit dan usia lanjut. Sekitar 68 warga di Desa Kalisari dan Tanggungan dievakuasi ke lokasi pengungsian dan langsung mendapat perawatan medis. Keberadaan perahu tersebut cukup membantu karena para relawan tidak kesulitan transportasi lagi.Para korban banjir di sejumlah desa di Baureno, salah satu daerah terparah di Bojonegoro, mulai diserang penyakit. Data di posko kesehatan Desa Kalisari, warga mulai terserang gatal-gatal dan demam. "Gatal-gatal sejak kemarin (Selasa lalu)," kata Ngatinah, 60, warga Dusun Mojo Pencol Desa Kalisari saat ditemui Radar Bojonegoro. Menurut dia, hingga kemarin air yang menggenangi rumahnya masih seleher. Karena itu, dia untuk saat ini belum berani pulang.Menurut tim medis di posko kesehatan Tunggal Riswati, air banjir yang bercampur kotoran hewan dan manusia menjadi salah satu penyebabnya. Pihaknya mengaku saat ini, posko kesehatan masih kekurangan obat-obatan, terutama obat gatal. Agar pembagiannya rata, tim medis membungkusnya dengan plastik kecil untuk obat gatal-gatal.((nas/ds/ono/idi/jpnn/tof)) Sumber : mediacenter.or.id /Sumber: jawa pos

Read more...

Karyawan Petrochina Tuban Tewas

Sedikitnya 6 orang karyawan Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ) diduga tewas akibat kecelakaan kerja dalam kurun waktu 1 tahun. Kali ini menimpa Adekan (31), Staf Paramedis yang dikabarkan tewas tenggelam dalam kolam penampunganpemboran atau bungker minyak.Informasi yang diterima detiksurabaya.com menyebut, Adekan meninggal saat jam kerja di sumur minyak Mudi Pad B, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, Sabtu (15/12/2007) sore. Dalam kondisi sudah tak bernyawa, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Soko, Tuban untuk divisum.Namun, pihak JOB PPEJ membantah bahwa tewasnya Adekan akibat tercebut kolam penampungan. Melainkan meninggal dalam ruang medis kantornya dengan posisi duduk di kursi."Tidak benar kalau dikabarkan tewas tercebur kolam minyak. Adekan memang meninggal, tapi di kursi kantornya," jelas Bambang Silasakti, Public Affairs JOB PPEJ melalui telpon pada detiksurabaya.com, Sabtu (15/12/2007).Untuk membuktikan penyebab Adekan tidak meninggal tenggelam di kolam minyak, JOB PPEJ masih menunggu hasil visum atas jenazah Adekan dari Puskesmas Soko. Namun, Bambang tidak membantah adanya kasus karyawan meninggal tenggelam di kolam."Memang pernah ada karyawan yang tewas kecebur di kolam, tapi dalam setahun ini nggak sampai 6 orang ," bantah Bambang Silasakti tanpa menyebut lokasi kejadian dan identitas korbannya.Namun data yang beredar di lapangan menyebut, 2 orang karyawan JOB PPEJ meninggal di kolam penampungan pemboran minyak di sumur Mudi Pad C Soko. 1 Lagi di lokasi sumur Resik, Kabupaten Gresik. 4 Bulan yang lalu 2 orang tewas, dan hari ini Adekan yang juga meninggal di sumur Pad B Soko."Korban sudah divisum di Puskesmas Soko. Sementara dr Mashudi, Kepala Puskesmas Soko menyimpulkan bahwa korban terkena serangan jantung. Baru saja jenazahnya dibawa pulang keluarganya," kata Kapolsek Soko AKP Khusrin.(bdh/bdh)Tata Budiman - DetikSurabaya/ (sumber detiksurabaya.com)

Read more...

About This Blog

Photobucket

Cek Tagihan PLN

blog tutorial
Powered By Blogger

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP