<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328</id><updated>2011-12-06T22:40:38.712+07:00</updated><category term='pemilu'/><category term='olahraga'/><category term='kekeringan'/><category term='petuah wongsoko'/><category term='Kabar Dari Soko'/><category term='soko dan sekitarnya'/><category term='banjir'/><category term='pompa hidram'/><category term='wongparengan'/><category term='merakurak'/><category term='olah raga'/><category term='kuliner'/><category term='palang'/><category term='kenduruan'/><category term='minyak'/><category term='plumpang'/><category term='parengan'/><category term='k'/><category term='kemarau'/><category term='judi'/><category term='rengel'/><category term='hidraulic ram'/><category term='agama'/><category term='nasional'/><category term='pejabat'/><category term='original'/><category term='kriminal'/><category term='Profil'/><category term='semanding'/><category term='POLITIK'/><category term='air'/><category term='bancar'/><category term='guru'/><category term='Grabagan'/><category term='kisah ku'/><category term='kerek'/><category term='Dewan'/><category term='umum'/><category term='KABARE WONG SOKO'/><category term='pungli'/><category term='Data Statistik Kecamatan Soko'/><category term='pengobatan alternatif'/><category term='Tuban'/><category term='sekitar soko'/><category term='Ekonomitt'/><category term='singgahan'/><category term='korupsi'/><category term='Soko'/><category term='pompa air'/><category term='sumber air'/><category term='religius'/><category term='Kabar Tuban'/><title type='text'>TENTANG SOKO  - TUBAN</title><subtitle type='html'>KUMPULAN BERITA,CERITA,DATA &amp;amp; FAKTA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>272</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7703841581859691514</id><published>2011-02-09T01:13:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T01:13:15.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Kenangan Tahun lalu</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Sesuai judulnya posting kali ini adalah untuk memuat berita yang sudah kedaluarsa atau tepatnya 20/10/2010. Sebenernya wong soko sendiri, ikut menyaksikan peristiwanya. tapi karena lagi punya kesibukan lain wong soko gak sempat meng explor kejadianya. Namun kebetulan wong soko punya simpanan sebagian foto dari berita ini. yang di ambil dibawah terik matahari jalan sunan kalijaga.tepatnya disebelah timur SMPN 3 Tuban. Berikut adalah Foto kenangan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i284.photobucket.com/albums/ll23/muntil/new/des%202010/cc83cbf8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://i284.photobucket.com/albums/ll23/muntil/new/des%202010/cc83cbf8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TVFn79mTVSI/AAAAAAAAA7w/rRv3zCAWW3k/s1600/DSC07451.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TVFn79mTVSI/AAAAAAAAA7w/rRv3zCAWW3k/s320/DSC07451.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TVFoRZnGm2I/AAAAAAAAA70/OHuCZzXEToM/s1600/DSC07452.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TVFoRZnGm2I/AAAAAAAAA70/OHuCZzXEToM/s320/DSC07452.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut adalah Copas berita dari tetangga sebelah : http://wirosableng810.blogspot.com/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="text-align: justify;"&gt; &lt;a href="http://wirosableng810.blogspot.com/2010/10/kabtuban-mahasiswa-tuban-tuntut-sby.html"&gt;KAB.TUBAN-Mahasiswa Tuban Tuntut SBY-Boediono Mundur&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="post-header" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;br /&gt;Puluhan  Aktivis mahasiswa gabungan, dari PMII, GMNI, dan LMND Tuban, mengelar  aksi unjuk rasa memperingati setahun pemerintahan SBY-Boediono, Rabu  (20/10/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksinya Masa menuntut SbY-Boediono supaya turun dari jabatannya sebagai presiden Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa  yang mengatasnamakan sebagai masyarakat peduli kemiskinan itu, memulai  aksinya dari jalan Dr Wahiddin Sudiro Husodo, dengan sasaran utama  gedung DPRD Tuban, dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para aktivis yang  berjumlah sedikitnya 25 mahasiswa itu, menuding jika pemerintahan  presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Boediono dinilai gagal. Karena  selama setahun menjadi pemimpin tak ada perubahan yang berarti bagi  rakyat miskin di indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu contoh, pendidikan di  indonesia ini masih mahal, dan rakyat miskin banyak yang tidak bisa  sekolah," teriak korlap aksi dalam demo tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disetiap jalan  yang mereka lalui untuk menuju gedung DPRD Tuban, termasuk jalan  Pramuka, massa terus berorasi dan mengecam pemerinthan SBY-Boediono yang  selama ini tidak mampu untuk mensejahterakan bagi para petani, dan  masyarakat miskin lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Negara kita adalah negara agraris,  mengapa para petani di negara kita masih pada miskin?, ini adalah bukti  kebobrokan SBY," teriak Jabran salah satu peserta demo."Turunkan SBY,  turunkan SBY," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute yang dilalu oleh para pemdemo itu  mulai dari jalan Dr Wahiddin Sudiro Husodo, Pramuka, jalan Sunan  Kalijogo, dan kemudian menuju Gedung DPRD yang berada di jalan Teuku  Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke gedung DPRD Tuban, tepat di bundaran  patung jalan Teuku Umar, massa sempat melakukan aksi duduk ditengah  jalan. Hingga kendaraan yang dari arah surabaya menuju semarang terpaksa  dialihkan melalui jalan Letda Sucipto, untuk menghidari kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi  blokir jalur pantura itu dilakukan oleh para mahasiswa sekitar sepuluh  menit, kemudian massapun langsung masuk kehalaman gedung DPRD Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  digedung DPRD Tuban, massa langsung di temui oleh anggota farksi PKB,  dan fraksi PDIP. Para mahasiswa itu meminta sikap anggota DPRD Tuban  tetang pemerintahan SBY selama satu tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu massa  juga meminta tanda tangan atas nama Anggota DPRD Tuban, supaya  menandatangi surat penyataan bahwa SBY harus mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami  mengharapkan supaya perwakilan dari anggota dewan supaya menandatangi  surat pernyataan tidak percaya pada presiden, dan menutut supaya SBY  mundur," ujar Hendri Kurniawan yang sebagai Humas dalam aksi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  pertemuan tersebut Sa'dun Na'im, dan Karjo, perwaklian dari DPRD Tuban  meyatakan jika dirinya mendukung jika pemerinatahn SBY-Budiono dalam  menjabat selama setahun ini gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya kami mengakui jika selama setahun ini SBY-Budiono telah mendapatkan rapor merah," jelas Sa'dun didepan para masa.&lt;br /&gt;"Kami  juga bersedia untuk menandatangani surat supaya SBY untuk mundur, tapi  ini atas nama fraksi bukan atas nama DPRD Tuban," tambah Sa'dun Na'im  dalam pertemuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat yang telah di tandatangi oleh Sa'dun  Na'im itu akhirnya langsung dikirimkan melalui Fax ke DPR pusat. Namun  sebelum membubarkan diri para mahasiswa itu terlebih dulu membakar  poster yang berisis kecaman terhadap pemerintahan SBY-Boediono, sebagai  bukti kekecewaan mereka &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7703841581859691514?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/7703841581859691514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2011/02/kenangan-tahun-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7703841581859691514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7703841581859691514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2011/02/kenangan-tahun-lalu.html' title='Kenangan Tahun lalu'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TVFn79mTVSI/AAAAAAAAA7w/rRv3zCAWW3k/s72-c/DSC07451.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4454418103368916803</id><published>2011-01-25T22:49:00.000+07:00</published><updated>2011-01-25T22:49:46.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petuah wongsoko'/><title type='text'>Isyu politik uang menggema.</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i284.photobucket.com/albums/ll23/muntil/6c98a90d.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tulisan ini untuk semua wong tuban. (para Calon Pemimpin, Tim sukses, maupun masyarakat TUBAN).&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seandainya saja, setiap calon pejabat selalu diingatkan terhadap  pengawasan Allah, maka tak banyak yang mau jadi pejabat Dengan jalan kotor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Ingat semuanya  akan jadi pitakon kubur. Apa lagi yang menggunakan politik uang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Wahai  wong TUBAN……..!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;jangan engkau terima pemberian dari calon manapun.  **seandainya ada**. Tim sukses yang pinjam KTP Dengan iming-iming sejumlah uang. dan meminta agar memilih calon tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; karena suap (risywah) berarti sesuatu yang bisa mengantarkan  seseorang pada keinginannya dengan cara yang dibuat-buat (tidak  semestinya). (an-Nihayah Fi Gharibil Hadits kar. Ibnu al-Atsir: 2/546)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam al-Qurthubi rahimahullah dalam Tafsirnya (6/119) mengatakan  bahwa para ulama tidak berbeda pendapat tentang keharaman risywah  (suap). Bahkan banyak diantara mereka yang menukil adanya ijma’ akan  keharamannya, seperti yang dinukil oleh imam asy-Syaukani rahimahullah  (Nailul Author 4/595), Imam ash-Shon’ani rahimahullah (Subulus salam  1192), syaikh Alu Bassam hafidzahullah (Taudhihul Ahkam 7/118), dll&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Abdulloh bin Abdurrahman al-Bassam hafidzahullah mengatakan:  ?Suap termasuk dosa besar karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam  melaknat orang yang menyuap dan yang mengambil suap sedangkan laknat  tidaklah terjadi kecuali pada dosa-dosa besar. ? (Taudhihul Ahkam:  7/119)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah shollallahu’alaihi wa sallam melaknat orang yang menyuap  dan orang yang menerima suap serta orang yang menjadi penghubung antara  keduanya.? (HR. Ahmad: 22452) Hadits ini sanadnya dinilai dhoif (lemah)  oleh para ulama hadits tetapi maknanya sesuai dengan larangan tolong  menolong dalam perbuatan dosa[2]. Mustahil seseorang bisa memakan harta  hasil suap kalau tidak ada yang menyuapnya. Sebab itu, orang yang  menyuap pun mendapat laknat. Hal ini dikarenakan dengan sebab perbuatan  dan inisiatif dialah maka ada orang yang makan harta dari suap-menyuap.  Dan biasanya dalam kasus suap-menyuap seperti itu, ada pihak ketiga  sebagai perantara yang bisa memuluskan proses terjadinya suap-menyuap.  Sehingga ia juga berhak mendapatkan laknat dari Allah ta’ala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai saudaraku -semoga Allah ta’ala senantiasa menunjuki kita ke  jalan-Nya yang lurus- kita hidup di dunia ini tidaklah selamanya.  Ingatlah akan kehidupan yang lebih kekal dan abadi. Jadikanlah dunia ini  sebagai sawah ladangmu dalam beramal kebaikan demi kebahagiaan dalam  kehidupan mendatang. Janganlah engkau terperdaya dengan indahnya serta  manisnya dunia. Jangan biarkan anak-anakmu tumbuh dan berkembang dengan  harta yang haram. Tinggalkanlah kebiasaan buruk ini (suap-menyuap).  Segera bertaubatlah kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena kematian  akan menghampirimu sewaktu-waktu. Syukurilah apa yang telah Allah ta’ala  berikan kepadamu serta tanamkanlah sifat qona’ah (menerima apa adanya)  pada diri dan keluargamu. Bersabarlah dengan sedikitnya harta yang  engkau miliki. Ingatlah bahwasanya ukuran kemuliaan seseorang itu bukan  terletak pada banyaknya harta dan tingginya kedudukan. Akan tetapi,  orang yang paling mulia di sisi Allah ta’ala adalah orang yang paling  bertaqwa diantara kalian.Wa Allahu a’lam bish showab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel copas dari tetangga sebelah dengan sedikit editing. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;** http://www.id2.untukku.com **&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4454418103368916803?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/4454418103368916803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2011/01/isyu-politik-uang-menggema.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4454418103368916803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4454418103368916803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2011/01/isyu-politik-uang-menggema.html' title='Isyu politik uang menggema.'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2241972185973690234</id><published>2010-12-07T02:38:00.000+07:00</published><updated>2010-12-07T02:38:00.219+07:00</updated><title type='text'>pembangunan pedesaan yang berkelanjutan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TP0YK1ieUeI/AAAAAAAAA7E/V1deXREezfc/s1600/untitled.bmp" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://3.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TP0YK1ieUeI/AAAAAAAAA7E/V1deXREezfc/s640/untitled.bmp" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alooow semua dah lama nih gak ngeblog dah ketinggalan banyak berita nih kayak nya. sebenarnya sih masih mengikuti perkembangan. yah lagi males ajalah mo copas - copas lagi tapi ...? pikir punya pikir bisa macet nih peng arsipan sejarah...... hehe ...&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;semoga aja nantinya bermanfaat....!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;buat anak cucu yang pingin lihat perkembangan berita di media tentang kampung mereka. karena alasan itulah ku putuskan kembali untuk melek....! lha emang selama beberapa waktu ini lagi tidur...? kayaknya gitu deh...!gimana gak tidur coba...? dah banyak berita yang terbit terlewatkan hayoo...? mulai dari kasus ter tembaknya rambi warga desa Nguruhan yang penuh konttroversi. hingga tewasnya seorang TKW bernama Parti 33 warga Dk. Bentaor, Ds. Klumpit yang tewas di Singa Pura, yang gak kalah seru sebenarnya adalah&amp;nbsp; hiruk pikuk rekrutmen perangkat desa yang diwarnai berbagai isyu hingga pelaksanaan tes calon perangkat desa yang gak fair....?&amp;nbsp; heh hati hati kalo ngomong ...!!! gak fair gimana maksudnya...? lha mosok wong namanya ujian kok ada orang diluar peserta di biarkan masuk ruang uji dan bebas ber cakap - cakap dengan peserta uji ....?? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;di antara yang ingin membuat saya aktif adalah ketika saya melakukan search di google dengan keyword kampung tempat tinggalku nyantol &lt;a href="http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:RlduCdzKShAJ:id-id.facebook.com/topic.php%3Fuid%3D153058548065672%26topic%3D285+jegulo+soko+tuban&amp;amp;cd=20&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;gl=id&amp;amp;client=firefox-a"&gt;di sini klik&lt;/a&gt;. &lt;span class="uiStreamSource"&gt;&lt;abbr class="timestamp" data-date="Tue, 19 Oct 2010 09:25:56 -0700" title="19 Oktober 2010 jam 9:25"&gt;Kang Yitno bukanlah Warga Dan tidak pula tinggal di Dringu Tapi sudah begitu peduli. &lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mohon maaf buat kang Yitno saya gak bisa bantu meramaikan rintisan forum yang sampean buat. sebenarnya sebagai wong Dringu saya malu kalau gak ikut urun rembug tapi...? saya gak punya akun fb dan kalau bisa jangan sampai punya. mungkin salah satu alasanya mungkin &lt;a href="http://saynotof4ceb00k.blogspot.com/2009/10/kenapa-facebook-di-haramkan.html"&gt;karena ini klik&lt;/a&gt; ......Ok mohon di maklum ya. walaupun dengan resiko sedikit ketinggalan akses ke dunia berita saya mencoba untuk tetap hidup tanpa fb doakan bisa kuat dan itiqomah peduli.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kalo males klik seperti ini nih isi postingan kang yitno :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yitno&lt;span class="messageBody"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;saya sangat salut dengan pembangunan sarana dan pra sarana jalan di kab &lt;b style="background-color: #99ff99; color: black;"&gt;tuban&lt;/b&gt;,namun yang lebih penting adalah kwalitas.sebagai masukan di Dk. Dringu Ds. &lt;b style="background-color: #ffff66; color: black;"&gt;Jegulo&lt;/b&gt; Kec.&lt;b style="background-color: #a0ffff; color: black;"&gt;Soko&lt;/b&gt; -&lt;b style="background-color: #99ff99; color: black;"&gt;Tuban&lt;/b&gt;,  kok belum tersentuh pengaspalan sama sekali, padahal disitu ada satu  situs makam MBAH NAGGUL yang setiap hari selalu ada peziarah dari luar  kota.Mohon difikirkan bagi yang berkepentingan dibidangya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="UIImageBlock_Content UIImageBlock_MED_Content"&gt;&lt;span class="uiStreamSource"&gt;&lt;abbr class="timestamp" data-date="Tue, 19 Oct 2010 09:25:56 -0700" title="19 Oktober 2010 jam 9:25"&gt;sekitar sebulan lalu&lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="UIImageBlock_Content UIImageBlock_MED_Content"&gt;&lt;span class="uiStreamSource"&gt;&lt;abbr class="timestamp" data-date="Tue, 19 Oct 2010 09:25:56 -0700" title="19 Oktober 2010 jam 9:25"&gt;Ngomong Tentang Dringu ...? aku adalah salah satu warganya. yang berkeinginan agar kampung tempat aku tinggal tidak ketinggalan dengan kampung lainya. Tapi...? apalah daya kang aku hidup dari merantau. sehingga kampungku pun tidak mengenaliku. Bahkan rintisan jalan lingkungan yang sudah aku perjuangkan bersama warga dilingkungan aku tinggal pun tidak mendapat perhatian dari yang berwenang. padahal tinggal melanjutkan pembangunanya. makanya ketika kemarin ada pendaftaran perangkat desa aku ikut magsudnya sih.....supaya bisa dekat dengan keluarga plus bisa memberikan sumbangsih buat buat kampung tercinta. Kenapa harus aku peduli...? Insya Allah semata karena Petuah ini kang : Sebaik baik manusia adalah yang paling ber manfaat bagi manusia lainya.&amp;nbsp; tapi.... belum di ijinkan sama yang kuasa. sehingga sampai saat ini jabatan Kepala Dusun Dringu masih kosong. Apa nunggu aku berjuang lebih keras lagi kali ya...? Mohon Doa Restu semoga harapan ini terkabul. karena saya merasa sangat sulit untuk berpartisi pasi aktif secara maksimal bila kita berada di luar sistem. sebagai contoh mhon maaf saya mau cerita mengenai jalan lingkungan yang pernah kami usahakan pada awal 2007. membantu usaha tetangga yang melebarkan jalan setapak di lingkungan tinggalku. karena aku kerja jauh dari rumah sehingga aku tidak bisa ikut secara langsung. maka akupun membayar orang untuk bekerja menggantikan ku. dengan waktu yang agak sulit ku bagi akhirnya ada juga kesempatan untuk berkumpul dengan para tetangga kamipun mengundag Pak Kadus, dan perangkat lain dilingkungan kami.termasuk pak Rt dan ketua karang taruna serta ketua remas di dukuh kami.akhirnya kamipun berkumpul dan mengadakan kesepakatan membuat kepanitiaan pembangunan jalan kampung kebetulan saya ditunjuk sebagai Ketua. Dengan jerih payah warga yang bergotong royong dan dengan segenap ke ikhlasan dari warga yang meng hibahkan sebagian tanahnya (tertuang dalam surat perjanjian hibah bermaterai yang sampai saat ini masih saya simpan) tanah yang semula hak milik dihibahkan dengan suka rela sebagai akses jalan lingkungan. ditambah dana hibah dari sebuah BUMN &lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;PT&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;PELABUHAN&lt;/i&gt; INDONESIA &lt;i&gt;III&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;PERSERO&lt;/i&gt;) melalui program bina lingkungan. yang waktu itu diserah kan langsung ke kampung kami jauh - jauh dari Surabaya oleh ketuanya yaitu Bapak Sudiro bersama Direktur Keuangan Bapak Wahyu Suparyono dan di dampingi oleh staf bina lingkungan Bapak Ishaq Surya Darma serta satu lagi saya lupa namanya.Penyerahan bantuan dilaksanakan di masjid yang ada dalam gambar peta di kolom sebelah. Terima kasih untuk mereka semua yang telah peduli.Semoga tuhan memberikan balasan setimpal atas kepedulianya. sehingga jadilah jalan kampung yang di harapkan warga walaupun hanya makadam koral dan diratakan dengan pedel. kami sempat ber angan akan memiliki jalan lingkungan yang baik. Akan tetapi pupus sudah harapan kami. jalan itu kini sudah sangat memprihatinkan. semenjak pergan tian pimpinan desa hingga saat ini tidak ada perhatian dari desa pada lingkungan kami. sudah berulang kali kami mencoba untuk mengetuk hati mereka, baik melalui BPD maupun forum lain bahkan dalam pertemuan walimurid disekolahan_pun kami singgung. tetap juga belum ada respon jangan kan hanya sekelas jalan lingkungan, jalan jalan desa yang melewati kampung kami pun kondisinya sudah sangat memprihatinkan. tidak lagi kelihatan aspalnya. sepanjang jalan yang ada adalah batu-batu sebesar kepalan tangan atau bola kasti yang lepas kesana kemari jika di lewati kendaraan ber motor.bahkan kadang ada yang mental entah kemana. sungguh sangat membahayakan.Termasuk juga jalan akses menuju komplek pemakaman dan dan mushala MBAH NAGGUL seperti yang di sebutkan kang Yitno. semoga postingan ini dibaca juga olah yang berwenang di bidangnya seperti harapan kang yitno. dan tentunya juga Harapan semua Warga Dringu. &amp;nbsp; &lt;span class="tl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2241972185973690234?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/2241972185973690234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/12/pembangunan-pedesaan-yang-berkelanjutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2241972185973690234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2241972185973690234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/12/pembangunan-pedesaan-yang-berkelanjutan.html' title='pembangunan pedesaan yang berkelanjutan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TP0YK1ieUeI/AAAAAAAAA7E/V1deXREezfc/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5376900114018411709</id><published>2010-09-24T08:37:00.000+07:00</published><updated>2010-10-09T01:44:36.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>warga ngamuk pelantikan kades gagal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Pelantikan Pujiono, 42, sebagai Pjs Kepala  Desa (Kades) Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, gagal  dilaksanakan. Pasalnya, ratusan warga mendatangi kantor Kecamatan tempat  digelarnya pelantikan sambil mengamuk untuk membubarkan pelantikan  tersebut, Kamis (23/9). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rencananya, Pujiono dilantik sebagai Pjs Kades Bangunrejo  menggantikan Sunjani yang telah dipecat karena terlibat kasus  penggelapan dan Raskin dan Alokasi Dana Desa (ADD). Pemecatan tersebut  sebagaimana SK Bupati Tuban, Haeny Relawati nomor :  188.45/04/KPTS/414.106/2010.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak pagi ratusan warga sudah berkumpul di halaman Kantor Kecamatan  Soko. Dengan dijaga puluhan aparat kepolisian dari Polres Tuban, massa  yang tertahan di depan pintu gerbang terlihat semakin beringas. Sambil  terus meneriakkan aspirasinya, massa berusaha menerobos barikade aparat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sempat terjadi beberapa kali aksi saling dorong antarmassa dengan  petugas keamanan. Bahkan, ratusan warga berusaha merobohkan gerbang  dengan mendorong berulang-ulang. Akibatnya, proses pelantikan Pjs Kades  Bangunrejo ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Protes ini terjadi lantaran warga tidak setuju Pujiono dilantik  sebagai kades. “Penolakan ini sudah kita lakukan sejak beberapa waktu  lalu. Pujiono sendiri telah membuat surat pernyataan bahwa dia tidak  bersedia diangkat menjadi pjs kades. Tapi, kenapa sekarang malah mau  dilantik,” ujar Agus, 37, salah satu pedemo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, warga juga mendesak agar SK pemecatan yang dikeluarkan  oleh Bupati Tuban Haeny Relawati terhadap Kades Sunjani, dibatalkan.  Alasannya, warga masih berharap Sunjani tetap memimpin di Desa  Bangunrejo. “Kita ingin Pak Sunjani tetap menjabat sebagai kades. Karena  itu, SK pemecatanya harus dicabut,” teriak warga lain dalam aksinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa jam kemudian, massa berhasil ditenangkan setelah aparat  keamanan dan Camat Soko, Kusmindar menyatakan bahwa proses pelantikan  dibatalkan. “Demi keamanan, pelantikan kami tunda sampai batas waktu  yang belum ditentukan,” terang Kusmindar.nst31 Sumber : &lt;a href="http://www.surya.co.id/2010/09/24/warga-ngamuk-pelantikan-kades-gagal.html"&gt;&lt;b&gt;Surya&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5376900114018411709?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/5376900114018411709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/10/warga-ngamuk-pelantikan-kades-gagal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5376900114018411709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5376900114018411709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/10/warga-ngamuk-pelantikan-kades-gagal.html' title='warga ngamuk pelantikan kades gagal'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-8072838278865335206</id><published>2010-09-06T00:02:00.002+07:00</published><updated>2010-09-06T00:22:46.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kriminal'/><title type='text'>Maling Motor yang Ditangkap Massa di Widang - Curanmor Lintas Tuban-Bojonegoro</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban - Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor  (curanmor) yang ditangkap massa di sawah Dusun Temas, Desa Compreng,  Kecamatan Widang pada Jumat (3/9) lalu langsung menjalani sejumlah  rangkaian interogasi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, untuk sementara kedua pelaku, M.  Thokol, 42, dan Sulaeman, 35, keduanya warga Bojonegoro juga terungkap  mencuri di lima tempat kejadian perkara (TKP) lainnya. Lima TKP  tersebut, Vega warna silver di jalan dekat pabrik Petrochina, Desa  Rahayu, Kecamatan Soko (2006); Honda Supra 125 warna merah di SPBU  Rengel (2008); dan Yamaha Jupiter biru di wilayah Kecamatan Kapas,  Bojonegoro (2007). Berikutnya, Supra 125 di Sumberejo, Bojonegoro serta  Supra di jembatan Glendeng, Bojonegoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban  Iptu Budi Santoso mengatakan, selain menjalani sejumlah rangkaian  pemeriksaan untuk mengungkap tempat kejadian perkara (TKP) lainnya, dua  tersangka juga diinterogasi untuk mengungkap penadah motor hasil  kejahatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Budi, sangat mungkin TKP yang diakui dua  pelaku curanmor ini lebih sedikit dibanding dengan tindak pidana yang  dilakukan. ''Ini yang terus kami dalami. Sangat mungkin, banyak TKP yang  disembunyikan. Petunjuk inilah yang masih kami gali,'' tegas dia.&lt;br /&gt;Dua  maling motor ini ditangkap setelah tepergok saat beraksi di jalan sawah  Dusun Temas, Desa Compreng, Kecamatan Widang. Kejadian tersebut berawal  saat motor Supra 125 milik Pardam, 38, warga desa setempat diparkir di  pematang sawah. Saat itu, kedua pelaku yang tengah melintas dengan motor  Smash yang belum diketahui identitasnya langsung menyatroni. Sulaeman  menjadi eksekutor pencurian tersebut. Dia turun dan merusak paksa kunci  motor korban. Sementara Thokol menunggu diatas motornya. Saat hendak  kabur, korban memergokinya dan meneriaki maling. Dalam pengejaran  tersebut kedua pelaku berhasil ditangkap. Massa yang emosi menghajarnya  dan membakar motor yang dipakai operasi. &lt;b&gt;(ds/wid) &lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=178316"&gt;Radar  Bojonegoro                 &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-8072838278865335206?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/8072838278865335206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/09/maling-motor-yang-ditangkap-massa-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8072838278865335206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8072838278865335206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/09/maling-motor-yang-ditangkap-massa-di.html' title='Maling Motor yang Ditangkap Massa di Widang - Curanmor Lintas Tuban-Bojonegoro'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4681588433815651000</id><published>2010-08-25T20:33:00.000+07:00</published><updated>2010-08-25T20:33:03.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Manula Tewas Ditabrak Motor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban - Kecelakaan lalu lintas di Tuban Minggu (22/8)  petang kembali memakan korban jiwa. Kali ini terjadi di jalan Desa Sumur  Cinde, Kecamatan Soko. Samidah, 70, korban kecelakaan tersebut tewas  dalam perawatan medis di Puskesmas setempat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber di Mapolres  Tuban menyebutkan, kecelakaan tersebut bermula saat motor nopol S 4992  EF yang dikemudikan Wahyudi, 31, dan Muslih, 19, keduanya warga desa  setempat melaju dari utara. Tanpa sebab yang jelas pengemudi motor ini  tak memperhatikan jalan di depannya. Sehingga Samidah yang berjalan kaki  menyeberang dari barat badan jalan dilanggarnya. Akibat ditabrak motor  tersangka, manula ini terkapar dan mengalami pendarahan serius di  kepala. Korban yang mengalami luka serius tewas dalam perawatan medis di  Puskemas Soko.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kanit Laka Satlantas Polres Tuban Iptu Fakih  mengatakan, pemicu kecelakaan tersebut untuk sementara diindikasi akibat  pengemudi motor tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya.  ''Sementara itu hasil sementara keterangan saksi dan olah tempat  kejadian perkara,'' kata dia&lt;b&gt;.(ds)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=176260"&gt; Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4681588433815651000?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/4681588433815651000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/08/manula-tewas-ditabrak-motor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4681588433815651000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4681588433815651000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/08/manula-tewas-ditabrak-motor.html' title='Manula Tewas Ditabrak Motor'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2949839081156803659</id><published>2010-07-31T00:19:00.000+07:00</published><updated>2010-07-31T00:19:16.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerek'/><title type='text'>Sawi, Dukun Aborsi yang Praktiknya Dibongkar Polisi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                       &lt;b&gt;Andalkan Dua Batu Bertuah dan Minyak Goreng&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Nama Sawi sebagai dukun aborsi di Desa Tengger, Kecamatan Kerek,  sudah lama dikenal. Teknis menggugurkan kandungan pasiennya pun  tergolong unik. Yakni, memadukan teknis pijat dan meminum air dari  rendaman dua batu bertuah yang dicampuri minyak kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DWI SETIYAWAN, Tuban&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEMAMPUAN Sawi untuk mengingat sesuatu tampaknya  sudah payah. Jangankan awal mulai praktik perdukunan, umurnya sendiri  pun tak diingat. Selama diwawancarai koran ini di ruang Unit  Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban Selasa  (27/7) siang, dia berkali-kali mengerutkan dahinya untuk mencoba  memanggil kembali memori di otaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi lain yang khas  adalah memainkan ujung bagian kanan bawah kebayanya. Dua ekspresi itulah  yang berulang-ulang dilakukan wanita yang seluruh kulitnya berkeriput  ini. Saat ditanya umurnya, Sawi dua kali menyebut berbeda. Pertama, dia  mengaku 55 tahun. Tak berselang lama, Sawi menyebut 65 tahun. Salah satu  hal yang masih diingat dia adalah teknis menggugurkan kandungan ala  perdukunannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawi mengungkapkan, dalam menangani pasiennya  yang ingin kandungannya diaborsi, dirinya sangat berharap dari dua batu  kecil yang diyakininya sangat bertuah. Batu yang ditemukan pada dua  makam punden yang dikeramatkan di desa setempat sekitar tahun lalu  itulah yang jadi andalannya. "Saya mendapat petunjuk mimpi menggunakan  batu itu untuk menolong orang," tegas nenek satu anak dan satu cucu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk  mimpi itulah yang rutin dipratikkan setiap kali menangani wanita hamil  yang minta janinnya digugurkan. Urutannya, dia mengambil minyak kelapa  untuk diteteskan pada dua batu bertuahnya. Setelah itu, barulah kedua  batu tersebut dicemplungkan ke dalam gelas berisi air. Air inilah yang  diminumkan kepada pasien setelah lebih dulu batunya diambil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  tradisi masyarakat Jawa, minyak kelapa banyak digunakan dukun beranak  untuk memudahkan proses persalinan ibu melahirkan akan ditangani. Cara  menggunakan minyak ini sama dilakukan Sawi, yakni mencampurkan dalam  minuman. Tapi benarkah minyak kelapa teruji secara medis menggugurkan  kandungan? Ini yang tidak pernah ada dalam referensi dunia kedokteran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  untuk membunuh janin yang menempel di rahim, Sawi menggunakan teknis  pijat seperti dilakukan dukun aborsi lain yang pernah diungkap polisi.  Sejumlah tetangga Sawi mengungkapkan, selain diminumi air bertuah,  pasien aborsi juga dipijat perutnya. Kepada polisi, mereka mengatakan,  wanita hamil yang ditangani tidak langsung janinnya keluar. Namun, butuh  waktu relatif lama rata-rata satu bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan warga itu  klop dengan hasil pemeriksaan Uswatun, pasien yang diamankan petugas di  tempat praktik Sawi. Dia mengatakan, selama sepekan menginap, setiap  hari perutnya diurut. Setelah itu, dia pulang satu minggu. Pekan  berikutnya, dia balik lagi dan menginap. Karena masih proses, janinnya  belum keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pengakuan itu tak diakui Sawi. Dia  mengatakan, dirinya memang bermaksud mengupayakan gugurnya kandungan  pasien-pasiennya. Itu pun baru proses dan belum membuahkan hasil. Sawi  juga menampik dirinya menggunakan teknis pijat. "Pijat bukan untuk  pasien yang hamil," kata wanita yang tak pernah mengenyam bangku sekolah  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di Desa Tengger,  Kecamatan Kerek yang diduga dijadikan tempat praktik dukun pijat aborsi,  Senin (26/7) petang digerebek Unit Opsnal I Satreskrim Polres Tuban.  Selain menciduk Sawi, pemilik rumah sekaligus dukun aborsi, polisi juga  mengamankan tiga wanita hamil yang jadi pasiennya. Mereka, Hidayah, 20;  warga Kecamatan Parengan yang hamil 6 bulan; Uswatun, 22, asal Desa  Mulyoagung, Kecamatan Singgahan (5 bulan); dan Kustantiah, 21, Desa  Sokosari, Kecamatan Soko (5 bulan). Sebagai barang bukti, polisi  mengamankan dua batu yang dipakai untuk prosesi menggugurkan kandungan  dan sebuah botol minyak goreng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik aborsi Sawi diperkirakan  berlangsung lama. Pasiennya tidak hanya dari Tuban, namun dari sejumlah  daerah di luar kota. Tarifnya Rp 4 juta per pasien. Wanita yang jadi  pasiennya tidak hanya yang hamil muda. Mereka yang hamil tua, 7-8 bulan,  pun dapat ditangani. Pasien yang meminta janinnya digugurkan adalah  yang kehamilannya tidak dikehendaki. Sebagian besar hasil hubungan  gelap.&lt;b&gt; (*/fiq)&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=172396"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2949839081156803659?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/2949839081156803659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/07/sawi-dukun-aborsi-yang-praktiknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2949839081156803659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2949839081156803659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/07/sawi-dukun-aborsi-yang-praktiknya.html' title='Sawi, Dukun Aborsi yang Praktiknya Dibongkar Polisi'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-6387936625592849999</id><published>2010-07-12T22:02:00.006+07:00</published><updated>2010-07-13T22:23:55.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Isyu Penculikan Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUBAN - Merebaknya isu penculikan anak di Tuban meresahkan sebagian masyarakat. Gejala itu setidaknya bisa dirasakan dari kekhawatiran orang tua untuk melepas anaknya bermain di luar rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merebaknya isu penculikan anak santer diembuskan melalui pesan singkat (SMS) dan obrolan. Selama sepekan terakhir, wartawan koran ini mendapatkan lima SMS bernada ancaman penculikan dari nomor yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isinya, mohon diimbau kepada masyarakat Tuban dan sekitarnya bagi yang punya anak kecil agar berhati-hati dengan orang yang naik mobil APV silver L 185X GU. Tolong diwaspadai dan disebarluaskan ke TK dan SD. Sudah hampir terjadi korban penculikan di (menyebut salah satu kecamatan) tadi sore. Mobil ini menaikkan 2 anak kecil dan 3 di antaranya ditemukan mati dengan organ tubuh hilang mengenaskan. Info ini dari Kanit Serse (menyebut salah satu Polres) nomor ponsel 081216626xxx. Sebarkan segera berita ini sebelum ada korban lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara obrolan penculikan sering terdengar di perkampungan. Tak jelas dari mana sumber isu penculikan yang merebak melalui SMS maupun obrolan tersebut. Merebaknya isu ini mengakibatkan para orang tua dihinggapi rasa cemas setiap kali anaknya bermain di luar rumah. Sebagian di antaranya yang ketakutan berlebihan melarang anak-anaknya bermain di luar.&lt;br /&gt;''Biasanya anak saya perbolehkan bermain di luar gang kampung. Sekarang di rumah saja,'' kata Nurul, warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isu ini juga berakibat sejumlah pos keamanan lingkungan (poskamling) di sejumlah kawasan Kota Tuban meningkatkan pengamanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapolsek Tuban AKP Yani Susilo mengakui, merebaknya isu penculikan anak di wilayah hukumnya. Terkait isu tersebut, dirinya sering mendapat pertanyaan dari masyarakat tentang kebenaran kabar itu. Menurut Yani, kabar penculikan tersebut hanyalah isu. Karena itu, masyarakat tidak perlu menanggapinya terlalu serius sehingga merasakan keresahan yang berlebihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mantan Kapolsek Ngraho, Bojonegoro ini menambahkan, tidak ada salahnya masyarakat meningkatkan pengamanan di lingkungannya dan meningkatkan kewaspadaan. Terkait isu tersebut, Polsek Tubah sudah melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (ds)Radar Bojonegoro&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-6387936625592849999?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/6387936625592849999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/07/isyu-penculikan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6387936625592849999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6387936625592849999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/07/isyu-penculikan-anak.html' title='Isyu Penculikan Anak'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-3923538773623917590</id><published>2010-07-01T23:00:00.003+07:00</published><updated>2010-07-02T17:29:21.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kriminal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Isu Penculikan Anak di Bawah 10 Tahun Gegerkan Warga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua hari lalu ada sms masuk, (maklum Aku lagi mengungsi di Surabaya)sayang sudah ku hapus karena kuanggap hanya isyu dan gak begitu penting. dari mantan pacarku (sekarang dah jadi istri) seandainya sekedar kenal dan kirim salam itu di bilang pacaran. hehe. yang jelas saat ini dia_lah (menurutku), satu-satunya orang yang dengan setia menunggu kehadiranku(semoga)&amp;nbsp; Disamping kedua Buah hatiku yang tercinta InsyAllah. isinya kurang lebih begini. ( SMS sebenarnya dalam bahasa jawa) Dari Polsek Bojone goro Plat Nomor mobil Penculik Anak &lt;b&gt;L.......&lt;/b&gt;(sudah lupa) Sekedar memancing mungkin ada yang salah ku balas SMS tersebut. Kok polres Bojonegoro Tahu nomormu?( Semenjak Peristiwa &lt;a href="http://sokotuban.blogspot.com/2008/05/sms-teror.html"&gt;SMS TEROR&lt;/a&gt; yang ku ceritakan dulu itu Nomor hp mantan pacarku di ganti dan tidak sembarangan orang di kasih, termasuk tidak mengisi pulsa Elektrik di sembarang counter penjual pulsa) Jawabnya. INi tadi info dari&amp;nbsp; Janda sebelah rumah.. tadi anak Gambor (Nama sebuah dusun dikampungku) mau di culik di sebelah timur sekolahan SD (" lokasinya memang sepi jarak antar pedukuhan Hampir satu kilo meter terbentang di tengah persawahan dengan jalan ber kelok") sudah dinaikan sepedah motor. anaknya teriak-teriak, ketahuan suaminya kom (tetanggaku) kemudian anak itu dilepaskan. Lalu kubalas " Yang menculik orang berapa?". Dijawab.Gak ngerti Aku cuman dengar dari tetangga, Gak lihat sendiri. Tapi Aku di SMS .......(ponakan istriku) anak Njalin (sebuah kampung di desa sebelah) dan anak Jati (Nama sebuah Desa) yang kabarnya hilang belum ketemu. ku abaikan SMS itu. Dan karena memory hp dah penuh delet aja semua SMS yang keluar maupun masuk, Sampai tadi pagi aku di SMS lagi, Anak Jati yang hilang ketemu dibuang di sungai. Jantung, Hati &amp;amp; Ampelanya hilang.Ditinggali uang satu juta."&lt;i&gt;&lt;b&gt;Astaghfirrullah" &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Setengah tidak percaya aku membaca SMS ter sebut "Benarkah...?!?!?!!!" Karena penasaran. maka kubalas dengan pertanyaan. Dibuang dikali mana Ma? Jawabnya Singkat. Gak ngerti. Nah Kan...?(Gak ngerti lagi) semoga saja tidak bener bener kejadian seperti itu. kuteruskan pertanyaanku. Sampean Dikasih Tahu siapa...? Dijawab. &lt;b&gt;.............&lt;/b&gt;(Menyebut nama tetanggaku) Jadi penasaran Benar atau tidak ya...? Atau barang kali memang aku yang ketinggalan berita, kulihat situs web radar bojonegoro...? Hasilnya nihil. Gak ada berita tentang penculikan. Ahirnya seperti biasa . Merapal aji pamungkas sun matak aji goggling dengan kata kunci &lt;a href="http://www.google.co.id/search?q=penculikan+soko+tuban&amp;amp;ie=utf-8&amp;amp;oe=utf-8&amp;amp;aq=t&amp;amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;amp;client=firefox-a"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;penculikan soko tuban&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; Hasilnya......? silahkan klik kata kunci diatas. pada baris teratas search engine tersebut terpampang ringkasan Berita yang aku cari ("Aku memang sudah ketinggalan Berita") dan setelah masuk Webnya Terdapat berita seperti ini.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; – Isu penculikan anak di bawah usia 10 tahun dengan motiv ritual sepekan belakangan  beredar luas di wilayah Kabupaten Tuban.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dugaan penculikan guna kepentingan ritual pesugihan, kesaktian termasuk pula untuk tumbal proyek itu, lantaran percobaan penculikan ini tidak diikuti dengan pesan, baik melalui SMS (short massage service) lewat ponsel maupun pesan lainnya, dengan meminta tebusan uang kepada keluarga korban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tengara penculikan dengan sasaran bocah yang masih duduk di bangku SD tersebut, dikuatkan dari serangkaian upaya merenggut paksa terhadap para anak-anak di Kecamatan Kota Tuban, Semanding, Rengel, Soko, Tambakboyo, Widang, Plumpang, serta beberapa kawasan di Tuban belahan barat seperti Kecamatan Jatirogo, Parengan, Senori dan Kecamatan Kerek yang berada di kawasan PT Semen Gresik (PT SG) pabrik Tuban.&lt;span id="more-6250"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walau pun belum sempat ada anak-anak yang berhasil dibawa kabur penculik, bukan berarti lantas membuat para orang tua yang ada di Bumi Wali-sebutan lain Kota Tuban- tak mengambil sikap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Justru situiasi seperti inilah yang harus diwaspadai para orang tua. Kaena bisa jadi isu penculikan terhadap ank-anak itu dihembuskan sendiri oleh komplotan penculik sebagai uaha menciptakan situasi horor di tengah masyarakat,” kata Ketua LSM WAR (Wahana Aspirasi Rakyat) Tuban, Bambang Lukmanto.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut aktifis kemanusiaan, lingkungan dan hukum ini, para orang tua dengan anak-anak yang mauk target penculikan harus lebih ekstra hati-hati terhadap semua orang asing di lingkungan sekolah maupun lingkungan di mana mereka tinggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengantisipai agar tak membuat situasi semakin horor, saat ini Bambang dengan para relawannya tengah melakukan penelusuran terkait kebenaran isu penculikan tersebut. Dengan begitu, dia berharap segera mendapatkan akurasi data yang digali di lapangan. Termasuk mencari tahu siapa sejatinya yang mengembuskan isu di tengah kecanggihan informasi saat ini, serta motif di sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara, keheningan pagi awal musim kemarau di Dusun Tawangsari, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, sedikit terusik menyusul muncul kabar adanya usaha penculikan terhadap salah seorang anak usai mengikuti pengumuman kenaikan kelas di SDN Ngadirejo II akhir pekan kemarin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterangan warga, beruntung siswa cewek yang baru saja naik naik ke kelas 4 ini tergolong mujur. Saat berpisah pulang dari rombongan siswa lain pasca pengumunan kenaikan perawan kencur ini dicegat serombongan orang tak dikenal dengan mengendarai Phanter warna silver berplat nomor L.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih keterangan warga, semula salah satu dari lima lelaki itu menanyakan rumah kepala desa. Karena mengaku bingung dengan keterangan bocah yang tinggal di bantaran Bengawan Solo, para rombongan yang diduga berasal dari Surabaya berdasar plat nomor kendaraan yang ditumpanginya, berusaha membujuk gadis kelas 4 SD itu naik Phanter menuju rumah kepala desa dengan memberinya sebatang permen coklat jenis Silver Queen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun baru saja rombongan akan beranjak masuk mobil mendadak muncul sejumlah warga yang baru saja pulang dari sawah. Karena curiga, para petani ini berusaha meminta penjelasan akan diajak kemana gadis kecil itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecurigaan warga kian menjadi, karena belum sempat memperoleh jawaban mendadak mobil Phanter yang mengangkut rombongan lelaki berpenampilan flamboyant itu sudah keburu kabur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Padahal, saat itu sama sekali tak terlintas di benak kami bahwa mereka adalah orang-orang yang diduga akan melakukan penculikan. Informasi itu baru kami dengar dari Pak Kades setelah kami melaporkan kejadian tersebut,” terang sejumlah warga saat rehat makan siang di Dusun Tawangsari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, warga tak sempat menghafal plat nomor kendaraan yang ditumpangi orang-orang mencurigakan itu, karena konsentrasinya hanya menyelamatkan bocah yang baru saja naik kelas 4 tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yang ada dalam pikiran kami saat itu bagaimana agar bocah SD ini tak jadi dibawa rombongan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah datang ke desa kami. Tapi yang pasti kami tak pernah berpikir bahwa mereka adalah orang-orang jahat,” imbuh warga. sumber (&lt;a href="http://www.maiwanews.com/berita/isu-penculikan-anak-di-bawah-10-tahun-gegerkan-warga/"&gt;maiwanews&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terahir Info yang berhasil terhimpun bahwa kabar adanya anak yang dibunuh dibuang di kali dan diambil hati jantung dll serta ditinggali sejumlah uang, di desa Jati Hanya isyu !!!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-3923538773623917590?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/3923538773623917590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/07/isu-penculikan-anak-di-bawah-10-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3923538773623917590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3923538773623917590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/07/isu-penculikan-anak-di-bawah-10-tahun.html' title='Isu Penculikan Anak di Bawah 10 Tahun Gegerkan Warga'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1986279852102089002</id><published>2010-06-24T22:46:00.000+07:00</published><updated>2010-06-24T22:46:37.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Gelapkan Semen, Kenek Ditangkap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban &lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;&lt;/b&gt;- Hilangnya seratus sak semen yang diangkut truk armada PT Varia Usaha (VU) dari cargo PT Semen Gresik (SG) ke sebuah toko bangunan di Bekasi, Jabar, Sabtu (5/6) lalu terungkap. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengungkap pelakunya Dodik Candra alias Rohani, kenek truk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko ini tak mengakui perbuatannya. Selama diperiksa dia terus beralibi. Terungkapnya kasus tersebut berkat kejelian petugas meruntut perjalanan truk. Setelah mengisi muatan, saat keluar dari cargo PT SG, truk ini disopiri Rokani. Pengemudi sengaja menunggu di kantor PT VU di Desa Karangasem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, waktu truk ini keluar cargo ada jeda waktu hampir tiga jam untuk tiba di kantor VU. Padahal, untuk tiba di kantor perwakilan perusahaan armada ini hanya butuh 15 menit. Belakangan, terungkap jeda itu dimanfaatkan Rokani menurunkan 100 dari 1.200 sak semen yang diangkut di sebuah gudang kosong di Dusun Bogang, Desa Beji, Jenu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semen diturunkan dan terpal ditutup kembali, dia balik ke kantor perwakilan VU. Selama perjalanan mengirim semen ke Bekasi, Rokani bersikap wajar seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Muatan semen diketahui berkurang setelah dibongkar di Bekasi. Awalnya, PT VU dan pengemudinya tidak curiga kalau Rokani yang menggelapkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Jenu AKP Murni Kamariyah mengatakan, setelah dapat petunjuk kuat kenek truk yang menggelapkan muatannya, Rokani diinterogasi. Hasil penggelapan dijual pada orang tidak dikenal. Uang hasil penjualan semen diberikan tersangka kepada wanita bernama Nisan Rp 2 juta dan Rp 850 ribu dititipkan Juri warga Desa Beji. &lt;b&gt;(ds/fiq)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=166233"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1986279852102089002?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1986279852102089002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1986279852102089002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/06/gelapkan-semen-kenek-ditangkap.html' title='Gelapkan Semen, Kenek Ditangkap'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4723804156546159236</id><published>2010-06-08T06:59:00.000+07:00</published><updated>2010-06-08T06:59:32.898+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><title type='text'>Bermalam di Rumah Wanita Ditinggal Suami, Digerebek</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua orang berbeda jenis kelamin dan tanpa ikatan nikah yang tinggal serumah di Desa Ponco, Kecamatan Parengan, dinihari kemarin (6/5) digerebek warga desa setempat. Setelah diamankan di balai desa, pasangan itu diserahkan ke Mapolsek Parengan. Pasangan tersebut berinisial Hd, 38, yang tinggal di Surabaya dan It, 30, warga desa setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi dari petugas di Mapolres Tuban menyebutkan, It sudah lama ditinggal Sm, 42, suaminya bekerja di Batam. Hd bermalam di rumah It sejak Kamis (3/6) malam lalu. Mungkin, karena merasa aman, dia keasyikan bermalam di rumah tersebut. Setelah hari ketiga, Sm dan warga menggerebek. Kabarnya, Sm mendadak pulang setelah diberitahu salah satu warga setempat kalau istrinya tinggal serumah dengan pria lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Parengan AKP Hamdani membenarkan kalau pasangan yang tinggal serumah tersebut diamankan warga dinihari kemarin. Berdasar hasil pemeriksaan, kedua terlapor mengakui tinggal serumah. Namun, keduanya tidur di kamar sendiri-sendiri dan belum ditemukan alat bukti berzina. Menurut Hamdani, berdasar hasil pemeriksaan, Hd terpaksa menginap di rumah It karena Senin hari ini, dia akan melamar sebagai pengemudi di PT Exxon Mobil. ''Berdasar hasil pemeriksaan, hanya malam Hd di rumah It. Kalau siang, dia keluar,'' tutur mantan Kapolsek Rengel ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hamdani, kalau dalam penyidikan ditemukan alat bukti yang kuat keduanya berzina, maka kasus tersebut masuk delik aduan. Untuk penyidikannya, harus ada laporan dari salah satu istri atau suami pasangan tersebut. &lt;b&gt;(ds/yan)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=163093"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4723804156546159236?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4723804156546159236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4723804156546159236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/06/bermalam-di-rumah-wanita-ditinggal.html' title='Bermalam di Rumah Wanita Ditinggal Suami, Digerebek'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1673442919914731386</id><published>2010-05-30T22:26:00.000+07:00</published><updated>2010-05-30T22:26:42.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Tak Terbukti Mencabuli, Juru Kunci Dilepas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;Indikasi pencabulan terhadap Dahlia, 30, ibu rumah tangga warga Desa Selogabus, Kecamatan Parengan lemah. Karena tidak memenuhi unsur pidana, Dakhlan, 50, yang sehari sebelumnya diamankan akhirnya dilepas kembali. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, berdasar hasil penyidikan, tidak ada satu pun alat bukti yang menguatkan perbuatan cabul sebagaimana dituduhkan terhadap terlapor. Ditegaskan dia, Dakhlan juga tidak bisa dijerat dengan tuduhan pemerkosaan karena tidak ada perlawanan dari Dahlia, pelapor kasus tersebut. Begitu juga dengan tuduhan perzinahan karena tidak ada laporan dari suami atau istri keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Budi, dalam penyidikan kasus tersebut, anggotanya sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Namun, keterangan para saksi tersebut sangat lemah untuk menyidik perkara tersebut. ''Karena tidak memenuhi unsur, penyidikan kita hentikan,'' tandas mantan Kaurbinops Reskrim Polres Tuban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kapolsek Parengan AKP Hamdani mengatakan, sebelum melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban, Dahlia datang ke Mapolsek Parengan untuk mengadukan kasus yang sama. Karena dalam penyidikan perkara tersebut anggotanya tidak menemukan unsur pidananya, ibu satu anak tersebut mengusung kasus yang sama ke mapolres.&lt;b&gt;(ds/wid)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=161445"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1673442919914731386?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1673442919914731386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1673442919914731386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/tak-terbukti-mencabuli-juru-kunci.html' title='Tak Terbukti Mencabuli, Juru Kunci Dilepas'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1690793842286586381</id><published>2010-05-28T10:35:00.001+07:00</published><updated>2010-05-28T10:38:23.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parengan'/><title type='text'>Diajak Lelaku Spiritual, Pemilik Warung Disetubuhi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Kasus asusila kembali terjadi di Tuban. Kali ini korbannya, Dahlia, 30, warga Desa, Kecamatan Parengan. Ibu berputra satu itu mengaku dipaksa berhubungan intim dengan Dakhlan, 50, juru kunci makam Karangkali di Desa Mentoro, Kecamatan Soko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan asusila tersebut terjadi di rumahnya Desa Selogabus, Kecamatan Parengan Senin (17/5) lalu sekitar pukul 23.00 saat Dahlia diajak tersangka melakukan prosesi spiritual. Lelaku tersebut terkait permintaan korban agar warungnya laris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski perbuatan tersebut berlangsung lebih dari satu pekan, kasus ini baru kemarin (27/5) dilaporkan Dahlia ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban. Setelah menerima laporan, polisi lalu meringkus Dakhlan di kompleks makam Karangkali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahlia kepada wartawan koran ini menuturkan, awalnya dia diguyur dengan tiga air gayung di kamar mandinya. Saat itu, wanita berambut lurus ini mengenakan daster. Setelah diguyur air, Dahlia ditinggalkan tersangka untuk ganti baju. Saat korban melepas baju, Dakhlan masuk kamar mandi dan memaksa untuk berhubungan intim. ''Kalau mau melayani, warung saya akan laris,'' kata dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalau menolak, maka seluruh anggota keluarganya akan dibunuh. Menurut Dahlia, sebelum tersangka ke rumahnya untuk mengajak prosesi spiritual, paginya dia mendatangi makam Karangkali. Setelah menyampaikan hajatnya untuk meminta pelarisan warungnya, korban dimintai uang Rp 240 ribu untuk biaya lelaku spiritual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakhlan yang dikonfirmasi sebelum diperiksa menampik tuduhan tersebut. Dia mengakui, dirinya berhubungan badan dengan Dahlia sesaat setelah prosesi spiritual tersebut. Menurut juru kunci ini, hubungan badan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak ada paksaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, keduanya mengulangi lagi perbuatan tersebut dua kali di tempat lain. Dakhlan juga membantah keperluan Dahlia datang untuk pelarisan. ''Yang benar, dia memiliki hajat agar suaminya yang sebulan minggat kembali pulang,'' tutur dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, setelah menerima laporan, penyidiknya memeriksa pelapor dan terlapor. Juga sejumlah saksi. Menurut dia, seluruh keterangan tersebut akan dipelajari untuk menentukan apakah ada unsur pidananya. ''Kalau memenuhi unsur ya kita sidik,'' kata dia. &lt;b&gt;(ds/yan)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_2092198850"&gt;Radar Bojonegoro                                               &lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tglgray" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=161082"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;                      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1690793842286586381?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1690793842286586381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1690793842286586381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/diajak-lelaku-spiritual-pemilik-warung.html' title='Diajak Lelaku Spiritual, Pemilik Warung Disetubuhi'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-8244540428385367325</id><published>2010-05-21T17:22:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T17:22:37.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Digerebek Pos Kamling Arena Judi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gabungan Unit I dan Opsnal II Satreskrim Polres Tuban Rabu (19/5) sekitar 23.00 menggerebek sebuah pos kamling di Desa Klumpit, Kecamatan Soko yang dijadikan arena judi. Dalam penggerebekan tersebut, polisi hanya berhasil membekuk dua penjudinya. Mereka adalah Munadrip, 48, dan Tikno, 27, keduanya warga desa setempat. Sementara empat penjudi lain kabur. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan 1 set kartu remi dan uang taruhan Rp 169 ribu. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, menjelang dini hari itu, di pos kamling tersebut dihelat dua arena judi remi. Satu dihelat di dalam pos. Satu arena lain di luar pos dengan menggelar karung. Dikatakan Budi, dengan menurunkan sepuluh personel gabungan, satuannya berharap bisa membekuk seluruh penjudi yang menjadikan pos kamling sebagai ajang permainan mengadu untung tersebut. Selain memperbanyak personel yang diturunkan, strategi menggerebek arena judi tersebut juga dimaksimalkan. Diterangkan Budi, unit gabungan tersebut dibagi dalam tiga kelompok yang dipencar untuk mendekati pos kamling dari tiga arah mata angin. ''Sesaat sebelum mendekati sasaran, para penjudi kabur,'' tandas dia. Ditegaskan Budi, di tengah kegelapan malam tersebut, anggotanya terlibat kejar-kejaran dengan para penjudi yang semburat&lt;b&gt;.(ds)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=159644"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-8244540428385367325?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8244540428385367325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8244540428385367325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/digerebek-pos-kamling-arena-judi.html' title='Digerebek Pos Kamling Arena Judi'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2941829161331413253</id><published>2010-05-21T00:49:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T00:49:33.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><title type='text'>Banjir di Tuban Mulai Surut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banjir yang sempat menggenangi sejumlah desa di Tuban mulai surut. Saat ini air Bengawan Solo sudah menurun. &lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Meski surut namun hingga kemarin (19/5), tinggal dua desa yang masih terendam air banjir. Yakni, Desa Ngadirejo dan Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel. Meski masih ada air, namun sudah tak lagi masuk pemukiman warga. Air hanya merendam sebagian jalan poros desa. Itupun ketinggianya hanya sekitar mata kaki orang dewasa. ''Kondisinya saat ini sudah surut,'' kata Camat Rengel, Tadjudin Tebyo kepada Radar Bojonegoro kemarin sore. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu sejumlah desa lainnya sudah tak terendam lagi. Antara lain Desa Patihan, (Kecamatan Widang) dan Desa Sandingrowo, Desa Mojoagung, Glagahsari (Kecamatan Soko). Tak hanya itu, Desa Kebomelati, Kecamatan Plumpang juga sudah tak tergenang lagi. &lt;b&gt;(zak/nas)&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=159441"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2941829161331413253?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2941829161331413253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2941829161331413253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/banjir-di-tuban-mulai-surut.html' title='Banjir di Tuban Mulai Surut'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2699814845565440210</id><published>2010-05-19T22:36:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T22:36:46.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Lima Desa Masih Tergenang Banjir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga kemarin (19/5) banjir masih menghantui lima desa di tiga kecamatan. Yakni, Desa Patihan, Kecamatan Widang; Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; serta Desa Sandingrowo, Mojoagung, dan Glagahsari, Kecamatan Soko.&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebab, debit air Bengawaan Solo belum ada penurunan yang siginifikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Patihan, misalnya, sepanjang jalan poros desa setempat masih terendam banjir dengan ketinggian 10-30 cm. Di Desa Ngadirejo, ketinggian air juga masih sama dengan hari sebelumnya. Yakni, sebagian jalan poros desa setempat tergenang air dengan ketinggian sekitar 50 cm. Hal sama juga terjadi di Desa Glagahsari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Desa Sandingrowo, banjir juga masih merendam desa setempat dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketinggian 30 cm. Ada sekitar 10 rumah dan 25 hektare (ha) sawah yang terendam. Dan di Desa Mojoagung, ketinggian air sekitar 30 cm, dan menggenangi sekitar 40 ha sawah dan sekitar 500 meter jalan poros. "Yang jelas (banjir) relatif sudah turun, tetapi masih stabil seperti hari kemarin (Senin, 17/5)," ungkap Kasi Perlindungan Masyarakat Bakesbangpollinmas Tuban, Saefudin, saat dihubungi via ponselnya. Sejauh ini, lanjut dia, penanganan banjir masih ditangani pihak kecamatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Desa Kebomelati, Kecamatan Plumpang juga mulai terendam banjir. Jalan poros desa sepanjang 500 meter (m) terendam dengan kentinggian 50-70 cm. Desa tersebut jaraknya dekat dengan Bengawan Solo. "Namun belum ada rumah yang terendam," tegas Saiful, warga setempat. &lt;b&gt;(zak/fiq)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1586764099"&gt;Radar Bojonegoro                                               &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2699814845565440210?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2699814845565440210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2699814845565440210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/lima-desa-masih-tergenang-banjir.html' title='Lima Desa Masih Tergenang Banjir'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7843393054434319793</id><published>2010-05-18T22:27:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T22:34:18.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Banjir Meluas di Empat Kecamatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banjir dua hari akibat luapan Bengawan Solo, mulai Senin (17/5) hingga Selasa (18/5), meluas di empat kecamatan di Kabupaten Tuban. Daerah yang tergenang banjir kemungkinan akan lama surut mengingat berada di tanah cekungan dan belum ada tanggul di pinggir Bengawan Solo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecamatan yang digenangi air, yaitu Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang. Kecamatan Rengel dan Soko tercatat paling parah terendam banjir karena beberapa desa posisinya tepat di bantaran Bengawan Solo. Kondisi itu diperparah dengan belum adanya tanggul, sehingga air mudah masuk rumah dan areal persawahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : &lt;strong&gt;SUJATMIKO(&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/05/18/brk,20100518-248629,id.html"&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;strong&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7843393054434319793?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/7843393054434319793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/banjir-meluas-di-empat-kecamatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7843393054434319793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7843393054434319793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/banjir-meluas-di-empat-kecamatan.html' title='Banjir Meluas di Empat Kecamatan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2887269198143252383</id><published>2010-05-14T22:43:00.000+07:00</published><updated>2010-05-14T22:43:16.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Curi Motor Karena Sakit Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencurian motor Honda Supra X S 6503 HH di teras rumah Marsidin, warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko pada Rabu (5/5) malam dilatarbelakangi masalah keluarga. Berdasar hasil penyelidikan, pelaku pencurian adalah Anik Handayani, 30, keponakan korban dan suaminya Basir, 30. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Soko AKP Nur Asyik mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus itu berkat kejelian polisi atas alibi pasangan suami-istri (pasutri) yang juga warga desa setempat itu. Berdasar hasil pemeriksaan, saat pencurian, keduanya mengaku tidak berada di desa setempat. Pengakuan yang sama juga disampaikan kepada korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pengembangan penyelidikan, lanjut dia, anggotanya mendapat petunjuk kuat bahwa pasutri tersebut terlihat di teras rumah korban sesaat sebelum motor hilang. Dari petunjuk inilah, polisi kemudian memeriksa Basir dan Anik. "Setelah kita interogasi, mereka akhirnya mengaku," tegas Nur Asyik. Berdasar hasil pemeriksaan, motif pencurian tersebut karena kedua pelaku sakit hati dengan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kejadian sekitar pukul 22.00, Marsidin terlelap tidur di kamar. Pasutri ini dengan mudah menggondol motor karena kuncinya tergantung pada lubang kunci. Untuk menghilangkan jejak, motor curian ini dikendarai Basir menuju Plumpang. Sementara Anik yang mengendarai motornya sendiri membuntuti. Motor itu kemudian dititipkan di sebuah warung di Plumpang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menitipkan motor hasil curian tersebut, pasutri ini balik ke desanya. Kepada Marsidin, kedua pelaku kemudian menskenario cerita bahwa seolah-olah mereka tidak berada di desanya saat pencurian motor berlangsung. &lt;b&gt;(ds/fiq)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=158330"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2887269198143252383?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2887269198143252383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2887269198143252383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/curi-motor-karena-sakit-hati.html' title='Curi Motor Karena Sakit Hati'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-6244620921860068435</id><published>2010-05-13T20:05:00.000+07:00</published><updated>2010-05-13T20:05:14.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Mengaku Bujang, Bapak Satu Anak Cabuli Siswi SMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Mengaku masih bujangan, M. Yulianto, 25, warga Desa Cekalan, Kecamatan Soko berhasil memerdayai siswi salah satu SMA di Tuban. Bapak beranak satu itu mencabuli Bunga, 17, (bukan nama sebenarnya), di hutan Mangrove, Desa/Kecamatan Jenu Selasa (11/5) siang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memertanggungjawabkan perbuatan bejatnya, tersangka kemarin (12/5) ditahan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) yang dikomando Kanit Ipda Gufron. Sebagai barang bukti, petugas menyita motor S 5897 HO yang digunakan tersangka untuk melakukan tindakan biadab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso ketika dikonfirmasi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30. Siang itu, tersangka janjian dengan korban yang dikenalnya sejak empat bulan lalu. Dengan mengendarai motor, tersangka mengajak korban menuju hutan Mangrove di Desa/Kecamatan Jenu. Sesampai di lokasi yang berada di tepi pantai Tuban itu, tersangka mendudukkan korban di atas jok bagian depan. Dia lalu melancarkan rayuan untuk membujuk korban. Salah satunya, mengaku masih bujangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sebenarnya korban sudah berusaha menolaknya, namun tersangka membujuk akan mengawininya,'' tutur Budi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pencabulan yang dilakukan tersangka diketahui warga sekitar lokasi. ''Kemudian (tersangka dan korban) dibawa ke balai desa dan dilaporkan ke petugas. Orang tua yang tidak terima langsung melaporkan pencabulan ini,'' jelas Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, untuk memertanggungjawabkan perbuatannya itu,  tersangka langsung ditahan. &lt;b&gt;(zak/yan)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=158151"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-6244620921860068435?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6244620921860068435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6244620921860068435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/mengaku-bujang-bapak-satu-anak-cabuli.html' title='Mengaku Bujang, Bapak Satu Anak Cabuli Siswi SMA'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-6663241048915500682</id><published>2010-05-06T23:19:00.000+07:00</published><updated>2010-05-06T23:19:23.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Kambing Berlafadz Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seekor kambing jawa milik Subarjo, warga Dusun/Desa Mojomalang berbeda dengan kambing lainnya. Pasalnya, dikambing berwarna hitam bertanduk ini muncul lafadz mirip Allah. Lafadz berwaran puth itu berada diperut bagain kanan kambing. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Subarjo ketika ditemu dirumahnya mengatakan, lafadz itu muncul sejak lima tahun yang lalu. Yakni, saat kambing betina ini lahir. ''Saat itu sudah muncul, tapi belum begitu kelihatan,'' kata dia kemarin (5/5). Namun, lama kelamaan, bulu berwarna putih itu bernetuk lafadz Allah. ''Ya nggak tahu kok bisa seperti ini,'' terangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan dia, kambing betina yang muncul lafadz Allah ini sejak lima tahun lalu memiliki 13 kambing. ''Ya sering meteng, sekarang aja masih meteng,'' jelasnya. Dia menjelaskan, sebelumnya tidak ada firasat apapun. Namun, hanya mimpi sholat di Masjid. Selanjutnya, Subarjo tidak akan menjual kambing aneh ini, meski ada yang menawar dengan harga mahal. &lt;b&gt;(zak)&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1400550517"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1400550517"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-6663241048915500682?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6663241048915500682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6663241048915500682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/05/kambing-berlafadz-allah.html' title='Kambing Berlafadz Allah'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4846782685438833662</id><published>2010-04-05T20:05:00.003+07:00</published><updated>2010-04-08T21:03:35.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Tabrak Pelajar Hingga Tewas, Bus Mutiara Dirusak Massa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bus Mutiara Indah dirusak kemudian diterbalikan oleh warga di tepi jalan Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (5/4), setelah menabrak siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Soko hingga tewas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa juga mengakibatkan korban lainnya luka parah. Sementara itu, sopir bus melarikan diri dan kini berada di kantor Kepolisian Resor (Polres) Tuban. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga saat ini, ratusan warga setempat masih memadati lokasi, sehingga membuat arus lalulintas di jalur provinsi itu tersebdat. Sebab, pihak aparat masih berusaha mengevakuasi bus dari pinggir jalan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, mulanya sekitar pukul 12.00 WIB bus &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mutiara Indah bernomor polisi S 7179 UE yang dikemudikan Sukar, 55, melaju dengan kencang dari arah selatan menuju ke Tuban. Saat itu, bus sedang berkejar-kejaran dengan bus Cendana yang tidak diketahui nomor polisinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, saat melintas di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul sepeda motor S 5757 GD yang dikemudikan Imam Salafudin, 13, warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, berboncengan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dengan Dewi Putri Nindiya, 13,  warga Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena tidak menguasai laju kendaraan, bus Mutiara Indah yang dikemudikan warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, itu akhirnya menabrak sepeda motor kedua remaja tersebut. Akibat kejadian tersebut, Imam meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. Sedangkan Dwi mengalami luka. Korban langsung dibawa ke puskesmas Kecamatan Soko. Sumber :&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2010/04/05/133957/125/101/Tabrak-Pelajar-Hingga-Tewas-Bus-Mutiara-Dirusak-Massa"&gt;mediaindonesia&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(&lt;span style="color: blue;"&gt;Dari sumber lain&lt;/span&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ugal-ugalan, Tabrak Pelajar, Satu Tewas Bus diamuk Warga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Kecelakaan hebat yang menewaskan pelajar berbuntut aksi kekerasan warga. Sebab warga Dusun Warang Desa Sumurcinde Kecamatan Soko, Tuban marah dengan merusak bus Mutiara Indah Murni nopol S 7179 UE, kemarin sekitar pukul 12.00 wib. Kecelakaan ini terjadi tepat di depan makam Islam Desa Sumurcinde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan warga dipicu atas kecelakaan antara bus Mutiara Indah dengan Supra X 125 nopol S 5757 GD yang dikendarai oleh Imam Salafuddin, 17, pelajar kelas tiga SMAN 1 Soko, Tuban. Sebab pelajar asal Desa Mojoagung Kecamatan Soko, tewas di lokasi kejadian setelah tertabrak bus dari arah selatan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Salafuddin tewas setelah terlindas bus. Saat ditemukan, korban masih memakai seragam sekolah tersebut mengalami luka di bagian kepala. Sebab saat ditemukan korban berada di bawah bus bagian belakang. Akibatnya, motor merah kombinasi hitam ini ringsek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Dwi Putri Nindia, teman korban yang dibonceng selamat dari maut. Sebab melompat saat bus jurusan Bojonegoro-Tuban tersebut hendak menabrak korban yang mengendarai Supra X 125 nopol S 5757 GD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui korban tewas mengenaskan, selanjutnya warga mengevakuasinya. Dan dibawa menggunakan mobil patroli menuju ke UGD Puskesmas Soko. Melihat korban tewas, memicu warga setempat jengkel. Akibatnya ratusan warga mendatangi ke lokasi dan mengamuk bus Mutiara Indah Murni tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan di lapangan, warga merusak bus menggunakan pentungan kayu. Serta bebatuan yang dilemparkan ke arah bus tersebut. akibatnya, semua kaca pecah, dan tubuh bus ringsek. Kemarahan semakin menjadi, dengan menggulingkan bus tersebut secara bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kedatangan puluhan aparat kepolisian, tidak membuat warga gentar. Dihadapan aparat kepolisian warga terus merusak bus tersebut. Melihat warga semakin brutal, aparat kepolisian pun menenangkan warga setempat. Bahkan dengan terpaksa mengusir warga mendekat bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pukul 13.30 wib, di lokasi kejadian masih dipadati warga setempat. Sementara sopir bus Sukar, 55, warga Desa Tegalagung Kecamatan Semanding, Tuban diamankan petugas. Selanjutnya dibawa oleh aparat kepolisian menuju Mapolres Tuban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswo warga setempat mengungkapkan kejadian ini berawal saat bus Mutiara Indah Murni ugal-ugalan dari arah selatan. Sebab bus nopol S 7179 UE ini saling balapan dengan bus Cendana. Kedua bus tersebut merupakan jurusan kota toak. Bus Mutiara Indah Murni yang dikemudikan Supar hendak menyalip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya dengan memakan jalan, dan melebihi pembatas Sukar terus menggenjot laju. Namun dari arah berlawanan terdapat korban yang mengendarai Supra X 125 bersama dengan Dwi Putri Nindia. Karena jarak sudah dekat, akibatnya tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Sementara rekan korban berhasil melompat sebelum kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saling balapan antara dua bus tersebut," katanya kepada sejumlah wartawan saat dilokasi kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi di lapangan, warga marah sebab acapkali bus jurusan Tuban tersebut kerap balapan. Termasuk seakan-akan bus berkuasan saat berada di jalan selebar sekitar enam meter ini. Kebanyakan warga menganggap kejadian ini menjadi peringatan agar bus tidak balapan saat dijalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Soko AKP Noor Asyik mengungkapkan tersangka saat ini diamankan di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan. Namun pihaknya tidak mengetahui keberadaan kernet maupun jumlah penumpang. Sebab saat aparat mendatangi ke lokasi, warga sudah banyak. ''Sopir bus dijadikan sebagai tersangka," katanya kepada Radar Bojonegoro, kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi dari rekan SMAN 1 Soko, korban saat itu sudah pulang dari sekolah. Sebab korban kelas tiga SMA ini sebelumnya mengikuti ujian praktek di sekolah. &lt;b&gt;(rij) &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=151497"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4846782685438833662?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4846782685438833662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4846782685438833662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/04/metro-tv-lampung-post-borneo-news.html' title='Tabrak Pelajar Hingga Tewas, Bus Mutiara Dirusak Massa'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7426257037119762353</id><published>2010-03-16T20:59:00.000+07:00</published><updated>2010-03-16T20:59:51.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minyak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soko'/><title type='text'>JOB PPEJ Wajib Bertanggungjawab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt;-Usulan relokasi SDN Rahayu, Kecamatan Soko karena terkena dampak flare pit pengeboran minyak Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) memantik perhatian serius anggota DPRD Tuban. Komisi C yang membidangi masalah ini mengagendakan inpeksi mendadak (sidak) di Mudi. &lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;''Kita nggak akan hearing, namun kita akan kesana menanyakan kesanggupan JOB P-PEJ terjadap usulan relokasi itu,'' kata wakil ketua komisi C DPRD, Muhammad Musa ketika dikonfirmasi kemarin (15/3). Sebab, munculnya usulan ini karena dampak dari produksi itu. ''Petrochina wajib bertanggung jawab,'' tegas politisi asal Partai Golkar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua KTNA Tuban ini menambahkan, permasalahan ini harus segera terselesaikan, sehingga tidak muncul gejolak yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan, warga Desa Rahayu menuntut agar SDN setempat direlokasi. Sebab, aktivitas belajar mengajar terganggu dengan flare pit milik JOB P-PEJ yang jaraknya tidak jauh dari pusat flare pit. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;  &lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=148138"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7426257037119762353?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7426257037119762353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7426257037119762353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/03/job-ppej-wajib-bertanggungjawab.html' title='JOB PPEJ Wajib Bertanggungjawab'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5757876521074547978</id><published>2010-03-12T20:28:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T20:33:46.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Motor Vs Motor, 1 Tewas di Jalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: tahoma; font-size-adjust: none; font-size: 10px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;                             &lt;/span&gt;                             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bojonegoro &lt;/b&gt;- Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan terjadi di jalan Munginsidi, Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang motor tewas seketika dan penumpang motor lainnya luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang diperoleh beritajatim.com di lapangan, Jumat (12/3/2010) menyebutkan, dua motor dari arah berlawanan bertabrakan karena jarak yang cukup dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah saksi mata menyebutkan, kecelakaan berawal saat Lamidi (68) warga Desa Pandan Agung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, yang mengendarai motor Honda Grand nopol S 4047 H melaju dari arah utara dengan kecepatan sedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di lokasi kejadian, korban bermaksud mendahului sepeda pancal. Tapi nahas, dia mengambil haluan terlalu ke kanan dan melampaui marka jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bersamaan dari arah berlawanan muncul motor Smash nopol S 4714 CF yang dikendarai Renita, warga Pacul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Hingga kedua pengendara motor jatuh tersungkur ke aspal jalan. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menolong keduanya dan melarikan ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanit Laka Satlantas Polres Bojonegoro, Iptu Ismawati menjelaskan, korban meninggal setelah mengalami luka yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamidi sempat akan dilarikan ke RS Muna Anggita Jl Ahmad Yani, tetapi ia telah meninggal dunia karena luka yang cukup parah. "Sementara itu Renita masih hidup dan dirawat di RSUD Sososodoro Djatikoesoemo," tegas Ismawati.&lt;b&gt;[dul/ted]&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2010-03-12/58952"&gt;&lt;b&gt;(beritajatim.com)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;Reporter :                             Abdul Qohar                            &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5757876521074547978?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5757876521074547978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5757876521074547978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/03/motor-vs-motor-1-tewas-di-jalan.html' title='Motor Vs Motor, 1 Tewas di Jalan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7667952337804350035</id><published>2010-03-11T20:41:00.000+07:00</published><updated>2010-03-11T20:41:08.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minyak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Warga Rahayu Keluhkan Dampak Pengeboran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt; Pengeboran minyak Mudi, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) tidak hanya 'mengganggu' aktivitas sekolah di desa setempat. Namun, produksi pertanian di sekitar lokasi pengeboran juga tak bisa maksimal. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kepala Desa Rahayu Imam Lughuzali ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Apalagi ketika ada enam titik flare yang dioperasionalkan oleh JOB-PPEJ. Menurut dia, sekarang ada sekitar 5 hektare (ha) sawah yang terkena dampak. Antara lain, tidak bisa lagi bercocok tanam palawija. Padahal, sebelum pengeboran ini beroperasi, warga masih bisa menanam palawija. ''Masalah ini yang sampai saat ini belum ada solusinya,'' kata dia. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sehingga, lahan pertanian di sekitar pengeboran minyak itu sekarang hanya ditanami padi. Meski demikian, tanaman padi itu masih ada dampaknya. Yakni, umur tanam semakin lama dan hasil produksi menurun. Menurut Imam, jika normal umur tanaman padi sekitar 99 hari. Namun, padi yang berada di dekat lokasi pengeboran rata-rata baru panen setelah berumur 125 hari. ''Untuk produksinya kini hanya 3 ton per hektare. Padahal, sebelumnya sampai 5 hektare. Setiap tahun kini juga hanya bisa panen sekali, padahal biasanya bisa (panen) tiga kali,'' tuturnya. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dia mengakui, pihak JOB-PPEJ sudah memberikan bantuan terkait kerugian tersebut. ''Namun, kata banyak petani, bantuan itu kurang sesuai dengan apa yang dihasilkan ketika panen normal,'' terangnya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humas JOB-PPEJ Catur Susilo ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tetap memerhatikan masalah lahan pertanian warga tersebut. ''Dan itu melalui mekanisme dan perlu kajian-kajian terus. Yang jelas kami cari jalan keluarnya,'' tegas dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, selama ini pihaknya telah memberikan perhatian bagi warga sekitar. Baik itu berupa bantuan sembako maupun kompensasi lainya. Bantuan sembako yang diberikan senilai Rp 300-500 ribu per KK terhitung mulai Oktober 2009. Sementara untuk biaya kompensasi, lanjut dia, terhitung Oktober lalu juga telah diberikan senilai Rp 162 juta per bulan atau kisaran Rp 400-500 ribu setiap KK. ''Untuk siswa sekolah juga sudah kami perhatikan,'' tambahnya. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1268314438312"&gt;Radar Bojonegoro&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7667952337804350035?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7667952337804350035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7667952337804350035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/03/warga-rahayu-keluhkan-dampak-pengeboran.html' title='Warga Rahayu Keluhkan Dampak Pengeboran'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7633682904663012828</id><published>2010-03-11T20:38:00.000+07:00</published><updated>2010-03-11T20:38:58.010+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Curi High Heels, Waria Diamankan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BOJONEGORO&lt;/b&gt; - Dimas alias Cindy, 28, seorang waria asal Kecamatan Suko, Tuban pada Selasa (9/3) lalu sekitar pukul 21.00 nyaris menjadi bulan-bulanan warga di Jalan Pemuda Bojonegoro. Gara-garanya, dia tepergok mencuri sepasang &lt;i&gt;high heels&lt;/i&gt; (sepatu hak tinggi) di sebuah toko di jalan setempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut keterangan Kapolsek Kapas AKP Tabitha Reisley, agar tidak terjadi amuk massa, pelaku langsung diamankan di mapolsek setempat. Dia menjelaskan, waria yang kos di Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro itu bermaksud membeli kaus. Penjaga toko yang bernama Candra, lalu mengawasi gerak-gerik pelaku. Sebab, Cindy dicurigai sering mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pelaku hendak keluar, dia dicegat. Cindy dicurigai membawa sepatu yang diletakkan di balik kaus yang baru dibelinya. ''Rupanya ada salah satu orang yang mengenali pelaku, sehingga karena sudah terlalu sering melakukan pencurian, pelaku diamankan,'' tutur perempuan asal Ambon itu kepada wartawan koran ini kemarin (10/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, pelaku pernah bekerja di sebuah salon di Kecamatan Kota Bojonegoro. Karena diduga sering mencuri, dia akhirnya dikeluarkan dari salon tempatnya bekerja itu. &lt;b&gt;(tis)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=147372"&gt;Radar Bojonegoro                                               &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7633682904663012828?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7633682904663012828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7633682904663012828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/03/curi-high-heels-waria-diamankan.html' title='Curi High Heels, Waria Diamankan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5534891055257492817</id><published>2010-03-11T20:29:00.000+07:00</published><updated>2010-03-11T20:29:27.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Lagi, Demo Tolak Dihapusnya SKTM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Rencana penghapusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) kembali memantik protes. Kemarin (10/3), sekitar 50 orang yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) berdemo di gedung DPRD Tuban, Jalan Letda Soetjipto. &lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selama long march dari jembatan Sambong, Jalan Basuki Rahmat dan menduduki gedung dewan sekitar 2,5 jam, aktivis SRMI juga menggandeng 15 punker. Mereka menunjukkan identitas diri dengan potongan rambut mohawk, bersepatu boot, membawa rantai, serta bercelana jeans ketat dan kumal. Ini adalah demo kedua massa yang menolak penghapusan dan penggantian SKTM menjadi program jaminan kesehatan daerah (jamkesda). Sebelumnya, aksi yang sama dihelat Senin (8/2) lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sebelum pemerintah menyelesaikan dulu pendataan warga miskin, kami menolak penghapusan SKTM,'' kata Ketua SRMI Tuban Hendra Wijaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, masih banyak masyarakat miskin yang tidak masuk data. Jika memang nantinya jamkesda diberlakukan, maka perlu sosialisasi secara meluas sampai langsung kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendra juga menuntut pemerintah menggratiskan semua obat yang dibutuhkan pasien miskin. Sesaat setelah berorasi di halaman gedung dewan, perwakilan pengunjuk rasa diterima anggota dewan. Setelah berdialog, wakil rakyat tersebut menemui pengunjuk rasa. Suwarto, anggota Fraksi Partai Golkar Bersatu (FPGB) di hadapan pendemo berjanji akan mempertemukan perwakilan massa dengan instansi terkait. ''Ini segera kita agendakan,'' kata dia. &lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1268313743113"&gt; Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5534891055257492817?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5534891055257492817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5534891055257492817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/03/lagi-demo-tolak-dihapusnya-sktm.html' title='Lagi, Demo Tolak Dihapusnya SKTM'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-772188221219125300</id><published>2010-03-10T20:30:00.000+07:00</published><updated>2010-03-11T20:34:38.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minyak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Kesal, Warga Tutup Pintu Pengeboran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, kembali mendatangi Sumur Mudi di central processing area (CPA) milik Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ), kemarin (9/3). Mereka protes dengan cara mendirikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terob di depan pintu masuk CPA. Akibatnya, aktivitas pengeboran lumpuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekesalan warga dipicu sikap JOB P-PEJ yang belum merespons sejumlah tuntutan yang mereka ajukan. Di antara tuntutan warga itu adalah 85 persen dari rekrutmen tenaga kerja dari desa setempat, relokasi SDN Rahayu I dan II yang ada di sekitar CPA, mendirikan pos kesehatan, serta minta JOB P-PEJ menyewa atau membeli tanah yang berada di radius 500 meter dari CPA. Pendirian terob dilakukan di tiga titik. Yakni, depan pintu masuk Pad A, Pad B, dan pintu darurat yang berada di Pad B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujiono, Kaur pembangunan dan pemberdayaan desa setempat, mengakui, unjuk rasa ini dilakukan karena warga kesal. Sebab, JOB P-PEJ belum juga memberikan kompensasi sebagaimana tuntutan warga. Aksi penutupan pintu masuk ini dilakukan agar aktivitas di CPA terhenti. "Aksi ini akan dilakukan dalam waktu sepekan. Lamanya waktu ini agar JOB P-PEJ dapat menemuinya dan memenuhi tuntutan yang diajukan warga," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan di lokasi, sejumlah warga, baik pria maupun wanita, berada di bawah terob secara bergerombol. Mereka membawa dan membentangkan spanduk bertuliskan protes. Warga juga membawa alat pengeras suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Tuban. Kapolsek Soko, AKP Nur Asyik menyatakan, aksi ini dipantau karena dilakukan di lokasi pengeboran minyak milik negara. Pihaknya menurunkan sekitar 250 anggota dalam aksi ini. Jumlah itu termasuk bantuan dari 20 polsek jajaran Polres Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Asyik menjelaskan, sesuai dengan pemberitahuan dari warga yang disampaikan kepada kepolisian, unjuk rasa dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Dia meminta bila warga berkeingian demo lagi, diharapkan secepatnya mengajukan pemberitahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebab, pemberitahuan kemarin hanya sehari," ujarnya. Hingga berita ini diturunkan,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejumlah pejabat JOB P-PEJ belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi, nomor ponselnya tidak aktif. &lt;b&gt;(rij)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=147375"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-772188221219125300?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/772188221219125300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/03/kesal-warga-tutup-pintu-pengeboran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/772188221219125300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/772188221219125300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/03/kesal-warga-tutup-pintu-pengeboran.html' title='Kesal, Warga Tutup Pintu Pengeboran'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5692421024520841988</id><published>2010-03-07T13:35:00.000+07:00</published><updated>2010-03-07T13:35:31.590+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='k'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Dibongkar, Jaringan Pembobol Leasing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Diotaki Karyawan Lembaga Pembiayaan Kredit Motor &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUBAN - &lt;/b&gt;Jaringan pelaku penggelapan motor yang diotaki salah satu mantan karyawan &lt;i&gt;leasing&lt;/i&gt; atau lembaga pembiayaan kredit motor di Bojonegoro sepekan terakhir dibongkar Unit I Satreskrim Polres Tuban. Modus operandi kejahatan ini terungkap setelah membobol tiga motor di Busan Auto Finance (BAF) Tuban, Jalan Basuki Rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga pelaku, seorang di antaranya berhasil diamankan kemarin (6/3). Dia adalah Sabari, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko. Sementara dua pelaku lain, salah satunya berinisial Ad, salah satu karyawan &lt;i&gt;leasing&lt;/i&gt; yang menjadi otak jaringan ini masih buron. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan empat bendel dokumen kredit. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso dalam ekspos pengungkapan kasus tersebut mengatakan, Ad berperan menjadi aktor intelektual jaringan ini. Dia yang tahu persis proses dan mekanisme pengajuan kredit motor di leasing menugaskan Sabari untuk mencari pinjaman kartu tanda penduduk (TKP). Selain miliknya sendiri, dia pinjam KTP Marizal, tetangganya dan Amin Njarwati Desa Prambon, Kecamatan Soko. Kepada setiap pemilik KTP yang dipinjam, Ad melalui Sabari memberi uang jasa peminjaman KTP sebesar Rp 1 juta. Diterangkan Budi, KTP inilah yang dipakai syarat administrasi untuk kredit tiga motor di BAF Tuban pada 13 Juni 2009. Untuk uang mukanya dipilih paling murah. Yupiter New yang akad kreditnya diatasnamakan Sabari, misalnya, uang mukanya hanya 2,3 juta. ''Begitu keluar, motor-motor yang dibeli dengan kredit tersebut langsung dijual,'' tegas mantan Kaur Binops Reskrim Polres Tuban ini. Harga jual per unitnya bervariasi sekitar Rp 4,5-6 juta. Tentu saja, setelah dijual, angsuran motor tersebut tak pernah dibayar. Ditegaskan Budi, berdasar hasil pemeriksaan pemilik KTP yang dipinjam, mereka mengaku tidak tahu kalau kartu identitasnya dipinjam untuk kredit motor. Ditambahkan perwira berpangkat balok dua di pundak ini, Ad dan satu pelaku lain dari jaringan ini kabur setelah aksinya terendus. ''Sekarang ini, anggota masih memburunya,'' tegas Budi.&lt;b&gt;(ds) &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=146585"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5692421024520841988?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5692421024520841988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5692421024520841988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/03/dibongkar-jaringan-pembobol-leasing.html' title='Dibongkar, Jaringan Pembobol Leasing'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7602517073527645853</id><published>2010-02-25T21:05:00.000+07:00</published><updated>2010-02-25T21:05:28.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Warga Kembali Tagih Janji JOB P-PEJ</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;Ratusan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko kemarin (24/2) kembali menggelar aksi di central processing area (CPA) yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) di desa setempat. Warga kembali meminta pengelola Blok Tuban itu memberikan dan kompensasi dan memekerjakan tenaga lokal. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;''Jika tidak, maka lebih baik jangan beroperasi di desa sini,'' kecam salah satu warga yang mengikuti aksi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa berangkat berjalan kaki dan mengendarai dari kantor balai desa sambil membentangkan poster sekitar pukul 09.30. Kades Imam Lughuzali dan perangkat desa ikut dalam aksi tersebut. Aksi dengan pengawalan aparat kepolisian itu juga diikuti sebagian besar siswa SDN Rahayu. Dengan mengenakan baju seragamnya, mereka ikut berteriak menuntut hak sambil membawa gambar Bupati Haeny Relawati RW. ''Kami menuntut keadilan,'' ujar salah satu siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jaraknya tak terlalu jauh dari CPA, siswa SDN Rahayu tak nyaman dalam belajar. Mereka bising dengan suara mesin yang ada. Ketika berada di depan CPA, 12 perwakilan warga didampingi Kades, Sekdes dan perangkat desa setempat ditemui Security and Govrel JOB-PPEJ Yoga S Utama. Pertemuan tersebut berlangsung alot karena perwakilan warga ngotot minta dikabulkan tuntutannya. ''Salah satu tuntutan kami adalah minta kuota tenaga kerja bagi warga sekitar dan juga kompensasi,'' kata Sekdes Dasim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoga S Utomo kepada wartawan mengatakan, pihaknya segera mencairkan dana kompensasi kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian. Nilainya sekitar Rp 162 juta per bulan kepada 445 kepala keluarga (KK) di Desa Rahayu dan sekitarnya. ''Untuk masalah tenaga kerja nanti ke depan akan kami perhatikan. Sebab saat ini belum ada lowongan tenaga kerja,'' tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan sekolah yang terkena dampaknya? Yoga menyatakan, juga bakal diperhatikan. Namun, sampai saat ini belum ada rencana relokasi. ''Itu dinas pendidikan setempat yang mengambil langkahnya,'' alasannya. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=144996"&gt;Radar Bojonegoro                                               &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7602517073527645853?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7602517073527645853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7602517073527645853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/02/warga-kembali-tagih-janji-job-p-pej.html' title='Warga Kembali Tagih Janji JOB P-PEJ'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-3933768692735440637</id><published>2010-02-21T19:57:00.004+07:00</published><updated>2010-04-08T20:05:18.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Truk Pengangkut 50 Perempuan Terguling</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; Truk bernomor polisi S 8634 C yang dikemudikan Narto (45) Minggu (21/2/2010) sore terguling di jalan poros Desa Klumpit Kecamatan Soko Tuban. Saat itu truk itu mengangkut 50 perempuan anggota Fatayat Nahdlatul Ulama, Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalulintas Kepolisian resor Tuban, Inspektur Satu Faqih menyatakan beruntung tidak ada korban jiwa hanya sebagian penumpang mengalami luka bocor di kepala dan lecet di kaki, punggung dan tangan. Mereka dibawa ke rumah sakit di Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan medis. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat membawa pulang jemaah fatayat dari pengajian akbar, truk terguling di jalur sempit yang kiri kanan jalan terdapat jurang. Di jalur itu tidak cukup untuk memutar bodi truk. Sebelum truk terguling, sopir bermaksud memajukan truk ke luar dari lokasi pa rkir. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, moncong depan truk menabrak bongkahan batu di pinggir jurang, lalu truk miring. Penumpang truk yang berada di belakang berjatuhan di jurang. Penumpang saling berbenturan dan terbentur batu sehingga luka-luka. Kejadian itu menyebabkan rombongan truk lain terjebak macet, sampai truk yang terguling berhasil dievakuasi.&amp;nbsp;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2010/02/21/21184291/Truk.Pengangkut.50.Perempuan.Terguling."&gt; &lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-3933768692735440637?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3933768692735440637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3933768692735440637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/02/truk-pengangkut-50-perempuan-terguling.html' title='Truk Pengangkut 50 Perempuan Terguling'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-3242868561380867407</id><published>2010-02-10T21:02:00.000+07:00</published><updated>2010-02-10T21:02:57.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Demo Tolak Penghapusan SKTM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Rencana penghapusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai layanan gratis bagi masyarakat miskin yang diganti dengan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) menuai protes.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kemarin (8/2) sekitar 30 elemen masyarakat yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi didepan RSUD dr R Koesma dan DPRD Tuban. Satu-satunya tuntutan mereka adalah menolak penghapusan SKTM. ''Ini perlu dikaji ulang,'' kata ketua SRMI Tuban, Hendra Wijaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan dia, seharusnya pemerintah menyelesaikan dulu pendataan warga miskin non kuota Jamkesda tanpa ada yang tertinggal sebagai peserta Jamkesda. ''Sebab, masih banyak masyakarat miskin yang tidak masuk data,'' tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, lanjut dia, jika memang nantinya Jamkesda diberlakukan, maka perlu sosialisasi secara meluas kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. ''Pemerintah harus menggratiskan semua obat yang dibutuhkan pasien miskin,'' pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membentangkan sejumlah poster dan meneriakkan yel-yel, SRMI memulai aksi dari depan RSUD dr R Koesma di Jalan Wahidin Sudiro Husodo. Setelah itu, mereka melanjutkan &lt;i&gt;longmarch &lt;/i&gt;menuju DPRD Tuban melalui Jalan Pramuka dan Jalan Sunan Kalijaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di gedung dewan, mereka terus meneriakkan yel-yel mendukung masyarakat miskin agar mendapat perhatian. Sepuluh perwakilan pengunjuk rasa akhirnya ditemui ketua DPRD Kristiawan diruang gabungan. Kristiawan berjanji untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan mengajak hearing instansi terkait. ''Namun menungu alat kelengkapan dewan terbentuk,'' kata pimpinan dewan dari Partai Golkar itu. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=142200"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-3242868561380867407?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3242868561380867407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3242868561380867407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/02/demo-tolak-penghapusan-sktm.html' title='Demo Tolak Penghapusan SKTM'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-6017301638334297307</id><published>2010-02-10T21:01:00.000+07:00</published><updated>2010-02-10T21:01:26.533+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Tak Masuk Jamkesda, Gratis Berobat di Puskesmas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt;- Meski belum masuk data jaminan kesehatan masyarakat daerah (Jamkesda) tapi warga masih diberi kesempatan berobat gratis. Yakni, menggunakana surat keterangan tidak mampu (SKTM). ''Dapat menggunakan SKTM dari kades mengetahui camat setempat,'' kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Tri Hadi Sanyoto kemarin (9/2). &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, penggunaan SKTM sesuai dengan Perda Nomor 5/2009 pasal 8 tentang retribusi pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, sesuai dengan data BPS 2005, dikabupaten Tuban jumlah Jamkesmas sebanyak 102.020 atau 344.919 jiwa. Mereka yang tergolong dalam jamkesmas adalah rumah tangga sangat miskin, rumah tangga miskin, dan rumah tangga hampir miskin. ''Ini program yang dibiayai oleh APBN ini. Dinas kesehatan bersama RSUD hanya sebagai PPK (pemberi pelayanan kesehatan). Jadi, siapapun yang masuk data, ya kita layani,'' terangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sesuai dengan data PPLS 2008, di dikabupaten Tuban, jumlah Jamkesmasda sebanyak 9.091 rumah tangga miskin (RTM) atau 36.364 jiwa. Tri Hadi Sanyoto menambahkan, untuk kartu Jamkesmasda, saat ini masih dalam proses pembuatan. Diperkirakan April sudah didistribusikan kepada masyarakat. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=142380"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-6017301638334297307?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6017301638334297307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6017301638334297307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/02/tak-masuk-jamkesda-gratis-berobat-di.html' title='Tak Masuk Jamkesda, Gratis Berobat di Puskesmas'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7172559580321518545</id><published>2010-02-03T21:27:00.000+07:00</published><updated>2010-02-03T21:27:58.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Jenazah TKI Tewas di Arab Saudi Tiba</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;- Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah Abdul Hamid, 50, asal Dusun Soko, Desa Sokosari, Kecamatan Soko kemarin (2/2) sekitar pukul 10.00. Dia adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia di Arab Saudi karena sakit jantung. &lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kades Sokosari, Sutikno, ketika dikonfirmasi via ponsel menyatakan, jenazah korban diberangkatkan dari Arab Saudi menggunakan pesawat. Setelah tiba di Jakarta, jenazah lalu dibawa menuju rumah duka melalui jalan darat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutikno menambahkan, korban meninggal pada 13 Januari lalu di Riyadh, Arab Saudi. Setelah mendapat informasi dari KBRI Riyadh, pihak keluarga lalu mengurus administrasi untuk kepulangan jenazah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutikno menjelaskan, korban bekerja di Arab Saudi sekitar 7 tahun sebagai sopir. ''Setiap dua tahun sekali pulang ke kampung,'' kata dia. &lt;b&gt;(zak)&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;a href="http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=141160"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7172559580321518545?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7172559580321518545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7172559580321518545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/02/jenazah-tki-tewas-di-arab-saudi-tiba.html' title='Jenazah TKI Tewas di Arab Saudi Tiba'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2397411040315267526</id><published>2010-01-27T21:05:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T21:05:22.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Belum Semua Terima Bantuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=139589"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;                &lt;b&gt;&lt;/b&gt;- Warga di Kecamatan Soko yang menjadi korban puting beliung pada Sabtu (23/1) lalu harus bersabar. Sebab, sampai kini Pemkab Tuban belum memberikan bantuan untuk perbaikan rumah yang rusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sekarang baru dilakukan pendataan berapa jumlah rumah yang rusak. Setelah dilakukan pendataan, akan segera mengajukan usulan ke Sekkab,'' ujar Kasi Linmas Kesbangpolinmas Tuban Saefiudin kepada &lt;i&gt;Radar Bojonegoro&lt;/i&gt; kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana puting beliung Sabtu (23/1) lalu menerjang empat desa di Kecamatan Soko. Yakni, Desa Pandanwangi, Rahayu, Sokosari, dan Bangunrejo. Akibatnya belasan atap rumah rusak dan pohon tumbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, korban puting beliung yang terjadi pada 5 Januari di Kecamatan Soko, Widang, dan Kenduruan, hari ini (26/1) bakal mendapatkan bantuan dari Pemkab Tuban. Asep, sapaan akrab Saefiudin menuturkan, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 16 juta. Rinciannya, untuk Kecamatan Soko Rp 9 Juta, Kenduruan Rp 4 juta, dan Widang Rp 3 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jumlah itu, kata dia, masing-masing korban tidak menerima dalam jumlah yang sama. Namun ada klasifikasinya. Menurut Asep, untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan menerima bantuan Rp 250 ribu. Sedangkan kerusakan sedang Rp 500-700 ribu dan kerusakan berat menerima Rp 1 juta. Sementara untuk korban putting beliung di Kecamatan Semanding tidak mendapat bantuan. ''Karena kerusakannya ringan dan sudah teratasi,'' kata dia. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2397411040315267526?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2397411040315267526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2397411040315267526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/01/belum-semua-terima-bantuan.html' title='Belum Semua Terima Bantuan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1640073831729721829</id><published>2010-01-12T20:41:00.000+07:00</published><updated>2010-01-12T20:41:25.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>DPC Barnas Tuban Melawan! Minta DPP Tinjau Ulang SK Penganuliran Pemecatan Sidik Wiyanto</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - DPC Partai Barnas Tuban akhirnya mengambil sikap atas SK DPP terkait penganuliran pemecatan Sidik Wiyanto dari kepengurusan partai. Diam-diam, pada Senin (4/1) lalu, pengurus harian DPC Partai Barnas telah melakukan koordinasi. ''Hasilnya, kami telah mengajukan surat ke DPP agar SK tersebut dilakukan peninjauan ulang,'' tegas ketua DPC Partai Barnas Tuban, Endrik kemarin (11/1) siang. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pengajuan peninjauan ulang itu disampaikan ke DPP pada Rabu (6/1) lalu, dimaksudkan agar pengambilan kebijakan dari DPC Barnas nantinya tidak salah. Sebab, sebelum turunnya SK itu, DPC belum ada koordinasi dari DPP. Sampai kemarin, Endrik mengaku belum mendapat jawaban dari DPP Partai Barnas. ''Ini masih kami tunggu,'' ujar anggota DPRD Tuban itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan DPD Partai Barnas Jatim terkait keanggotaan Sidik Wiyanto. ''Hasil klarifikasi itu, kalaupun Pak Sidik (Sidik Wiyanto, Red) ingin kembali ke partai, tidak masalah. Namun tidak menjadi pengurus harian,'' tuturnya. Kenapa demikian? ''Karena yang bersangkutan telah mencemarkan nama baik partai,'' tegas politisi asal Soko itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan sebelumnya, DPP Partai Barnas mengeluarkan surat keputusan bernomor 010/SKI/DPP-P.BARNAS/XII/2009. Surat yang ditembuskan kepada DPD Partai Barnas Jatim dan DPC Partai Barnas Tuban itu berisi penganuliran SK pemecatan Sidik Wiyanto dari partainya. Sebelumnya, Sidik dipecat oleh DPP. Akibatnya, caleg yang mengantongi 1.789 suara itu gagal menjadi anggota DPRD Tuban. Dia diganti Endrik, ketua partainya yang memperoleh suara terbanyak kedua yakni 1.337 suara. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=137105"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1640073831729721829?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1640073831729721829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1640073831729721829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/01/dpc-barnas-tuban-melawan-minta-dpp.html' title='DPC Barnas Tuban Melawan! Minta DPP Tinjau Ulang SK Penganuliran Pemecatan Sidik Wiyanto'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1248634955452582444</id><published>2010-01-09T21:31:00.000+07:00</published><updated>2010-01-09T21:31:29.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Pemkab Belum Berikan Bantuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN &lt;/b&gt;- Korban angin puting beliung di sejumlah wilayah di Tuban masih harus bersabar. Sebab, pemkab setempat sampai sekarang belum memberikan bantuan untuk mereka. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;''Sudah kami ajukan ke Sekkab. Dan kami masih menunggu anggarannya,'' kata Kasi Linmas Kesbangpolinmas Tuban Saefiudin ketika dikonfirmasi &lt;i&gt;Radar Bojonegoro&lt;/i&gt;, kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dia enggan menyebutkan jumlah anggaran yang diajukan untuk bantuan kepada warga yang menjadi korban puting beliung tersebut. ''Untuk nominalnya nanti kalau sudah turun saja,'' terang mantan ajudan Wabup Tuban itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asep, sapaan akrabnya mengatakan, puting beliung pada Selasa (5/1) sore lalu tidak hanya menerjang wilayah Kecamatan Soko dan Kenduruan. Namun, angin kencang disertai hujan itu juga menerjang Kecamatan Widang dan Semanding. Di Kecamatan Soko tercatat ada 40 rumah yang rusak akibat diterjang puting beliung. Rinciannya, satu rumah roboh dan 39 rumah gentengnya rusak. Sedangkan di Kecamatan Kenduruan ada enam rumah rusak. Sementara di Kecamatan Semanding ada 51 rumah yang mengalami kerusakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asep menjelaskan, rumah warga yang gentengnya rusak sudah mulai diperbaiki. Mereka rata-rata menggunakan sisa genteng untuk menambal genteng yang pecah. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;  &lt;a href="http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=136497"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1248634955452582444?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1248634955452582444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1248634955452582444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/01/pemkab-belum-berikan-bantuan.html' title='Pemkab Belum Berikan Bantuan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5351922005434818856</id><published>2010-01-09T21:29:00.000+07:00</published><updated>2010-01-09T21:29:26.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="jam_artikel" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Tuban - Sekitar 40 rumah, lima di antaranya ambruk diterjang angin puting beliung di sejumlah desa di Kecamatan Soko dan Kenduruhan, Tuban, Selasa (5/1) malam. Pemerintah Tuban membantah jika tidak memberikan bantuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desa-desa tersebut, yaitu Mentoro dan Mojoagung, Prambon, Tluwih, dan Bangunrejo, Kecamatan Soko. Kemudian di Dusun Krajan Desa Tawaran, Kecamatan Kenduruhan. Tim dari Pemerintah Tuban masih mendata jumlah rumah rusak, berikut fasilitas umum.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angin puting beliung juga membuat dua orang yaitu Supiah,36 tahun dan Zainal,13 tahun, keduanya warga Desa Tawaran, terluka, akibat terimpa reruntuhan. Kondisi yang hampir sama juga dialami warga Desa Mentoro. Bahkan tiga rumah ambruk akibat angin yang menyasar perkampungan sekitar pukul 18.30 itu. &lt;br /&gt;Data di lapangan menyebutkan, bermula saat hujan sekitar pukul 17.30 waktu setempat. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sela-sela hujan tiba-tiba diiringi angin yang berputar-putar di perumahan warga. Kerasnya angin membuat sejumlah bangunan roboh. Sebagian besar rumah roboh terutama yang semi permanen. Angin juga merobohkan pagar setinggi tiga meter milik H Ali, warga Mentoro. Pohon-pohon juga roboh akibat kerasnya angin. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buruknya cuaca pada Selasa malam itu, membuat pihak Perusahaan Listrik Negara Tuban, memadamkan saluran listrik. Sebab, sejumlah kabel jaringan rusak tertimpa pohon roboh. “Angin kerasnya sekali,” tegas Dahlan, warga Mentoro.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu juru bicara Pemerintah Kabupaten Tuban, Gatot S, membantah Pemerintah tidak ada perhatian terhadap warga yang terkena bencana angin puting beliung. Pemerintah Tuban masih menunggu laporan dari Kecamatan Soko dan Kenduruhan. Sebab, data jumlah rumah yang rusak masih dalam tahap pendataan. Jika, data sudah diterima, akan ditindaklanjuti dengan bantuan. “Salah jika Pemerintah Tuban tidak memberikan santunan,” tegas Gatot. Dia tidak merincikan berapa bantuan yang akan diterima warga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;SUJATMIKO &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/06/brk,20100106-217502,id.html"&gt;TEMPO Interaktif&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5351922005434818856?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5351922005434818856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5351922005434818856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/01/puluhan-rumah-rusak-diterjang-angin.html' title='Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-9222901654292482925</id><published>2010-01-06T07:08:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T07:08:37.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru'/><title type='text'>Guru Dominasi Kasus Perselingkuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Pelanggaran disiplin yang dilakukan aparat pemerintah di Tuban paling banyak karena skandal perselingkuhan. Dari sekitar 40 kasus pelanggaran disiplin yang ditangani Inspektorat (dulu Badan Pengawas) Tuban selama 2009, 50 persen di antaranya kasus hubungan gelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus tersebut paling banyak menimpa guru, yang profesinya dituntut mengedepankan moralitas. Kasus moralitas aparat pemerintah tersebut kemarin (4/1) dibeber Kepala Inspektorat Tuban Agus Priyono Hadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara spesifik, terbanyak perselingkuhan tersebut menimpa guru SD. Jumlahnya 10 kasus. Selebihnya, pendidik SMP hingga SMA dan tenaga administrasi sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kasus perselingkuhan banyak terjadi di kalangan pendidik? Dia menyatakan, hal tersebut karena secara kuantitas jumlah guru di Tuban jauh lebih besar. Diperkirakan jumlahnya mencapai 7 ribu orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus menuturkan, perselingkuhan guru SD dilatarbelakangi berbagai hal. Terbanyak, karena mereka satu tempat kerja atau sering nunut dan berboncengan motor. Karena itulah, setiap kali memberikan pembinaan kepada guru SD, mantan kepala Satibtranmas Pemkab Tuban ini selalu berpesan agar guru tidak hanya beli helm, juga beli motor. Pesan tersebut terkandung maksud agar setiap guru memiliki motor sendiri. Sehingga, mereka tidak nunut temannya dan berboncengan. ''Dari boncengan motor inilah perselingkuhan berawal,'' kata Agus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban ini menambahkan, dalam menangani perkara perselingkuhan, inspektorat memberikan sanksi tegas terhadap para guru. Salah satu pertimbangannya, karena mereka tidak hanya mengajarkan keilmuan (akademik) kepada para muridnya. Moralitasnya juga jadi panutan. ''Kalau sudah terlibat ini, tidak ada lagi toleransi,'' tutur Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kemudian mencontohkan salah satu calon pegawai negeri sipil (CPNS) guru yang tengah proses pemberkasan untuk diangkat menjadi PNS. Karena tertangkap basah selingkuh di sebuah hotel di Tuban, pemberkasan CPNS-nya dibatalkan. ''Bahkan, nomor induk pegawainya (NIP) yang sudah keluar langsung dianulir,'' tegas pria kelahiran Lamongan 51 tahun lalu tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus lain yang dijadikan contoh Agus adalah perselingkuhan dua guru di wilayah Kecamatan Parengan. Setelah diperiksa inspektorat, dua pendidik itu diturunkan pangkatnya satu tingkat. Setelah itu, keduanya dimutasi ke luar Kecamatan Parengan. Satu dipindah ke wilayah Kecamatan Jatirogo dan pasangannya dipindah ke Soko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus, kedua guru yang selingkuh tersebut juga masih dipantau absensi masuk kerja dan kegiatan di luar tempat mengajar. ''Kalau masih selingkuh, sanksinya lebih berat,'' tutur pejabat yang baru pulang dari menjalankan ibadah haji ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus mengisyaratkan kalau mereka masih tetap melakukan hubungan gelap dengan pasangan selingkuhnya, maka tidak tertutup kemungkinan bakal diberhentikan. Setelah selingkuh, pelanggaran displin terbanyak lainnya adalah meninggalkan tugas tanpa pemberitahuan. Untuk jenis pelanggaran ini, dia tidak menyebut persentasenya.&lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=135803"&gt;Radar Bojonegoro                                               &lt;/a&gt; &lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-9222901654292482925?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/9222901654292482925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/9222901654292482925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2010/01/guru-dominasi-kasus-perselingkuhan.html' title='Guru Dominasi Kasus Perselingkuhan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2822148211247811744</id><published>2009-12-31T20:59:00.000+07:00</published><updated>2009-12-31T20:59:41.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>DPC Barnas Akui Belum Terima Surat dari DPP Terkait Penganuliran Pemecatan Sidik Wiyanto</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;TUBAN &lt;/b&gt;- DPC Barnas Tuban belum mengambil langkah terkait penganuliran pemecatan Sidik Wiyanto dari kepengurusan partainnya. Sebab, secara resmi DPC Partai Barnas belum menerima surat dari DPP terkait penganuliran tersebut. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;''Sampai sekarang DPC belum tahu persoalan itu, sebab belum menerima surat dari DPP. Redaksinya juga belum tahu,'' kata ketua DPC Barnas Tuban Endrik ketika dikonfirmasi kemarin. Sehingga, lanjut dia, sampai saat ini pihaknya belum mengambil langkah terkait masalah ini. Lantas?. Dikatakan anggota FPG bersatu DPRD Tuban ini, semua yang telah dilakukan itu sudah sesuai dengan prosedur yang ada atau sudah sesuai dengan AD/ART partai Barnas. ''AD/ART pasal 13 disebutkan, semua permasalahan yang ada di tingkat kabupaten/kota kewenangan DPC,'' tegas Endrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika memang surat penganuliran dari DPP turun? ''Kalau toh dianulir, harus ada prosesnya. Yakni melalaui DPP dan juga DPD baru ke DPC,'' imbuh politisi asal Soko tersebut. ''Setelah itu baru kita proses. Misalnya klarifikasi,'' tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan, perjuangan Sidik Wiyanto terkait pemecatan dirinya sebagai pengurus dan anggota Partai Barisan Nasional (Barnas) Tuban akhirnya direspon DPP Barnas. Selasa (28/12) lalu, pengurus pusat mengeluarkan surat keputusan (SK) pembatalan surat pemecatan bernomor 010/SKI/DPP-P.BARNAS/XII/2009. Yang berisi pembatalan keputusan DPP Nomor 002/SKI/DPP-P.BARNAS/V/2009 tertanggal 14 Mei 2009 terkait pemecatan Sidik. SK tersebut ditandatangani Pjs Sekjen DPP Barnas, Muhammad Arfan dan wakil ketua umum Vance Rumangkang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pileg lalu, Sidik yang mengantongi 1.789 suara terpaksa terpental dari kursi dewan. Ini menyusul keluarnya surat pemberhentian dari DPP Barnas. Atas dasar surat pemecatan tersebut, KPUK Tuban mencoret Sidik sebagai calon tetap. Dia diganti Endrik, ketua partainya yang memperoleh suara terbanyak kedua, yakni 1337 suara. &lt;b&gt;(zak)a&lt;/b&gt; sumber : &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1262267513288"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2822148211247811744?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2822148211247811744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2822148211247811744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/12/dpc-barnas-akui-belum-terima-surat-dari.html' title='DPC Barnas Akui Belum Terima Surat dari DPP Terkait Penganuliran Pemecatan Sidik Wiyanto'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7938129411806822013</id><published>2009-11-30T21:13:00.000+07:00</published><updated>2009-11-30T21:13:11.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Rp 900 Miliar untuk Madrasah dan Pesantren</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur tidak tanggung-tanggung dalam mengucurkan dana untuk mengembangkan dunia madrasah dan pesantren. Buktinya, pada 2010 mendatang Dinas P dan K Jatim menyiapkan anggaran Rp 900 miliar lebih. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Sekretaris Dinas P dan K Jatim Ratna saat memberi sambutan dalam seminar internasional di Asrama Haji, Jalan Mastrip, Tuban kemarin (29/11). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anggaran sebanyak ini diperuntukkan antara lain, pembangunan madrasah diniyah, paket A, B, dan C, para santri, siswa kurang mampu, dan guru madrasah swasta," kata Ratna. Hal itu, lanjut dia, dimaksudkan sebagai bentuk perhatian pemerintah, sekaligus untuk membantu beban mereka yang kurang mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, pada 2010 nanti pihaknya juga merencanakan membangun lima sekolah menengah kejuruan (SMK) bertaraf internasional. Namun, Ratna tidak menyebut secara detail dimana saja lima sekolah tersebut bakal dibangun. "Yang dapat kami sampaikan hanya program Dinas P dan K Jatim," ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Bakorwil II Bojonegoro Setijadjit, dalam sambutan membuka seminar mengatakan, pendidik merupakan sosok yang vital dan penting. "Hal ini digambarkan dalam lagu Indonesia raya. Yakni bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia raya," tegasnya. &lt;b&gt;(zak)   &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1259590055528"&gt; Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7938129411806822013?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7938129411806822013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7938129411806822013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/rp-900-miliar-untuk-madrasah-dan.html' title='Rp 900 Miliar untuk Madrasah dan Pesantren'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-3007357283762106503</id><published>2009-11-30T21:06:00.000+07:00</published><updated>2009-11-30T21:06:14.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Janji Pekan Depan Direalisasikan Distribusi Kompor Gas dan Tabung Elpiji 3 Kg</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Minimnya pasokan menjadi salah satu kendala yang dihadapi Pertamina Surabaya untuk mendistribusikan kompor gas dan tabung elpiji pada program konversi (peralihan) minyak tanah (mitan) di Kabupaten Tuban. Akibatnya, konsultan Pertamina di wilayah Bumi Ronggolawe kebingungan. Padahal, warga setempat sudah mempertanyakan kelanjutan program pemerintah ini. &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Manajer Operasional PT Wahana Adya, Agus Meutiartono mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke Depo Pertamina agar tabung dan kompor gas secepatnya didistribusikan ke Tuban. "Dan sudah ada jawaban, pihak Pertamina siap," ungkapnya kemarin (28/11). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lanjut Agus, dalam surat jawaban itu tidak dijelaskan jadwal pendistribusian di Tuban. Sebab, jatah untuk penerima konversi mitan dari warga Kabupaten Tuban masih menunggu antrean lagi. "Mungkin minggu depan mas,'' janjinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus mengaku tak bisa berbuat banyak dengan molornya pendistribusian tabung elpiji dan kompor dari Pertamina. Sebab, semua yang mendistribusikan barang ke Tuban adalah tanggung jawab dan wewenang Pertamina. "Tidak dari konsultan. Karena itu, konsultan hanya bisa menggantungkan pihak Pertamina," terangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan sebelumnya, kuota konversi mitan untuk Kabupaten Tuban sebanyak 292 ribu kepala keluarga (KK). Namun, setelah dilakukan pendataan, jumlah penerimanya membengkak menjadi 321.804 KK. Dari jumlah itu, yang sudah menerima kompor gas dan tabung elpiji ada 297.923 KK atau 93 persen. Mereka tersebar di 20 kecamatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara 23.881 KK lainnya belum menerima, masih menunggu Pertamina. Jumlah warga yang belum menerima ini terdapat di Kecamatan Tuban dan Soko. Di Kecamatan Tuban, dari 10.626 KK yang seharusnya menerima, baru 2.266 KK yang sudah mendapatkan kompor gas dan tabung elpiji 3 kg. Sedangkan di Kecamatan Soko, dari calon penerima 26.893 KK, baru 11.372 KK yang mendapatkan. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=128963"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-3007357283762106503?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3007357283762106503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3007357283762106503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/janji-pekan-depan-direalisasikan.html' title='Janji Pekan Depan Direalisasikan Distribusi Kompor Gas dan Tabung Elpiji 3 Kg'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2170657400542751215</id><published>2009-11-27T16:40:00.002+07:00</published><updated>2010-05-04T16:44:05.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Malam Takbiran Mabuk-mabukkan, Pagi Dihantam KA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SURABAYA – Kecelakaan terjadi di dekat perlintasan kereta api Margomulyo, Jumat (27/11) dini hari. Seorang pejalan kaki tewas tertabrak kereta barang. Kepala, pinggul dan kakinya hancur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari identitas KTP yang ditemukan di dompetnya, korban diketahui bernama Sukajat, 31 warga Dusun Soko RT 09/RW 02, Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Tuban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Kasbun, warga sekitar, peristiwa tersebut berawal ketika korban turun dari angkot. “Dia turun dari angkot bersama temannya. Setelah itu, dia berjalan kaki ke arah barat,” kata pria berusia 30 tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak ada yang tahu korban hendak kemana. Pastinya jalannya sempoyongan dan diduga kuat dalam keadaan mabuk berat. “Sepertinya mabuk, Mas. Lha wong setelah jalan, dia tiba-tiba saja duduk-duduk di tengah rel dengan kepala tertunduk,” tutur Kasbun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lama, kereta api barang melintas dari stasiun Pasar Turi ke arah barat. Warga sekitar yang melihat ada kereta akan melintas langsung meneriaki korban. Tapi korban tetap duduk di tengah rel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Banyak yang neriaki dia kalau ada kereta. Tapi dia tetap saja diam. Mungkin ya itu tadi dia lagi mabuk berat. Jadi teriakan orang gak didengar,” katanya.&lt;br /&gt;Akibatnya bisa ditebak. Tubuh Sukajat tertabrak kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kerasnya tabrakan membuat tubuh korban terseret hingga 50 meter dari lokasi. Kepala, pinggul dan kakinya hancur,” ujar Wakapolsek Tandes Iptu Kamilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari TKP, petugas menemukan dompet korban yang berisi KTP dan uang Rp 1.500 dan sandal jepit warna hijau. Selanjutnya mayat Sukajat dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Soetomo untuk diotopsi. Sementara Kasbun diperiksa sebagai saksi di Polsek Tandes. &lt;strong&gt;(nurqomar)&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/11/27/malam-takbiran-mabuk-mabukkan-pagi-dihantam-ka"&gt;(Pos Kota)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2170657400542751215?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/2170657400542751215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/malam-takbiran-mabuk-mabukkan-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2170657400542751215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2170657400542751215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/malam-takbiran-mabuk-mabukkan-pagi.html' title='Malam Takbiran Mabuk-mabukkan, Pagi Dihantam KA'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-466831447671986498</id><published>2009-11-17T21:15:00.000+07:00</published><updated>2009-11-17T21:15:09.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rengel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kriminal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><title type='text'>Pelaku Perkosaan Pelajar SD Ditangkap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Begitu korban mengaku diperkosa, kurang dari 24 jam pelaku perkosaan Melati, 9 (bukan nama sebenarnya), pelajar kelas tiga salah satu SDN di Rengel kemarin (16/11) ditangkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah AA, 15, warga Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan dua kain warna hijau muda yang dipakai tersangka menutup wajahnya dan wajah korban. Juga, pakaian yang dikenakan tersangka, kaos biru dan celana jeans, serta sebuah VCD porno. Barang bukti yang disebut terakhir adalah pemicu birahi tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terungkapnya kasus yang menghebohkan ini berkat kerja keras Unit Opsnal I Satreskrim Polres Tuban dan Polsek Rengel. Begitu Minggu (15/11) sore korban yang mengalami pendarahan pada pangkal pahanya mengaku diperkosa, Polsek Rengel langsung mencari petunjuk di sekitar sekolah tersangka. Dari penyelidikan tersebut terungkap ada empat pemuda tanggung yang nongkrong di depan sekolah setempat sesaat sebelum kejadian. Empat pemuda ini kemudian diamankan di Mapolsek setempat. Untuk mendalami penyelidikan, malam itu juga keempat pemuda tersebut dibawa Unit Opsnal I ke Mapolres Tuban. Unit yang dikomando Bripka Mugianto inilah yang menginterogasi para pemuda tersebut. Setelah diperiksa hingga dini hari, akhirnya menjelang subuh AA, salah satu dari empat pemuda tersebut mengakui semua perbuatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan koran ini, dia mengaku memerkosa Melati karena terangsang dengan VCD film porno yang ditonton di rumah Juri, temannya pada Kamis. Sejak nonton VCD tersebut, pemuda lulusan salah satu MTs di Pekuwon tersebut terus teringat-ingat. Dalam kasus perkosaan tersebut, AA membantah merencanakan. Jumat itu, dia nongkrong di depan sekolah korban bersama empat temannya. Begitu melihat korban menuntun sepedanya yang rantai lepas, dia kemudian membantu. Karena tidak ada alat untuk membetulkan rantai sepeda tersebut, tersangka sempat pulang ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar 30 meter (m). Keperluannya, untuk mengambil obeng dan tang. Dua alat inilah yang dipakai pemuda ini untuk membetulkan sepeda korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membetulkan sepeda tersebut, lengan tersangka bersentuhan dengan lengan Melati. Itulah yang membuat hasrat laki-lakinya langsung naik. Usai membetulkan sepeda, sambil membekap mulut korban, tersangka menyeretnya di belakang balai desa. Di tempat inilah korban diperkosa. Sebelum diperkosa, tersangka lebih dulu menutup wajahnya dengan kain hijau muda yang dibawanya. Setelah itu, ganti wajah korban yang ditutup dengan kain lain dengan warna yang sama. Setelah diperkosa, korban dilepas pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini terungkap saat Sabtu dini hari, pangkal paha korban mengalami pendarahan. Namun, saat itu, kepada kedua orang tuanya, Melati mengaku penyebab keluarnya darah tersebut akibat jatuh dari sepeda. Dia sama sekali tidak membuka kasus perkosaan yang menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena darah terus mengucur, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Rengel. Di puskesmas inilah, dokter setempat merujuk Melati ke salah satu rumah sakit di Tuban. Di rumah sakit, korban pun masih bertahan dengan keterangan awal bahwa pendarahan tersebut akibat terjatuh dari sepeda. Dokter yang curiga kemudian memeriksa. Dari sinilah diketahui kalau pendarahan tersebut akibat terkena benda tumpul. Berbekal diagnosa dokter, orang tuanya kemudian merayu korban untuk menanyakan kejadian sesungguhnya yang dialami. Dia pun akhirnya mengakui perkosaan yang dialami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka AA memerkosa korban seorang diri dan tidak dibantu temannya. ''Ini baru petunjuk awal. Tidak tertutup kemungkinan ada orang lain yang membantu,'' kata dia.&lt;b&gt; (ds)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1258467007290"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-466831447671986498?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/466831447671986498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/466831447671986498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/pelaku-perkosaan-pelajar-sd-ditangkap.html' title='Pelaku Perkosaan Pelajar SD Ditangkap'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1390624505403559111</id><published>2009-11-17T21:11:00.000+07:00</published><updated>2009-11-17T21:11:53.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Anggota Dewan Dikado Kartu Remi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Reformasi (AMPR) Tuban kemarin (16/11) menggelar aksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) dan DPRD setempat. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka menuntut kasus-kasus korupsi yang ada di Bumi Ronggolawe segera dituntaskan. Selain itu, menuntut agar pimpinan DPRD dan alat kelengkapan dewan segera terbentuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa gabungan dari PMII, HMI, KAHMI dan IMM itu memulai aksi sekitar pukul 10.00. Mereka bergerak dari Jalan Sunan Bonang atau depan Masjid Agung Tuban. Dengan membentangkan bendera organisasinya masing-masing, para aktivis itu menuju kantor Kejari di Jalan RA Kartini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus meneriakkan yel-yel dan bergantian melakukan orasi. Para pengunjuk rasa juga membawa sejumlah poster. Setelah berorasi, lima perwakilan mahasiswa dipertemukan dengan Kasi Intel M. Chozin dan Kasi Pidsus Agus Budiarto. ''Kami mempertanyakan proses hukum kasus korupsi pakaian sipil harian (PSH) yang sampai saat ini hanya bolak-balik dari Kejari ke Polres. Ini kenapa?,'' tanya Kartono, salah satu perwakilan mahasiswa dihadapan dua pejabat kejaksaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasi Pidsus Agus Budiarto mengatakan, sampai saat ini penanganan kasus PSH masih terus diproses. Sebab, jaksa penuntut umum (JPU) masih menemukan adanya berkas yang belum lengkap. ''Masih ada syarat materiil yang belum dipenuhi,'' kata dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Kasi Pidsus tidak menyebutkan secara detail syarat materiil yang belum lengkap tersebut. ''Kami tetap komitmen, supaya hal ini bisa berjalan maksimal,'' tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu sempat terjadi ketegangan. Kartono yang tidak puas dengan jawaban dari Kejari memilih keluar ruangan tanpa ada koordinasi terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari kejaksaan, para pengunjuk rasa melakukan &lt;i&gt;longmarch &lt;/i&gt;ke gedung DPRD Tuban. Sesampainya di bundaran patung-depan DPRD Tuban-mereka menggelar orasi menuntut agar DPRD setempat segera bekerja. ''Potong gajinya, karena anggota dewan sampai saat ini belum bekerja,'' teriak para pengunjuk rasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi saling dorong dengan petugas terjadi ketika mahasiswa merangsek masuk ke gedung dewan. Namun, itu tidak berlangsung lama. Sekitar 15 menit para mahasiswa berorasi, namun tak satupun anggota dewan yang menemui mereka. Padahal, saat itu sejumlah anggota dewan masih &lt;i&gt;ngantor. &lt;/i&gt;Seperti sebagian anggota dewan dari FKB, FPP, F-Gerindra, FPDIP, dan FAB. Para wakil rakyat ini memilih berdiam didalam ruangan dan mengintip dari jendela ruang kantornya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, anggota FKB Muhyidin menemui para aktivis. Terkait belum terbentuknya pimpinan definitif, politisi asal Plumpang ini meminta para mahasiswa untuk menanyakan langsung ke FPG Bersatu. Sebab, pihaknya sudah semaksimal mungkin mengusulkan kepada pimpinan sementara agar pimpinan DPRD dan alat kelengkapan segera terbentuk. ''Anggota dewan dari FPG memang tadi pagi ada di kantor. Mengapa mereka pada lari semua saat ada demo. Dan ini semua karena PG yang belum menyerahkan nama calon,'' tegas Muhyidin dengan nada tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas dengan jawaban tersebut, para mahasiswa memberi kado kepada anggota dewan dengan kartu remi dan sejumlah uang recehan. Ini sebagai bentuk belum bisa bekerjanya anggota dewan, Namun, kado tersebut ditolak oleh Muhyidin. ''Ya saya tolak,'' kata dia. Akibatnya, kartu remi tersebut berserakan dilantai depan kantor DPRD setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendratonik, koordinator aksi mengatakan, kado kartu remi ini sebagai ungkapan kekecewaan masyarakat terhadap wakil rakyat yang selama ini belum bisa bekerja untuk rakyat.&lt;b&gt; (zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=126732"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1390624505403559111?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1390624505403559111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1390624505403559111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/anggota-dewan-dikado-kartu-remi.html' title='Anggota Dewan Dikado Kartu Remi'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-8666394977167682305</id><published>2009-11-17T21:08:00.000+07:00</published><updated>2009-11-17T21:08:31.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Grabagan'/><title type='text'>Dilarang Jual Tanah, Istri Dipukul Cangkul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;GRABAGAN&lt;/b&gt; - Masalah tanah bisa menimbulkan pertikaian keluarga. Seperti yang dialami Murwati, 55, warga RT 05/II Desa Waleran, Kecamatan Grabagan. Gara-gara melarang suaminya Lasimin, 60, menjual tanah, dia kemarin (16/11) dianiaya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Murwati dipukul suaminya menggunakan doran (kayu pegangan cangkul). Akibat penganiayaan tersebut, dahi korban luka terbuka. Korban yang mengalami pendarahan serius mendapat perawatan di Puskesmas Grabagan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lasimin kepada wartawan koran ini berharap uang hasil jual tanah bisa dipakai mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Namun, istrinya menentang. Dia bersikukuh mempertahankan tanah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murwati ingin tanah itu nantinya bisa diberikan kepada dua anak hasil perkawinan keduanya. Sebelum menikahi Murwati, Lasimin menikah dengan tiga perempuan lain dan dikaruniai satu anak. Tiga istrinya tersebut sudah dicerai. ''Karena jengkel, dia saya pukul doran,'' kata tersangka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukulan pertama yang dilayangkan Lasimin meleset. Pada pukulan kedua, doran tersebut persis mengenai dahi korban. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, tersangka yang kini ditahan dijerat dengan pasal 351 KUHP. &lt;b&gt;(ds) &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=126736"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-8666394977167682305?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8666394977167682305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8666394977167682305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/dilarang-jual-tanah-istri-dipukul.html' title='Dilarang Jual Tanah, Istri Dipukul Cangkul'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-3478011368612908913</id><published>2009-11-16T06:07:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T06:07:57.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rengel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><title type='text'>Gara-gara Sepeda Rusak, Bocah 9 Tahun di Tuban Diperkosa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="reporter"&gt;Rengel&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;- Gadis kecil berusia 9 tahun sebut saja Fatimah menjadi korban perkosaan. Peristiwa itu terjadi saat korban yang masih kelas IV SD ini pulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Anak malang dari Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Tuban kini berada di rumah sakit menjalani perawatan intensif karena mengalami pendarahan serius akibat peristiwa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi memilukan itu terjadi dua hari lalu, ketika itu korban pulang dari sekolah menggunakan sepeda. Tiba-tiba rantai sepedanya lepas. Mencoba memperbaiki sepedanya datang seseorang lelaki yang tidak dikenalnya memberikan bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bantuan itu harus dibayar sangat mahal Fatimah. Setelah sepeda diperbaiki, korban dibawa ke belakang sekolah oleh pelaku, Fatimah diperkosa. Usai melampiaskan nafsunya, pelaku pergi begitu saja meninggalkan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, korban pulang dengan terus menahan sakit di kemaluannya. Sore harinya badan Fatimah panas. Sakit itu berlanjut hingga malam hari bahkan mengalami pendarahan dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas Rengel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtuanya sama sekali tidak tahu tentang apa yang terjadi karena Fatimah mengaku terjatuh dari sepeda. Bahkan ketika dibawa ke RSUD Tuban, Fatimah tidak mau bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika didesak, gadis bau kencur itu baru bercerita kejadian yang menimpanya. Mendengar kisah sang anak, orangtua korban yang merasa tidak terima, langsung melaporkan peristiwa itu ke Polres Tuban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya siapa lelaki yang telah menggagahinya, Fatimah mengaku tidak kenal. "Saya tidak kenal. Orang saat itu memakai baju putih," tuturnya di RSUD Dr R Koesma Tuban, di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Minggu (15/11/2009). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pihak polisi langsung bergerak untuk menyelidiki kasus itu. Kasus perkosaan itu ditangani oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sudah menerima laporan dan masih melakukan pendalaman atas perkara ini," Kasat Reskrim Polres Tuban, Iptu Budi Santoso.  &lt;b&gt;(wln/wln)&lt;/b&gt;   &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1258326157511"&gt;&lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong&gt;TB Utama&lt;/strong&gt; - detikSurabaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-3478011368612908913?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3478011368612908913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3478011368612908913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/gara-gara-sepeda-rusak-bocah-9-tahun-di.html' title='Gara-gara Sepeda Rusak, Bocah 9 Tahun di Tuban Diperkosa'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-591626288411509970</id><published>2009-11-15T20:22:00.000+07:00</published><updated>2009-11-15T20:22:47.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Gelapkan Motor, Nasabah Adira Ditahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;SOKO&lt;/b&gt;-Peringatan bagi konsumen kredit motor yang main-main dengan leasing atau perusahaan pembiayaan. Samudi, 46, konsumen Adira Finance Bojonegoro kemarin (14/11) ditangkap Unit I Satreskrim Polres Tuban. Tuduhannya, menggadaikan motor Suzuki New Smash yang dikreditnya dari perusahaan pembiayaan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Desa Mentoso, Kecamatan Soko yang kini dijebloskan ke tahanan tersebut dijerat pasal 372 KUHP. Sangkaannya dengan maksud memiliki menggelapkan suatu barang sebagian atau seluruhnya milik orang lain. Samudi kredit New Smash pada Maret 2008 lalu dengan uang muka Rp 1 juta. Dalam akad kredit, disepakati pembayaran motor 36 kali dengan angsuran Rp 485 ribu per bulan. Pada bulan-bulan pertama, Samudi lancar membayar angsuran. Namun, sepuluh bukan terakhir, pembayaran kreditnya macet alias tidak dibayar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya leasing untuk menarik motor kreditnya nopol S 3695 GA tak membuahkan hasil karena motor tersebut sudah dipindahtangankan atau digadaikan kepada orang lain. Tidak jelas siapa yang menerima gadai motor tersebut. Kepada petugas, tersangka juga tidak menyebutkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, dari alat bukti yang dikumpulkan penyidik, perbuatan tersangka memenuhi unsur tindak pidana penipuan. ''Atas pertimbangan subjektif dan objektif, tersangka kami tahan,'' kata dia. &lt;b&gt;(ds)&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1258291038396" style="background-color: yellow;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=126320" style="background-color: yellow;"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-591626288411509970?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/591626288411509970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/591626288411509970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/gelapkan-motor-nasabah-adira-ditahan.html' title='Gelapkan Motor, Nasabah Adira Ditahan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4716074332984758769</id><published>2009-11-14T19:42:00.000+07:00</published><updated>2009-11-14T19:42:11.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rengel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><title type='text'>Jaksa Meminta Polisi Merubah Pasal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Kejaksaan memberi petunjuk penyidik Unit III Satreskrim Polres Tuban terkait pasal yang diterapkan untuk menjerat Thakwin Ariyanto, 12, pelajar MTs Negeri Rengel. Dia adalah tersangka pembakaran teman sepermainannya, Toyib, 10, pelajar SDN Campurejo 2, Kecamatan Rengel saat bermain bersama pada Sabtu (12/9) malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, penyidik awalnya menjerat tersangka dengan pasal 160 KUHP. Namun, dalam petunjuknya, jaksa meminta pasal yang diterapkan 188 KUHP. Isinya kurang lebih menyatakan, barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir. Ancaman hukuman penjara pasal ini paling lama lima tahun. ''Terkait petunjuk tersebut, kami akan melengkapi,'' tegas dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang terjadi di Desa Campurejo, Kecamatan Rengel tersebut dilaporkan keluarga korban ke Mapolres Tuban pada Rabu (2/9). Kasus kebakaran tersebut bermula saat Wiwin, panggilan akrab terlapor bersama korban dan dua teman mereka lainnya, yakni Uut dan Asegaf bermain api. Untuk sarana pembakarnya, Wiwin membawa mangkuk plastik dan bensin dari rumah. Sementara Toyib membawa minyak tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bahan pembakar tersebut kemudian dituangkan dalam mangkuk plastik. Sambil jongkok, Toyib menyulutkan korek api pada mangkuk tersebut. Sementara tiga temannya termasuk Wiwin ikut jongkok mengitari mangkuk tersebut. Begitu disulut, api langsung membesar. Karena kaget, seluruh anak spontan mundur. Setelah mundur, Wiwin secara refleks menendang mangkuk tersebut. Tujuannya, untuk mematikan api tersebut. Namun, akibatnya justru fatal. Bensin dan minyak tanah yang terbakar memerciki tubuh Toyib. Seketika itu juga bagian perut hingga wajah korban terbakar serius. Korban yang mengalami luka bakar di wajah hingga perut bagian bawah tersebut dilarikan ke RSNU Bojonegoro. Setelah selama sepekan lebih dirawat tak kunjung membaik, Toyib dirujuk ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoema setempat. &lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt; Sumber : &lt;a href="http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=125838" style="background-color: yellow;"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4716074332984758769?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4716074332984758769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4716074332984758769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/jaksa-meminta-polisi-merubah-pasal.html' title='Jaksa Meminta Polisi Merubah Pasal'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-3154355385426543044</id><published>2009-11-14T16:58:00.000+07:00</published><updated>2009-11-14T16:58:49.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Setiap Bulan, Pelanggar Lalin Naik 500 Orang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Kemarin (12/11) adalah persis bulan ketiga Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diberlakukan di Tuban. Sejak UU baru tersebut diterapkan per 12 Agustus lalu, pelanggarnya terus meningkat. Peningkatan pelanggar per bulan rata-rata mencapai 500 pelanggar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan pertama undang-undang ini diterapkan pertengahan Agustus lalu, pelanggar yang ditindak korps bersabuk putih ini hanya 1.314 pelanggar. Pada bulan berikutnya (September), meningkat menjadi 1.874 pelanggar dan Oktober 1.959 pelanggar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah melonjaknya pelanggar lalu lintas tersebut terkait rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat? Kasatlantas Polres Tuban Iptu Sugeng Setya Tresna membantah. Berdasar evaluasi satuannya, justru sekarang ini kepatuhan pengguna jalan meningkat. Salah satunya, karena tingginya denda bagi pelanggar undang-undang tersebut. ''Anda tahu sendiri, denda paling rendah saja Rp 50 ribu. Untuk pelanggar berat bisa mencapai Rp 250 ribu,'' tegas dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lainnya, karena gencarnya sosialisasi Satlantas Polres Tuban terhadap undang-undang ini. Kalaupun jumlah pelanggar terus meningkat, terang Sugeng, itu karena satuannya terus mengintensifkan razia di jalan dan bukan karena rendahnya tingkat kepatuhan. Selain razia rutin, kata dia, satuannya juga punya agenda insidental. Tempat razianya pun berpindah-pindah dan tidak terpusat di tengah Kota Tuban. Namun, juga menyebar di seluruh wilayah kecamatan. Selain intensitas razia, hampir semua anggotanya juga ditugaskan turun jalan dan ditarget menindak pelanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, sanksi yang dijatuhkan terhadap pelanggar jauh lebih berat. Pengendara dan penumpang motor yang tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia sebagaimana diatur dalam pasal 291 diancam pidana kurungan paling lama 1 bulan dan denda paling banyak Rp 250 ribu. Pengemudi motor yang tidak menyalakan lampu utama pada siang hari dalam pasal 293 (2) dipidana dengan kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak 100 ribu. Sementara yang tidak menyalakan lampu pada malam hari, diatur dalam ayat 1 pasal ini, dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak 250 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran lain, seperti pengendara motor yang tidak melengkapi kendaraannya dengan kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan (spidometer), knalpot, dan kedalaman alur ban, dijerat pasal 285. Ancaman hukumannya pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. &lt;b&gt;(ds) &lt;a href="http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=125839"&gt;Radar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-3154355385426543044?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3154355385426543044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3154355385426543044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/setiap-bulan-pelanggar-lalin-naik-500.html' title='Setiap Bulan, Pelanggar Lalin Naik 500 Orang'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-6093596942854022085</id><published>2009-11-08T20:41:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T16:01:38.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Sebagian Anggota DPRD Tuban Putus Asa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Buntut Belum Jelasnya Pembentukan Pimpinan Definitif&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUBAN &lt;/b&gt;- Upaya enam fraksi di DPRD Tuban untuk menanyakan surat aduan yang disampaikan ke Biro Hukum Pemprov Jatim terkait belum terbentuknya pimpinan DPRD sampai kini belum membuahkan hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kami sudah putus asa. Sudah kami tanyakan terus (ke biro hukum, Red) tapi belum ada jawaban pasti,'' kata calon wakil ketua DPRD Tuban, Teguh Prabowo alias Go Tjong Ping kepada &lt;i&gt;Radar Bojonegoro&lt;/i&gt; kemarin (6/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politisi PDIP ini menjelaskan, saat sebagian anggota DPRD Tuban berkonsultasi ke biro hukum pemprov beberapa waktu lalu, sebenarnya disarankan jika peraturan pemerintah (PP) yang baru belum turun agar menggunakan PP lama. ''Dan Depdagri juga menyaranakan agar menggunakan PP lama,'' kata Tjong Ping. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Tjong Ping, di seluruh Indonesia kemungkinan tinggal Tuban saja yang pimpinan DPRD-nya belum terbentuk. ''Kalau seperti ini, RAPBD molor dan masyarakat yang dirugikan,'' tegasnya. Kami sampai pegel &lt;i&gt;ngrasakno&lt;/i&gt; kondisi ini. Padahal, kami ditanya terus oleh masyarakat,'' ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dia berharap Partai Golkar semestinya menyadari hal ini dan segera mengirimkan nama calon pimpinan dewan. ''Kalau seperti ini terus kan semunya macet,'' tukas mantan ketua DPC PDIP itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan sebelumnya, sejak 24 Agustus lalu hingga sekarang, pimpinan DPRD Tuban dan alat kelengkapan lainnya belum terbentuk. Penyebabnya, Partai Golkar yang mendapat jatah ketua dewan belum menyerahkan nama calonnya karena masih menunggu turunnya PP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua DPRD Blora Maulana Kusnanto meminta seluruh fraksi segera menyetorkan nama yang diusulkan menjadi ketua komisi maupun anggota alat kelengkapan depan lainnya seperti banmus, banggar, baleg, maupun BK. ''Saya harap semua sudah masuk sehingga minggu depan sudah bisa mengumumkan susunan alat kelangkapan dewan,'' tutur Kusnanto kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, ketua komisi harus segera ditentukan agar pembahasan perubahan APBD segera bisa dilakukan. Khusus Fraksi Partai Golkar, kata dia, sudah mengusulkan Hanindyo Andri Haskoro menjadi ketua komisi C. ''Sudah resmi kami usulkan,'' kata politisi PG itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, semua alat kelengkapan dewan sudah tersusun. Seperti Badan Kehormatan misalnya. Dia menentukan partai-partai besar yang akan menempatkan wakilnya di BK. Ada lima anggota BK yang dibutuhkan dan semuanya sudah ditentukan. Yakni, wakil dari Partai Golkar, PDIP, Partai Demokrat, PKB, dan PPP. Anggota dewan yang lain, menurut dia, sudah diakomodasi di alat kelengkapan dewan lainnya. &lt;b&gt;(zak/ono) &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=124710"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-6093596942854022085?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6093596942854022085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6093596942854022085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/11/sebagian-anggota-dprd-tuban-putus-asa.html' title='Sebagian Anggota DPRD Tuban Putus Asa'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5069192352586658190</id><published>2009-10-31T20:08:00.001+07:00</published><updated>2010-04-10T20:17:26.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Sekeluarga Dihantam Mobil Pemabuk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="left: -57435px; position: absolute; text-align: justify; top: -97270px;"&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=1"&gt;Buy Cheap Viagra Online Uk&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=2"&gt;Viagra Rrp Australia&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=3"&gt;Cheap Viagra Tablets&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=4"&gt;Buy Generic Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=5"&gt;Viagra For Women&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=6"&gt;Buying Viagra Online&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=7"&gt;Viagra Side Effects&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=8"&gt;Viagra Equivalent&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=9"&gt;Viagra For Sale&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=10"&gt;Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=11"&gt;How Does Viagra Work&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=12"&gt;Women Does Viagra Work&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=13"&gt;Try Viagra For Free&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=14"&gt;Female Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=15"&gt;Herbal Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=16"&gt;Free Viagra Sample&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=17"&gt;Natural Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=18"&gt;Free Viagra In The Uk&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=19"&gt;Female Use Of Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=20"&gt;Viagra Suppliers In The Uk&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=21"&gt;Viagra Oral Jelly&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=22"&gt;Viagra Prescription&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=23"&gt;Discount Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=24"&gt;Viagra Canada&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=25"&gt;Viagra Jelly&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=26"&gt;Viagra Dosage&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=27"&gt;Viagra Without Prescription&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=28"&gt;Herbal Viagra Reviews&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=29"&gt;Viagra Online&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=30"&gt;Problems With Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=31"&gt;Buy Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=32"&gt;Generic Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=33"&gt;Viagra 6 Free Samples&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=34"&gt;Online Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=35"&gt;Buy Cheap Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=36"&gt;Order Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=37"&gt;Cheap Viagra Canada&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=38"&gt;Buy Viagra Online&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=39"&gt;Cheap Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=40"&gt;Viagra Sale&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=41"&gt;Which Is Better Cialis Or Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=42"&gt;Purchase Viagra Online&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=43"&gt;Non Prescription Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=44"&gt;Buying Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=45"&gt;Womens Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=46"&gt;Guaranteed Cheapest Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=47"&gt;Free Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=48"&gt;Cheapest Uk Supplier Viagra&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.surya.co.id/wp-content/2010/?item=49"&gt;Buy Viagra Online At&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tuban &lt;/strong&gt;- Nahas menimpa keluarga Sunoto, 45, warga Desa Kedungsoko, Kecamatan Soko, Tuban. Sepulang dari berkunjung dari rumah kerabat bersama istri dan dua anaknya, motor yang dikendarainya dihantam Honda CRV yang dikemudikan seorang pemabuk saat melintas di Jl Manunggal, Tuban. Akibatnya, Sunoto sekeluarga menderita luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr R Koesma, Tuban. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sekeluarga yang masih menjalani perawatan serius itu adalah Sunoto sendiri, Ngasri, 40, istrinya, Sari, 9, anak pertama dan Diah, 7, anak terahirnya. Kondisi paling parah dialami Diah yang menderita luka patah tulang kaki dan beberapa luka di sekujur tubuhnya. Dan hingga sore kemarin, kondisinya masih kritis. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Informasi yang dihimpun, kecelakaan ini terjadi saat mobil Honda CRV L 1148 E yang dikemudikan Jefri, 32, warga Kedungpring, Lamongan, bersama empat rekannya melaju kencang dari arah utara dan menyalip barisan truk yang berjalan lambat karena jalan sedikit menanjak. “Pengendara sepeda motor dari arah berlawanan sudah menepi, tapi masih dihantam oleh Honda CRV itu. Setelah itu, CRV menabrak trotoar jalan,” terang Wasis, salah satu warga di lokasi kejadian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dikatakan, sebelum tabarakan mobil sempat kelihatan oleng saat akan mendahului truk yang berjejer di depanya. “Karena ada beberapa truk, pengemudi CRV tidak sempat banting setir ke kiri hingga menabrak motor yang ditumpangi empat orang,” sambungnya.. Setelah tertabrak, empat penumpang motor langsung terpental dan mobil nyungsep di trotoar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dugaan kuat penyebab terjadinya kecelakaan ini adaah sopir CRV dalam kondisi lepas control lantaran mabuk akibat menenggak minuman keras. Hal itu nampak jelas dari raut wajah Jefri ketika keluar dari mobil dengan muka dan mata memerah. Bahkan saat ditanyai petugas juga nada bicaranya seperti ngelantur kemana-mana. “Saya gugup karena kondisi lalu lintas padat. Dan semakin bingung pas lihat ada sepeda motor dari depan,” kata Jefri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Petugas kepolisian yang mendapat laporan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. “Para korban sudah kita larikan ke rumah sakit dan pengemudi kita bawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan. Termasuk kendaraan yang terlibat kecelakaan juga kita amankan ke Polres,” terang Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban Iptu Faqih. st31(&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/2009/10/31/sekeluarga-dihantam-mobil-pemabuk.html"&gt;Surya&lt;/a&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5069192352586658190?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5069192352586658190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5069192352586658190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/sekeluarga-dihantam-mobil-pemabuk.html' title='Sekeluarga Dihantam Mobil Pemabuk'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2028313590679276211</id><published>2009-10-27T20:52:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T20:52:49.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Dewan Dua Bulan Nganggur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt;-Dua bulan sudah anggota DPRD Tuban dilantik menjadi legislatif. Namun, pimpinan DPRD Tubn hingga kemarin belum juga terbentuk. Dampaknya, agenda kerja wakil rakyat yang telah dipilih masyarakat ini pun kian terkatung-katung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin (26/10) misalnya, para wakil rakyat ini pun hanya datang, duduk bercengkrama dengan sesama rekan legislatif. Sesekali melobi-lobi lintas fraksi. ''Belum ada agenda Mas,'' ujar ketua FKB Imron Chudlori bersama wakil ketua sementara DPRD Tuban Sa'dun Naim di gedung dewan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua sementara DPRD Tuban Marwan ketika dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini peraturan pemerintah yang ditunggu-tunggu juga belum turun. ''(PP, red) Belum mas,'' kata dia kemarin. &lt;b&gt;(zak)&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1256651278316"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=122571"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2028313590679276211?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2028313590679276211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2028313590679276211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/dewan-dua-bulan-nganggur.html' title='Dewan Dua Bulan Nganggur'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-3985038706766183782</id><published>2009-10-23T12:47:00.000+07:00</published><updated>2009-10-23T12:47:09.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Temukan Dua Penambang Pasir Mekanik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Tim gabungan Satpol PP, Dinas Pertambangan dan Energi, Polres, Polisi Militer, dan Kodim 0811 Tuban kemarin (22/10) merazia penambang pasir mekanik yang beroperasi di Kecamatan Soko dan Parengan. Hasilnya, petugas menemukan dua penambang pasir mekanik yang masih nekat beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Razia yang dimulai sekitar pukul 08.30 itu dimulai dari Kecamatan Soko. Salah satu sasarannya di Desa Menilo. Ditempat tersebut, petugas masih menjumpai penambang pasir mekanik. Saat kedatangan petugas, para penambang itupun tidak berkutik. Mesin disel yang semula beroperasi, mendadak dimatikan. Petugas langsung menyetop aktivitas penambangan pasir secara mekanik tersebut dan membawa mesil diselnya sebagai barang bukti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, petugas gabungan melakukan razia di Desa Selogabus Kecamatan Parengan. Ditempat tersebut, petugas menemukan ada satu penambang pasir mekanik yang masih beroperasi. Sama seperti di Menilo, barang bukti berupa mesil disel juga diamankan untuk dibawa ke Kantor Satpol PP Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Satpol PP Heri Muharwanto mengatakan, kedua penambang pasir mekanik tersebut akan segera dipanggil untuk dilakukan pembinaan. Dikatakan Heri, selanjutnya akan menertibkan sejumlah penambang pasir yang ditengarai masih beroperasi. Seperti di Kecamatan Grabagan dan Rengel. ''Penambang pasir laut yang ada di Bancar juga akan kami tertibkan,'' tegasnya. &lt;b&gt;(zak)&amp;nbsp;  &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=121949"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-3985038706766183782?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3985038706766183782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3985038706766183782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/temukan-dua-penambang-pasir-mekanik.html' title='Temukan Dua Penambang Pasir Mekanik'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2507743124654794977</id><published>2009-10-23T12:41:00.000+07:00</published><updated>2009-10-23T12:41:12.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>PN Tolak Gugatan Mantan Bendahara DPC Barnas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Pengadilan Negeri (PN) Tuban akhirnya memutuskan menolak gugatan yang diajukan Sidik Wiyanto terhadap DPC Partai Barisan Nasional (Barnas) yang telah memberhentikan kepengurusannya di partai tersebut. Penolakan gugatan itu kemarin (22/10) dibacakan Ketua Majelis Hakim Nofa F Bunda. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;''Majelis hakim memutuskan menolak gugatan yang diajukan oleh penggugat (Sidik Wiyanto, Red). Sebab, masalah politik diselesaikan secara internal parpol yang bersangkutan,'' kata Nofa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain putusan tersebut, pihak PN juga meminta kepada penggugat mengganti biaya perkara Rp 434 ribu. Mendengar putusan itu, Sidik menyatakan tidak terima. Dia bakal menempuh jalur lain. ''Kami sangat sayangkan dan akan kami teruskan (pra-peradilan),'' kata Sidik ketika ditemui usai mengikuti persidangan di PN Tuban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supriyadi, penasihat hukum Sidik, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kliennya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sidang putusan yang berlangsung sekitar satu jam itu sempat diwarnai aksi demo. Sekitar 170 orang yang mengatasnamakan warga peduli hukum menuntut agar PN Tuban memenangkan gugatan yang diajukan Sidik. Sambil membawa poster dan baliho, mereka terus menyuarakan keadilan. Massa juga membubuhkan tanda tangan di atas kain sepanjang 5 meter. ''Kami sangat menyayangkan dengan putusan PN ini,'' kata Waras, koordinator aksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai dari PN, massa bergerak ke kantor KPUK di Jalan Pramuka. Mereka meminta agar KPUK mengecek ulang SK pemberhentikan Sidik. Di kantor lembaga penyelenggara pemilu itu, massa tidak ditemui pengurus KPUK karena mereka sedang studi banding di Kediri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kami mohon, KPUK mengecek SK pemberhentian pak Sidik,'' pinta Waras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''&lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;, karena ketua KPUK tidak ada, maka ini kami terima dan nanti kami sampaikan ke ketua KPU,'' kata salah satu staf KPUK.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas hanya mendatangi kantor PN dan KPUK, massa lalu bergerak ke gedung DPRD setempat. Mereka ingin menemui Endrik, anggota DPRD yang juga ketua DPC Partai Barnas Tuban. Lantaran yang dicari tidak ada, massa lalu mengadu ke anggota dewan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka diterima Ketua FPDIP Karjo, Ketua F-Gerindra Sunardi S, Aris Dwi Setiawan (Demokrat), dan Fahmi Fikroni (FKB). ''Ya kami sifatnya hanya menerima aspirasi masyarakat,'' kata Karjo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya menghormati, apapun putusannya. Sebenarnya masalah internal parri sudah selesai. Sebab 1 Juni lalu saya dengan Pak Sidik dipertemukan di DPD Partai Barnas Jawa Timur. Dan dimenangkan saya, karena saya sesuai dengan prosedur,'' kata Endrik ketika dihubungi via ponselnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, Sidik Wiyanto yang semoat menjadi bendahara DPC Barnas Tuban dipecat DPP partai tersebut. Akibatnya, pria yang juga caleg dari Dapil III DPC Partai Barnas itu gagal menduduki kursi DPRD. Sebab, atas dasar pemecatan DPP Barnas itu, KPUK Tuban men-&lt;i&gt;delete &lt;/i&gt;Sidik sebagai calon tetap. Padahal, saat pilleg lalu, dia mengantongi 1.789 suara. Sidik akhirnya diganti Endrik yang memperoleh suara terbanyak kedua, yakni 1.337 suara. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2507743124654794977?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2507743124654794977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2507743124654794977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/pn-tolak-gugatan-mantan-bendahara-dpc.html' title='PN Tolak Gugatan Mantan Bendahara DPC Barnas'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4939335938958770032</id><published>2009-10-17T19:23:00.000+07:00</published><updated>2009-10-18T19:27:39.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minyak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;SOKO&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;- Rencana Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) untuk membuka lapangan baru di South East Mudi, Kecamatan Soko, Tuban tertunda. Penyebabnya, izin dari Pemkab Tuban hingga kini belum turun. ''Rencananya kami memang membuka lapangan baru di Desa Pandanwangi Kecamatan Soko,'' kata Operation Manager JOB P-PEJ Marthen Lotong kepada &lt;i&gt;Radar Bojonegoro&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuturkan, izin itu telah diajukan ke Pemkab Tuban beberapa bulan lalu. Hingga kemarin &lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(16/10) izin yang diajukan belum disetujui. Marthen tidak tahu alasan belum turunnya izin membuka lapangan baru di Blok Tuban tersebut. '' Kita berharap segera turun,'' harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, JOB P-PEJ menargetkan pada 2010 produksi Blok Tuban 45 ribu barel per hari. Setelah sumur 12 A beroperasi, saat ini produksi Blok Tuban sudah mencapai 41 ribu barel per hari. ''Dengan lapangan baru, maka target itu akan kami usahakan terpenuhi,'' imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun depan JOB P-PEJ merencanakan mengebor lagi dua sumur di Pad B Sukowati yang ada di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Yakni, sumur 14 dan 15. ''Sumur itu nanti bukan menambah produksi minyak, tapi mempertahankan produksi minyak di kisaran 45 ribu barel per hari,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, produksi puncak Blok Tuban akan bisa bertahan selama tiga tahun setelah produksi 45 ribu barel per hari. ''Itupun ada beberapa sumur yang akan mengalami penurunan. Sehingga kita butuh sumur baru agar produksi bisa bertahan,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai permasalahan flare pit di CPA Mudi, pria asli Toraja itu menjelaskan, pihaknya saat ini sedang menjajaki untuk memindahkan sebagian flare pit di Sukowati. Untuk menghentikan api di flare pit, ujar dia, tidak mungkin karena hal itu sama saja dengan menghentikan produksi minyak. ''Karena itu kita masih cari solusi terbaik,'' katanya. &lt;b&gt;(ade)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=120789"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4939335938958770032?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/4939335938958770032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/soko-tuban-soko-rencana-joint-operating.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4939335938958770032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4939335938958770032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/soko-tuban-soko-rencana-joint-operating.html' title=''/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7247116854927197582</id><published>2009-10-15T05:49:00.005+07:00</published><updated>2009-11-21T05:59:46.047+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Dandim Tuban-Kabakorwil II Serahkan Rumah ke Warga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #0c3d9e; font-family: tahoma; font-size-adjust: none; font-size: 20px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;                                                     &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;form id="form2" method="post" name="form2"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" hspace="4" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;" vspace="4"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;img align="left" border="2" hspace="4" name="foto" src="http://beritajatim.com/berita/brt788075155.jpg" vspace="4" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: tahoma; font-size-adjust: none; font-size: 10px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;                              &lt;/span&gt; Reporter :                             Abdul Qohar                            &lt;br /&gt;&lt;b&gt;(&lt;a href="http://www.beritajatim.com/detailnews.php/6/Politik%20&amp;amp;%20Pemerintahan/2009-10-15/47220/Dandim_Tuban-Kabakorwil_II_Serahkan_Rumah_ke_Warga"&gt;beritajatim.com&lt;/a&gt;) &lt;/b&gt;- Siang tadi, rumah tidak layak huni (RTLH) yang telah selesai di renovasi oleh TNI bersama masyarakat diserahkan kepada pemiliknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan tersebut ditandai dengan kehadiran Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Stiadjid bersama Dandim 0811 Letkol Inf Dadang Sudrajat. Secara simbolis dua pejabat tersebut meninjau langsung beberapa rumah yang telah selesai direhap di Kecamatan Soko dan Rengel, Kabupaten Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Kamis (15/10/2009) menyebutkan, kalau se Kabupaten Tuban sebenarnya terdapat 1.000 rumah yang dibantu merehap oleh Pemprov Jatim dan pengerjaannya dilakukan oleh para TNI dimasing-masing koramil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, di masing-masing koramil atau kecamatan, terdapat sekitar 50 RTLH yang direnovasi. Sebab, di Kabupaten Tuban terdapat 20 kecamatan yang tersebar diseluruh wilayah bumi Ronggolawe itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada beritajatim.com, Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Stiadjid mengaku cukup terkesan dengan kegiatan tersebut. Sebab, warga sekitar rumah yang dibantu Pemprov Jatim sangat antusias untuk ikut bersama-sama mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berterima kasih kepada para prajurit yang dengan tanpa lelah setiap hari mengerjakan rehap rumah bersama warga. Ini salah satu bentuk TNI manunggal dengan masyarakat," kata Stiadjid disela-sela meninjau langsung lokasi rumah yang dibangun dipelosok desa di Kecamatan Soko, Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangkan, se Jawa Timur tahun ini ada sekitar 20.000 rumah yang dibantu merehap dengan bantuan dana masing-masing Rp 5 juta. "Kalau terus seperti ini, maka tidak lama RTLH di Jatim akan semakin berkurang banyak," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpisah, Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Dadang Sudrajat menegaskan, kalau sejauh ini pengerjaan rehap rumah telah mencapai sekitar 50 persen se Kabupaten Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hampir semua rumah yang dibenahi disemua kecamatan kondisinya sudah luar biasa. Dalam waktu yang tidak lama, semuanya akan selesai," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, empat desa diantaranya yang warganya mendapat bantuan rehap rumah adala Desa Cekalang dan Tluwe, keduanya di Kecamatan Soko, serta Desa Kebonagung dan Pekuwon, keduanya di Kecamatan Rengel.&lt;b&gt;[dul/ted]sumber : &lt;a href="http://www.beritajatim.com/detailnews.php/6/Politik%20&amp;amp;%20Pemerintahan/2009-10-15/47220/Dandim_Tuban-Kabakorwil_II_Serahkan_Rumah_ke_Warga"&gt;beritajatim&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7247116854927197582?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/7247116854927197582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/dandim-tuban-kabakorwil-ii-serahkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7247116854927197582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7247116854927197582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/dandim-tuban-kabakorwil-ii-serahkan.html' title='Dandim Tuban-Kabakorwil II Serahkan Rumah ke Warga'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-8995103136153536206</id><published>2009-10-07T20:21:00.000+07:00</published><updated>2009-10-07T20:24:26.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minyak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soko dan sekitarnya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Warga Minta JOB P-PEJ - BP Migas Penuhi Tuntutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;SOKO-BOJONEGORO&lt;/b&gt; - Sekitar 300 warga dari tiga dusun di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban kemarin (6/10) mendatangi balai desa setempat. Mereka menuntut Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) dan BP Migas memenuhi keluhan warga terkait pengoperasian tambang minyak di wilayah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Warga minta jawaban dari BP Migas dan JOB P-PEJ untuk segera memenuhi tuntutan. Warga mulai mendapat dampak buruk dari pengolahan minyak di pengeboran,'' kata Kepala Desa Rahayu Imam Lughuzali selaku pihak perantara pertemuan antara warga dan BP Migas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuturkan, dampak buruk yang ditimbulkan di antaranya suhu terlampau panas, bau tidak sedap, kebisingan, dan gangguan terhadap tanaman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Balai Lingkungan Hidup (BLH) Tuban beberapa waktu lalu, lanjut Imam, suhu luar di ketiga dusun tersebut mencapai 65 derajat celcius. Sedangkan suhu di dalam ruangan mencapai 35 derajat celcius. Suhu itu melebihi ambang batas di ruangan yang maksimal 28 derajat celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Khususnya untuk SDN 1 dan 2 Rahayu yang hanya berjarak 150 meter dari lokasi pengeboran. Hal itu sangat mengganggu proses belajar,'' imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmui, salah satu perwakilan warga dari Dusun Sarirejo, Gandu, dan Delik mengaku sudah terlalu lama, sejak 2003 warga mendapat dampak buruk adanya penambangan. ''Belum ada solusi yang tepat untuk mengatasi dampak buruk tersebut. Warga terus menerus dirugikan bahkan sekarang ada penambahan &lt;i&gt;flare&lt;/i&gt; (titik api) hingga tujuh,'' katanya yang disambut teriakan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, warga dan JOB P-PEJ bertemu 29 September lalu. Dalam pertemuan itu tercapai lima kesepakatan. Di antaranya, mengembalikan tujuh &lt;i&gt;flare&lt;/i&gt; yang telah berdiri di area CPA menjadi dua, meredam suara yang ditimbulkan akibat kegiatan operasional, dan mengurangi bau tidak sedap yang berasal dari CPA, serta memberikan kompensasi kepada warga. Kesepakatan itu ditandatangani Field Manager JOB P-PEJ Sukarnoto Sukimin, Imam Lughuzali, Kapolsek Soko AKP Noor Asyik, dan Danramil Soko Istoha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak BP Migas yang kemarin diwakili Rusmandani, pengawas pengolahan minyak, menyanggupi untuk memberikan kompensasi kepada warga. Kompensasi itu dicairkan dalam waktu satu minggu ke depan. ''Untuk besarnya, masih menunggu keputusan dari BP Migas Jakarta, tidak bisa lantas diputuskan secara mendadak,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait empat tuntutan lainnya, sekurangnya diupayakan tiga bulan setelah pertemuan, setelah proses koordinasi dengan BP Migas Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, eksplorasi sumur 12 A di lapangan Sukowati, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro yang dikelola JOB P-PEJ mulai memasuki kedalaman 6 ribu feet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sudah mulai ada gas kick namun masih kecil,'' kata Field Admint Superintendent JOB P-PEJ A Rizani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, pengeboran sumur itu dilakukan sejak 1 September lalu. ''Menggunakan pipa 6 inchi,'' imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menargetkan dalam 14 hari ke depan eksplorasi selesai dengan kedalaman sekitar 7.200 feet. Sehingga, uji coba produksi bisa dilakukan. Rizani menambahkan, saat ini di Sukowati Pad B telah ada lima sumur yang beroperasi. Jika sumur 12 A nanti selesai, maka di Pad B ada enam sumur. ''Sama dengan di Pad A yang ada di Desa Campurejo, Kota Bojonegoro juga ada enam sumur,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai produksi minyak Blok Tuban, Rizani menyatakan, saat ini sudah mencapai 40.400 barel setiap harinya. Dari jumlah itu, 37.800 barel di antaranya dihasilkan dari sumur di Sukowati Pad A dan Pad B. ''Sementara sisanya dari lapangan yang ada di Mudi, Soko,'' ujarnya. &lt;b&gt;(tis/ade)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=118509"&gt; Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-8995103136153536206?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8995103136153536206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8995103136153536206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/warga-minta-job-p-pej-bp-migas-penuhi.html' title='Warga Minta JOB P-PEJ - BP Migas Penuhi Tuntutan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2507933668579656706</id><published>2009-10-07T20:19:00.002+07:00</published><updated>2009-10-07T20:21:51.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Mengintip Program Quick Wins bidang transparansi penyidikan Satreskrim Polres Tuban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban-TUBAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tak Kenal Pungli dan Suap &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satreskrim Polres Tuban pekan ini me-&lt;i&gt;launching&lt;/i&gt; program Quick Wins bidang transparansi penyidikan. Salah satu tujuan program ini adalah membangun kepercayaan publik dalam rangka reformasi birokrasi di lingkungan Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;DWI SETIYAWAN, Tuban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''KALAU bapak melaporkan sebuah perkara ke Mapolres Tuban, penyidik akan memberitahukan hasil perkembangan penyidikan kasus tersebut dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP),'' ujar salah satu anggota Satreskrim Tuban saat membagikan stiker kepada pengendara mobil di Jalan Sunan Kalijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah salah satu bentuk sosialisasi Satreskrim Polres Tuban terhadap program Quick Wins bidang transparansi penyidikan. Program ini adalah salah satu bentuk layanan prima polisi terhadap masyarakat sebagaimana grand strategi Polri. Transparansi dalam penyidikan tindak pidana ini sejak tahap penerimaan dan penilaian laporan atau pengaduan hingga tahap penyidikan, penindakan dan pemeriksaan, serta tahap penyelesaian dan penyerahan berkas perkara. Dalam semboyannya, Satreskrim Polres Tuban akan melaksanakan tahapan-tahapan tersebut secara cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, dalam program ini satuannya ingin menghapus image bahwa pelayanan Polri kepada masyarakat masih rendah. Yang ditandai dengan pelayanan berbelit-belit, adanya biaya tambahan yang tidak semestinya, dan lambat dalam merespon pelaporan atau pengaduan. Juga, kesan polisi kurang transparan dan akuntabel, sulit menghubungi atau menemui petugas, diskriminatif, arogan, dan kurang peduli. ''Melalui program Quick Wins, semua image itu harus kita ubah,'' tegas dia. Dikatakan Budi, dalam menjalankan tugas melindungi dan mengayomi masyarakat, Polri harus ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah program ini di-&lt;i&gt;lauching&lt;/i&gt;, mantan Kaurbinops Reskrim Polres Tuban ini, berharap semua anggotanya menggunakan pendekatan pragmatis. Seperti melayani dengan kemudahan, cepat, tepat, efisien dengan cara simpatik, ramah, sopan, dan humanis. ''Terpenting, tidak membebankan biaya yang tidak semestinya (pungli), memeras, dan menakut-nakuti,'' tegas Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa melaksanakan program tersebut secara maksimal, lanjut dia, jauh hari sebelumnya, penyidiknya selalu minta nomor telepon atau ponsel terhadap pelapor. Tujuannya, agar penyidik bisa menghubungi untuk menginformasikan terkait langkah-langkah yang telah dilakukan. Juga, kendala yang dihadapi dalam penyidikan. Selain informasi lisan, penyidik juga akan memberitahukan perkembangan penyidikan secara tertulis dalam surat SP2HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyampaian SP2HP ini, Satreskrim Polres Tuban juga punya standar waktu. Untuk kasus ringan dan sedang, paling lambat hari ke-14 setelah melapor, polisi akan mengirimkan surat tersebut. Sementara untuk kasus sulit dan sangat sulit, pelapor baru menerima SP2HP pada hari ke-15 dan hari ke-30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar waktu juga berlaku untuk tahap penindakan dan pemeriksaan. Kasus ringan hari ke-15 dan hari ke-30. Kasus sedang SP2HP dikirim pada hari ke-15, 30, 45, dan 50. Dan, kasus sulit hari ke-20, 40, 80, 100, dan ke-120. ''SP2HP juga disampaikan kepada pelapor setelah berkas perkara tahap pertama dan kedua dikirim ke kejaksaan,'' tandas Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu. Untuk memaksimalkan penyidikan, Satreskrim Polres Tuban juga melaksanakan gelar perkara. Tujuannya, untuk mengetahui kendala penyidikan dan transparansi penanganan kasus, serta memberikan upaya pemecahan masalah terkait kasus pidana yang ditangani.&lt;b&gt; (*)&lt;/b&gt; Radar Bojonegoro               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2507933668579656706?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2507933668579656706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2507933668579656706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/mengintip-program-quick-wins-bidang.html' title='Mengintip Program Quick Wins bidang transparansi penyidikan Satreskrim Polres Tuban'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1710247400253250558</id><published>2009-10-07T20:13:00.001+07:00</published><updated>2009-10-07T20:19:00.880+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olahraga'/><title type='text'>Guntur, Sumbang Medali Emas Pertama Tuban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt;-Hari kedua pelaksanaan prorpov menjadi moment penting bagi kabupaten Tuban. Sebab, kemarin (6/10) Guntur Wahyu Arif, menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen Bumi Ronggolawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus KONI Tuban Budi Wiyana kepada &lt;i&gt;Radar Bojonegoro &lt;/i&gt;mengatakan, Guntur meraih emas dinomor tolak peluru dengan jauh lemparan 11,05 meter. Dibawahnya ada atletik dari kabupaten Gresik dan Ponororgo. Meski meraih emas, hal ini diakui masih dibawah standart daripada lemparan pada Kejurnas beberapa bulan lalu yang mencapai sekitar 14 meter. ''Meski prestasinya menurun, namun tetap nomor satu,'' tambah ketua pengkab PASI Tuban Mukandar via ponselnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi menambahkan, selain emas, Tuban kemarin juga meraiah dua perunggu yang diraih cabang olahraga gulat. '' ''Yakni Yaya Yudianto dikelas 84 kg, dan Adi Prasetyo dikelas 96 kg,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, harapan tim bulu tangkis beregu putri Tuban untuk lolos disemifinal gagal. Sebab, pada babak 8 besar, anak-anak Bumi Ronggolawe dikalahkan oleh tim tuan rumah kota Malang dengan skor 2-0. Sebelumnya, bulu tangkis beregu putri mengalahkan tim kabupaten Kediri dengan skor 2-1. ''Memang lawan tuan rumah agak berat,'' tandas sekretaris Pengcab PBSI Tuban Bambang.&lt;b&gt; (zak)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=118493"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1710247400253250558?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1710247400253250558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1710247400253250558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/guntur-sumbang-medali-emas-pertama.html' title='Guntur, Sumbang Medali Emas Pertama Tuban'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-6217503613952631583</id><published>2009-10-05T17:03:00.003+07:00</published><updated>2010-05-15T07:07:14.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Data Statistik Kecamatan Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Ketika gagal menjaga amanat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;span id="Tanggal"&gt;&lt;span id="Penulis"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="Tanggal"&gt;&lt;span id="Penulis"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Masyarakat Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Tuban, yang dulunya hidup dalam ketenangan harmoni beraktifitas serta bermasyarakat, terusik pasca desa tersebut dipimpin Sunjani. Itu terjadi karena amanat yang disandangkan di pundaknya oleh warga ternyata kemudian dikhianati. &lt;br /&gt;———————————&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sesungguhnya, naiknya Sunjani menjadi kepala desa (kades) tersebut atas dukungan ma-syarakat yang memilihnya dalam pilkades.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu itu, kami mempercayakan pada Sunjani untuk memimpin Desa Bangunrejo dengan tujuan bisa menyalurkan aspirasi dan berpihak pada rakyat. Eh, tidak tahunya lama-lama dia sendiri sendiri yang mengkhianati ke-percayaan masyarakat,” tutur sejumlah warga mengomentari kepemimpinan Sunjani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunjani sendiri, seperti diungkapkan warga, yang pernah tersandung kasus penggelapan raskin dan mendekam di penjara selama tiga bulan atas putusan PN Tuban, sekeluarnya dari bui bukan membuat simpati warganya. Justru sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga yang kecewa dan marah, melalui aspirasinya yang disalurkan lewat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat setelah melakukan serangkaian telaah dan rapat sepakat bulat meminta Sunjani mundur dari jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat keputusan dan berbagai rapat koordinasi telah dilakukan, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga sejumlah pejabat terkait di Pemkab Tuban, hingga kini belum ada kejalasan pasti terkait aspirasi warga Desa Bangunrejo tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, menurut penuturan warga, rapat koordinasi dengan agenda pengusulan pemberhentian kepala desa yang dihadiri oleh Wakil Bupati Tuban, Lilik Su-hardjono, sekitar sebulan lalu pun tak juga kedengaran kabar pastinya. Menurut informasi yang diterima warga, surat usulan pengunduran Sunjani sebagai kades sudah berada di tangan Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widiastuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak habis dimengerti warga, seperti yang terungkap dalam surat penagihan pemberhentian kepala desa kepada Bupati Tuban serta ditembuskan pula kepada Gubernur Jatim, pimpinan DPRD Jatim, DPRD Tuban, wakil bupati dan Sekda Tuban, mekanisme yang ditempuh melalui berbagai tahapan juga atas dasar rekomendasi Bupati Tuban dalam suratnya kepada Camat Soko Nomor: 141/2016/141.106/2009 tanggal 30 Juni 2009, perihal usulan calon pejabat Kepala Desa Bangunrejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar terbitnya surat tersebut, seperti yang diungkapkan Kasmuin dari Forum Peduli Keadilan Msyarakat Desa Bangunrejo, usulan masyarakat melalui BPD setempat untuk secepatnya memberhentikan Sunjani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami menunggu dan menagih janji bupati secepatnya menyangkut persoalan kepemimpinan di desa kami. Api lagai yang ditung-gu oleh bupati, kalau masyarakat sudah kehilangan kepercayaannya pada kepala desa,” tukas se-jumlah warga yang juga tengah menunggu proses hukum atas dugaan penyelewengan dana UPK Gardu Taskin sebesar Rp 14 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika kasus itu mencuat, Sunjani beralasan, seperti yang ditulis dalam surat pernyataan bermeterai tertanggal 20 Pebruari 2008, dana UPK Gardu Taskin, dipinjam dan akan dikembalikan dalam waktu tiga hari setelah dia menekan surat pernyataan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenyataannya janji sang kades hanya bualan belaka. Hingga berita ini ditulis, Sunjani yang dicoba dihubungi untuk konfirmasi tidak berada di tempat.&lt;a href="http://www.dutamasyarakat.com/artikel-23875-ketika-gagal-menjaga-amanat-.html"&gt;&amp;nbsp; &lt;span id="Tanggal"&gt;&lt;span&gt;DUTA MASYARAKAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-6217503613952631583?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/6217503613952631583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/ketika-gagal-menjaga-amanat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6217503613952631583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6217503613952631583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/ketika-gagal-menjaga-amanat.html' title='Ketika gagal menjaga amanat'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7140610925308666924</id><published>2009-10-05T13:53:00.001+07:00</published><updated>2009-10-05T13:58:28.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Camat Soko Bantah Pungli KTP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;soko&lt;/b&gt; - Camat Soko Kusmindar kemarin (4/10) mengklarifikasi tudingan staf kantornya memungut pemohon kartu tanda penduduk (KTP). Ditegaskan dia, tudingan tersebut sama sekali tidak benar. ''Harus ada bukti. Tunjukkan pada kami,'' tegas dia didampingi Masykuri, Kasi Pemerintahan kecamatan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan Kusmindar, kalau terbukti pemohon dimintai biaya pengurusan KTP lebih dari Rp 10 ribu, staf yang meminta akan ditindak tegas. Pejabat kelahiran 28 Agustus 1955 ini menegaskan, selama ini pemohon KTP hanya dikenakan biaya pengurusan Rp 10 ribu. Rinciannya, Rp 5 ribu untuk biaya cetak dan Rp 5 ribu untuk pemotretan. Waktu penyelesaiannya, imbuh Kusmindar, tergantung dari kepadatan pemohon. Kalau banyak pemohon, KTP baru selesai paling lama sepekan. Namun, kalau pemohon tidak begitu banyak, sehari pun bisa selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain, pejabat yang beralamat di Jalan Nanas 16 Perum Perbon Permai Tuban ini mengakui, Komisi Pelayanan Publik (KPP) Provinsi Jatim turun ke Soko pada 30 September 2009. Namun, dari berita acara pemeriksaan stafnya, tidak ada satu pun poin yang mempermasalahkan pemohon dimintai biaya pengurusan Rp 50 ribu. Yang ada, terang Kusmindar, KPP menyimpulkan tidak ada biaya pengurusan KTP lebih dari Rp 10 ribu. Temuan lain yang dibahas dalam berita acara pemeriksaan KPP adalah keterlambatan penyelesaian KTP. Itu pun karena masalah teknis, yakni kerusakan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pemberitaaan di &lt;i&gt;Radar Bojonegoro&lt;/i&gt; pada 1 Oktober lalu, Camat Soko juga meminta LSM membeberkan siapa oknum stafnya yang meminta biaya pengurusan hingga Rp 50 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, LSM Publik Crisis Center (PCC) Tuban langsung merespon keinginan camat Soko tersebut. Karena camat meminta dibeberkan, Direktur PCC Tuban, Dahkelan menyatakan, dua tiga hari ini dia akan mengumpulkan anggotanya dan aktivitas LSM Format untuk membeberkan oknum staf Kecamatan Soko yang nakal. ''Kalau memang camat meminta, semua kasus pungli ini akan kami beberkan,'' tegas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan sebelumnya, KPP Provinsi Jatim turun ke wilayah Kecamatan Soko untuk menggali keluhan masyarakat setempat terkait dugaan pungli dan buruknya pelayanan permohonan KTP di kecamatan setempat. Selama turun, Wahyu, anggota KPP Jatim didampingi LSM PCC dan Forum Masyarakat Tuban (Format).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahid, anggota Format Tuban mengatakan, selama turba, KPP banyak mendapat keluhan masyarakat terkait proses permohonan KTP. Salah satunya, besarnya uang administrasi yang harus diserahkan kepada oknum pegawai Kecamatan Soko agar KTP yang diajukan cepat selesai. ''Kalau bayar Rp 50 ribu, sehari jadi,'' kata dia mengutip keterangan sejumlah pemohon. Sementara yang pengurusannya diserahkan kepada perangkat desa dengan membayar Rp 20-30 ribu, KTP baru selesai sekitar 1 hingga 2 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahid menambahkan, terkait tidak jelasnya waktu penyelesaian KTP, sejumlah pemohon mendapat alasan beragam dari aparat kecamatan setempat. Sekcam Soko, misalnya, beralasan perangkat komputer untuk memproses rusak. Sementara pegawai lainnya beralasan petugas yang mengurusi sedang cuti hamil. &lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=118038"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7140610925308666924?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/7140610925308666924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/camat-soko-bantah-pungli-ktp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7140610925308666924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7140610925308666924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/camat-soko-bantah-pungli-ktp.html' title='Camat Soko Bantah Pungli KTP'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7454299197585685178</id><published>2009-10-04T21:01:00.001+07:00</published><updated>2009-10-04T21:02:21.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Minta Dibuatkan Kopi, Tewas Gantung Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&lt;br /&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Desa Prambon Tergayang, Kecamatan Soko gempar. Manidi, 55, warga desa setempat kemarin (3/9) siang ditemukan tewas tergantung di tampar plastik yang terikat dengan blandar kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad korban ditemukan Warpuah, 50, istrinya sekitar pukul 11.30. Sebelum gantung diri, sekitar 30 menit sebelumnya Manidi minta istrinya untuk dibuatkan kopi. Saat kopi hendak disajikan, bapak dua anak tersebut justru menghilang. Warpuah kemudian mencari suaminya di belakang dan depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ditemukan, dia kemudian melanjutkan pencarian ke dalam kamarnya. Betapa terkejutnya Warpuah mendapati suaminya yang baru beberapa menit bercengkerama dengannya tergantung di atas blandar kamar. Tali yang digunakan menggantung tampar warna kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Soko AKP Nur Asyik yang memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, korban mengikatkan tampar plastik kuning dengan blandar kamar yang berketinggian sekitar 270 cm dengan cara naik ke dipan bambu. Setelah itu, ujung lain tampar tersebut diikatkan ke lehernya. ''Setelah itu, dia menjatuhkan diri,'' kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangkan Nur Asyik, dari hasil pemeriksaan keluarganya, diketahui selama setahun terakhir Manidi sakit ingatan atau stres. ''Bisa jadi, ini yang menjadi pemicu dia bunuh diri,'' tandas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Kapolsek Widang ini lebih lanjut mengatakan, dari hasil visum et repertum terhadap jasad korban dipastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Indikasi kematian Wanidi akibat bunuh diri diperkuat dengan keluarnya sperma dan tinja dari kemaluan dan anusnya. Juga, lidah sedikit terjulur. &lt;b&gt;(ds) &lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=117924"&gt; Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7454299197585685178?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7454299197585685178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7454299197585685178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/minta-dibuatkan-kopi-tewas-gantung-diri.html' title='Minta Dibuatkan Kopi, Tewas Gantung Diri'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7569997942270470401</id><published>2009-10-04T20:53:00.001+07:00</published><updated>2009-10-04T20:55:08.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Tabung Elpiji Terlambat Datang, Distribusi Molor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Pendistribusian program konversi mitan ke elpiji 3 kilogram (kg) di Tuban molor dari jadwal. Hingga kemarin (3/10), tabung elpiji 3 kg belum dikirim ke Tuban. Padahal, pemkab bersama pihak Pertamina menyepakati pendistribusian konversi mitan ke elpiji 3 kg tuntas sebelum lebaran lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabid Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban Budi Wiyana mengakui sampai saat ini belum 100 persen pendistribusian elpiji 3 kg tuntas. ''Sekarang tinggal dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Tuban dan Jenu,'' kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab keterlambatan pendistribusian ini, lanjut Budi, lantaran tabung elpiji belum juga dikirim. Keterlambatan tabung gas itu, menurut dia, dikarenakan waktu program konversi bersamaan dengan kabupaten lain. ''Untuk kompor dan regulator sudah siap,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, pihaknya berjanji akhir Oktober ini dua kecamatan tersebut sudah terdistribusi elpiji tersebut. Budi menjelaskan, sampai saat ini sudah 264.942 lebih paket elpiji yang terdistribusikan dari kuota 292.000 paket elpiji 3 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus KONI Tuban ini menambahkan, program konversi itu berdampak pada pengurangan pasokan mitan bersubsidi. Pasokan mitan bersubsidi itu terus berkurang hingga pendistribusian elpiji 3 kg tuntas. ''Diperkirakan pertengahan Desember pasokan mitan bersubsidi sudah &lt;i&gt;close&lt;/i&gt;,'' katanya. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=117939"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;                               &lt;div style="clear: both;"&gt;         &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7569997942270470401?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7569997942270470401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7569997942270470401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/tabung-elpiji-terlambat-datang.html' title='Tabung Elpiji Terlambat Datang, Distribusi Molor'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7503383308281485249</id><published>2009-10-02T20:28:00.002+07:00</published><updated>2009-10-02T20:30:47.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>FPDIP Bakal Turun Kelapangan Ikut Telusuri Dugaan Pungli KTP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;- Turunya komisi pelayanan publik (KPP ) Jatim di kecamatan Soko untuk menelusuri dugaan pungutan liar pembuatan KTP mendapat tanggapan dari kalangan anggota DPRD Tuban.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Fraksi PDIP Tuban, Karjo kepada &lt;i&gt;Radar Bojonegoro&lt;/i&gt; mengatakan, pihaknya mengagendakan turun kebawah untuk mengecek jika memang ada dugaan pungli KTP dikecamatan tersebut. Sebab, sesuai dengan ketentuan yang ada, pembuatan KTP tidak boleh melebihi ketentuan perda nomor 1 tahun 2009. Yakni biaya adminsitrasi hanya Rp 7 ribu. Apalagi, mulai kemarin hingga awal November ini ada pembuatan KTP dan KSK masal, maka pihaknya akan tetap mengawal program tersebut. ''Kami akan mengawal, biar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,'' tegasnya. Namun, Karjo belum bisa memastikan kapan pihaknya akan turun kebawah. ''Yang jelas akan kita kawal,''terangnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, KPP mendapat keluhan masyarakat terkait proses pemohonan KTP. Salah satunya besar uang administrasi yang harus diserahkan kepada oknum pegawai agar KTP yang diajukan cepat selesai. Yakni kalau membayar Rp 50 ribu sehari jadi, dan membayar Rp 20-25 ribu sepekan jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kalau seperti ini jelas menunjukkan pelayanan publik yang kurang beres,'' tegas politisi asal Singgahan ini. Dikatakan Karjo, semestinya pemerintah dan juga petugas yang ada didaerah lebih akomidatif dalam pengurusan KTP sesuai dengan peraturan yang ada. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=117687"&gt;&lt;i&gt;Radar Bojonegoro&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7503383308281485249?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7503383308281485249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7503383308281485249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/fpdip-bakal-turun-kelapangan-ikut.html' title='FPDIP Bakal Turun Kelapangan Ikut Telusuri Dugaan Pungli KTP'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1352992307150503858</id><published>2009-10-02T20:15:00.000+07:00</published><updated>2009-10-02T20:34:10.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>259 Terdaftar UNPK Gelombang II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;b&gt;&lt;br /&gt;TUBAN &lt;/b&gt;- Sejumlah peserta yang akan mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) harus bersabar. Sebab, Dinas pendidikan, pemuda dan olahraga masih memproses nama-nama yang akan mengikuti UNPK tahap II ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabid pordikmas, sejarah dan nilai tradisi Disdikpora Tuban Gembong Sispriyanto ketika dikonfirmasi mengatakan, sampai kemarin pihaknya baru menyampaikan berkas nominatif peserta yang akan mengikuti UNPK gelombang II. 'Ada 259 orang kami sampaikan ke Jakarta,''terangnya kemarin. Rincianya, kata Gembong, 11 orang peserta UNPK paket S setara SD, sedangkan 248 orang peserta UNPK paket C setara SMA. ''Untuk paket B setara SMP tidak ada,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, setelah berkas itu disampaikan ke Jakarta, maka akan langsung diferifikasi sejumlah persyaratan yang ada. Baik itu ijazah sebelum dan juga identitas para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembong menjelaskan, sesuai dengan jadwal yang ada, pelaksanaan UNPK gelombang II akan dilangsung November mendatang. ''Yakni untuk UNPK paket A pada 18-20 November. Dan UNPK paket pada 10-13 November,'' tegasnya. Untuk tempat pelaksanaan, terang Gembong, saat ini masih menjadi pembahasan. Apakah dimasing-masing kecamatan atau disatu tempat. ''Jadi, untuk tempat ujian kondisional,'' tuturnya. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;  &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=117686"&gt;Radar Bojonegoro&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1352992307150503858?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/1352992307150503858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/259-terdaftar-unpk-gelombang-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1352992307150503858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1352992307150503858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/259-terdaftar-unpk-gelombang-ii.html' title='259 Terdaftar UNPK Gelombang II'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-6095323290868884880</id><published>2009-10-01T18:14:00.003+07:00</published><updated>2009-10-01T18:18:46.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Pemohon KTP di Soko Dipungli</title><content type='html'>&lt;div class="judulsedang" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya Rp 50 Ribu Sehari Jadi, Rp 30 Ribu Dua Pekan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                       &lt;b style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Soko Tuban&lt;/span&gt;-Komisi Pelayanan Publik (KPP) Provinsi Jatim kemarin (30/9) turun ke wilayah Kecamatan Soko untuk menggali keluhan masyarakat setempat terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan buruknya pelayanan permohonan kartu tanda penduduk (KTP) di kecamatan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama turun, Wahyu anggota KPP Jatim didampingi LSM Public Crisis Center (PCC) dan Forum Masyarakat Tuban (Format).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahid, anggota Format Tuban mengatakan, selama turba, KPP banyak mendapat keluhan masyarakat terkait proses permohonan KTP. Salah satunya, besarnya uang administrasi yang harus diserahkan kepada oknum pegawai Kecamatan Soko agar KTP yang diajukan cepat selesai. ''Kalau bayar Rp 50 ribu, sehari jadi,''' kata dia mengutip keterangan sejumlah pemohon. Sementara yang pengurusannya diserahkan kepada perangkat desa dengan membayar Rp 20-30 ribu, KTP baru selesai sekitar 1 hingga 2 minggu. Wahid menambahkan, terkait tidak jelasnya waktu penyelesaian KTP, sejumlah pemohon mendapat alasan beragam dari aparat kecamatan setempat. Sekcam Soko, misalnya, beralasan perangkat komputer untuk memproses rusak. Sementara Darmin, pegawai lainnya beralasan petugas yang mengurusi sedang cuti hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur PCC Tuban, Dahkelan yang dihubungi terpisah menyayangkan buruknya pelayanan KTP di kecamatan ini. Menurut dia, mentalitas aparat di kecamatan ini masih ingin dilayani, bukan sebaliknya melayani. Dikatakan Dakelan, hasil temuan KPP Jatim ini akan dikaji dan dijadikan bahan masukan untuk institusi yang bersangkutan. Camat Soko Kusmindar sampai berita ini belum berhasil dihubungi. Salah satu staf di kantornya yang menerima telepon wartawan koran ini kemarin sekitar pukul 17.20, mengaku camat dan sejumlah stafnya masih rapat terkait penggalian pasir di Bengawan Solo yang berada di wilayah. Sementara itu, Kadin Sosial Tenaga Kerja Kependudukan dan Catatan Sipil (Sosnakerdukcapil) Mudiono mengatakan, berdasar Perda Nomor 1 Tahun 2009, biaya pengurusan KTP hanya Rp 7 ribu dan kartu susunan keluarga (KSK) Rp 5.500. ''Di luar ketentuan tersebut, tentu tidak benar,'' kata dia yang dihubungi melalui telepon rumahnya. Mudijono mengatakan, pembuatan KTP massal yang berlakunya lima tahun berlaku hari ini dan dimulai dari Kecamatan Kenduruan.&lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt; Sumber : &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=117490"&gt;RADAR BOJONEGORO&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-6095323290868884880?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/6095323290868884880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/pemohon-ktp-di-soko-dipungli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6095323290868884880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6095323290868884880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/pemohon-ktp-di-soko-dipungli.html' title='Pemohon KTP di Soko Dipungli'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1124849466875389696</id><published>2009-09-30T20:35:00.002+07:00</published><updated>2009-09-30T20:38:57.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Warga Geruduk Pertamina Mudi. Desak Tutup CPA.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;- Central processing area (CPA) di Mudi, Kecamatan Soko, Tuban yang dikelola oleh Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) kembali dikeluhkan warga. Kemarin (29/9) belasan warga Dusun Sarirejo, Desa Rahayu, Kecamatan Soko demo disekitar CPA tersebut . &lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka menuntut pihak Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) selaku pengelola untuk memberhentikan operasional CPA lantaran warga setempat menghirup bau yang menyengat dan udara disekitara rumah warga semakin panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi tanpa pengawalan aparat kepolisian itu berlangsung sekitar pukul 11.00. Sejumlah warga mulai berbondong-bondong disekitar CPA setempat. Awalnya, warga menduduki sebelah utara CPA Mudi. Sebab, tempat tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah penduduk. Ditempat tersebut, sejumlah warga beteriak agar CPA ditutup. Untuk melampiaskan kekesalan, warga sempat membakar ban bekas dan melimpari kawasan CPA dengna benda yang ada disekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran tak satupun pihak JOB- P-PEJ menemui, maka warga berjalan kaki menuju pintu masuk CPA yang berada disebelah selatan CPA. Saat tiba dipintu masuk, warga sempat masuk diarea CPA. Namun, petugas keamanan berpakaian satpam mengahadangnya. ''Tolong diluar saja, nanti pimpinan akan menemui,'' tegas salah satu Satpam. Lantaran tak kunjung ditemui, akhirnya warga kembali ke Balai Desa setempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalai desa setempat, pihak JOB P-PEJ bersama warga menggelar pertemuan untuk memecahkan dampak lingkungan tersebut. Saat pertemuan berlangsung sempat terjadi adu mulut antara warga dengan pihak JOB P-PEJ. Namun, beberapa saat kemudian dapat dilerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trisno, perwakilan warga setempat kepada wartawan mengatakan, pihaknya mengeluhkan plant CPA lantaran selama sebulan ini semburan apinya semakin panas. Selain itu suara yang berasal dari CPA sangat bising sekali. Sehingga mengganggu warga. ''Baunya juga menyengat. Maka kami menginginkan agar CPA ini ditutup. Atau rumah kami yang dipindah dengan difasilitasi pihak pertamina,''pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Field Administration Superintendent Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) Rizani ketika dikonfirmasi mengakui memang dampak lingkungan di CPA ada. ''Baik itu panas, maupun bising dan lainya,'' tutur dia via ponselnya kemarin sore. Namun, ketika CPA tersebut ditutup tidak bisa, sebab bisa terjadi penurunan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kami akan menyampaikan temuan-temuan ini ke pihak BP Migas. Sebab BP Migas yang mempunyai kewenangan. Dan kami akan mengundang BP Migas pada 6 Oktober mendatang untuk mengecek kelapangan.&lt;b&gt; (zak&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; Sumber:  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=117196"&gt;RADAR BOJONEGORO&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1124849466875389696?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1124849466875389696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1124849466875389696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/09/warga-geruduk-pertamina-mudi-desak.html' title='Warga Geruduk Pertamina Mudi. Desak Tutup CPA.'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5420603186935843198</id><published>2009-09-15T15:35:00.000+07:00</published><updated>2009-10-02T20:44:48.543+07:00</updated><title type='text'>Pemkab Tuban Tolak Izin Pengeboran Minyak JOB-PPEJ ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;SOKO-Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) mengaku izin pengeboran minyak di Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko Tuban ditolak Pemkab setempat. Padahal rekomendasi dari badan Lingkungan Hidup pusat, Dirjen Migas, dan BP Migas telah keluar. Bahkan, Negara juga telah menyetujui anggaran untuk pengeboran minyak di Pandanwangi tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Field Manager JOB-PPEJ, Sukarnoto Sukimin mengatakan sejumlah riset dan pengurusan izin terkait rencana pengeboran di Pandanwangi telah dilakukan. Bahkan akunya pengajuan izin ke Pemkab Tuban sebenarnya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Terkait dengan semua persyaratan juga telah dilakukan, mulai dari tata ruang, izin usaha dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Izin Kontrak Kerja Sama (K2S) ini kita lakukan langsung dengan pemerintah pusat. Dalam kata lain, kegiatan pengeboran ini kita lakukan dengan jaminan dari pemerintah pusat," kata Sukarnoto Kamis (24/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi persoalan, saat persyaratan sudah dipenuhi, ada saja kekurangan persyaratan yang diungkapkan oleh Pemkab Tuban, hingga pihaknya belum bisa melakukan kegiatan seperti yang telah direkomendasikan oleh Dirjen Migas."Kalau dari pusat sudah kelar. Persoalannya, izin ke Pemkab Tuban telah kita urus, namun sampai saat ini belum bisa keluar," keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan mandegnya ijin JOB-PPEJ Kepala Bakorwil II Bojonegoro Setiadjid telah telah melapor masalah tersebut ke Gubernur Jatim Soekarwo, baik melalui lesan maupun tulisan. Semua persoalan mengenai izin JOB-PPEJ yang masih belum selesai di Pemkab Tuban, termasuk izin pipanisasi JOB-PPEJ dari Central Processing Area (CPA) Mudi di Desa Rahayu Kecamatan Soko ke Kecamatan Palang, telah dilaporkan ke Gubernur Jatim."Pemprov Jatim adalah perwakilan pemerintah pusat. Sehingga, akan berusaha semaksimal mungkin memfasilitasinya," cetus Setiadjid dengan nada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan, setelah lebaran ini kemungkinan besar Gubernur Soekarwo akan mengundang JOB-PPEJ, Pemkab Tuban dan BP Migas untuk mencari solusi terkait dengan persoalan tersebut. "Pada intinya Gubernur Soekarwo ingin masalah di Kabupaten Tuban tidak berlarut-larut dan jelas solusinya. Dalam waktu dekat ini akan segera dibahasa secara detail," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Setiadjid, sebenarnya persoalan cukup jelas dan juga bisa dimengerti jika semua pihak sama-sama legowo maupun saling menghormati. "Aturan dana shearing 3 persen untuk provinsi, 6 persen untuk daerah setempat dan 3 persen untuk wilayah sekitar sudah sangat jelas," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepentingan migas lanjut Setiajid, bukan milik pribadi atau lembaga. Tetapi lebih luas ini adalah kepentingan minyak skala nasional dan masyarakat luas. "Surat ke Gubernur Soekarwo sudah kami kirimkan pertengahan puasa lalu dan kesetelah jadwal beliau sedikit luang, akan segera diagendakan pertemuan," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya juga berharap, masalah izin di Tuban tidak tersendat dan bias secepatnya selesai. Karena, saat ini diperlukan solusi yang tepat, agar perizinan tidak lama terhenti di pemkab. "Dari pusat sebenarnya telah memberikan rekomendasi, namun ada persoalan yang belum selesai," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya mengenai izin lokasi di Pandanwangi tidak turun, karena alasannya harus ada persetujuan melalui mekanisme rapat di Kepala Desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD) desa setempat. uki/kpo./sumber : &lt;a href="http://www.syviagustin.myrepublika.com/berita/77814/Pemkab_Tuban_Tolak_Izin_Pengeboran_Minyak_JOB_PPEJ"&gt;Republika Newsroom&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5420603186935843198?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/5420603186935843198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/pemkab-tuban-tolak-izin-pengeboran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5420603186935843198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5420603186935843198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/10/pemkab-tuban-tolak-izin-pengeboran.html' title='Pemkab Tuban Tolak Izin Pengeboran Minyak JOB-PPEJ ?'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1594279247755806505</id><published>2009-09-05T20:54:00.002+07:00</published><updated>2009-09-18T21:01:07.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Mau Ngajar, Guru Bunuh Diri di Sekolah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Ini adalah berita tentang pak Guru dari sumber lain&lt;br /&gt; - Surya &lt;/strong&gt;- Seorang guru ditemukan tewas di lingkungan sekolahan, Kamis (3/9). Adalah Sri Cahyono Efendi, 58, guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bangunrejo I, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi lehernya menggantung di kantin sekolahan sekitar pukul 06.30 WIB. Saat ditemukan, Efendi masih dalam kondisi berseragam dinas PNS (pegawai negeri sipil) lengkap.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dugaan sementara, guru yang tinggal di Dusun Keplak, Desa Sukosari, Kecamatan Soko, Tuban ini nekat mengahiri hidupnya karena tekanan ekonomi keluarga. Lantaran tidak kuat menahan beban yang dialaminya, bapak empat anak ini nekat mengahiri hidupnya dengan cara mengaitkan tali rafia warna abu-abu di puntu kantin yang berada di pojok utara sekolahan tersebut dengan lehernya sampai ia tewas. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang pertama yang mengetahui kejadian ini adalah Kaswafi, 34, penjaga&lt;br /&gt;sekolah. Saat itu, ia sedang membersihkan lingkungan sekolah seperti kebiasaan sehari-hari yang dilakoninya. Saat akan membersihkan kantin, ia tercengang ketika melihat tubuh Efendi tergantung di pintu kantin dan sudah tidak bernyawa. “Saat pertama saya temukan, pak Efendi sudah meninggal dunia,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika itu, menurutnya, korban masih dalam keadaan berseragam dinas warna coklat lengkap. Termasuk ponselnya yang berada di saku celana juga masih aktif. Termasuk sepeda motor korban juga masih utuh terparkir dengan rapi di salah satu ruang&lt;br /&gt;kelas di gedung sekolah yang menghadap ke selatan tersebut. “Saya sempat tertegun karena kaget. Setelah itu saya langsung melaporkan kejadian ini ke kepala sekolah dan guru-guru yang lain,” sambungnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkanya, ketika pertama kali ditemukan itu posisi jenazah memang mengantung di pintu kantin menghadap ke arah utara dengan tergantung di pintu kantin sekolah. Tapi, saat itu diketahui lutut korban menyentuh tanah. Padahal, tali yang menjerat lehernya kecil, dan tidak putus. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendapat laporan tentang kejadian ini, petugas Polsek Soko langsung mendatangi lokasi. Setelah dilakukan evakuasi, korban dilarikan ke Puskesmas Soko untuk dilakukan outopsi. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. “Jenazah korban diturunkan berjarak setengah jam setelah ditemukan,” terang Kanit Reskrim Polsek Soko, Bripka Syukri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara dari hasil pemeriksaan dan keterangan para saksi, diduga kuat korban memang tewas karena bunuh diri. “Sejauh ini kami tidak menemukan adanya tanda penaiayaan. Jadi dugaan kuat korban meninggal bunuh diri,” tegasnya. “Mengenai penyebab utama bunuh diri tersebut diduga kuat karena himpitan ekonomi keluarga,” sambungnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dasarnya, korban selama ini tinggal bersama tiga keluarga di rumahnya. Termasuk empat orang anak dan semua keluarganya itu, dia sendiri yang menanggung beban hidup keluarga. Sampai-sampai setiap kali menerima gaji langsung habis untuk kebutuhan keluarga besar tersebut. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari infoemasi yang digali, korban beberapa hari sebelumnya juga telah meminjam uang kepada koperasi. Namun, karena gajinya minus hingga pengajuan pinjaman&lt;br /&gt;tersebut diperhitungkan. Sedangkan anak-anaknya juga belum ada yang bekerja segingga tidak bisa membantu menyukupi kebutuhan itu. Apalagi, saat ini mendekati musim lebaran yang tentunya butuh uang lebih banyak lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat kejadian ini, sehari kemarin kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut diliburkan mendadak. Para murid dan guru yang sudah datang ke sekolahpun kembali pulang lagi. Namun, para guru semuanya mengganti kesibukan hari kemarin dengan melayat ke rumah korban.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dimata para guru dan para pegawai di lingkungan sekolahan itu, Efendi dikenal sebagai seorang guru senior yang memiliki kebiasan baik. Termasuk kedisiplinanya mengajar juga terbilang bagus karena jarang sekali Efendi telat dating ke sekolah. Tak hanya itu, selama ini juga tidak ada masalah serius yang terjadi dengan Efendi di lingkungan sekolah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sri Erni, kepala sekolah SDN Bangunrejo I mengatakan, selama ini Efendi tidak pernah ada masalah, dia juga dianggap guru yang baik selama bertahun-tahun mengabdikan ilmunya di sekolahan tersebut. “Pak Efendi itu orangnya baik. Dia juga termasuk guru senior di sekolahan ini,” katanya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diyakininya, penyebab bunuh diri yang dilakukan Efendi tidak ada sangkut pautnya dengan masalah sekolahan. Pasalnya, selama ini tidak ada masalah apapun yang melibatkan Efendi di sekolah. “Saya yakin penyebab utamanya adalah masalah keluarga. Sebab korban adalah guru yang baik, dan tinggal tiga tahun lagi dia pension,” lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal senada juga diungkapkan Mustomo, rekan sesama guru dengan korban. “Saya benar-benar kaget saat mendengar masalah ini. Pagi tadi (kemarin) saat akan berangkat mengajar saya mendapat SMS dari teman yang mengabarkan bahwa pak Efendi ditemukan meninggal dalam keadaan menggantung di kantin sekolahan. Mendengar itu, saya langsung menuju sekolah untuk memastikannya,” ungkap guru asal Soko ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesampai di sekolahan, ia mengaku langsung terperangah saat melihat rekanya tewas dalam keadaan mengenaskan tersebut. “Ini jelas merupakan kejadian yang menyedihkan bagi kami. Pak Efendi itu orang sangat baik. Selama ini dia juga tidak pernah telat setiap kali mengajar di sekolah,” kisahnya. “Dan saya juga yakin penyebabnya bukan masalah di sekolahan. Sebab selama ini dia tidak punya masalah apa-apa di sekolah,” tambahnya. st31&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kronologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;pukul 06.30 WIB korban ditemukan oleh penjaga sekolah sudah meninggal dunia dalam keadaan menggantung di pintu kantin dengan tali adan masih mengenakan seragam dinas warna coklat lengkap. Termasuk HP yang disimpan di sakunya juga masih aktif.&lt;br /&gt;saat ditemukan, korban dalam kondisi menghadap ke utara di kantin yang terletak di sebelah pojok utara gedung sekolah&lt;br /&gt;selang 30 menit, korban dievakuasi dari posisinya yang menggantung kemudian dilarikan ke Puskesmas Soko, Tuban untuk dilakukan pemeriksaan.&lt;br /&gt;selain melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, polisi yang sudah tiba di lokasi juga memintai keterangan kepada sejumlah saksi yang ada di TKP (tempat kejadian perkara)&lt;br /&gt;usai menjalani pemeriksaan di puskesmas, korban dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya di makamkan di pemakaman umum desa setempat&lt;br /&gt;dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga bunuh diri karena himpitan ekonomi yang dialaminya. &lt;a href="http://www.surya.co.id/2009/09/04/mau-ngajar-guru-bunuh-diri-di-sekolah.html"&gt;surya.co.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1594279247755806505?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1594279247755806505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1594279247755806505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/09/mau-ngajar-guru-bunuh-diri-di-sekolah.html' title='Mau Ngajar, Guru Bunuh Diri di Sekolah'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-6887198315285981191</id><published>2009-09-05T11:03:00.002+07:00</published><updated>2009-09-16T00:09:39.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Guru kendat di sekolahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WARGA RAGUKAN MATI BUNUH DIRI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Entah bunuh diri atau dibunuh, semuanya masih diselidiki polisi. Tapi yang jelas Sri Cahyo Efendi, guru SDN Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, berusia 55 tahun ini &lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ditemukan tewas kendat dengan lilitan tali rafia pada lehernya di sekolah tempat dia mengajar, kemarin pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertama ditemukan guru berstatus PNS asal Dusun Keplak, Desa Sokosari, Kecamatan Soko itu, masih mengenakan seragam dinas warna krem. Tali rafia yang melilit lehernya terhubung dengan kayu di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah kental ke luar dari mulutnya, matanya tidak melotot dan lidahnya pun tidak menjulur.&lt;br /&gt;Bapak lima putri berpostur sedang itu kakinya nyaris menempel dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi tempat sang guru tergantung ini merupakan sela bangunan dua lokal kelas. Biasanya dipakai jualan jajan, untuk melayani murid. Di sekitar jasad yang tergantung ditemukan ceceran darah yang sudah mengering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan yang dihimpun Duta. Menyebutkan kejadian yang menimpa guru sarat pengalaman itu pertama diketahui sejumlah warga yang melintas di depan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melihat ada orang tergantung di antara sela bangunan kelas. Setelah didatangi ternyata guru SD setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga dengan sejumlah perangkat desa kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Soko. Polisi langsung mendatangi empat kejadian, sesaat berikut sejumlah staf Puskesmas Soko datang ke lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan olah TKP, akhirnya jasad guru tersebut diturunkan dan dibawa ke Puskesmas Soko, sebelum dibawa pulang keluarganya ke Dusun Keplak, Desa Sokosari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau melihat kondisi jenasah Pak Efendi, sepertinya telah meninggal tadi malam. Saya tidak tahu apa penyebabnya kok sampai Pak efendi meninggal dengan cara begitu,” kata Muhammad Zaenuri (45), warga Desa Bangunrejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sejumlah warga Dusun Keplak, Desa Sokosari, Kecamatan Soko, yang ditemui menyatakan, tak tahu menahu penyebab tragedi kematian Efendi.&lt;br /&gt;Meski begitu, warga menyatakan tidak percaya jika Efendi mengakhiri hidup seperti itu.&lt;br /&gt;“Ini tanggung jawab polisi untuk mengungkapnya,” kata sejumlah warga saat ditemui takziyah di rumah duka.  Sumber :&lt;a href="http://www.dutamasyarakat.com/artikel-22811-guru-kendat-di-sekolahan.html"&gt; dutamasyarakat&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-6887198315285981191?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/6887198315285981191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/09/guru-kendat-di-sekolahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6887198315285981191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6887198315285981191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/09/guru-kendat-di-sekolahan.html' title='Guru kendat di sekolahan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4639368875412187212</id><published>2009-08-31T20:52:00.001+07:00</published><updated>2009-08-31T20:55:41.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Instalasi Comdev Dijual Perangkat Desa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Instalasi pengairan senilai Rp 500 juta bantuan Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) untuk Desa Rahayu, Kecamatan Soko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diduga dijual sekretaris desa (Sekdes) setempat, Dasim. Kasus dugaan penggelapan itu sekarang ditangani Unit I Satreskrim Polres Tuban.&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Instalasi pengairan yang dijual, antara lain, empat unit pompa kecil merek Dompeng, dua unit jetset merek Mitsubishi, dua unit pompa Mitsubishi tipe FM 6D 15, dan pipa paralon ukuran 10 inch sepanjang 3.400 meter. Bantuan disalurkan perusahaan operator minyak itu selama dua tahap pada 23 Oktober 2003 dan 3 Oktober 2006 melalui program comdev (&lt;i&gt;community development&lt;/i&gt;). Tujuannya, meningkatkan produksi pertanian desa setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang memicu protes dari sejumlah petani itu dilaporkan Sukisno, 44, tokoh masyarakat setempat dan lima warga lainnya pada 18 Juli lalu. Namun, baru kemarin (30/8) Satreskrim Polres Tuban mengeksposnya usai memeriksa saksi pelapor, perangkat desa, dan JOB P-PEJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterangan pelapor, lelang instalasi pengairan itu berlangsung pada 24 Juni 2009 di balai desa. Dari lelang tersebut, Dasim selaku ketua panitia lelang yang juga ketua himpunan petani pemakai air (HIPPA) mendapat uang Rp 49.380.000. Berbagai jenis instalasi pengairan tersebut dilelang menurut item jenis barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunjani, salah satu peserta lelang, misalnya membeli pipa 10 inch sepanjang 761 meter dengan harga Rp 23.040.000. Kabarnya, pelelangan aset HIPPA berdasar rapat di balai desa setempat pada 15 Juni 2009. Rapat tersebut dihadiri dan disetujui perangkat desa, BPD, dan RT/RW. Salah satu pertimbangan menjual instalasi pengairan karena selama tiga tahun piranti tersebut mangkrak dan tidak dioperasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, satuannya masih mempelajari unsur pidana dalam kasus itu. Untuk mengupas materi perkara tersebut, rencananya hari ini satreskrim gelar perkara dengan mengundang kejaksaan dan sejumlah pelapor. &lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=111432"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4639368875412187212?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4639368875412187212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4639368875412187212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/08/instalasi-comdev-dijual-perangkat-desa.html' title='Instalasi Comdev Dijual Perangkat Desa'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-951922008086962106</id><published>2009-08-23T16:43:00.001+07:00</published><updated>2009-08-23T16:46:05.286+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>BPR Mentari Terang Dibobol Nasabah Fiktif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mentari Terang Tuban kebobolan. Seorang debitur fiktif mampu mendapatkan kredit dari bank ini Rp 8,5 juta. Debitur fiktif yang akhirnya diketahui bernama Ari Irawan, 35, warga RT 01/IX Dusun Jalin, Desa Prambon, Kecamatan Soko, itu ditetapkan Unit IV Satreskrim Polres Tuban sebagai tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus adanya debitur fiktif tersebut terungkap setelah BPR Mentari Terang menagih kepada orang yang identitasnya dicatut untuk kredit. Dia adalah Yuli Wanto, 23, warga RT 05/II Desa Minohorejo, Kecamatan Widang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut keterangan petugas, sebelumnya Ari menjadi perantara Yuli saat membeli tunai motor Vixion S 3824 E di Rajawali Motor Tuban, Jalan Basuki Rahmat pada Mei lalu. Karena ikut mengurus pembelian motor, saat BPKB kendaraan roda dua itu keluar pada Juni lalu, Ari yang mengambil surat berharga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPKB inilah yang dijadikan agunan Ari untuk mengajukan kredit di BPR Mentari Terang. Pengajuan atas nama Yuli, sesuai nama pada BPKB. Diduga, saat memroses pengajuan kredit Ari, pihak perbankan tidak mensurvei dan mengecek persyaratan administrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini terungkap saat pembayaran angsuran pada bulan ketiga (Agustus) macet atau tidak dibayar. Yuli yang ditagih pembayaran angsuran kredit terkejut karena dirinya tidak merasa mengajukan. Dia tambah terkejut setelah mengetahui agunan yang diajukan BPKB motor miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, setelah memintai keterangan saksi korban dan tersangka, pihaknya melanjutkan pemeriksaan kepada petugas bank. ''Perbuatan tersangka memenuhi unsur kuat menipu sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP,'' kata dia. &lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=109856"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-951922008086962106?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/951922008086962106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/951922008086962106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/08/bpr-mentari-terang-dibobol-nasabah.html' title='BPR Mentari Terang Dibobol Nasabah Fiktif'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5707932159100294960</id><published>2009-07-29T20:04:00.002+07:00</published><updated>2009-07-29T20:08:24.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kriminal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Dalami Kasus Jerat Leher Pelajar SD</title><content type='html'>&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban &lt;b&gt;&lt;br /&gt;TUBAN&lt;/b&gt;-Polsek Tuban masih mendalami penyelidikan kasus penjeratan leher terhadap Jihan Nur Rahayu, 10, pelajar salah satu SDN di Tuban. Dari hasil penyelidikan, untuk sementara polisi baru mendapatkan petunjuk terkait alat yang digunakan pelaku saat menganiaya korban di rumah dinas rumah potong hewan (RPH) Sumur Srumbung, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban pada Jumat (17/7) lalu. Kapolsek Tuban AKP Yani Susilo mengatakan, piranti tersebut sejenis senar yang kedua ujungnya diikat kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan dia, piranti tersebut diduga dijeratkan pelaku ke leher korban yang tengah tidur di lantai ruang tengah. Akibat jeratan tali tersebut, leher korban mengalami luka terbuka sekitar 5cm dengan kedalaman sekitar 0,5cm. Saat dijerat lehernya, korban merintih kesakitan. Rintihan tersebut kemudian didengar Narti, bibinya yang tidur di sebelah korban. Begitu Narti bangun, pelaku yang identitasnya sampai sekarang masih gelap, kabur melalui pintu belakang. Saat kejadian, korban di rumah bersama bibi dan kakak perempuannya. Sementara, Basuki Rahmat, 54, pegawai Dinas Pertanian Bidang Peternakan menunggui ibunya di RSUD dr R. Koesma Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Yani, selain mendalami identitas pelaku, polisi juga masih menyelidiki motif penjeratan tersebut. Ditandaskan mantan Kanit Laka Satlantas Polres Tuban ini, latarbelakang penjeratan tersebut bisa bermotif macam-macam. ''Ini yang masih kami dalami,'' tegas dia.&lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=104786"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5707932159100294960?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5707932159100294960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5707932159100294960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/dalami-kasus-jerat-leher-pelajar-sd.html' title='Dalami Kasus Jerat Leher Pelajar SD'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4954225846937074462</id><published>2009-07-19T12:34:00.002+07:00</published><updated>2009-07-19T12:53:18.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Distribusi Elpiji Subsidi Sisakan Lima Kecamatan</title><content type='html'>&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Distribusi kompor gas dan tabung elpiji 3 kilogram subsidi masih belum tuntas untuk seluruh kecamatan. Hingga kemarin, pendistribusian kompor dan tabung elpiji menyisakan 6 dari 20 kecamatan. . ''Yakni, Tuban, Merakurak, Jenu, Semanding, dan Palang,'' tutur Kabid Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Budi Wiyana kepada Radar Bojonegoro kemarin (17/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum didistribusikan kompor dan tabung elpiji subsidi karena lima kecamatan itu masih melakukan pendataan. Diperkirakan pekan depan, distribusi kompor dan tabung elpiji tuntas. ''Kami sudah koordinasi dengan konsultan, tentang pendistribusian di lima kecamatan tersebut,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan pungutan liar (pungli)? Menurut salah satu pengurus KONI Tuban ini pihaknya telah berkoodinasi dengan konsultan dan kecamatan agar tidak ada pungli. ''Ya insya Allah tidak ada (pungli, red),'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, jatah Tuban dalam program konversi mitan mendapat 292 ribu paket elpiji  3 kg dan kompor gas.&lt;b&gt; (zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=102641"&gt; Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kayaknya berita ini perlu ada koreksi, sebab dalam judul disebutkan ada lima kecamatan&lt;br /&gt;tapi dalam uraian disebutkan : (Hingga kemarin, pendistribusian kompor dan tabung elpiji menyisakan 6 dari 20 kecamatan) lantas disebutkan nama dari kecamatan, sebagai berikut : ''Yakni, Tuban, Merakurak, Jenu, Semanding, dan Palang,'' dan seingat saya tidak ada dituban itu kecamatan yang bernama kecamatan YAKNI. sepengatahuan saya sebagai wong soko diKecamatan Soko belum men dapatkan jatah pembagian Elpiji, apakah kata yakni diatas adalah kata lain untuk menyebutkan kata SOKO.......ataukah judul pada head beritanya yang benar lantas apakah warga Soko memang tidak ada jatah konversi mitan berupa paket elpiji  3 kg dan kompor gas....?.........Saya tidak tahu.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4954225846937074462?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/4954225846937074462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/distribusi-elpiji-subsidi-sisakan-lima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4954225846937074462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4954225846937074462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/distribusi-elpiji-subsidi-sisakan-lima.html' title='Distribusi Elpiji Subsidi Sisakan Lima Kecamatan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-447652190769446699</id><published>2009-07-19T12:33:00.001+07:00</published><updated>2009-07-19T12:34:42.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Warga Respon Positif Tuak sebagai Energi Alternatif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                       &lt;b&gt;Bulan Depan Bakal Diuji Lab di Surabaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt;-Tak ingin hasil temuanya berupa tuak menghasilkan ethanol berakhir sia-sia. Kini Dinas Pertambangan dan Energi (Dispertamben)Tuban akan terus mengembangkan hasil temuan baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Bulan depan akan kami uji laboratorium di Surabaya,'' kata Kepala Dispertamben Tuban,  Muji Slamet kemarin (17/7)  siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji laboratorium itu di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral di Surabaya. Pihaknya berharap, ditemukan anergi alternatif ini, kedepan dapat membantu masyarakat Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, temuan Dispertamben itu direspon sejumlah warga di wilayah Tuban. Salah satunya datang dari Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang. Mereka ingin tahu, penggunaan tuak sebagai energi alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kades Desa Jatimulyo, Hartoyo kepada Radar Bojonegoro mengatakan, ketertarikanya kepada tuak yang menghasilkan ethanol ini memang karena didesanya banyak minuman tuak. Sehingga dapat dikembangkan di desa tersebut. ''Ya, tapi semua ini perlu proses'' jawab Hartoyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, dispertamben beberapa waktu lalu menguji coba tuak untuk dijadikan energi alternatif. Yakni, bahan bakar minyak. Dengan cara tuak sepuluh liter, ragi tape 1/2 kg, gula jawa 1/2 kg dimasukkan dalam subluk (dandang) untuk direbus. Perebusan ketiga bahan tersebnut 1 sampai 2 jam. Selanjutnya rebusan itu mendidih dan menguap. Uap dari rebusan itulah menghasilkan tetesan ethanol sebanyak 2 liter dengan kadar 60-90 persen. Ethanol inilah yang bisa mengasilkan bahan bakar. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=102640"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-447652190769446699?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/447652190769446699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/447652190769446699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/warga-respon-positif-tuak-sebagai.html' title='Warga Respon Positif Tuak sebagai Energi Alternatif'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5000964453382829353</id><published>2009-07-19T12:29:00.001+07:00</published><updated>2009-07-19T12:31:41.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Rp 10,5 M untuk Rehab Kantor Bupati</title><content type='html'>&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban &lt;b&gt;&lt;br /&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Pemkab Tuban mempercantik kantornya. Untuk merehab kantor bupati dan gedung bappeda, pemkab menganggarkan Rp 10,5 miliar. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tuban Choliq Qunnasich, anggaran itu dialokasikan dari APBD Tuban tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, kantor bupati dan bappeda yang sebelumnya dua lantai, direnovasi menjadi tiga lantai. Pengerjaan dua bangunan itu ditargetkan selesai akhir tahun ini. ''Ya enam bulan (pengerjaannya),'' ujar Choliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menargetkan tahun baru 2010 kantor tersebut sudah bisa dioperasionalkan. Hingga kemarin, sejumlah pekerja sibuk dengan peralatanya. Mereka menggempur tembok dan menyiapkan besi untuk bangunan. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=102636"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5000964453382829353?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5000964453382829353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5000964453382829353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/rp-105-m-untuk-rehab-kantor-bupati.html' title='Rp 10,5 M untuk Rehab Kantor Bupati'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-6227092447642721507</id><published>2009-07-16T20:13:00.003+07:00</published><updated>2009-07-16T20:48:28.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Upaya Dinas Pertambangan dan Energi Jadikan Tuak sebagai BBM Alternatif Terinspirasi Tetes Tebu di Blora</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;Tuak sebentar lagi tidak hanya menjadi minuman khas warga Tuban. Sebulan terakhir, Dinas Pertambangan dan Energi Tuban mencoba mengombinasikan tuak, ragi tape, dan gula jawa untuk menjadi bahan bakar alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;ZAKKI TAMAMI, Tuban &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat gentong plastik merah berada di aula Dinas Pertamba­ngan dan Energi Tuban di Jalan Manunggal. Tiga gentong di antaranya berisi tuak, ragi tape, dan gula jawa yang masih dalam proses fermentasi selama sekitar tujuh hari. Ketiga barang itu merupakan bahan untuk membuat bahan bakar minyak yang diuji coba Dinas Pertambangan dan Energi setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat tiga gentong tersebut terdapat kompor minyak tanah dan subluk (alat untuk merebus). Di ujung subluk itu terdapat selang besar. Selang tersebut me­rupakan tempat keluarnya uap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang besar itu disambungkan ke selang kecil berbahan aluminium berbentuk melingkar yang ada di gentong plastik me­rah satunya. Selang tersebut dipakai untuk keluarya etanol dari hasil rebusan tiga bahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Muji Slamet bersama Kabid Energi dan Migas Hery Prasetyo, serta Kasi Migas Bambang Triyono kemarin mencoba memamerkan hasil uji cobanya yang telah dilakukan sebulan terakhir. Sepuluh liter tuak, 1/5 kg ragi tape, dan 0,5 kg gula jawa dimasukkan dalam subluk untuk direbus. ''Waktu merebus 1 sampai 2 jam,'' kata Muji Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rebusan dalam subluk itu mendidih, timbul uap yang mengalir ke selang. Ketika uap berubah jadi cair, maka cairan itulah yang mengandung etanol. Ketika cairan tersebut disulut dengan korek api yang dibawa Muji Slamet, timbul jilatan api sangat besar. ''Ini kadarnya 60 sampai 90 persen,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, sepuluh liter tuak itu bisa menghasilkan 2 liter etanol. Apakah cairan itu bisa dibuat campuran bensin? Muji Slamet menyatakan belum bisa. Alasannya, kadarnya belum sampai 99,5 persen. ''Jika sampai 99,5 persen, bisa dipakai campuran bensin,'' imbuh Hery Prasetyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan etanol, dia mengatakan telah melakukan percobaan tiga kali. Percobaan pertama hanya menggunakan tuak dan hasilnya belum memuaskan. Percobaan kedua, tuak dicampur ragi tape. Sedangkan percobaan ketiga, tuak dan ragi tape dicampur gula jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muji menyatakan, ide membuat bahan bakar minyak tersebut mucul karena belakangan ini harga BBM semakin tinggi. Selain itu, BBM juga sulit dicari. ''Maka, kami cari solusinya untuk energi,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide itu kemudian dikembangan dengan melakukan studi banding ke Dinas Pertambangan Kabupaten Blora Juni lalu. ''Di sana tetes tebu bisa dipakai. Lantaran di sini sulit mencari tetes tebu, maka kami men­coba bahan dari tuak,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muji menjelaskan, untuk menghasilkan etanol yang bagus, tuak yang sudah basi sangat diutamakan. Jika fermentasinya lebih lama, hasilnya semakin bagus. Temuan tersebut, katanya, bakal disosialisasikan ke masyarakat. ''Nanti kita kembangkan,'' tuturnya. &lt;b&gt;(zen)&lt;/b&gt; &lt;a href="http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=102225"&gt;Radar Bojonegoro              &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-6227092447642721507?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokotuban.blogspot.com/feeds/6227092447642721507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/upaya-dinas-pertambangan-dan-energi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6227092447642721507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/6227092447642721507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/upaya-dinas-pertambangan-dan-energi.html' title='Upaya Dinas Pertambangan dan Energi Jadikan Tuak sebagai BBM Alternatif Terinspirasi Tetes Tebu di Blora'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-8142390526459250876</id><published>2009-07-16T20:10:00.000+07:00</published><updated>2009-07-16T20:47:26.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rengel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><title type='text'>Kepala SMPN 1 Rengel Jadi Tersangka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Kepala SMPN 1 Rengel, Subianto, pekan ini diagendakan diperiksa. Dalam pemeriksaan tersebut, dia langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi biaya operasional sekolah (BOS) 2005-2008 di SMPN setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjadi tersangka tidak sendirian. Bendahara sekolah setempat, Tacik Hariyanto, yang diperiksa pekan ini, juga ditetapkan sebagai tersangka. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, dalam pemeriksaan para saksi, penyidik mendapatkan alat bukti yang cukup kuat terkait keterlibatan kedua pengelola BOS tersebut dalam dugaan penyimpangan dana pendidikan di sekolah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para saksi tersebut, antara lain, pemilik sejumlah toko, pembuat stempel palsu, dan karyawan bagian administrasi sekolah. Bahkan, sebelum menetapkan tersangka, Selasa (14/7) lalu, polisi menajamkan penyidikan dengan memeriksa Mansur, ketua komite sekolah setempat. Menurut Budi, dalam pemeriksaan tersebut, saksi mengaku bersama sejumlah anggota komite lainnya diajak kepala sekolah setempat untuk menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS). Namun, untuk pembelanjaannya tersebut, dia tak tahu-menahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi menjelaskan, dalam pemeriksaan kedua tersangka, penyidik akan mengagendakan pemeriksaan terkait penggunaan anggaran dan pertanggungjawaban laporan pembelanjaan tersebut. Korupsi BOS yang merugikan negara sekitar Rp 130 juta tersebut dibongkar polisi sebulan terakhir. Untuk penyidikan kasus korupsi ini, polisi menyita 14 bendel laporan pertanggungjawaban (LPJ) RAPBS BOS 2005-2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang bukti lain yang disita, 2 buah stempel palsu yang dibuat oknum pengelola BOS sekolah setempat. Sementara 7 buah stempel palsu lainnya masih dalam pencarian. Modus korupsi sekolah di Jalan Sawahan 46 Rengel ini adalah membuat laporan pembelanjaan fiktif. Barang yang pembelanjaannya dipalsukan tersebut beraneka macam. Mulai dari bunga, alat tulis kantor, peralatan olahraga, hingga hingga makanan dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat LPJ fiktif tersebut, pengelola BOS sekolah setempat membuat nota belanja dan stempel palsu. Sebagian stempel dibuat dengan meniru stempel asli dari toko yang pernah melayani pembelian barang dari sekolah ini. Selebihnya, nama toko yang tertera dalam stempel hanyalah fiktif alias rekaan. &lt;b&gt;(ds) &lt;/b&gt;&lt;a href="http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=102222"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-8142390526459250876?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8142390526459250876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8142390526459250876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/kepala-smpn-1-rengel-jadi-tersangka.html' title='Kepala SMPN 1 Rengel Jadi Tersangka'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1386922120062540679</id><published>2009-07-16T20:06:00.002+07:00</published><updated>2009-07-16T20:11:51.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Pemkab Warning Penambang Pasir Liar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban &lt;b&gt;&lt;br /&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Pemkab mulai serius menangani para penambang pasir liar di Bengawan Solo. Penambangan pasir liar itu diduga menyebabkan infrastruktur seperti jembatan di Bengawan Solo mengalami kerusakan. ''Bukan hanya jembatan tetapi juga jalan poros desa,''kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tuban Muji Slamet kepada Radar Bojonegoro kemarin (15/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, wilayah Tuban ada tiga kecamatan yang sering digunakan menambang pasir dengan mesin disel. Yakni Kecamatan Soko, Rengel dan Plumpang. ''Soko ada 8 pengusaha, Rengel sebanyak 3 pengusaha, dan Plumpang ada 3 pengusaha,''ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tiga kecamatan itu, kerusakan akibat penambang pasir belum begitu parah. ''Namun kita harus antisipasi,'' jelas dia. Pihaknya berharap, agar para pengusaha pasir untuk tidak menggunakan mesin disel dalam menggali pasir di Bengawan Solo. &lt;b&gt;(zak) &lt;/b&gt;&lt;a href="http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=102204"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1386922120062540679?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1386922120062540679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1386922120062540679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/pemkab-warning-penambang-pasir-liar.html' title='Pemkab Warning Penambang Pasir Liar'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2272431355410836563</id><published>2009-07-16T19:50:00.000+07:00</published><updated>2009-07-16T20:06:03.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olahraga'/><title type='text'>Bicarakan Bonus bagi Atlet Berprestasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - KONI Tuban tak mau ketinggalan dalam menyiapkan kontingen untuk menghadapi Porprov Jatim II di Malang nanti. Seksi Litbang KONI Tuban Budi Wiyana menyatakan, dari 13 cabor yang diikuti dalam porprov nanti, KONI Tuban bertumpu pada cabang olahraga renang, selam, dan atletik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tiga cabor ini kami harap meraih prestasi,'' tuturnya kepada wartawan koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait bonus, Budi menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih mengkoordinasikan dengan pengurus KONI lainnya. ''Prinsipnya kita memberi penghargaan yang berprestasi. Selain itu yang paling utama kita akan memfasilitasi (atlet berprestasi) hingga prestasi lebih tinggi. Jadi, tidak hanya materi. Namun lebih meningkatkan prestasi atlet,'' tutur dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budi, saat ini masing-masing cabor terus menggelar &lt;i&gt;training centre&lt;/i&gt; (TC). Kabid Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban itu menuturkan, pihaknya masih menginventarisasi nomor lomba dan nama atlet yang akan didaftarkan ke porprov II. ''Akhir Juli ini, nomor dan nama sudah kami daftarkan ke Jatim,'' ujar dia. &lt;b&gt;(zak) &lt;/b&gt;  &lt;a href="http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=102199"&gt;Radar Bojonegoro                                               &lt;/a&gt; &lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2272431355410836563?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2272431355410836563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2272431355410836563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/bicarakan-bonus-bagi-atlet-berprestasi.html' title='Bicarakan Bonus bagi Atlet Berprestasi'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1094764734653770399</id><published>2009-07-15T21:18:00.000+07:00</published><updated>2009-07-15T21:24:48.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Disdikpora Izinkan Penjualan Bangku Sekolah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    &lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Sekolah negeri di Tuban diperbolehkan meminta ''iuran'' terhadap muridnya untuk pembelian bangku. Dengan catatan, ada label kesepakatan wali murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Ini bukan karena boleh, namun karena hak masyarakat,'' kata Plt Disdikpora Tuban Sutrisno saat dikonfirmasi terkait adanya pembayaran Rp 330 ribu untuk kebutuhan bangku di SMPN 2 Soko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, setelah dilakukan pengecekan, SMPN 2 Soko memang mengajukan penambahan pagu ke disdikpora. SMPN itu meminta tambahan satu kelas dengan jumlah 40 murid. Sutrisno menjelaskan, penambahan pagu boleh-oleh saja asalkan sesuai mekanisme yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Sutrisno menjanjikan pihaknya tetap mengecek ke SMPN 2 Soko apakah pengajuan bangku sekolah tersebut atas kesepakatan wali murid. ''Disdikpora minta agar SMPN 2 Soko menyampaikan bukti notulen rapat dan keputusan rapat tersebut dengan wali murid. Kapan pelaksanaannya, bagaimana keputusannya. Yang jelas, untuk &lt;i&gt;mbangun&lt;/i&gt; &lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt; boleh. Tapi  kalau untuk peningkatan mutu silakan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutrisno menjelaskan, Pemkab Tuban juga telah menganggarkan pengadaan kursi sekolah. ''Dan ini akan segera didroping. Sebab kami punya program mebeler,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pembelian bangku dari wali murid itu? ''&lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;, itu hak masyarakat. Karena dalam UU masyarakat juga ikut bertanggung jawab. Mungkin ini, saking kepinginnya masyarakat (agar anaknya bisa sekolah,red),'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Komite SMPN 2 Soko Sarmidi ketika dikonfirmasi mengatakan, notulen dan keputusan rapat ada dokumennya. ''Notulen ada, dan belum kami sampaikan ke disdikpora. Yang jelas, segera kami sampaikan,'' kata dia ketika dihubungi via ponlselnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lamongan, meski pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB) sudah diperpanjang dua kali, tujuh SMP negeri setempat tetap kekurangan murid. Menurut Kabid Dikmenumjur Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan Muad, hingga perpanjangan PSB kali kedua pada 11 Juli lalu, hanya satu SMPN yang berhasil memenuhi pagu dari delapan SMPN yang kekurangan murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah yang berhasil memenuhi pagunya tersebut SMPN 1 Sarirejo. Sekolah ini semula hanya mendapatkan 80 murid dari pagunya 102 siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tujuh SMPN lainnya belum berhasil memenuhi pagu. Yakni, SMPN 2 Karangbinangun (pagu 124 murid), SMPN 2 Modo (102 murid), SMPN 1 Laren (108 murid), SMPN 2 Pucuk (204 murid), SMPN 1 Sekaran (144 murid), SMPN 2 Kedungpring (136 murid), dan SMPN Solokuro (72 murid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Karena sudah tidak bisa menerima murid baru lagi, kursi-kursi kosong di sekolah-sekolah itu harus dibiarkan kosong tidak boleh diisi,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut dia, ada satu sekolah lagi yang kekurangan murid. Yakni SMPN 1 Karangbinangun. Sekolah ini saat peneutupan PSB, 6 Juli lalu sebenarnya sudah terpenuhi pagunya. Namun, memasuki MOS ada calon siswa yang mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Karena ketentuannya tidak ada siswa cadangan sehingga murid baru yang mengundurkan diri itu tidak bisa diisi murid baru lainnya,'' ujar dia tanpa menyebut jumlah kekurangan murid di sekolah tersebut. &lt;b&gt;(zak/feb)&lt;/b&gt;  &lt;a href="http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=101791"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1094764734653770399?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1094764734653770399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1094764734653770399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/disdikpora-izinkan-penjualan-bangku.html' title='Disdikpora Izinkan Penjualan Bangku Sekolah'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-525043173655134237</id><published>2009-07-12T20:15:00.002+07:00</published><updated>2009-07-12T20:18:42.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><title type='text'>Lebihi Pagu, SMPN 2 Soko Jual Bangku bagi Calon Siswa Kasek-Komite Sekolah Nyatakan Kesepakatan Wali Murid Bersama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - SMPN 2 Soko tahun ini dijatah pagu 150 siswa. Namun, sekolah tersebut kini menerima siswa lebih banyak dari jumlah pagu tersebut. Bahkan, mereka menambah satu kelas berisi 40 siswa untuk penerimaan siswa baru (PSB) tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Yang tidak diterima, bisa masuk sekolah tersebut, asalkan mengganti kursi dengan uang,'' ujar salah satu wali murid SMPN tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komite SMPN 2 Soko Sarmidi, ketika dikonfirmasi wartawan koran ini menolak bahwa pembelian bangku untuk siswa baru itu pungutan. Menurut dia, saat PSB di SMPN 2 Soko, jumlah calon siswa kelas 1 sudah penuh. Pihaknya lalu mengusulkan penambahan satu ruang kelas bagi mereka yang belum bisa diterima di SMPN tersebut. Namun, ruang di sekolah belum ada bangkunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sudah mendaftar dikembalikan kan kasihan. Ini sudah izin ke wali murid. Dan sudah kami sampaikan ke kepala sekolah. Kemudian, kami lanjutkan ke dinas (Disdikpora) Tuban. Jadi ini semua sudah dimusyawarahkan wali murid dengan kesepakatan per bangku Rp 330 ribu satu paket. Jadi per orang Rp 165 ribu,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sama dikatakan Kepala SMPN 2 Soko Slamet Tulus ketika dihubungi warwatan koran ini. ''Kami tidak pernah meminta. Soalnya sudah dirapatkan wali murid supaya minta bisa sekolah. Karena nggak punya bangku, maka komite mengusulkan dibuatkan satu lokal. Saya kasihan, orang tua (siswa) minta. Karena nggak punya bangku, komite yang maju ke dinas. Yang jelas itu kesepakatan wali murid,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku dalam PSB beberapa hari lalu, pihaknya sudah sempat menolak sejumlah siswa karena pagunya 150 siswa telah terpenuhi. ''Jadi terpaksa, tambah satu ruang, namun kesepakatan wali murid adanya bangku. Kami tidak menerima apa-apa. Kami hanya menerima bangku,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plt Kepala Disdikpora Tuban Sutrisno ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya akan cross check lebih dulu keperuntukan dana yang dibebankan kepada wali murid. ''Kalau untuk perawatan boleh, tapi kalau untuk bangunan tidak boleh,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutrisno menjelaskan, berdasarkan pedoman teknis, untuk penambahan pagu setiap sekolah, harus melalui izin kepala disdikpora. Apakah SMPN 2 Soko sudah menyampaikan izin? Sutrisno belum bisa memastikan. Alasannya, dia belum mengecek surat masuk pada Jumat (10/7) lalu. ''Jumat lalu, sekolah mana saja yang mengajukan belum kami cek. Yang jelas prinsipnya, bagi sekolah yang berada di wilayah, diwajibkan menerapkan wajib belajar 9 tahun (SD sampai SMP, Red),'' katanya. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=101518"&gt;Radar Bojonegoro                &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-525043173655134237?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/525043173655134237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/525043173655134237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/lebihi-pagu-smpn-2-soko-jual-bangku.html' title='Lebihi Pagu, SMPN 2 Soko Jual Bangku bagi Calon Siswa Kasek-Komite Sekolah Nyatakan Kesepakatan Wali Murid Bersama'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-3836055798330166407</id><published>2009-07-12T20:11:00.001+07:00</published><updated>2009-07-12T20:14:43.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Pemutihan Surat Kendaraan Hingga 30 Juli</title><content type='html'>&lt;div style="clear: both; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="height: 10px; text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt;- Warga pemilik kendaraan bermotor di Tuban kembali bisa mengurus surat kendaraanya tanpa dikenai denda. Sebab, Samsat Tuban memperpanjang pemutihan surat kendaraan hingga 30 Juli mendatang. Sebelumnya, pemutihan surat kendaraan berakhir 30 Juni lalu. ''Ini sesuai dengan surat dari Dispenda Jatim No 970/9387/120.22/2009 tertanggal 28 Juni,'' kata Kanit Reg Ident polres Tuban Kadek Citra Dewi S ketika temui druang kerja Samsat Tuban kemarin. Dalam surat tersebut dijelaskan, bahwa pemutihan diperpanjang mulai 1 s/d 31 Juli. Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk mengurus surat-surat kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan, dalam pengurusan surat di samsat, pihaknya menjamin tidak ada satupun calo yang beropereasi. ''Kalau yang ada itu biro jasa yang izin,'' ujarnya. Dikatakan dia, saat ini warga yang mengurus surat du Samsat Tuban mengalami peningkatan. ''Ya terkadang 200 sampai 400 orang,''tegasnya. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=101509"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-3836055798330166407?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3836055798330166407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3836055798330166407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/pemutihan-surat-kendaraan-hingga-30.html' title='Pemutihan Surat Kendaraan Hingga 30 Juli'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5495135029558609181</id><published>2009-07-12T20:07:00.002+07:00</published><updated>2009-07-12T20:10:44.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kriminal'/><title type='text'>Siswanto-Marsan sebelumnya Hanya Dikenal Penjahat Lokal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;TUBAN - Satreskrim Polres Tuban punya catatan kejahatan Siswanto, 40, dan Marsan, 43, dua dari tiga perampok asal Tuban yang dilumpuhkan Polres Lamongan atas dugaan perampokan spesialis brankas Kamis (9/7) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terlibat perampokan lintas kota, keduanya hanyalah pencuri kelas lokal atau penjahat kampung. Track record dua penjahat ini kemarin (10/7) dibeber Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso. Menurut dia, Siswanto, penjahat yang tertembak mati, sebelumnya terlibat pencurian sapi di wilayah hukum Polres Tuban. ''Salah satu anggota komplotannya bernama Sumarno,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjahat asal Desa Kowang, Kecamatan Semanding, ini dikenal licin. Menurut Budi, beberapa kali Siswanto digerebek di rumah dan tempat mangkalnya. Namun, dia berhasil meloloskan diri bersama Sumarno. Mantan Kaur Binops Reskrim Polres Tuban, ini menuturkan, sudah lama Siswanto absen dari kasus pencurian sapi di Bumi Ronggolawe ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga, dia naik ''status'' menjadi perampok spesialis brankas. Operasinya lintas kota. Anggota komplotannya, penjahat kelas kakap dari sejumlah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Marsan, Satreskrim Polres Tuban mencatat dia baru beberapa bulan bebas dari penjara setelah menjalani hukuman di lapas setempat. Kasus yang menjerat buruh angkut gudang Bulog Tuban ini, pencurian satu kuintal as mobil di bengkel mobil Morodadi di lingkungan Wire, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding sekitar pertengahan 2008. Dalam aksi kejahatan tersebut, dia dibantu Lik Warido. Seperti halnya Siswanto, Marsan juga naik ''status'' menjadi penjahat lintas kota. &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=101296"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5495135029558609181?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5495135029558609181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5495135029558609181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/siswanto-marsan-sebelumnya-hanya.html' title='Siswanto-Marsan sebelumnya Hanya Dikenal Penjahat Lokal'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7880373267672400278</id><published>2009-07-03T14:52:00.002+07:00</published><updated>2009-10-05T14:55:38.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Dari Soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KABARE WONG SOKO'/><title type='text'>Jemuran Gabah Tertimpa Truk Muatan Tanah Urugan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;SOKO-Tuban (BeritaKota.net) – Keluarga Tamyis (45), petani asal Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban benar-benar berduka. Empat sak gabah sisa panen terakhir untuk kebutuhan makan sehari-hari, tak bisa diolah karena tertimpa truk &lt;span id="more-2816"&gt;&lt;/span&gt;sarat muatan tanah urug yang terguling, kemarin (1/7). &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gabah yang dijemur di pinggir jalan depan rumahnya kawasan jalur Tuban-Bojonegoro tersebut, kini tercampur tanah urugan. Kesialan itu bemula, ketika truk dengan nopol S 8771 UU yang dikemudikan Winoto (26) asal Desa Sumurjalak, Kecamatan Plumpang, Tuban terguling tepat menimpa jemuran gabah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tamyis selamat dari kejadian karena berhasil melompat kabur, ketika truk terguling akibat as ban belakang kiri patah. Sementara Winoto menderita luka parah dilarikan ke Puskesmas Soko. Tulang pundak kirinya patah akibat terjepit kabin truk.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Informasi yang dihimpun beritakota.net menyebutkan, kejadian bermula ketika Tamyis menjemur gabahnya di pinggir jalan depan rumahnya. Rencananya gabah tersebut akan dibawa ke huler untuk diproses jadi beras, buat persediaan makan keluarganya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tragisnya dari arah utara, muncul truk sarat muatan tanah urugan berkecepatan tinggi. Selepas melintas jembatan, tiba-tiba truk oleng. Sesaat kemudian as ban belakang kiri patah. Ban dobel truk menggelinding sendiri tanpa arah, meninggalkan truknya terguling menimpa jemuran gabah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Untung saja saya langsung melompat lari, kalau tidak mungkin saya kebrekan (tertimpa) truk,” kata Tamyis saat ditemui wartawan di depoan rumahnya di Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Tuban usai kejadian itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurutnya, keluarganya sangat bersedih dengan kejadian itu. Sebab, gabah 4 sak yang dijemur kini bercampur tanah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kalau tidak diganti keluarga saya makan apa, gabah ini kan untuk persediaan makan keluarga saya,” tambah Tamyis di samping anak istrinya yang terlihat meneteskan air mata.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, warga yang melihat kejadian memberi pertolongan kepada supir truk Winoto yang terjepit kabin. Purwanto (15) kenek truk selamat dari kejadian. Sesaat berikutnya, sejumlah polisi dari Polsek Soko mendatangi tempat kejadian. Mereka melarikan Winoto yang menderita luka parah ke Puskesmas Soko. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hasil pemeriksaan awal, kejadian ini bermula dari as belakang bagian&lt;br /&gt;kiri truk patah,” kata Bripka S Prapto, dari Polsek Soko di lokasi&lt;br /&gt;kejadian. (kh)&lt;a href="http://www.beritakota.net/?p=2816"&gt;www.beritakota.net&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7880373267672400278?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7880373267672400278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7880373267672400278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/jemuran-gabah-tertimpa-truk-muatan.html' title='Jemuran Gabah Tertimpa Truk Muatan Tanah Urugan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2817640448627473163</id><published>2009-07-03T06:18:00.001+07:00</published><updated>2009-07-03T06:19:57.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Komisi A Agendakan Cek Lapangan</title><content type='html'>Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;TUBAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; - Dugaan pungutan liar (pungli) pembuatan KTP di sebagian kecamatan mendapat tanggapan serius anggota DPRD Tuban. Ketua Komisi A, Soemono mengatakan, pihaknya merencanakan cek ke lapangan terkait dugaan pungli tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kejadian sebenarnya di lapangan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Kerek beberapa waktu lalu dimana proses pembuatan KTP ditarik biaya Rp 20 ribu. Padahal, sesuai aturan hanya dikenakan biaya Rp 5 ribu. Politisi Partai Golkar itu mengatakan, kejadian seperti itu mestinya tidak boleh terjadi. Sebab, pungutan seperti ini sangat membebani masyarakat. ''Imbauan kami jangan sampai terjadi seperti ini (pungli,Red) lagi,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bakal berkoordinasi dengan anggota komisinya untuk menentukan jadwal sidak ke lapangan untuk mengklarifikasi dugaan pungli tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, pungutan liar pembuatan KTP terjadi di Desa Kasiman Kecamatan Kerek. Pemohon KTP masal di desa tersebut dipungut Rp 20 ribu. Biaya tersebut jauh lebih tinggi dari ketentuan yang ditetapkan Pemkab Tuban Rp 5 ribu per pemohon. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99515"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Radar Bojonegoro &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99515"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2817640448627473163?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2817640448627473163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2817640448627473163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/komisi-agendakan-cek-lapangan.html' title='Komisi A Agendakan Cek Lapangan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-602138110368092638</id><published>2009-07-03T06:15:00.001+07:00</published><updated>2009-07-03T06:17:23.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Agendakan Lima Titik Simulasi Pilpres</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;TUBAN - Setelah beberapa waktu lalu menggenjot sosialisasi pelaksanaan pilpres, kini KPUK Tuban mengangendakan untuk simulasi di lima titik di wilayah Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua KPUK Tuban Soemito Karmani mengungkapkan, lima titik yang menjadi lokasi simulasi adalah Pasar Soko, Pasar Singgahan, Pasar Baru Tuban, Pasar Tambakboyo, dan Pasar Palang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mito, panggilan akrabnya menjelaskan, simulasi yang akan dilakukan ini bentuknya seperti saat pelaksanaan pilpres nanti. Yakni, para pemilih melakukan absensi dan mencontreng di bilik yang telah disediakan KPUK. Dengan simulasi ini, masyarakat bisa mengetahui lebih detail cara pencontrengan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pemilihan pasar sebagai tempat simulasi, menurut Mito, karena pasar merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi masyarakat. Sehingga pada waktu simulasi nanti, pengunjung pasar bisa berbondong-bondong menuju TPS yang telah disediakan KPUK untuk mencontreng. (zak)&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99516"&gt;Radar Bojonegoro&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-602138110368092638?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/602138110368092638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/602138110368092638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/agendakan-lima-titik-simulasi-pilpres.html' title='Agendakan Lima Titik Simulasi Pilpres'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-3610209910689351385</id><published>2009-07-03T06:13:00.001+07:00</published><updated>2009-07-03T06:15:17.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Tim Kampanye Belum Menerima Salinan DPT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;TUBAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; - Meski pelaksanaan pilpres tinggal sepekan lagi, namun ketiga tim kampanye pasangan capres-cawapres di Tuban belum menerima salinan DPT dari KPUK setempat. Padahal, salinan DPT tersebut sangat dibutuhkan untuk bekal para saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua tim kampanye Mega-Pro Tuban, Mafudz mengatakan, pihaknya sudah dua kali mengajukan permintaan tertulis ke KPUK setempat. Yakni, pada 17 Februari dengan nomor surat 003/EX/DPC/II/2009 dan 18 Juni lalu dengan nomor surat 003/EX/TKK.TBN_MP/VI/2009. Selain surat, lanjut anggota DPRD Tuban ini, pihaknya juga sudah menanyakan secara lisan sampai tiga kali. ''Kenapa sampai sekarang tidak diberi. Jangan-jangan ada ketidakberesan,'' kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada disampaikan ketua tim kampanye SBY-Boediono Tuban, Aris Dwi Setiawan maupun tim kampanye JK-Win, Marwan. Aris mengatakan, sampai kemarin pihaknya juga belum menerima salinan DPT tersebut. ''Nanti kami akan mengajukan surat permintaan salinan DPT ini,'' tutur sekretaris DPC Partai Demokrat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpisah, anggota KPUK Tuban Divisi Pemungutan dan Penghitungan Suara, Yayuk Dwi Agus Susilorini mengatakan, untuk salinan DPT prosedurnya dari KPUK Tuban diserahkan ke KPU provinsi. ''Setelah itu KPU provinsi menyampaikan ke tim kampanye provinsi. Dan salinan DPT sudah kami serahkan ke provinsi,'' katanya. Sehingga, lanjut dia, tim kampanye kabupaten mendapat salinan DPT itu dari tim kampanye provinsi, bukan dari KPUK.&lt;b&gt; (zak)&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99517"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99517"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-3610209910689351385?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3610209910689351385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/3610209910689351385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/tim-kampanye-belum-menerima-salinan-dpt.html' title='Tim Kampanye Belum Menerima Salinan DPT'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4651846800411900097</id><published>2009-07-03T06:10:00.001+07:00</published><updated>2009-07-03T06:11:59.938+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bancar'/><title type='text'>Selama Kabur, Serahkan Pelayanan kepada Istri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;TUBAN - Kepala desa (Kades) Sembungin, Kecamatan Bancar, Yuniar yang Selasa lalu ditahan polisi, kemarin (1/7) menyampaikan alasannya kabur dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan koran ini di sela pemeriksaan, dia mengaku meninggalkan rumah bukan semata-mata karena diburu polisi. Namun, karena menghindari orang-orang yang datang ke rumahnya untuk menagih hutang. ''Total pinjaman saya sekitar Rp 300 juta,'' kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang sebesar itu, lanjut pemuda jebolan SMK Pelayaran Kristen Tuban ini, dihabiskannya untuk pencalonan kades sebesar Rp 140 juta. Sisanya, modal usaha sebagai sub kontraktor di PLTU Rembang. Dalam proyek tersebut, Yuniar mengaku sebagai penyedia material batu bolder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku meninggalkan rumah sekitar satu pekan terakhir. Namun, versi polisi yang menyanggong rumahnya, Yuniar kabur sejak 1,5 bulan yang lalu. Meski lama meninggalkan rumah, pria berusia 27 tahun ini mengaku dirinya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Teknisnya, selama tidak di rumah, dia menandatangani blangko kosong untuk semua urusan desa. Bila ada warga yang membutuhkan administrasi surat-menyurat, mereka kemudian menemui istrinya. ''Surat yang sudah saya tandatangani itu tinggal distempel,'' tegas Yuniar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain, dia juga mengaku selama pelarian bersembunyi di rumah kontrakan Ana, pekerja seks komersial (PKS) di kompleks pelacuran Dasin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Agar persembunyiannya tidak diendus, Yuniar punya strategi khusus. Hanya pada waktu malam dia tinggal di rumah Ana. Kalau pagi, dia bersembunyi di gubuk di tengah sawah, tak jauh dari rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuniar ditahan Polsek Tuban terkait kasus dugaan penggelapan mobil sedan Corrola DX nopol N 1870 BM milik Maskur Hadi, purnawirawan TNI AD. Dia jadi buron setelah penyidik Polsek Tuban mendapat surat persetujuan pemeriksaan dari Bupati Tuban Nomor 180/1506/414..012/09 yang diterima 14 Juni 2009. Selasa (30/6) sekitar pukul 10.00, Yanuar menyerahkan diri ke Polsek Tuban. Setelah diperiksa selama dua jam, polisi kemudian menjebloskannya ke tahanan Polsek Tuban. (ds)&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99518"&gt;Radar Bojonegoro &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4651846800411900097?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4651846800411900097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4651846800411900097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/selama-kabur-serahkan-pelayanan-kepada.html' title='Selama Kabur, Serahkan Pelayanan kepada Istri'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7585808199489476896</id><published>2009-07-03T06:05:00.002+07:00</published><updated>2009-07-03T06:10:01.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Pembangunan Saluran Air Terkendala Teknis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;TUBAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; - PT Sumber Karya Nugraha Utama (SKNU), developer Perumahan Gedongombo Tuban akhirnya angkat bicara terkait tudingan tidak disediakannya prasarana perumahan yang menjadi hak penghuni perumahan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengklarifikasi permasalahan yang kini dalam penyidikan Satreskrim Polres Tuban tersebut, Johny Kurniyawan, kepala cabang PT SKNU Tuban membeberkan per item. ''Tanpa diminta warga perumahan, prasarana adalah tanggungjawab developer,'' tandas dia di kantor PT SKNU Tuban di lingkungan perumahan setempat. Hadir dalam klarifikasi tersebut Sofyan, salah satu ketua RT di perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangkan Johny, terkait saluran air, pihak developer sudah mengupayakan. Bahkan, dana untuk pembangunannya sudah disiapkan. Namun, karena terkendala teknis, pembuatan saluran air tersebut belum bisa dilaksanakan. ''Kami tidak mau menunda pekerjaan,'' tegas pria berkaca mata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara terkait pembuatan jalan masuk di sisi timur dan pemindahan tempat pembuangan sampah, dikatakan Johny, developer sudah membuatkan. Hanya, jalan sisi timur, diakuinya belum sempurna karena kedua sisinya belum dikunci. Sementara tempat pembuangan sampah yang sudah dibangun, diakuinya, belum dibuatkan jalan menuju tempat tersebut. Jalan menuju tempat sampah tersebut, kata Johny, akan dibuat mengikuti arah pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang juga diklarifikasi Johny terkait gapura di jalan timur. Menurut dia, pertimbangan developer membangun gapura di sisi barat karena termasuk jalan utama. ''Ke depan, kita juga akan bangun gapura di jalan timur,'' tandas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Sofyan dalam klarifikasi tersebut menegaskan, pertimbangan warga mendesak developer membangun saluran air karena setiap hujan, enam rumah warga di perumahan dan dua rumah warga di Sukolilo yang berada di luar lingkungan perumahan terendam banjir. Menanggapi tempat sampah yang dibuat developer, dia menegaskan, sarana tersebut belum bisa difungsikan karena tidak ada akses jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam pengembangan penyidikan kasus pidana developer Perumahan Gedongombo (PG), kemarin dua penyidik Unit III Satreskrim Polres Tuban diturunkan ke perumahan untuk pemeriksaan lapangan. Selain pemeriksaan, penyidik juga mengambil gambar kondisi fasilitas yang dilaporkan warga perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT SKNU diindikasi melawan hukum karena tidak menyediakan prasarana perumahan yang menjadi hak penghuni perumahan tersebut. Prasarana tersebut berupa saluran air, jalan masuk sisi timur berikut pintu gerbangnya, dan pemindahan tempat pembuangan sampah. Sarana infrastruktur tersebut seharusnya menjadi hak penghuni perumahan sebagaimana diatur dalam pasal 7, 24, 26, dan 38 UU Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman. Penyidikan polisi terhadap developer tersebut berdasar laporan warga perumahan saat silaturahim dengan Kapolres Tuban AKBP Jebul Jatmoko usai sholat subuh di mushola Al Muhajirin, kompleks perumahan setempat belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dilaporkan polisi, warga perumahan sudah bertemu dengan wakil developer di mushola Al Muhajirin pada 9 Mei 2007. Dalam pertemuan yang difasilitasi perangkat kelurahan setempat, developer berjanji akan menyiapkan fasilitas yang dituntut dan menjadi hak penghuni perumahan. Namun, sampai kini, fasilitas tersebut tidak dipenuhi developer. &lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99519"&gt;Radar Bojonegoro &lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7585808199489476896?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7585808199489476896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7585808199489476896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/pembangunan-saluran-air-terkendala.html' title='Pembangunan Saluran Air Terkendala Teknis'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-8009422594551375332</id><published>2009-07-03T06:03:00.001+07:00</published><updated>2009-07-03T06:05:11.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rengel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><title type='text'>Targetkan Tetapkan Tersangka Minggu Depan</title><content type='html'>Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUBAN - Satreskrim Polres Tuban menargetkan minggu depan sudah menetapkan tersangka dalam kasus korupsi biaya operasional sekolah (BOS) 2005-2008 di SMPN 1 Rengel. Target itu kemarin (1/7) disampaikan Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso. ''Ini target tercepat karena semua alat bukti sudah kita kantongi,'' kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi menuturkan, sekarang ini penyidiknya sudah menetapkan sejumlah nama calon tersangka. Namun, nama-nama tersebut masih dirahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, siapa pun yang terlibat dalam kasus korupsi dana pendidikan yang merugikan negara sekitar Rp 130 juta tersebut, akan diusut tuntas. ''Peran mereka bisa yang menyuruh melakukan, membantu melakukan atau turut bersama-sama melakukan,'' kata perwira berpangkat balok dua di pundak ini saat ditanya peran para tersangka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menajamkan penyidikan kasus korupsi di lingkungan lembaga pendidikan itu, kemarin Unit II Satreskrim Polres Tuban mengagendakan pemeriksaan lima saksi. Pemilik toko Matraman Bojonegoro yang dalam stempel palsu tokonya diubah menjadi UD Riza diperiksa hari ini (2/7). Besok (3/7), penyidik mengagendakan memeriksa toko Aladin Bojonegoro, yang nama tokonya juga dipalsukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksi berikutnya, pemilik UD Wijaya Jatirogo dimintai keterangan Sabtu (4/7). Saksi ini juga diperiksa karena nama tokonya dicatut untuk membuat nota palsu. Selain pemilik toko, tim penyidik yang dikomandoi Aiptu Lik Mustaram juga mengagendakan memeriksa Soeno, pembuat stempel palsu yang membuka usaha di Rengel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budi, para saksi tersebut akan dikorek terkait perbuatan calon tersangka yang telah membuat pembelanjaan fiktif dan memalsu nota berikut stempel. Dari keterangan mereka, kata bapak dua anak, ini akan diketahui pasti perbuatan melawan hukum pengelola BOS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai berita ini ditulis, Kasek SMPN 1 Rengel Subiantoro belum berhasil dihubungi. Sehari kemarin ponselnya dimatikan. Wartawan koran ini yang telepon rumahnya kemarin sekitar pukul 16.40, diterima wanitia yang mengaku War, pembantunya. ''Bapak masih di sekolah lembur,'' kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus operandi korupsi di SMPN 1 Rengel itu, membuat laporan pembelanjaan fiktif. Barang yang pembelanjaannya dipalsukan tersebut beraneka macam. Mulai dari bunga, alat tulis kantor, peralatan olahraga, hingga hingga makanan dan minuman. Untuk membuat LPJ fiktif tersebut, pengelola BOS sekolah setempat membuat nota belanja dan stempel palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Tuban Abdul Fatah menyatakan, komisinya bakal sidak ke SMPN 1 Rengel. ''Yang pasti dalam waktu dekat kita akan ke sana,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatah menuturkan, selain sidak, komisinya juga akan mengundang Dinas Pendidikan, Pemuda dan olahraga (Disdikpora) Tuban untuk berkoordinasi terkait penanganan dugaan korupsi BOS yang ada di SMPN tersebut. (ds/zak) &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99530"&gt;Radar Bojonegoro &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-8009422594551375332?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8009422594551375332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8009422594551375332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/targetkan-tetapkan-tersangka-minggu.html' title='Targetkan Tetapkan Tersangka Minggu Depan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-8955095293523444449</id><published>2009-07-03T05:56:00.001+07:00</published><updated>2009-07-03T06:03:00.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Cerita Anggota DPRD Yang Sebentar Lagi Tinggalkan Gedung Dewan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketua Komisi C Siapkan Banyak Usaha, Talchim Geluti Batik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Dari 45 angota DPRD Tuban periode 2004-2009, hanya delapan orang yang bertahan di gedung wakil rakyat. Berbagai persiapan menjelang ''pensiun'' telah dilakukan sebagian anggota DPRD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ZAKKI TAMAMI, Tuban &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari terakhir, sebagian anggota DPRD Tuban rajin &lt;i&gt;ngantor&lt;/i&gt;. Mereka di antaranya Ketua DPRD Marwan, Wakil Ketua DPRD Nur Aziz, Agung Supriyanto, Soemono, Talchim, Edi Sutikno, dan Abdul Fatah. Selain itu, Warsito, Go Tjong Ping alis Teguh Prabowo Gunawan, dan Sudiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin (1/7), sebagian di antara mereka berlalu-lalang di gedung DPRD yang ada di Jalan Teuku Umar. Sebagian lainnya, mengisi absensi untuk mengikuti rapat DPRD setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan di gedung dewan itu tak lama lagi akan berakhir. Sebagian anggota DPRD harus lengser, digantikan caleg terpilih pada pileg 9 April lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edi Sutikno, misalnya. Politisi PDIP ini gagal kembali melenggang ke gedung DPRD. Berangkat dari daerah pemilihan (dapil) I, Edi hanya mendapat dukungan 1.651 suara. Lantaran tak memenuhi BPP, pria yang tinggal di Kecamatan Merakurak itu harus siap-siap meninggalkan gedung DPRD. ''Kami sekarang mulai merintis wiraswasta,'' kata pria kelahiran tahun 1973 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama dialami Mafudz, anggota FPDIP. ''Ya belum tahu kerja apa,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi C Abdul Fatah juga senasib dengan Edi dan Mafudz. Dalam pileg lalu, dia tidak terpilih lagi. ''Saya sudah tiga periode jadi dewan. Jadi kalau &lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt; terpilih itu karena memang saya ingin agar yang berada di gedung dewan adalah mereka yang muda-muda,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politisi PPP ini mengaku sudah menyiapkan sejumlah usaha yang telah dirintisnya. ''&lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt; bisnis, ada daging ayam. Dan ini sudah persiapan untuk menjadi advokat. Selain itu, juga bengkel motor,'' tutur alumnus Unigoro Bojonegoro ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Talchim, anggota DPRD komisi A yang pileg lalu tidak terpilih juga telah mempersiapkan untuk terjun di dunia bisnis. ''Bisnis, usaha batik gedok yang saya miliki,'' ujar politis PG yang tinggal di Jalan Dr Wahidin ini. &lt;b&gt;(*) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=showpage&amp;amp;rkat=7"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Radar Bojonegoro &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=showpage&amp;amp;rkat=7"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-8955095293523444449?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8955095293523444449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8955095293523444449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/cerita-anggota-dprd-yang-sebentar-lagi.html' title='Cerita Anggota DPRD Yang Sebentar Lagi Tinggalkan Gedung Dewan'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2750905543827935801</id><published>2009-07-02T06:46:00.002+07:00</published><updated>2009-07-02T06:48:29.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomitt'/><title type='text'>Jelang Pilpres Harga Sembako Stabil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;TUBAN - Menjelang pelaksanaan pilpres nampaknya belum berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional. Sampai kemarin, harga bahan-bahan kebutuhan pokok di Kota Tuak relatif stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Harganya masih stabil,'' kata Kabid Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Pemkab Tuban, Budi Wiyana kepada Radar Bojonegoro kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencontohkan, harga beras IR 64 kualitas rendah Rp 5200/kg dan minyak goreng curah yang harganya masih tetap Rp 8500/liter. Selain itu, harga daging sapi juga masih dikisaran Rp 50 ribu/kg. Komoditas lain yang harganya tetap adalah cabe merah besar Rp 9 ribu/kg, bawang merah Rp 9 ribu/kg, dan tomat buah Rp 3.500/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, dikatakan Budi, ada sejumlah kebutuhan yang mengalami kenaikan harga. Namun, kenaikannya relatif kecil. Misalnya, telur ayam ras pada pekan lalu Rp 10.800/kg, kini kisaran Rp 12.500/kg. Selain itu, gula lokal yang pekan lalu Rp 7.800/kg, kini menjadi Rp 7.900/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Budi, stabilnya harga sebagian besar bahan kebutuhan pokok tersebut dimungkinkan karena stok dan permintaan seimbang. (zak)&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99316"&gt;Radar Bojonegoro &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2750905543827935801?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2750905543827935801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2750905543827935801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/jelang-pilpres-harga-sembako-stabil.html' title='Jelang Pilpres Harga Sembako Stabil'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-1649344334406601148</id><published>2009-07-02T06:43:00.001+07:00</published><updated>2009-07-02T06:46:16.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Surat Suara Rusak Bertambah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;TUBAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; - Jumlah surat suara pilpres yang mengalami kerusakan terus betambah. Setelah panwaskab menemukan 180 surat suara, kemarin KPUK Tuban mendata ada 297 surat suara rusak dari sejumlah PPK yang ada di Kota Tuak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisi Anggaran dan Logistik KPUK Tuban, M Heru Prapto kepada &lt;i&gt;Radar Bojonegoro&lt;/i&gt; mengatakan, kerusakan surat suara yang terjadi antara lain, sobek, berlubang, dan terpotong. Selain itu, ada surat suara yang terkena tinta. ''Melihat bentuk kerusakannya, ini bukan kerusakan saat pelipatan, tapi kerusakan dari rekanan yang ditunjuk KPU,'' terang dia sambil menunjukkan bukti surat suara yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Heru, kerusakan yang paling banyak ada di Kecamatan Semanding yakni 93 surat suara. Sementara di Kecamatan Kenduruan tidak ada satupun surat suara yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Terkait surat suara rusak tersebut, tutur Heru, pihaknya sudah menyampaikan ke KPU pusat untuk dilakukan penggantian. Bagaimana dengan logistik lainnya? Heru Prapto mengatakan, khusus untuk tinta masih ada kekurangan 996 botol. Sebab, dari kebutuhan KPUK Tuban sebanyak 5004 botol, ternyata baru menerima 4008 botol. ''Ini sudah kami usulkan. Dan kami harapkan paling lambat Jum'at sudah dikirim sehingga bisa langsung distribusikan ke PPK,'' terang dia. &lt;b&gt;(zak)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99317"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-1649344334406601148?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1649344334406601148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/1649344334406601148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/surat-suara-rusak-bertambah.html' title='Surat Suara Rusak Bertambah'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-5978628284673598974</id><published>2009-07-02T06:41:00.001+07:00</published><updated>2009-07-02T06:43:22.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerek'/><title type='text'>Wajah Ditebas Pedang Saat Melayat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;TUBAN - Suasana berkabung di rumah Suto, warga Desa Gemulung, Kecamatan Kerek yang salah satu kerabatnya meninggal dunia kemarin (30/6) siang berubah histeris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunarto, 21, salah satu pelayat bersenjata pedang membabi buta menyerang Rajimin, 42, yang juga pelayat. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka terbuka persis pada tengah hidung hingga pipi kanan. Sekarang Rajimin dalam perawatan serius di RS Medika Mulya Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang menggemparkan keluarga duka dan pelayat tersebut kini disidik Polsek Kerek. Kunarto, pelaku penganiyaan tersebut ditangkap sesaat setelah kejadian. Dari rumah pelaku, diamankan sebilah pedang berlumuran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber yang dihimpun wartawan koran ini di Mapolres Tuban menyebutkan, pelaku sudah merencanakan pembantaian tersebut. Saat berangkat melayat di rumah Suto, dia membawa sebilah pedang yang sudah diasah tajam. Senjata tajam tersebut disembunyikan pelaku di balik bajunya. Begitu dari kejauhan melihat orang yang jadi targetnya duduk bersama pelayat yang lain, korban mendekat. Dari jarak sekitar 4 meter, pemuda yang tak pernah sekolah ini kemudian mengeluarkan pedangnya. Dari jarak sekitar 1m, Kunarto mengayunkan sekali pedangnya tersebut ke wajah korban. Serangan tiba-tiba tersebut membuat korban tak sempat mengelak. Begitu mata pedagang membelah hidung dan pipi kanannya, korban terjatuh. Sambil mengerang kesakitan, dia menutupi luka yang membuatnya mandi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Kerek AKP Ellis Suendayani didampingi Kanitreskrim Aiptu Sukir mengatakan, penganiayaan tersebut dilatarbelakangi sakit hati Kunarto kepada korban. Pemicunya, saat dia masih kecil, bapak kandungnya pernah dipukuli korban. Tak hanya itu. Diterangkan dia, tersangka juga mengaku jengkel karena sering diolok Rajimin. ''Dendam Kunarto sejak kecil ini terus dipendam dan baru dilampiaskan setelah dia dewasa,'' kata Ellis. Akibat penganiayaan tersebut, tersangka dijerat pasal 351 (2) KUHP. (ds) (R&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99315"&gt;adar Bojonegoro &lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-5978628284673598974?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5978628284673598974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/5978628284673598974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/wajah-ditebas-pedang-saat-melayat.html' title='Wajah Ditebas Pedang Saat Melayat'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-8613792425316024133</id><published>2009-07-02T06:35:00.002+07:00</published><updated>2009-07-02T06:40:17.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bancar'/><title type='text'>Kades Sembungin Ditahan Polisi Setelah Sebulan Lebih Buron Terkait Kasus Dugaan Penggelapan Mobil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.1pt 792.1pt; 	margin:1.0cm 1.0cm 1.0cm 2.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;TUBAN&lt;/b&gt; - Kepala desa (Kades) Sembungin, Kecamatan Bancar, Yuniar kemarin (30/6) siang ditahan Polsek Tuban. Penahanan tersebut terkait kasus dugaan penggelapan mobil sedan Corrola DX nopol N 1870 BM milik Maskur Hadi, purnawirawan TNI AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuniar jadi buron setelah penyidik Polsek Tuban mendapat surat persetujuan pemeriksaan dari Bupati Tuban Nomor 180/1506/414.012/09 yang diterima 14 Juni 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber yang dihimpun wartawan koran ini di Polsek Tuban menyebutkan, selama buron tersangka menghilang dari rumah. Setelah beberapa hari menyanggong di rumahnya, petugas mendapat petunjuk kalau Yanuar bersembunyi di rumah wanita simpanannya di kompleks pelacuran Dasin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari petunjuk tersebut, polisi kemudian menggrebek rumah kontrakan Ana, wanita simpanan perangkat desa tersebut di Gang Kompor. Namun, Yanuar tidak ditemukan. Wanita ini juga bungkam ketika ditanya keberadaan Yanuar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dianggap tahu keberadaan buronannya tersebut, polisi kemudian mengancam menjerat Ana dengan tindak pidana. Tuduhannya, menyembunyikan buron polisi. Dari pendekatan persuasif petugas, akhirnya Ana berjanji menyerahkan sang kekasihnya tersebut. Kemarin sekitar pukul 10.00, Yanuar menyerahkan diri ke Polsek Tuban. Setelah diperiksa selama dua jam, polisi kemudian menjebloskannya ke tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Tuban AKP Yani Susilo mengatakan, pertimbangan penahanan tersebut karena penyidik memiliki alat bukti yang kuat bahwa tersangka melakukan penipuan dan penggelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuniar dilaporkan menggelapkan sedan Corrola DX nopol N 1870 BM. Pelapornya, Maskur Hadi, purnawirawan TNI AD, warga Jalan Manalagi 30A, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban. Yuniar datang ke rumah Maskur untuk membeli mobil pada 26 Januari lalu. Disepakati, mobil tersebut dibeli dengan harga Rp 16 juta. Pembayarannya, dijanjikan terlapor sekitar dua hingga tiga hari kemudian. Nyatanya, hingga dua bulan terlapor tidak juga menyerahkan uang pembelian mobil yang disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meminta uang pembelian mobil, mantan anggota Kodim 0811 Tuban ini mengaku sudah berkali-kali mendatangi rumah Yuniar. Namun, tak pernah ketemu. Setelah kasus tersebut dilaporkan, diketahui mobil tersebut digadaikan Yuniar sebesar Rp 3 juta kepada Kanip, warga Lamongan. &lt;b&gt;(ds) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99314"&gt;Radar Bojonegoro &lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99314"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-8613792425316024133?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8613792425316024133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/8613792425316024133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/kades-sembungin-ditahan-polisi-setelah.html' title='Kades Sembungin Ditahan Polisi Setelah Sebulan Lebih Buron Terkait Kasus Dugaan Penggelapan Mobil'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4006552938817069319</id><published>2009-07-02T06:33:00.001+07:00</published><updated>2009-07-02T06:35:18.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Dicueki, Sosialisasi Pilpres Jalan Terus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;TUBAN - Sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) dan Panwaskab Tuban terhadap pelaksanaan Pilpres di kampus Universitas PGRI Ronggolawe kemarin (30/6) dipandang sebelah mata sebagian mahasiswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tak menyimak materi sosialisasi, sebagian mahasiswa justru ramai-ramai meninggalkan aula di lantai II kampus setempat saat sesi tanya jawab. Meski banyak dicueki mahasiswanya, tiga pembicara tetap serius menyampaikan materinya. Tiga pembicara tersebut, A. Suwarji dan Yayuk Dwi AS, keduanya anggota KPUK Tuban, serta M. Minan, ketua panwaskab setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan wartawan koran ini, dari sekitar 60 mahasiswa perwakilan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang mengikuti sosialisasi bertema Satu Suara Menentukan Nasib Bangsa, dalam sesi tanya jawab tinggal 26 peserta. Mereka satu per satu meninggalkan aula tanpa alasan yang jelas. Sementara sebagian peserta yang masih tertinggal terlihat tak menyimak materi pembicara. Sebagian memilih ngobrol dengan sesama peserta dan memainkan ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Fuad Sania, wakil kedua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unirow Tuban mengatakan, mahasiswa yang meninggalkan aula tersebut karena ada kegiatan biologi. Ditanya minimnya antusias peserta mendengar materi pembicara, menurut dia, kemungkinan mahasiswa tidak tertarik dengan materi tersebut. Ketua Panwaskab Tuban, Minan yang ditanya terkait masalah tersebut, enggan menanggapi. ''Saya no comment,'' tegas dia. (ds) &lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99319"&gt;Radar Bojonegoro &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4006552938817069319?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4006552938817069319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4006552938817069319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/dicueki-sosialisasi-pilpres-jalan-terus.html' title='Dicueki, Sosialisasi Pilpres Jalan Terus'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-2735635956644147765</id><published>2009-07-02T06:29:00.001+07:00</published><updated>2009-07-02T06:32:31.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rengel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekitar soko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><title type='text'>Bongkar Korupsi BOS SMPN 1 Rengel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;TUBAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; - Satreskrim Polres Tuban kembali mengungkap kasus korupsi biaya operasional sekolah (BOS). Kali ini, BOS 2005-2008 di SMPN 1 Rengel. Dalam kasus yang merugikan negara sekitar Rp 130 juta tersebut, polisi belum menetapkan tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyidikan kasus korupsi itu, polisi menyita 14 bendel laporan pertanggungjawaban (LPJ) rencana anggaran dan pembelanjaan sekolah (RAPBS) BOS 2005-2008 yang dibuat sekolah di Jalan Sawahan 46 Rengel tersebut. Barang bukti lain yang disita adalah 2 buah stempel palsu yang dibuat oknum pengelola BOS sekolah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara 7 buah stempel palsu lainnya masih dalam pencarian. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, dalam kasus korupsi tersebut, pengelola BOS di SMPN 1 Rengel membuat laporan pembelanjaan fiktif. Barang yang pembelanjaannya dipalsukan itu beraneka macam. Mulai dari bunga, alat tulis kantor, peralatan olahraga, hingga hingga makanan dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat LPJ fiktif tersebut, kata dia, pengelola BOS sekolah setempat membuat nota belanja dan stempel palsu. Budi menjelaskan, sebagian stempel dibuat dengan meniru stempel asli dari toko yang pernah melayani pembelian barang dari sekolah ini. Seperti toko Prima Sport, Jalan Lukman Hakim, Tuban; toko Baru, Jalan Raya 190 Rengel; warung Cak Man, Jalan Raya Plumpang; dan CV Yunita, Jalan Pahlawan, Sleko, Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, nama toko yang tertera dalam stempel hanyalah fiktif alias rekaan. Misalnya, UD Riza Bojonegoro, Jalan KHA Dahlan 11. Dalam penyelidikan, kata dia, di jalan tersebut tidak ada UD yang dimaksud. ''Alamat yang tertera dalam stempel ternyata rumah warga yang tidak memiliki usaha,'' tutur perwira yang menempuh kejuruan reskrim di Megamendung, Jabar angkatan IV/2007 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stempel toko yang dipalsu tersebut, lanjut Budi, melayani penjualan bunga, alat tulis, peralatan olahraga, dan makan-minuman. Selain di lingkungan sekolah (Rengel), sebagian toko yang stempelnya dipalsu tersebut berada di Tuban, Bojonegoro, Plumpang, dan Jatirogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasek SMPN 1 Rengel, Subiantoro sampai berita ini ditulis belum berhasil dikonfirmasi. Sehari kemarin, ponselnya tidak aktif. &lt;b&gt;(ds)(&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99328"&gt; Radar Bojonegoro)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-2735635956644147765?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2735635956644147765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/2735635956644147765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/bongkar-korupsi-bos-smpn-1-rengel.html' title='Bongkar Korupsi BOS SMPN 1 Rengel'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-7994115183904645157</id><published>2009-07-02T06:22:00.001+07:00</published><updated>2009-07-02T06:29:06.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rengel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><title type='text'>Pembelian Bunga Seperti Mau Bikin Toko Kembang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PEMBELANJAAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; fiktif yang dibuat pengelola BOS 2005-2008 SMPN 1 Rengel beraneka macam. Selama 20 Oktober 2005 hingga 30 April 2008, misalnya, pengelola BOS setidaknya memasukkan pembelian 19 kali bola voli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap pembelian 1 hingga 3 buah bola dengan harga bervariatif, mulai Rp 125 ribu hingga Rp 225 ribu. Kalau dihitung total, pembelanjaan bola voli selama 31 bulan tersebut menembus 39 bola. Jumlah pembelian itu dinilai anggota penyidik terlalu tinggi untuk lembaga pendidikan SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda kalau pembelanjaan tersebut dilakukan sebuah klub atau tim bola voli yang tingkat intensitas permainan bola tangan ini cukup tinggi. Pembelanjaan lain di luar kewajaran adalah pembelian tanaman bugenfil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 2 September 2005 hingga November 2007, pengelola BOS sekolah memasukkan item 9 kali pembelian bunga jenis ini. Harga kembang bugenfil yang dibeli cukup tinggi. Per batangnya, misalnya, ada yang harganya menembus Rp 115 ribu. Bila dijumlah total selama rentang waktu tersebut, bunga bugenfil yang dibeli pengelola BOS sekolah ini mencapi 22 batang. Jumlah itu juga dinilai anggota penyidik angka yang tinggi untuk ukuran SMPN 1 Rengel yang memiliki halaman sekolah tak begitu luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan koran ini sekitar enam bulan lalu datang ke sekolah setempat. Namun, tanaman bugenfil yang ditanam tidak sebanyak dalam laporan nota pembelian. Selain bugenfil, tanaman lain yang dimasukan dalam laporan adalah berbagai jenis bonsai. ''Kalau beli tanaman segini banyak, apa sekolah mau jadi toko kembang,'' gurau salah satu penyidik.&lt;b&gt;(ds) (&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99331"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Radar Bojonegoro)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-7994115183904645157?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7994115183904645157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/7994115183904645157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/pembelian-bunga-seperti-mau-bikin-toko.html' title='Pembelian Bunga Seperti Mau Bikin Toko Kembang'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-807539318309561328.post-4247235142461561854</id><published>2009-07-02T06:13:00.002+07:00</published><updated>2009-07-02T06:22:18.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Tuban'/><title type='text'>Satreskrim Periksa Dua Saksi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soko Tuban&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;TUBAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; - Satreskrim Polres Tuban terus mendalami penyidikan kasus PT Sumber Karya Nugraha Utama (SKNU), developer Perumahan Gedongombo (PG) Tuban yang tidak menyediakan prasarana perumahan yang menjadi hak penghuni perumahan setempat. Kemarin (30/6), Eko Wardono (sekretaris kelurahan) dan Sofyan, salah satu ketua RT di lingkungan perumahan setempat, dimintai keterangan petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, setelah memeriksa kedua saksi, penyidik akan melanjutkan pemeriksaan lapangan. Pemeriksaan lapangan, kata dia, diperlukan untuk membuktikan bahwa telah terjadinya perbuatan melawan hukum oleh developer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melani, sekretaris PT SKNU yang dihubungi melalui ponselnya, enggan berkomentar. Dia justru meminta wartawan koran ini untuk menghubungi Johny Kurniyawan, kepala cabang PT SKNU di nomor telepon kantornya. Saat nomor telepon kantor dimaksud dihubungi, staf kantor perumahan yang menerima mengatakan Johny sedang istirahat dan tidak bisa diganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, PT SKNU diindikasi melawan hukum karena tidak menyediakan prasarana perumahan yang menjadi hak penghuni perumahan tersebut. Prasarana tersebut berupa saluran air, jalan masuk sisi timur berikut pintu gerbangnya, dan pemindahan tempat pembuangan sampah. Sarana infrastruktur tersebut seharusnya menjadi hak penghuni perumahan sebagaimana diatur dalam pasal 7, 24, 26, dan 38 UU Nomor 4 Tahun 1992 tentang perumahan dan pemukiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyidikan polisi terhadap developer tersebut berdasar laporan warga perumahan saat silaturrahim dengan Kapolres Tuban AKBP Jebul Jatmoko usai salat subuh di musala Al Muhajirin, kompleks perumahan setempat belum lama ini. &lt;b&gt;(ds)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;(&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuserid%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=99325"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;Radar Bojonegoro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Canggih&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/807539318309561328-4247235142461561854?l=sokotuban.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4247235142461561854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/807539318309561328/posts/default/4247235142461561854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokotuban.blogspot.com/2009/07/satreskrim-periksa-dua-saksi.html' title='Satreskrim Periksa Dua Saksi'/><author><name>SOKO TUBAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286799705245415437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_URFmOcK5wks/TAW8HSvFwdI/AAAAAAAAA54/Zvto9dFu8dA/S220/Garuda.jpeg'/></author></entry></feed>
