bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Senin, 30 Juli 2007

Pemkab Tetap Sahkan Kades Simo

RADAR BOJONEGORO
Senin, 30 Juli 2007

Akan Dilantik 10 Agustus Mendatang
TUBAN - Anggota DPRD Tuban angkat bicara terkait polemik hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Simo, Kecamatan Soko. Sekretaris Komisi A Agung Supriyanto menyatakan akan mempelajari bukti-bukti dugaan kecurangan yang dilaporkan warga.

Agung juga mendesak panitia pilkades dan camat Soko segera memfasilitasi persoalan-persoalan yang diprotes warga. "Bila ditemukan ada unsur pidana, kepolisian bakal mengambilalih persoalan ini," tandas politisi PAN itu.

Jum’at lalu ratusan pendukung Achmad Hadi, calon yang dikalahkan Tasmo, ngluruk ke DPRD Tuban. Mereka mengadukan dugaan ketidakberesan yang terjadi dalam Pilkades Simo. Antara lain dugaan money politics yang dilakukan tim sukses calon terpilih. Warga menuntut hasil pilkades dibatalkan. Warga juga menyegel balai desa, memajang carang (ranting bambu) di pagar kantor desa itu, dan memasang beberapa poster yang berisi hujatan kepada panitia pilkades.

Namun, sikap DPRD berbeda dengan pemkab. Kabag Pemerintahan A. Mufid Budiono menyatakan, meski sebagian warga memprotes, calon terpilih tetap dilantik 10 Agustus nanti karena sudah ada penetapan dari panitia. "Kalau ada yang kurang puas dengan hasil (pilkades), ya silahkan. Tapi yang jelas jadwal (pelantikannya) tetap," tandasnya.

Sementara itu, 7 desa di 5 kecamatan yang ada di Tuban kemarin menggelar pilkades tahap II. Tujuh desa itu, Banjar (Kecamatan Widang); Nguluhan (Montong); Mojomalang (Parengan); Tambakboyo (Tambakboyo); serta Tengger, Padasan, dan Kasiman (Kerek).

Mufid menambahkan, bila ditambah dengan pilkades tahap I (268 desa), hingga kemarin telah 277 desa menggelar pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Kini, tinggal 6 desa yang belum menggelar pilkades. Yakni, Glagahsari (Soko), Siding (Bancar), Prunggahan Wetan, Prunggahan Kulon (Semanding), Sumberarum, dan Kedungrejo (Kerek). Pilkades enam desa itu dijadwalkan 5 Agustus nanti. Sedangkan satu desa lainnya, Kedungharjo (Widang), belum bisa melaksanakan pilkades karena masih bermasalah.

Sementara itu, Pemkab Blora hanya memberikan waktu sehari kepada setiap calon Kades untuk menggelar kampanye. Sesuai jadwal yang disusun pemkab, kampanye berlangsung 4 September atau sehari sebelum pilkades yang rencananya digelar serentak 5 September di 246 desa. "Bagaimana format kampanyenya, kami serahkan kepada panitia pilkades untuk mengaturnya," kata Kabag Pemdes Pemkab Blora Winarno. (wid/ono)

Read more...

Jumat, 13 Juli 2007

KLOTER 73, SATU JAMAAH DIAMPUTASI TELAPAK KAKI KIRINYA

Kasto Bin Kasmijan (58), jamaah haji dari kelompok terbang (kloter) 73 asal Kendalrejo Rt 01/Rw 02 Soko Tuban, pulang ke tanah air tanpa telapak kaki kiri , karena harus diamputasi setelah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ashir King Abdul Aziz Madina.
Menurut dokter kloter 73, dr Indraswari saat ditemui di Poliklinik Asrama Haji Sukolilo (AHS) Surabaya, Selasa (30/1) mengatakan, sejak di Tanah Air, Kasto mempunyai penyakit diabet, dan setelah tiba di Tanah Suci, karena mereka banyak melakukan kegiatan dengan jalan kaki, ini menyebabkan telapak kaki kirinya luka, kemudian membesar, lalu mengeluarkan bau tak sedap (membusuk), setelah menjalani pemeriksaan dan sempat rawat inap, dokter di RS Ashir King Abdul Aziz Madina memutuskan harus diamputasi.Setelah beberapa kali dirawat dokter kloter tidak juga membaik, akhirnya dengan kesepakatan keluarga, Kasto dirujuk ke RS Ashir King Abdul Aziz, dan dokter di RS Madina itu memutuskan telapak kaki kiri Kasto harus diamputasi,ujarnya.Dikatakan Indraswari, setelah menjalani pemotongan telapak kaki kirinya pada 20 Januari 2007 lalu, Kasto tinggal sementara di RS Ashir King Abdul Aziz selama 5 hari, selanjutnya diterbangkan ke tanah air bersama rombongan kloter 73. Mengenai biaya perawatan, Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) debarkasi Surabaya, Sugianto mengatakan, semua biaya perawatan dan operasi ditanggung sepenuhnya oleh PPIH Madinah.Sementara itu, saat ditemui di ruang istirahat Poliklinik Asrama haji, Kasto tampak sedikit lega tiba di tanah air dan bisa ketemu keluarga, meskipun sedikit sedih karena kehilangan kaki kirinya.Saya merasakan pelayanan kesehatan PPIH di Madinah sangat baik dan cepat, bahkan tindakan yang diambil juga sangat tepat. Seandainya tidak segera mengambil keputusan operasi pemotongan kaki kiri saya, maka kondisi saya makin mengkhawatirkan. Bahkan kemungkin saya tidak bisa pulang bersama kloter 73, ujar Kasto.Dia berharap, pelayanan yang diberikan RS Ashir King Abdul Aziz Madina bisa dicontoh di RS Indonesia, mengenai kecepatan dalam pengambilan tindakan.Untuk diketahui, kloter 73 berjumlah 445 jamaah, meninggal 5 jamaah, mutasi masuk 2 jamaah, dan sakit 7 jamaah. Nama-nama jamaah yang meninggal yaitu, M.Mahdun Bin Mat Sujak (42), Dusun Taraan RT 05 RW 01 Tegalrejo Merakurak Tuban, Karsini Binit Madak (71), Dusun Nyaman RT.03 RW.04 Perbon Tuban, M.Yakub Efandi Bin Efendi (60), Jl. Gresik 393 RT 03 RW 03 Glodok Palang Tuban, Suhadi Bin Badrun (68), Dusun Glondongan RT 03 RW 01 Tambakboyo Tuban, Misrih Binti Kadam (65), Gendongombo Rt 03 Rw 02 Semanding Tuban, Sedangkan 2 jamaah mutasi masuk dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu, Abu Bakar Alwi dan Yasin Yakib.

Read more...

Sabtu, 07 Juli 2007

Sabtu, 07 Juli 2007

RADAR BOJONEGORO

Sabtu, 23 Juni 2007 Siswa Tak Lulus 262 Anak

TUBAN - Pelajar SLTP di Tuban yang tahun ini tidak lulus ujian nasional (unas) 262 anak atau sekitar 1,85 persen dari total peserta unas SLTP di Kota Tuak itu.
Data dari dinas pendidikan setempat menyebutkan, peserta unas SMP/MTs 14.138 siswa. Dari jumlah tersebut, yang lulus 13.
876 siswa atau 98,15 persen.
Sedangkan 262 siswa yang tak lulus, yakni, 84 siswa SMP negeri, 34 anak SMP swasta, 74 siswa SMP Terbuka, 20 siswa MTs negeri, 50 siswa MTs swasta.
Khusus kelompok SMP, sekolah yang siswanya terbanyak tak lulus adalah SMPN 1 Kerek, yakni 14 anak.
Berikutnya, disusul SMP Islam 45 Tambakboyo (12 anak), SMPN 2 Plumpang (11 anak), SMP Islam Jenu (7 anak), SMPN 2 Soko (7 anak), dan SMP PGRI 3 Tuban (7 anak).
Selain itu, ada lima sekolah yang masing-masing 5 siswanya tak lulus unas.
Yakni, SMPN 2 Tuban, SMPN 4 Tuban, SMPN 1 Semanding, SMPN Merakurak, SMPN 2 Rengel, dan SMP Islam Bangilan.
"Mereka masih diberi kesempatan mengikuti ujian nasional kesetaraan," kata Kadinas Pendidikan Tuban Karmani kepada wartawan koran ini kemarin.
Ujian kesetaraan atau paket B tersebut bakal diselenggarakan pada 26-28 Juni mendatang.
Sementara itu, SMPN 1 Tuban dipastikan gagal mempertahankan posisinya sebagai peraih rata-rata NUN tertinggi se-Jatim.
Posisinya diambil alih SMPN 1 Lamongan dengan nilai rata-rata 28,26.
SMPN 1 Tuban kini melorot ke peringkat 5 dengan nilai rata-rata 27,71.
"Iya, tahun ini kami peringkat lima," kata kepala SMPN 1 Tuban Bedjo Mulyono.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Tuban kemarin membagikan ijazah SMA ke masing-masing sekolah.
"Hari ini (kemarin, Red) resmi kami bagikan ke sekolah," kata Kasubdin SLTP/SLTA Dinas Pendidikan Tuban Sutrisno. (wid)

Read more...

About This Blog

Photobucket

Cek Tagihan PLN

blog tutorial
Powered By Blogger

Gabung Yuk...!

Test Form

Name:
Email Address:
Alamat Web
Berapa usia anda...? Dibawah 17 th
Antara 17 s/d 30th
Diatas 30 th
Apa jenis kelamin anda Pria
Wanita
Baina huma
Apa pendapat anda tentang blog ini..? Sangat kami harapkan, saran, kritik, maupun pendapat anda. silahkan ketik pada kolom disamping ini

free forms

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP